Tag Archives: F(X)

Ada Jinki Di Sekolah – Part 2

Author: Ghea a.k.a Kim Jong Gey

Main cast: SHINee

Support cast:

·           Kristal F(x)

·           Suzy Miss-A

·           Gikwang Beast

·           Mir M-Blaq

·           Dongho U-kiss

·           Go hara Kara

·           Soong Joongki (actor)

·           Victoria F(x)


Length: sequel

Genre: Comedi

Rating: G

Mian part duanya agak lama..hehehe.

saya tidak menyadari kalau FF nista ini sudah di publish..*gomawo admin* ^^

Continue reading Ada Jinki Di Sekolah – Part 2

Pearl In The Soul of Human – Part 5

Pearl In The Soul of Human/Part 5

Author : Tsae a.k.a tsaesalvation

Main Cast      : Lee Sungi, Choi Minho, Kim KeyBum, Lee Jinki.

Other Cast     : Jessica, Krystal, Tiffany, Jiyeon, Jia.

Genre             : Family, Romance

Type               : Sequel

Share              ; akk lagi sebel bgt ma sseorang, dya sok jago banget…dya itt dongsaeng…laganya kaya bekicot ajah….. makanya pas bkin nie FF rada esmosi akuh….

Request          : Annyeong chingudeul! Kan di FF ini bukan Minho aja Main Castnya, jadi jadi jadi,,,,,,, untuk cover FF slanjutnya…chingu mau foto sapeu?? Pilih salah satu…

  1. a. Minho di cover yg ini.
  2. b. Onew di cover yang baru.
  3. c. Key di cver yg bru.
  4. d. Ato suamiku Kyuhnie [?]
  5. e. Ato juga pengen bergilir covernya???
  6. f. Ato lagi, tiga-tiganya ??? hhe

Jawabannya di coment ajj yah cingu….atau klo mau protes, ke FB akk sajo….*promo dikit*…. Tsalitsa KakeiAkaba KpopLuph. Hhhhehhehe

Chosongi yah, hal gak penting ini dimasukin ke FF , abis akk bingung,,,,,perlu advised….hheheheheh *bow*

Udah deh, Cekibrot ajjah…!!!

ƍƍƍ
Continue reading Pearl In The Soul of Human – Part 5

Because I’m Fool

Because I’m Fool

Author            :           Park Kyungjin

Genre             :           Romance

Type               :           One Shot

Main Cast      :           SHINee – Lee Taemin

f(x) – Park Luna

SHINee – Lee Jinki

f(x) – Choi Sulli

Other Cast     :           Other SHINee & f(x) member

a/n                   :           FF pertamaku..

Jadi maaf ya kalau jelek sangat.. T_T

Buat eonni-eonni admin yang cantik dan baik hati,, trima kasih yang sebesar-besarnya.. 🙂


Continue reading Because I’m Fool

Last Gift

Title: Last Gift
Writer: Rafika Khansha
Cast: Choi Minho, Park Chanseung (OC), SHINee, SNSD, f(x)
Genre: Romance, Sad
Type: One shoot


I hated opening my eyes. Honestly, I didn’t believe it .

23.50.. waktunya hampir tiba. Aku menarik nafasku dalam-dalam dan menghembuskannya rileks. Berkata dalam hatiku “Aku bisa melakukannya!” Perlahan aku berjalan memasuki taman dihadapanku. Suasana sunyi serta udara malam yang dingin semakin terasa menusuk jantungku. Aku mendekap sebuah kotak yang kubawa, bukan sebuah kotak kecil namun tidak juga berukuran besar. Bisa dibilang ini sebuah ‘kado’, kado untuk seseorang yang..

“Chan-seung!” seseorang memanggilku ketika akhirnya kakiku sampai ditempat yang ku tuju. Waktunya semakin dekat.. aku mengangkat wajahku dan melihat seorang lelaki tersenyum kearahku. Aku menarik nafasku dalam-dalam lagi lalu membalas senyumannya. “Aku pikir kau akan telat beberapa jam..”

“Tidaklah Minho-sshi, mana mungkin aku terlambat dihari yang special ini..” aku mencoba mempertahankan senyumanku, sebuah senyuman munafik.

“Dasar kau..” kata Minho sambil mengacak-acak rambutku, aku melihat senyumannya semakin merekah. Mungkin ini terakhir kalinya aku bisa membuatmu dan melihatmu tersenyum, tersenyumlah selebar mungkin untukku sekarang Minho..

Ting Tong Ting Tong Ting Tong.. 00.00..

Jam besar dibelakang kami berbunyi, menandakan hari telah berganti. Kali ini senyumku benar-benar terpaksa, tapi aku melihat senyumannya benar-benar bahagia. Tidak bisa kupungkiri, badanku terasa lemas, Ok sedikit lagi..

“Saengil chukhae hamnida.. Saengil chukhae hamnida.. Saranghaneun naye Minho.. Saengil chukhae hamnida.” Aku melantunkan lagu itu pelan, Minho tampak terkejut dan senang. Ia mendekatkan dirinya padaku dan memelukku. Oh Tuhan, aku harus bisa menahan air mataku. Tubuhnya yang hangat seakan menyelimuti hatiku yang kedinginan.

“Gomawoh..” katanya berbisik ditelingaku, mengeratkan pelukannya. Aku terus berusaha menahan air mataku yang hampir tumpah.

Drrt… Drrrt.. Drrrt.. aku merasakan sebuah getaran dari tubuhnya.

“Tunggu sebentar ya.” katanya sambil melepaskan pelukannya, masih tersenyum. Aku mengangguk pelan, mempertahankan senyumanku. Ia mengambil handphone dari saku celananya.  Lalu menekan tombol hijau.

“MINHO!!!” koor teriakan beberapa orang ketika Minho mengangkat panggilan video itu. 4 orang lelaki tampak berebut menampakkan wajahnya kelayar, aku tersenyum geli melihatnya. “Saengil chukhae hamnida.. Saengil chukhae hamnida.. Saranghaneun oori Minho.. Saengil chukhae hamnida.”

“Aish.. kalian.. Bisa tidak santai sedikit?” dengus Minho bercanda.

“Tidaaaaaak..” koor keempat lelaki itu lagi, Minho tersenyum simpul-geli. “Hey, cepatlah kemari! Ajaklah Chan-seung juga, lihat apa yang sudah kami persiapkan untukmu!” ucap seseorang yang paling sipit diantara keempat lelaki tadi, men-close up wajahnya ke kamera.

Minho melirik kearahku, mimik wajahnya membentuk sebuah pertanyaan. Aku hanya mengangkat bahu sambil terus tersenyum. Hatiku rasanya miris, Minho menatap layar HP nya lagi. Sekarang benar-benar tampak keramaian disana.

“Ok.. Kami melaporkan kepada anda Choi Minho.. disini kami telah mempersiapkan sebuah pesta untuk anda.” Jonghyun, salah seorang dari keempat lelaki tadi berlagak layaknya seorang reporter. Aku tersenyum geli melihatnya, ya dia memang ssalah seorang yang selalu bisa membuatku tertawa dengan tingkah konyolnya. “Apa yang sedang kau lakukan Mrs. Hyun?”

Kini tampak empat orang gadis dilayar, Seohyun, Yuri, Jessica, dan Krystal. Mereka tampak sedang sibuk oleh sesuatu. Aku melihat Minho tertawa senang, mendadak hatiku sakit.. Perih sekali rasanya.

“Kami sedang menghias kue ini..” jawab Seohyun, seperti biasa manis. “Minho, Chanseung.. kemarilah .. kue ini khusus untuk kalian..” katanya lagi sambil melambai kearah kami berdua. Aku mencoba tersenyum manis sekali padanya, semanis senyumannya padaku. Walaupun aku dalam hantiku terasa robek.

“Gomawoh, Seohyun sshi..” kata Minho seraya tersenyum manis sekali. Tuhaaan jangan biarkan aku menangis sekarang. Aku mohon..

“Kalian Mrs. Jung?” tanya Jonghyun berpaling kearah Jessica dan Krystal.

“Merapihkan ini..” jawab Krystal sambil menunjuk tumpukan kado didekatnya. “Oppa.. banyak kado untukmu, tetapi mungkin kado yang ada ditangan Chan-seung yang paling spesial hehe..” sambungnya, Minho melirik kearah kado yang aku bawa lalu tersenyum.

“Tentu saja hehe.. Kau ini..” kata Minho pada Krystal, tertawa. Sekali lagi, hatiku sakit. Rasanya aku ingin berteriak sekarang juga. Tetapi aku harus menahannya sampai waktunya tiba. Aku mencoba tersenyum lagi, senyuman yang benar-benar terpaksa.

“Minho Chanseung! Cepat kemari!!!” teriak Krystal dan Jessica kompak.

“Sudah.. sudah kita tinggalkan saja Jung bersaudara ini.” Jonghyun memenuhi layar sekarang. “Ok, kalau kau noona Kwon?”

“Sudah sekitar 15 balon aku tiup. Lihat saja bibirku membengkak begini..” jawab Yuri menunjuk arah bibirnya. Aku mendengar Minho tertawa lagi, Tuhan bolehkah aku menangis sekarang? “Tapi aku tidak keberatan untuk kalian..” Yuri menunjukku dan Minho, aku masih mempertahankan senyuman dan menahan air mataku.

“Dan sekian dulu laporan saya Kim Jonhyun dari TKP. Saya mohon pamit diri..” lawak Jonghyun lagi senyum tulus ku berkembang lagi.

“MINHO CHANSEUNG! KEMARI SECEPATNYAAAAA!” kini benar-benar tampak banyak orang dilayar sekitar 20 mungkin. Mereka melambai-lambai kearahku dan Minho. KLIK. Panggilan terputus.

Minho tersenyum lagi lalu memasukkan Hpnya kedalam saku celananya. Ia berpaling kearahku dan menarik tanganku. “Ayo.. Kita sudah ditunggu..”

“Sebentar..” kataku melepaskan genggamannya. Ia mengerenyitkan alisnya melihat sikapku, aku tersenyum simpul. “Ada yang ingin aku bicarakan denganmu, sebentar saja..” aku berjalan kearah bangku taman yang tidak jauh dari tempat kami berdiri, Minho mengikutiku. Inilah saatnya..

“Kenapa?” tanya Minho ragu, ia tampak benar-benar heran melihat sikapku. Aku duduk dikursi panjang berwarna putih, ia mengikuti gerakanku.

Are these only my memories? Meeting you it was like a scene from a movie..

“Kau ingat kan? Tepat setahun yang lalu.. disini..” kataku, memulai akhir dari semua ini. Aku menatap mata Minho, mata yang sedari dulu aku kagumi. Mata besar yang indah, mata yang selalu membuatku meleleh ketika melihatnya.

“Ne..” Minho mengangguk pelan.

“Itu adalah malam terindah dalam hidupku..” lanjutku, tersenyum. “Awalnya aku hanya berniat mengucapkan dan memberi hadiah ulang tahun untuk seseorang yang aku suka dan kagumi, tetapi suatu keajaiban terjadi kepadaku..”

Minho menyimak perkataanku, tersirat kebahagiaan diwajahnya. “Apa yang selalu kumimpikan, benar-benar terjadi dalam hidupku.. Aku tidak bisa melukiskan apa yang kurasakan saat itu. Seakan-akan seluruh kebahagiaan di dunia ini adalah milikku.”

“Semakin lama aku semakin terlena akan kebahagiaan ini. Andai saja kau tau bagaimana perasaanku setiap hari setelah malam itu..” aku menarik nafasku dalam sebelum meneruskan kata-kataku. “Tetapi lama kelamaan bukan hanya kebahagiaan yang aku rasakan…”

“Minho sshi.. aku mungkin tidak padai berbohong, kau tau itu.. Satu tahun kita menjalani hubungan, awalnya aku selalu bahagia.. Namun belakangan ini aku sadar, bahwa ternyata aku benar-benar tidak pantas untuk seorang Choi Minho..” ucapku, tidak membiarkan Minho berbicara satu kata pun. “Kau begitu sempurna, banyak wanita memujamu, menginginkanmu menjadi miliknya. Dan aku merasa sangat beruntung mendapatkan apa yang mereka mau.”

“Kau ini bicara apa sih?” tanya Minho sambil tersenyum, aku rasa ia sudah tidak ingin berbasa-basi lagi.

“Aku cemburu.. aku merasa bagai seorang kerdil diantara kumpulan orang-orang hebat. Yuri onnie, Seohyun onnie, Krystal mereka lebih cantik, berbakat. Aku tidak ada apa-apanya bila dibandingkan mereka.Tapi kau memilihku, itu suatu yang lucu..” lanjutku, mengalihkan tatapanku dari matanya. Aku sudah tidak sanggup menatap matanya.

“Banyak yang mengatakan.. ‘Minho menyukai Yuri.. oh bukan ia menyukai Seohyun.. tetapi Krystal cocok bila dipasangkan dengannya.. aku dengar mereka pernah berpacaran ya? Kira-kira siapa yang akan dipilihnya ya diantara mereka bertiga’ dan segalanya. Rasanya aku ingin menutup telinga ketika mendengarnya, ingin aku teriakkan kepada merea bahwa Choi Minho adalah milikku! Tetapi aku tahu itu tidak bisa..” aku mencoba menahan air mataku yang hampir menetes.

“Park Chan-seung, kau..”  Minho tampak terkejut dengan kata-kataku.

“Minho sshi.. Aku sangat menyayangimu..  Kau menyayangiku juga bukan?” tanyaku memotong kata-katanya, saat ini aku benar-benar tidak mau membiarkannya berbicara. Minho mengangguk. “Kalau begitu kita sudahi saja hubungan ini..”

Akhirnya kata-kata itu keluar dari mulutku. Kata-kata yang sebenarnya tidak ingin aku ucapkan. Kata-kata yang membuatku gila beberapa waktu belakangan. Aku melihatnya terkejut. “Mwo?” tanya Minho tak percaya, mimik wajah gembiranya berubah menjadi mimik sendu.

“Aku ingin kau menemukan seseorang yang lebih pantas untukmu.. Bukan orang biasa sepertiku ini..” aku mengangkat wajahku, mencoba menatapnya sekali lagi. “Maaf.. aku hanya ingin yang terbaik untuk mu dan untuk kita..”

“Ini..” aku menyodorkan kado yang sedari tadi aku bawa, “Anggaplah itu pemberian terakhirku. Kado terakhir dipertemuan yang terakhir. Simpan atau buanglah, itu terserah kau..” aku meletakkan kotak itu dipangkuan Minho karna ia tidak bergeming sama sekali.

“Kau sedang tidak bercanda kan? Jangan mentang-mentang ini hari ulang tahunku kau bisa mengerjaiku seperti ini.. Sama sekali tidak lucu Park Chanseung..” katanya sambil tersenyum kecut, seakan menangkal semua yang terjadi.

“Tidak pernah aku seserius ini, Choi Minho..” aku mencoba tersenyum, “Ok, hanya itu yang ingin ku katakan.. Sekali lagi selamat ulang tahun Choi Minho, semoga kau mendapatkan segalanya yang terbaik untukmu..” aku berdiri dari dudukku, menggenggam tangan dingin Minho.  “Bye.. Minho.. oppa..”

I don’t know why, I can’t move on. I still can’t leave from this spot.

Ia masih tidak bergeming dari tempatnya, hanya menatapku tanpa kata-kata. Minho seakan tidak tahu harus melakukan apa. Aku melihat matanya berkaca-kaca, membuat hatiku semakin miris, “Sunnguh?” ucapnya pelan dan bergetar, aku mengangguk sambil terus tersenyum.

“Sekali lagi maaf..” ucapku lirih, melepaskan tangan Minho yang bergetar. Berbalik badan dan meninggalkannya yang hanya terdiam. Maafkan aku Minho, aku sebenarnya juga tidak ingin seperti ini. Tapi ini adalah keputusan terbaik.. Aku menyayangimu, lebih daripada yang kau tau. Aku hanya ingin kau bahagia..

“Haengbookhasaeyeo oppa! Hwaiting!” aku membalikkan badan seraya meneriakkan kata-kata itu. Minho terkejut. Air mata yang sedaritadi kutahan akhirnya tumpah juga seraya tawa palsuku. “Pilihlah yang terbaik untukmu! Yuri, Seohyun, atau Krystal.. ” kataku lagi lalu berbalik dan berlari meninggalkannya dengan airmataku.

——

The ring that I placed on your finger has coldly returned to my hand.
Along with my heart.. The last gift.. is heartbreak

Minho membuka kotak ditangannya, airmata tergenang mata indahnya. Ia menemukan sepucuk kertas dan barang-barang yang tidak asing baginya, foto-foto, kalung, sebuah cincin mutiara perak dan lainnya tersusun rapih didalam otak itu. Perlahan ia membaca kertas itu..

My heart really won’t let you go.. is this really the end? The thing called goodbye.

“Saengil chukhae hamnida.. Izinkan aku menitipkan segala kenangan dan kisah kita, dan biarkan aku menyimpan salah satu darinya..  Selamat tinggal Choi Minho, aku akan selalu menyayangimu dihatiku.. Kau adalah keajaiban dalam kehidupanku. Saranghamnida..”

-THE END-

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For Namja Shawol.. Don’t be shy or lazy to write a comment please