Tag Archives: Kim Young Woon

Little Story About My Life : The Charismatic Prince Has Come! [2]

Author : Alya

P.S: Sumpah… maaf.. maaf .. maaf… aku bener-bener minta maaf. Ini semua murni banget kesalahan Lana Carter.. murni kesalahan aku yang emang udah mulai pikun. Maaf… karna aku yakin 100% kalian semua udah lupa sama part 1 nya, jadi di part 2 ini aku copy part 1 nya sekaligus. Karna ini kesalahan aku gak mungkin aku nyuruh kalian buka page library terus baca yang part satu. Maafin aku.. aku bener-bener minta maaf. Oh iya.. karna di gabung part ini jadi panjang, nah.. Alya.. komennya bales di satu kotak buat semua yah.. jangan satu-satu ^.^

Semuanya happy reading, dan mohon maafkan kelalaian Founder.. maaf

-Lana-

Little Story About My Life –Chapter 1 : My Brother Is A Gangster!-

Cast :

Me as Cho Ah Ra

Choi Ha Young

Kim Rae Hyun

All SHINee’s Members

Cho Kyu Hyun Super Junior

Kim Young Woon (Kangin) Super Junior

Hei, namaku Cho Ahra. Aku hanya seorang gadis biasa yang masih berumur 17 tahun. Aku tinggal bersama oppaku, Kyuhyun oppa. Kami tidak hanya tinggal berdua, tetapi ada juga 2 orang anak buah oppaku, Jonghyun oppa dan Key oppa. Orang tua? Hem, kedua orang tua kami sudah meninggal karena kecelakaan 10 tahun yang lalu. Ah, sudahlah. Aku tak ingin membahas tentang orang tuaku. Aku sedang ingin bercerita tentang kehidupanku, bukan saatnya untuk menangis mengingat almarhum kedua orang tuaku kan? Hehe :p

Yak, the little story about my life is begin, start from here…

Ah Ra POV

Aku berjalan santai di koridor sekolahku. Inginnya sih, ke kantin. Tapi mau makan apa ya? Kalau cuma duduk sih, gak seru! Ngeceng? No, no, no. Belum ada yang cowok yang menarik di sekolahku. Kalaupun ada, pasti sudah punya yeojachingu.

DEG!

Yaa! Kenapa perasaanku tidak enak? Aigooo~ pasti…. Pasti Kyuhyun oppa, Kyuhyun oppa ada disekitarku! Huh, jika aku sudah mulai merinding, pasti aku dapat merasakan ada Kyuhyun oppa disekitarku.

Aku melihat ke belakangku. Benar saja, itu Kyuhyun oppa. Aigooo~ eottokhae?

Kyuhyun oppa berjalan dengan gagah di koridor sekolahku. Spontan, semua temanku mundur menghindari oppaku seakan memberi jalan untuknya. Wajah mereka menampakkan wajah ketakutan. Bagaimana tidak takut? Siapa sih yang tidak mengenal seorang Cho Kyuhyun? Dia, adalah ketua geng motor “Naked Gun” 10 tahun yang lalu.

Biarpun Naked Gun telah bubar, tetapi semua orang tetap mengenal Cho Kyuhyun. Seorang yang cuek, sangar, sadis, bahkan kejam. Tidak ada yang tidak mengenalnya, yah kecuali polisi. Ia tidak berubah,  masih bermuka seperti itu. Huee, oppa semakin mendekat!

“Heh, anak kecil”, panggil oppaku ketika aku berusaha lari darinya.

“Eh?”, jawabku pura-pura tidak tahu sambil membalikkan arah menghadapnya.

“Ikut aku”, katanya sambil menarik kerah belakang blazerku. Walaupun aku ini adiknya, ia tetap kasar! Yaaa, walaupun ia terkadang baik padaku. Aku hanya berjalan mengikuti langkah cepatnya, dan kami berhenti di depan pintu, RUANG KEPALA SEKOLAH? Aigoooo~ pasti, pasti Kyuhyun oppa ingin bertanya tentang perkembangan belajarku.. Huaaaa!

Kami masuk kedalam ruangan itu. Ketika kepala sekolah itu melihat Kyu oppa, ia terkejut setengah mati. Hei songsaenim! Sebaiknya kau lari demi keselamatanmu!

“A, annyeong. Silahkan duduk. A, ada perlu apa?”, tanya kepala sekolahku gugup. Kyu oppa hanya menunjukkan wajah datarnya, lalu ia duduk. Aku lalu ikut duduk disebelahnya.

“Bagaimana perkembangan belajar Ahra?”, tanya Kyu oppa to-the-point. Kepala sekolahku hanya menelan ludah sebelum ia angkat bicara. Ia terlihat gugup. Songsaenim, sebaiknya kau jawab pertanyaan oppaku sebelum—

“Apa kurang keras saya berbicara? Saya tanya, BAGAIMANA PERKEMBANGAN BELAJAR AHRA?”, bentak Kyu oppa kasar sambil menggebrak meja. Oppaaaaaa! Kenapa kau selalu kasar sih?

“A, anu, itu, eng, Ahra, Ahra sekolahnya bagus, ia selalu mendapat nilai tertinggi, ya, ya, haha”, kata kepala sekolah gugup? Heee? Songsaenim, kau berbohong mengenai nilaiku!

“Perlihatkan semua nilainya”, pinta oppaku.

“Eng, tapi, tapi itu adalah dokumen sekolah dan Negara. Tidak bisa di—“

“SAYA BILANG, PERLIHATKAN!

Omona, jika Kyu oppa melihat nilaiku, pasti, hiks… Aku akan diceramahi olehnya semalaman… Kepala sekolahku pun beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah lemari. Ia mengambil tumpukan kertas, kertas daftar nilaiku pastinya. Ia memberikannya pada Kyu oppa. Mata Kyu oppa membelalak saat melihat nilaiku.

“35? Pelajaran matematikamu?”, tanya Kyu oppa. Mampus! Harus jawab apa aku?

“Eng, oppa, itu, itu aku,”

“Aaaah! Sudah ayo pulang!”, kata Kyu oppa lagi sambil menarik kerah belakang blazerku meninggalkan ruang kepala sekolah.

“Oppa, lepas! Aku bisa jalan sendiri”, bentakku padanya. Tapi ia tidak perduli. Ia masih menarik kerah belakang blazerku. Aku hanya  bisa pasrah mengikutinya. Ceramah apa lagi yang akan ia berikan nanti?

****

“35? Nilai apa itu?”, bentak oppaku saat kami sudah sampai dirumah. Saat ini, aku, Kyu oppa, Jonghyun oppa dan Key oppa sedang makan malam di sebuah ruangan sederhana. Tanpa kursi, hanya ada meja bundar berukuran sedang. Disinilah tempat kami biasa makan.

“Mianhae oppa”, sahutku tertahan.

“Mian? Untuk apa? Kau minta maaflah pada dirimu sendiri!”

Aku hanya menggigit bibirku menahan tangis…

“Heh babo, lain kali kalau dikamar jangan hanya menulis-nulis hal yang tidak penting, belajar saja sana!”, ujarnya.

Heeeeh? Darimana oppa tau kalau aku suka menulis dikamarku?

“Bingung?”, tanya oppaku tepat sasaran. Ia lalu mengacungkan sesuatu kehadapanku. Omo! DIARYKU!

“Oppa? Oppa masuk ke kamarku hah?”, bentakku. Hiyaaaa~ aku tak terima!

“Cepat masuk ke kamarmu dan belajar, anak kecil!”

AKU BUKAN ANAK KECIL! DAN JANGAN PERNAH MASUK KE KAMARKU LAGI!”, bentakku sambil meninggalkan oppaku mereka bertiga.

“Ahra!”, panggil oppaku. Tapi aku sudah tidak mau mendengarnya lagi! Huh! Selalu saja, selalu saja menganggapku anak kecil. Hei! Aku sudah berusia 17 tahun, mengerti kau oppa?

Kyu Hyun POV

“35? Nilai apa itu?”, bentakku saat kami sudah sampai dirumah.

“Mianhae oppa”, sahutnya tertahan.

“Mian? Untuk apa? Kau minta maaflah pada dirimu sendiri!”

Ia hanya menundukkan wajahnya. Huh, jangan dikira aku tidak tahu apa yang selalu ia kerjakan di kamarnya, aku tahu semuanya.

“Heh babo, lain kali kalau dikamar jangan hanya menulis-nulis hal yang tidak penting, belajar saja sana!”, ujarku.

Wajahnya tampak kebingungan. Sepertinya ia heran bagaimana bisa aku mengetahui semuanya.

“Bingung?”, tanyaku tepat sasaran. Aku lalu mengacungkan sesuatu kehadapannya. Buku diarynya.

“Oppa? Oppa masuk ke kamarku hah?”, bentaknya.

“Cepat masuk ke kamarmu dan belajar, anak kecil!”

AKU BUKAN ANAK KECIL! DAN JANGAN PERNAH MASUK KE KAMARKU LAGI!”, bentaknya sambil meninggalkan kami bertiga.

“Ahra!”, panggilku. Tapi ia tidak menggubris panggilanku.

“Argh!”, umpatku sambil membanting meja bundar yang ada dihadapanku. Jonghyun dan Key yang sedang asik makan langsung kaget ketika melihatku membanting meja yang diatasnya terdapat banyak makanan.

“Hyung! Waeyo? Kami mau makan!”, tanya Jonghyun.

“Kyaaa, aku belum makan hyung!”, protes Key. Aku yang sedang bad mood langsung menjitak kepala mereka berdua.

“Babo!”, umpatku. Aku lalu beranjak keluar dari ruangan itu.

Ah Ra POV

Huh, oppa jahat!

Ya, itulah oppaku. Seorang mantan ketua geng motor bernama Naked Gun yang masih tetap dikenal oleh sebagian orang sampai sekarang. Setelah keluar dan membubarkan geng motornya, ia beralih pekerjaan. Tahukah kalian pekerjaan apa yang diambilnya? Seorang penulis MANGA! Ia memulai debutnya sebagai seorang penulis manga 10 tahun yang lalu. Ia berpura-pura sebagai seorang yeoja dari Jepang sana. Ia juga mempunyai pen name agar tidak ketahuan bahwa ia adalah seorang ex-leader bikers gang. Yaitu…

Song Hye Ko (Korean), atau Ayumi Sakuraba (Japanesse)

Dan kebiasaan oppaku adalah membanting meja jika ia sedang marah. Kalau sudah begitu, pasti makanan yang ada diatas meja akan tumpah semua. Jonghyun oppa dan Key oppa hanya bisa melongo jika mereka sudah melihat makanannya tumpah semua.

Hah, aku sudah mulai mengantuk. Aku ingin tidur sekarang.

Pagi harinya…

Ah Ra POV

Aku telaaaat! Kyaaaaa! Aku kesiangan, bagaimana ini? Harus cepat, ayo cepat cepat! Aduh, dimana sepatuku ya? Ah, ini dia! Ayo, ayo. Aku tidak ingin telaaat!

“Ahra”, panggil oppaku. Huh apalagi sih? Tidak tahu ya kalau aku sudah telat?

“Ne?”, jawabku tanpa mengalihkan pandanganku dari sepatuku yang sekarang tengah aku pakai.

“Ini, kau melupakannya”, ujar oppaku. Aku membalikkan badanku dan ternyata… Ia memberiku saputangan. Tanpa memperhatikan saputangan itu, aku langsung mengambilnya dan memasukkannya kedalam tasku.

“Lain kali periksa barang-barangmu. Satu lagi, kau harus sudah ada dirumah ini sebelum pukul 4 sore”

“HAH?”, ujarku padanya. Aku menatapnya dengan perasaan kesaaal!

“ Oppa, aku pulang pukul setengah 4 sore, dan perjalanan dari sekolah kerumah itu 15 menit! Belum lagi kalau macet”, ujarku mencoba mengingatkannya.

“Oppa tidak perduli, pokoknya PULANG SEBELUM JAM 4 SORE!”, bentaknya lagi. Aku hanya menggembungkan pipiku dan melengos pergi.

****

2 menit lagi bel masuk! Kyaaa, aku harus lari. Lari Ahra, ayo lari. Lari jika kau tidak ingin dihukum oleh Lee songsaenim! Aku terus berlari hingga akhirnya…

BRUKK~

“Aaaw”, rintihku. Aigooo~ sial sekali aku.

“Hei, gwechana?”, tanya seseorang, namja sepertinya. Suaranya berat soalnya. Berat banget, sampai-sampai aku tidak bisa mengangkat suaranya (?).

“Gwechana”, kataku pelan. Ia berusaha membantuku berdiri. Ketika aku melihat wajahnya… Omonaaaa!

TBC—

P.S: Itu tadi part 1 nya… sekarang part 2 nya ^^

Little Story About My Life –Chapter 2 : The Charismatic Prince Has Come!-

Cast :

Me as Cho Ah Ra

Choi Ha Young

Kim Rae Hyun

All SHINee’s Members

Cho Kyu Hyun Super Junior

Kim Young Woon (Kangin) Super Junior

And others—

Ah Ra POV

NEOMU KYEOPTA!

Omonaaaaaa! Ini pangeran darimana? Aku mimpi apa sih semalam? Seingatku, aku hanya bermimpi bahwa aku ingin menumpahkan garam ke wajah oppaku =P Tapi yang aku lihat di depanku, ada pangeran! Kyaaaaa~ neomu kyeoptaaaa!

“Aggashi? Gwechana?”, tanyanya.

“Hah? Eh, eng, gwechanayo”, jawabku gugup. Ia tersenyum, maniiiiiiiiiiiiiiis sekali! Kyaaaa! Ada yang bawa tisu? Sepertinya hidungku berdarah!

“Kalau begitu aku permisi, annyeong”, ujarku sambil membungkukkan badanku lalu bergegas pergi dari hadapannya. Sebenarnya… Aku masih ingin lebih lama, tapi aku bisa telat nanti. Huh, yasudahlah. Sampai jumpa pangeranku. Ehehe…

Boy POV

BRUK~

Aku menoleh ke asal suara tersebut. Omona, rupanya ada yeoja yang terjatuh. Ia pasti buru-buru karena 2 menit lagi bel sekolah akan berbunyi. Aku mendekati yeoja itu.

“Hei, gwechana?”, tanyaku.

“Gwechana”, katanya pelan. Aku berusaha membantunya berdiri. Ketika aku melihat wajahnya… Neomu Yeppeo! Wajahnya imut sekali, seperti anak kecil. Pipinya putih tembem, aku sampai ingin mencubiti pipi tembemnya itu.

Kami diam, masih bertatapan. Entah berapa lama.

“Aggashi? Gwechana?”, tanyaku.

“Hah? Eh, eng, gwechanayo”, jawabnya gugup. Aku hanya tersenyum manis padanya.

“Kalau begitu aku permisi, annyeong”, ujarnya sambil membungkukkan badanku lalu bergegas pergi dari hadapanku. Eh? Secepat itukah? Huft, yasudahlah.

Saat aku beranjak pergi dari lapangan sekolah, aku melihat ada saputangan putih yang terjatuh. Pasti punya yeoja tadi. Saputangan putih bertuliskan “Cho Ah Ra” dengan tulisan hangul yang ditulis besar-besar. Aku terkekeh, ia yeoja aneh. Untuk apa ia menulis namanya di saputangannya? Kalaupun supaya tidak hilang, setidaknya tidak perlu sebesar ini kan?

Aku memasukkan saputangan itu kedalam kantongku. Mungkin, nanti aku akan bertemu lagi dengannya.

“Yeoja unik”, batinku.

Ah Ra POV

Lucky! Para songsaenim absen jam pertama hari ini karena ada rapat, termasuk Lee songsaenim. Jadi tidak ada yang mengajar di kelas. Aku hanya duduk di kursiku. Membaca novel yang belum selesai kubaca kemarin.

“Hey Ahra! Kau tahu tidak, ada pangeran baru loh disekolah kita!”, sahut Jaerim, sahabatku.

“Iya, tapi sayangnya dia anak kelas XII-A”, tambah Soohyun, sahabatku yang satu lagi.

“Oh”, jawabku singkat tanpa mengalihkan pandanganku dari novelku.

“Ahraaa! Ayolah, tinggalkan novelmu dan ikut kami”, paksa Jaerim. Ia menarik novelku dan meletakkannya diatas meja, lalu ia dan Soohyun menarikku keluar kelas menuju kelas XII-A. Didepan pintu kelas XII-A, BANYAK sekali yeoja yang berkumpul disitu. Kami bertiga menerobos kedalam, dan… Omonaa~ jadi pangeran yang dimaksud oleh dua sahabatku itu dia! Yang ganteng itu, yang NEOMU KYEOPTA!

“Namanya Choi Min Ho, ia pindahan dari Jepang. Tapi dulu dia tinggal disini 10 tahun yang lalu”, jelas Jaerim.

“Heee? Bagaimana kau bisa tahu semuanya?”, tanyaku keheranan.

“Kau lupa Ahra? Aku ini orangnya up-to-date.”, jawab Jaerim sambil membanggakan diri.

“Bohong. Jelas saja Jaerim tahu, dia kan sudah nanya sama temannya yang ada dikelas XII-A”, sahut Soohyun. Jaerim hanya mengerucutkan bibirnya kesal.

“Kau ini, bisa tidak diam?”, hardik Jaerim.

“Tidak bisa, bleeee”, sahut Soohyun sambil menjulurkan lidahnya. Yaaa, aku hanya melihat mereka berantem di depan kelas orang.

“Cho Ah Ra?”, panggil seseorang. Saat aku melihat kedepan… Yaaaa! Ada pangeran ganteng dihadapanku!

“Ini saputanganmu kan?”, tanyanya sambil menyodorkan saputanganku.

“Eh? Ne, kamsahamnida”, ujarku sambil membungkukkan badanku. Sepintas, aku melihatnya tersenyum. Kyaaaaa~ aku mau pingsan!

“Lain kali periksa barang-barangmu”, katanya mengingatkan. Tunggu, aku merasa familiar dengan kata-kata barusan. Aigoo~ itu kan kata-katanya Kyu oppa tadi pagi.

“Haha, iya. Mian merepotkan. Tapi darimana kau tahu namaku?”, tanyaku.

“Tertulis jelas di saputanganmu”, jawabnya sambil tersenyum. Heee? Ada di saputangan?

Aku melihat saputanganku. Benar saja, ada namaku dengan tulisan ukuran big size disana. Kyaaa~ Pasti Kyuhyun oppa yang nulis. Kyuhyun oppaaaaaaaaaaa! Awas kau nanti yaaa!

“Ah? Haha aku baru sadar”, jawabku sambiil tertawa garing. Ia hanya tersenyum lalu ia kembali ke kursinya. Aku pun membalas senyumannya dan kembali ke kelas. Melanjutkan membaca novelku.

“Aigooo Ahra~ kau adalah yeoja pertama yang mengobrol dengannya!”, sahut Jaerim.

“Lalu?”, tanyaku cuek. Aku memang tidak bisa diganggu jika sedang membaca.

“Asik dooong! Dia belum bicara kecuali saat ia sedang memperkenalkan dirinya tadi”, tambah Soohyun.

Hooo, orang pertama ya?

03.28 p.m

Aku berjalan santai menuju rumah. Hari ini aku tidak pulang naik bus, melainkan jalan kaki. Saat sedang asik berjalan, aku melihat ke seberang jalan. Ada toko bunga. Waaaah, bunganya indah sekali. Aku mendatangi toko bunga tersebut. Choi Flowers? Mampir sebentar deh.

“Annyeong, selamat datang di Choi Flowers, mau beli bunga apa?”, sahut seorang yeoja ramah. Ia cantik sekali.

“Ah, annyeong. Aku hanya ingin melihat-lihat bunga yang bagus. Jika sudah kutemukan, nanti akan kuberi tahu.”, jawabku. Ia hanya tersenyum, lalu ia kembali ke meja kasirnya.

“Onnie, kemana dongsaengmu? Nyasar ya? Kok jam segini belum pulang?”, tanya seorang yeoja satunya lagi ke yeoja tadi. Ia cantik, hanya saja ia tomboy. Terlihat dari cara berpakaiannya yang benar-benar boyish.

“Mana mungkin dia nyasar, dia sudah berumur 17 tahun.”, sahut yeoja tadi. Huh, beruntung sekali jadi dongsaengnya. Ia sangat pengertian dan baik. Sedangkan oppaku? Hueeeh -,-

“Aku pulang”, sahut seorang namja. Tunggu, rasanya aku familiar sekali dengan suara ini.

“Aaah, Minho kau sudah pulang? Cepat ganti bajumu dan bantu kami ya”, sahut yeoja tadi.

Minho? Choi, Choi Minho? Aniyo, nama itu kan banyak. Tapi nama toko ini kan… Choi Flowers. Jadi…

“Loh, Ahra? Ada disini ya?”, tanyanya. Kyaaaaa~ Ini benar-benar Minho, pangeran sekolah!

“Ah, jadi kalian berdua sudah saling kenal?”, tanya yeoja tadi. Kami berdua hanya mengangguk pelan.

“Choi Ha Young imnida, noonanya Minho”, katanya sambil membungkukkan badannya dan tersenyum. Aku membalas senyumannya dan ikut membungkukkan badanku.

“Cho Ah Ra imnida”, balasku.

Ha Young POV

“Cho Ah Ra imnida”, balasnya.

Cho? Apa jangan-jangan dia… Dia…

“Onnie? Waeyo?”, tanyanya. Aku hanya tersenyum menatapnya.

“Ah, aniyo. Oh ya, kau mau beli bunga apa?”, tanyaku.

“Entahlah, aku bingung. Haha”, jawabnya asal.

“Bagaimana kalau bunga ini?”, tanya Minho sambil membawakan setangkai bunga matahari. Huh? Bunga matahari? Bagus juga pilihan dongsaengku.

“Aaah, neomu yeppeo. Aku beli bunganya.”, jawabnya sambil tersenyum lebar. Minho lalu berjalan menuju kasir dan membungkus bunga tersebut.

“Sebagai tanda persahabatan, kau tidak perlu membayar”, sahutku. Ia terlihat kaget.

“Eh, tidak bisa begitu onnie, aku harus membayarnya”, tolaknya halus.

“Jika aku tidak mau?”, tantangku.

“Onnie, ayolaaah~”, rengeknya. Aku hanya tersenyum.

“Tidak. Sudahlah ambil saja”, jawabku sambil menyerahkan bungkusan bunga matahari itu. Ia terlihat canggung, tapi akhirnya ia mau menerimanya juga.

“Gomawo onnie, aku akan datang lagi lain kali”, sahutnya sambil tersenyum. Kami semua membalas senyumannya, lalu ia pergi dari toko kami.

Ah Ra POV

“Hayoung onnie baik sekali. Kyaaaa~ Bunga ini dari Minho loh, dari Minhooo! Haha, I’m the luckiest girl!”, batinku. Aku berjalan sambil senyam-senyum sendiri. Saat aku melihat kearah jam tanganku, OMONA! 03.58 p.m? Aigoo~ kalau telat pulang sedetik saja aku pasti telat. Eottokhae? Oppa pasti tidak akan mau menerima alasanku!

Kyu Hyun POV

03.59.40 p.m

Aku menunggu Ahra pulang di depan pintu bersama Jonghyun dan Key. Awas saja kalau ia telat pulang.

03.59.50 p.m

“9”

“8”

“7”

“6”

”5”

”4”

“3”

“2”

“1”

CHO AH RA! AWAS KAU!

Ah Ra POV

“Sialan! Sudah jam 4.10 p.m, gyaaaa~ Oppa pasti marah. Huaaa, eottokhae??”, batinku saat aku tengah membuka pintu pagar. Kuberanikan diri untuk membuka pintu rumah dan… Kudapati Kyu oppa, Jonghyun oppa dan Key oppa menungguku di depan pintu. Aku hanya nyengir kuda saat kulihat oppaku mulai menunjukkan wajah sangarnya.

CHO AH RA! JAM BERAPA INI??!

Huh. Kurasa kupingku akan panas hari ini…

TBC—


Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^ (SHINee Toplist)
  • Open page Talk Talk Talk if you want to talk out of topic
  • Open page LIBRARY if you miss some ff ^^
Advertisements

Little Story About My Life : My Brother Is Gengster [1]

Author: Alya

Cast :

Alya as Cho Ah Ra

Choi Ha Young

Kim Rae Hyun

All SHINee’s Members

Cho Kyu Hyun – Super Junior

Kim Young Woon – Super Junior

Hei, namaku Cho Ahra. Aku hanya seorang gadis biasa yang masih berumur 17 tahun. Aku tinggal bersama oppaku, Kyuhyun oppa. Kami tidak hanya tinggal berdua, tetapi ada juga 2 orang anak buah oppaku, Jonghyun oppa dan Key oppa. Orang tua? Hem, kedua orang tua kami sudah meninggal karena kecelakaan 10 tahun yang lalu. Ah, sudahlah. Aku tak ingin membahas tentang orang tuaku. Aku sedang ingin bercerita tentang kehidupanku, bukan saatnya untuk menangis mengingat almarhum kedua orang tuaku kan? Hehe :p

Yak, the little story about my life is begin, start from here…

Ah Ra POV

Aku berjalan santai di koridor sekolahku. Inginnya sih, ke kantin. Tapi mau makan apa ya? Kalau cuma duduk sih, gak seru! Ngeceng? No, no, no. Belum ada yang cowok yang menarik di sekolahku. Kalaupun ada, pasti sudah punya yeojachingu.

DEG!

Yaa! Kenapa perasaanku tidak enak? Aigooo~ pasti…. Pasti Kyuhyun oppa, Kyuhyun oppa ada disekitarku! Huh, jika aku sudah mulai merinding, pasti aku dapat merasakan ada Kyuhyun oppa disekitarku.

Aku melihat ke belakangku. Benar saja, itu Kyuhyun oppa. Aigooo~ eottokhae?

Kyuhyun oppa berjalan dengan gagah di koridor sekolahku. Spontan, semua temanku mundur menghindari oppaku seakan memberi jalan untuknya. Wajah mereka menampakkan wajah ketakutan. Bagaimana tidak takut? Siapa sih yang tidak mengenal seorang Cho Kyuhyun? Dia, adalah ketua geng motor “Naked Gun” 10 tahun yang lalu.

Biarpun Naked Gun telah bubar, tetapi semua orang tetap mengenal Cho Kyuhyun. Seorang yang cuek, sangar, sadis, bahkan kejam. Tidak ada yang tidak mengenalnya, yah kecuali polisi. Ia tidak berubah,  masih bermuka seperti itu. Huee, oppa semakin mendekat!

“Heh, anak kecil”, panggil oppaku ketika aku berusaha lari darinya.

“Eh?”, jawabku pura-pura tidak tahu sambil membalikkan arah menghadapnya.

“Ikut aku”, katanya sambil menarik kerah belakang blazerku. Walaupun aku ini adiknya, ia tetap kasar! Yaaa, walaupun ia terkadang baik padaku. Aku hanya berjalan mengikuti langkah cepatnya, dan kami berhenti di depan pintu, RUANG KEPALA SEKOLAH? Aigoooo~ pasti, pasti Kyuhyun oppa ingin bertanya tentang perkembangan belajarku.. Huaaaa!

Kami masuk kedalam ruangan itu. Ketika kepala sekolah itu melihat Kyu oppa, ia terkejut setengah mati. Hei songsaenim! Sebaiknya kau lari demi keselamatanmu!

“A, annyeong. Silahkan duduk. A, ada perlu apa?”, tanya kepala sekolahku gugup. Kyu oppa hanya menunjukkan wajah datarnya, lalu ia duduk. Aku lalu ikut duduk disebelahnya.

“Bagaimana perkembangan belajar Ahra?”, tanya Kyu oppa to-the-point. Kepala sekolahku hanya menelan ludah sebelum ia angkat bicara. Ia terlihat gugup. Songsaenim, sebaiknya kau jawab pertanyaan oppaku sebelum—

“Apa kurang keras saya berbicara? Saya tanya, BAGAIMANA PERKEMBANGAN BELAJAR AHRA?”, bentak Kyu oppa kasar sambil menggebrak meja. Oppaaaaaa! Kenapa kau selalu kasar sih?

“A, anu, itu, eng, Ahra, Ahra sekolahnya bagus, ia selalu mendapat nilai tertinggi, ya, ya, haha”, kata kepala sekolah gugup? Heee? Songsaenim, kau berbohong mengenai nilaiku!

“Perlihatkan semua nilainya”, pinta oppaku.

“Eng, tapi, tapi itu adalah dokumen sekolah dan Negara. Tidak bisa di—“

“SAYA BILANG, PERLIHATKAN!

Omona, jika Kyu oppa melihat nilaiku, pasti, hiks… Aku akan diceramahi olehnya semalaman… Kepala sekolahku pun beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah lemari. Ia mengambil tumpukan kertas, kertas daftar nilaiku pastinya. Ia memberikannya pada Kyu oppa. Mata Kyu oppa membelalak saat melihat nilaiku.

“35? Pelajaran matematikamu?”, tanya Kyu oppa. Mampus! Harus jawab apa aku?

“Eng, oppa, itu, itu aku,”

“Aaaah! Sudah ayo pulang!”, kata Kyu oppa lagi sambil menarik kerah belakang blazerku meninggalkan ruang kepala sekolah.

“Oppa, lepas! Aku bisa jalan sendiri”, bentakku padanya. Tapi ia tidak perduli. Ia masih menarik kerah belakang blazerku. Aku hanya  bisa pasrah mengikutinya. Ceramah apa lagi yang akan ia berikan nanti?

****

“35? Nilai apa itu?”, bentak oppaku saat kami sudah sampai dirumah. Saat ini, aku, Kyu oppa, Jonghyun oppa dan Key oppa sedang makan malam di sebuah ruangan sederhana. Tanpa kursi, hanya ada meja bundar berukuran sedang. Disinilah tempat kami biasa makan.

“Mianhae oppa”, sahutku tertahan.

“Mian? Untuk apa? Kau minta maaflah pada dirimu sendiri!”

Aku hanya menggigit bibirku menahan tangis…

“Heh babo, lain kali kalau dikamar jangan hanya menulis-nulis hal yang tidak penting, belajar saja sana!”, ujarnya.

Heeeeh? Darimana oppa tau kalau aku suka menulis dikamarku?

“Bingung?”, tanya oppaku tepat sasaran. Ia lalu mengacungkan sesuatu kehadapanku. Omo! DIARYKU!

“Oppa? Oppa masuk ke kamarku hah?”, bentakku. Hiyaaaa~ aku tak terima!

“Cepat masuk ke kamarmu dan belajar, anak kecil!”

AKU BUKAN ANAK KECIL! DAN JANGAN PERNAH MASUK KE KAMARKU LAGI!”, bentakku sambil meninggalkan oppaku mereka bertiga.

“Ahra!”, panggil oppaku. Tapi aku sudah tidak mau mendengarnya lagi! Huh! Selalu saja, selalu saja menganggapku anak kecil. Hei! Aku sudah berusia 17 tahun, mengerti kau oppa?

Kyu Hyun POV

“35? Nilai apa itu?”, bentakku saat kami sudah sampai dirumah.

“Mianhae oppa”, sahutnya tertahan.

“Mian? Untuk apa? Kau minta maaflah pada dirimu sendiri!”

Ia hanya menundukkan wajahnya. Huh, jangan dikira aku tidak tahu apa yang selalu ia kerjakan di kamarnya, aku tahu semuanya.

“Heh babo, lain kali kalau dikamar jangan hanya menulis-nulis hal yang tidak penting, belajar saja sana!”, ujarku.

Wajahnya tampak kebingungan. Sepertinya ia heran bagaimana bisa aku mengetahui semuanya.

“Bingung?”, tanyaku tepat sasaran. Aku lalu mengacungkan sesuatu kehadapannya. Buku diarynya.

“Oppa? Oppa masuk ke kamarku hah?”, bentaknya.

“Cepat masuk ke kamarmu dan belajar, anak kecil!”

AKU BUKAN ANAK KECIL! DAN JANGAN PERNAH MASUK KE KAMARKU LAGI!”, bentaknya sambil meninggalkan kami bertiga.

“Ahra!”, panggilku. Tapi ia tidak menggubris panggilanku.

“Argh!”, umpatku sambil membanting meja bundar yang ada dihadapanku. Jonghyun dan Key yang sedang asik makan langsung kaget ketika melihatku membanting meja yang diatasnya terdapat banyak makanan.

“Hyung! Waeyo? Kami mau makan!”, tanya Jonghyun.

“Kyaaa, aku belum makan hyung!”, protes Key. Aku yang sedang bad mood langsung menjitak kepala mereka berdua.

“Babo!”, umpatku. Aku lalu beranjak keluar dari ruangan itu.

Ah Ra POV

Huh, oppa jahat!

Ya, itulah oppaku. Seorang mantan ketua geng motor bernama Naked Gun yang masih tetap dikenal oleh sebagian orang sampai sekarang. Setelah keluar dan membubarkan geng motornya, ia beralih pekerjaan. Tahukah kalian pekerjaan apa yang diambilnya? Seorang penulis MANGA! Ia memulai debutnya sebagai seorang penulis manga 10 tahun yang lalu. Ia berpura-pura sebagai seorang yeoja dari Jepang sana. Ia juga mempunyai pen name agar tidak ketahuan bahwa ia adalah seorang ex-leader bikers gang. Yaitu…

Song Hye Ko (Korean), atau Ayumi Sakuraba (Japanesse)

Dan kebiasaan oppaku adalah membanting meja jika ia sedang marah. Kalau sudah begitu, pasti makanan yang ada diatas meja akan tumpah semua. Jonghyun oppa dan Key oppa hanya bisa melongo jika mereka sudah melihat makanannya tumpah semua.

Hah, aku sudah mulai mengantuk. Aku ingin tidur sekarang.

Pagi harinya…

Ah Ra POV

Aku telaaaat! Kyaaaaa! Aku kesiangan, bagaimana ini? Harus cepat, ayo cepat cepat! Aduh, dimana sepatuku ya? Ah, ini dia! Ayo, ayo. Aku tidak ingin telaaat!

“Ahra”, panggil oppaku. Huh apalagi sih? Tidak tahu ya kalau aku sudah telat?

“Ne?”, jawabku tanpa mengalihkan pandanganku dari sepatuku yang sekarang tengah aku pakai.

“Ini, kau melupakannya”, ujar oppaku. Aku membalikkan badanku dan ternyata… Ia memberiku saputangan. Tanpa memperhatikan saputangan itu, aku langsung mengambilnya dan memasukkannya kedalam tasku.

“Lain kali periksa barang-barangmu. Satu lagi, kau harus sudah ada dirumah ini sebelum pukul 4 sore”

“HAH?”, ujarku padanya. Aku menatapnya dengan perasaan kesaaal!

“ Oppa, aku pulang pukul setengah 4 sore, dan perjalanan dari sekolah kerumah itu 15 menit! Belum lagi kalau macet”, ujarku mencoba mengingatkannya.

“Oppa tidak perduli, pokoknya PULANG SEBELUM JAM 4 SORE!”, bentaknya lagi. Aku hanya menggembungkan pipiku dan melengos pergi.

****

2 menit lagi bel masuk! Kyaaa, aku harus lari. Lari Ahra, ayo lari. Lari jika kau tidak ingin dihukum oleh Lee songsaenim! Aku terus berlari hingga akhirnya…

BRUKK~

“Aaaw”, rintihku. Aigooo~ sial sekali aku.

“Hei, gwechana?”, tanya seseorang, namja sepertinya. Suaranya berat soalnya. Berat banget, sampai-sampai aku tidak bisa mengangkat suaranya (?).

“Gwechana”, kataku pelan. Ia berusaha membantuku berdiri. Ketika aku melihat wajahnya… Omonaaaa!

TBC—

Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^ (SHINee Toplist)
  • Open page Talk Talk Talk if you want to talk out of topic