Tag Archives: On-Key

{Shounen Ai(?)} Question: What? Why? . Answer: You – Part 2

question? what, why. answer? you [chapter 2]

title : question, what? why? answer, you  2/?
author : chassbenatriks
genre  : pg
pairing: 2min, onkey, jjongtae (taesun) =D

Hari ini, seperti hari-hari biasanya. Aku masih berangkat ke sekolah,
masih dikerumuni para gadis mengerikan, masih dilempari kertas robekan
dari buku pelajaran yang dibasahi air liur, semuanya masih normal. Dan
tentu saja, aku masih dengan keras memikirkan dan bertanya-tanya siapa
pemuda tinggi itu. Aku benar-benar tak suka padanya. Hmm… aku
melangkah ke depan kelas dan meminta izin kepada guru kelas untuk
pergi ke ruang kesehatan. Lebih baik aku tidur untuk mencari inspirasi
untuk berpikir lebih jernih.

Aku memandangi langit-langit ruangan kesehatan sementara kedua
tanganku menopang kepalaku diatas bantal. Ini benar-benar
membingungkan, hingga ponselku bergetar. Ah, ternyata dari Taesun
hyung. Dia hanya menyuruhku untuk pulang tepat waktu dan tak
menghabiskan uang bersama Key noona dan Jinki hyung.

Sekali lagi aku larut dalam lamunan. Pemuda itu, tinggi, besar,
berkulit gelap dengan topi yang selalu ia gunakan selama dua kali itu
aku bertemu dengannya. Wajahnya tak begitu jelas terlihat, namun dapat
kulihat senyuman liciknya yang khas. Suaranya dalam dan penuh dengan
kejahatan. Mungkin dia orang jahat yang sengaja ingin mengerjaiku.
Huh…

Tiba-tiba sesuatu menghancurkan lamunanku, aku mendengar sesuatu dari
balik tirai dimana aku sedang berbaring. Suara gumaman? OH TIDAK,
jangan-jangan ini… hantu?!!!!!!

“Taemin… euh, hai, Taemin…” Oh, tidak. Ini benar-benar hantu. Apa yang
harus kulakukan?! Selama ini aku tak pernah bertemu dengan hantu
kecuali di film horor. Apa yang harus kulakukan?!!!!

Perlahan kugeser tirai tersebut, penasaran tentu saja. Mengapa hantu
itu memanggilku? Seingatku aku tak pernah mengganggu bahkan bertemu
dengan sesuatu yang bernama hantu. Aduh, aku benar-benar dalam
masalah. Aku menutup mataku sambil tetap menyibakkan tirai tersebut.
Tuan hantu, maafkan aku… X(

Apa yang kutemukan selanjutnya benar-benar mengejutkan, terlalu
mengejutkan. Seorang gadis. Mulutku terbuka lebar dan mataku
terbelalak. Gadis ini… hantu? Tapi dia menggunakan seragam yang sama
denganku. Karena dia duduk menghadap arah yang berlawanan denganku,
dia tak melihatku. Aku mengumpulkan keberanian untuk mendekatinya,
perlahan dan dengan antisipasi besar menepuk pundaknya. Aku menutup
sebelah mataku agar tak terlalu terkejut apabila ketika dia menoleh
ternyata wajahnya rata, persis seperti film horor yang kutonton
bersama Taesun hyung.

“M—maaf, nona hantu?” Aku mengepalkan kedua tanganku didepan dada,
tidak, aku tidak jadi menyentuh pundaknya. Khawatir dia akan langsung
menerkam dan memakanku. Gadis itu tersentak dan meloncat dengan masih
menghadap arah yang berlawanan denganku. Seketika dia menjerit,
membuatku terkejut dan juga ikut berteriak.

“Tae… Taemin?!” Aku membuka mataku, gadis itu terbelalak ketika
melihat wajahku. Syukurlah dia bukan seekor hantu, fiuh… -.-

“Euh, kau mengenalku?” gadis tersebut semakin terlihat ketakutan
setelah aku bertanya padanya. Apa aku pernah berbuat salah padanya?
Mengapa dia begitu terlihat aneh? Aku saja tidak mengenalnya. Huh.

“Ma… maaf…” Dia masih terlihat tegang dan berbicara tanpa memandang
wajahku, tangannya mencengkram erat rok seragamnya dan tubuhnya
bergetar. Mungkin Taesun hyung benar, wajahku terlalu aneh.

Aku tersenyum, berharap dia tak takut lagi padaku. Hmm.. namun siapa
dia? Aku tak pernah melihatnya di kelas. Mungkin dia anak kelas lain,
dan tentu saja bukan hantu. Aku memperhatikannya, wajahnya terlihat
sangat merah seperti udang rebus. Ah, aku jadi lapar.

..

Ternyata gadis itu bernama Jiyoung, anak kelas sebelah dan terkenal
paling cantik diseluruh sekolah setelah Key noona… itu menurut Key
noona. Key noona masih menyuapiku nasi yang dibentuk bulat-bulat kecil
berisi telur dadar dan kimchi sambil terus bicara, hingga tak
menyadari bahwa mulutku sudah sangat penuh dengan makanan. Seperti
biasa, sambil mendengarkannya berbicara, aku sibuk dengan sesuatu yang
kutemukan dan kurasa harus kubongkar; kali ini mesin penyerut pensil
yang kutemukan di kamar mandi tadi. Entah darimana dan sedang apa
penyerut pensil itu di kamar mandi. Mesin kan tidak buang air kecil…

“Mungkin gadis itu suka padamu, Minnie… dan dia itu bukan tipe gadis
yang agresif seperti gadis-gadis lain yang meneriaki namamu pambil
mengambil foto. Hmm, bayi kecilku akhirnya sebentar lagi mempunyai
kekasih!! Muhahahaha!!” Wajahku memerah seketika, persis seperti gadis
tadi… maksudku Jiyoung. Mungkin dia memang suka padaku, tapi
gadis-gadis yang sedang merekamku sambil berteriak kegirangan itu juga
suka padaku. Tapi mengapa Jiyoung tidak membawa kameranya untuk
memotretku? Mungkin benar, dia takut padaku. Tapi apa yang kuperbuat?

Oke, kembali lagi ke pemuda tadi. Sepulang sekolah aku langsung
meluncur ke rumah dan melihat keadaan. Bagus, Taesun hyung dan Jjong
hyung sedang tak ada dirumah, mungkin mereka sedang berjalan-jalan
seperti biasa. Aku kembali melihat-lihat, Key noona dan Jinki hyung
sepertinya masih dalam perjalanan pulang atau mungkin pergi juga.
Keadaan aman.

Aku mengambil baju terusan pendek yang sudah tak terpakai milik Key
noona diam-diam dari lemarinya, tetap melihat kiri-kanan untuk
berjaga-jaga. Aku berlari ke kamar ibu dan mengambil salah satu
tasnya, memasukkan sebuah kaos dan celana jeans untuk ku ganti pada
saat pulang nanti. Kulepas ikatan rambutku yang selama ini ku
pertahankan sebagai trade mark setiap keluar rumah, perlahan helaian
rambutku yang panjang menyentuh bahuku dan menampilkan pemandangan
memalukan. Wajahku benar-benar terlihat seperti perempuan.

Kujepit pinggir rambutku dengan jepitan rambut imut yang dibelikan Key
noona untukku beberapa bulan yang lalu. Pakaian yang biasanya terlihat
pendek dan kekecilan ketika dikenakan Key noona kini sungguh terlihat
pas di tubuhku, dengan ujung rok menyentuh lututku dan renda yang
indah di kerahnya. Aku bercermin, menatap dengan setengah tak percaya.
Apa ini aku? Tatapanku seketika tertuju pada kakiku yang ternyata
sangat kecil dan ramping tanpa bulu, aku mengangkat tanganku,
memperlihatkan ketiakku yang mulus dan juga tak berbulu, ditambah
tubuhku yang kecil dan tak berotot. Aku menghela nafas keluh. Mengapa
aku dilahirkan seperti ini? Hm, baiklah, setidaknya ada gunanya juga
disaat-saat seperti ini. Aku siap berangkat.

Aku berjalan dengan santai… tidak, aku berbohong, benar-benar
kebohongan! Aku benar-benar malu, menjaga cara jalan dan tata
kelakuanku didepan publik. Kutundukkan wajahku, ini benar-benar
memalukan. Beruntung Taesun hyung dan Key noona mengirimiku pesan dan
mengatakan bahwa mereka masing-masing sedang pergi ke restoran dan
hotel. Walaupun aku sedikit memutar otak ketika Taesun hyung
mengatakan dia menyewa kamar hotel mewah untuk bermalam dengan Jjong
hyung, tapi biarlah. Dan Key noona sedang melakukan kencan dengan
Jinki hyung untuk merayakan hari jadi mereka. Sekali lagi, aku aman.
Untung sudah kutempelkan pesan di kulkas bahwa aku sedang berlatih
drama dirumah seorang teman dan akan pulang sedikit terlambat,
kalau-kalau mereka pulang lebih awal dariku.

Aku berjalan perlahan ke toko mainan, dengan bedak tipis dan sedikit
lip balm yang berada didalam tas ibu, aku benar-benar transparan.
Pemuda itu tak mungkin mengenaliku. Aku berpura-pura melihat-lihat di
barisan rak Barbie, tentu saja sambil melihat sekeliling.

YAP, TARGET TERKUNCI.

Persis seperti sebelumnya, dia menggunakan jaket yang sama, topi yang
sama, namun celana dan sepatunya berbeda. Perlahan kuikuti dia, tentu
saja dengan hati-hati. Dia berhenti di rak Power Ranger, mengambil
satu set mainan yang sepertinya terlihat langka. Hmm… pemuda ini
benar-benar membuatku bingung, kalau tidak salah… dua tahun yang lalu,
ketika ayah dan ibu masih ada, aku juga menginginkan dan merenge—…
PRIA INI BENAR-BENAR MENGERIKAN. DIA BISA MEMBACA PIKIRANKU!!!!

Aku memperhatikannya berjalan ke meja kasir dan membayar mainan
tersebut. Dia membayrnya dengan kartu. Bisa saja itu kartu ATM atau
kartu kredit. Kesimpulan awal, dia pasti anak orang kaya. Hmm… oh,
tidak! Dia sudah selesai membayar dan sedang berjalan kearahku. Aku
segera mengambil langkah cepat namun berusaha agar tak terlihat
mencurigakan.

..

Kemungkinan pertama, pemuda itu adalah anak orang kaya. Kemungkinan
kedua, dia dapat membaca pikiranku. Kemungkinan ketiga, mungkin dia
adalah seorang mata-mata yang sengaja menyelidiki keluargaku.
Kemungkinan keempat, ini kebetulan. Namun hanya beberapa persen bukti
yang menyatakan ini kebetulan, ini terlalu kebetulan. Aku kembali
memutar otak sambil melayangkan sesuap es krim kedalam mulutku,
berpikir keras dan berusaha untuk tidak melakukan kesalahan. Mencari
sesuatu dan mengingat-ingat.

“Hai, dik. Kita bertemu lagi. Ternyata kau seorang perempuan. Hahaha.”
Aku terkejut dan hampir melompat ketika sebuah suara menghentikan
semua pemikiranku. Tidak mungkin, dia mengenaliku!!! Aku harus mencari
cara… berpikir, berpikir, berpikir, Taemin!!!

“Maaf, apa kita pernah bertemu?” Aku menatapnya dengan penuh
kesombongan dan mata yang sedikit disipitkan. Yak, brilian, Taeminnie.
Sekali lagi aku mengikuti metode drama Key noona. Namun pemuda itu
seketika terbahak-bahak. Membuatku saaaangaaaaat…. Kesal dan kehabisan
akal.

“Sudahlah, dik. Apa yang kau lakukan sendirian disini? Kemana
kakak-kakakmu? Bahaya kalau anak sekolah dasar keluar setelah matahari
sudah terbenam. Apalagi kau seorang gadis, kau bisa dijahati dijalan.
Ayo, aku antar kau kerumahmu.” Apa-apaan ini?! Dia meremehkanku?!!!

“Aku bukan seorang gadis!!!!” Ups, tidak… aku segera menutup mulutku
karena ucapan spontan. Pemuda tersebut menyeringai dan menahan tawa,
sekali lagi aku menunjukkan tatapan mengancam yang kutunjukkan padanya
waktu itu. Namun seketika tawanya lepas dan tak terkendali. Orang ini
benar-benar menjengkelkan!!! X((

Aku melahap es krim ku yang kini sudah tinggal setengah porsi sedikit
demi sedikit, menikmati sensasi dingin dan manis yang bercampur di
lidahku. DAN PEMUDA ITU MASIH DUDUK DIHADAPANKU!!!!! Sekali lagi aku menatapnya dengan tatapan sadis, aku sangat merasa terganggu dengan
wajahnya yang tersenyum sambil menopang dagu dengan tangan diatas meja
dan bungkusan mainan yang baru saja dia beli terletak rapi diatas
kursi disebelahnya.

“Kau benar-benar manis, dik. Kau bersekolah dimana? Hmm… apa
orangtuamu tau kau bepergian malam-malam begini? Mereka pasti
khawatir.” Ugh, aku benar-benar tak tahan lagi.

“Aku murid sekolah menengah! Tak ada yang akan mengkhawatirkanku! Aku
sudah dewasa! Aku bisa menjaga diriku sendiri!” aku berteriak begitu
kencang hingga mungkin seluruh isi toko dapat mendengar suaraku.
Pemuda itu tampak terkejut, huh, sudah kubilang dia sangat mengganggu.

“Kau… murid sekolah menengah?” Lalu dia tertawa terbahak-bahak,
sialan. Sekali lagi dia meremehkanku. Aku menggembungkan pipi,
menunjukkan bahwa aku tidak suka dengannya dan segala apapun yang
berhubungan dengannya. Namun dia tetap menertawakanku, apa ada yang
lucu dengan wajahku? Lalu dia terdiam, dengan dalam menatapku.
Jantungku terasa sangat cepat memompa setiap oksigen yang masuk ke
tubuhku melalui organ pernafasanku. Pemuda tersebut mengulurkan
tangannya mendekati wajahku, dadaku semakin terasa sesak. Aku menutup
mata rapat-rapat, menggertakkan gigi sama rapatnya.

“Nah, sekarang sempurna.” Aku perlahan membuka mata, jarinya yang
panjang masih berada di pipiku… sebentar, pipiku?

“Ada sedikit cokelat di pipimu, dik.” Lalu dia kembali tertawa. Aku
berdecak mengeluh, mengkerutkan bibirku karena kesal. Namun saat
kulihat lagi wajahnya, dia masih tersenyum menatapku. Apa-apaan orang
ini?!!!!!

Kemana anak itu?! Sebentar saja aku lengah, ah… ini benar-benar
membuatku panik! Tentu saja! Ini hampir jam 10 malam!!!! Sebuah
teriakan yang lebih terdengar seperti keluhan terdengar dari arah
dapur. Aku segera berlari dan meninggalkan kamar bayiku yang penuh
dengan eksperimennya.

“He’s practicing drama, baby. Here, I found it attached on the fridge.
Calm down okay?” Jinki memelukku dan menenangkanku, membawaku ke ruang tamu dengan segelas teh hangat yang dia buatkan untukku. Aku masih
terdiam, menggenggam pesan yang ditinggalkannya pada saat Jinki
mengelus rambutku yang halus dan mengecupi kepalaku.

“Taemin tidak pernah mengerjakan tugas apapun bersama salah satu
temannya. Dan setahuku dia tak membicarakan drama di sekolah tadi,
atau tadi pagi, atau semalam, atau kemarin. Kemana bayiku?!!!!!” Jinki
terlihat sangat lelah, hari ini dia mendapatkan banyak tugas dari
kelas maupun organisasi yang dia kepalai. Namun dia tetap
menenangkanku dan berkali-kali berkata ‘kau tenang saja, dia sudah
dewasa. Kau tak perlu khawatir.’ Mataku berkaca-kaca seiring dengan
Jinki yang memijat-mijat kepalanya dan berulang-ulang melepas
kacamatanya lalu memakainya lagi. Dia tersenyum kearahku ketika
menyadari tatapanku yang terfokus kepadanya.

“Kau lebih baik tidur, Jinki. Kau terlihat pucat.” Aku mengelus
pipinya dengan lembut seiring dengan gelengan kepalanya. Seharusnya
aku tidak mengajaknya pergi hari ini… walaupun hari ini adalah hari
jadi kami.

“You’re my drugs, baby. I won’t sick if there’s someone named Key
beside me. We’d rather call him again. I don’t want to see your pretty
face interrupted by a big worry.” Aku mengangguk, mengecup keningnya
sekali dan mengambil ponselku yang terlinggal di kamar Taemin. Namun
ketika aku baru saja akan melangkah, ketukan pintu terdengar. Aku
segera berlari, menghapus air mataku dan bersiap untuk memarahi anakku
satu-satunya yang mulai nakal ini. Dia harus diberi teguran agar tak
membuatku dan Jinki khawatir.

“Euh… maaf.” amarahku terlupakan begitu saja ketika tanganku menarik
gagang pintu dan kini berganti dengan sebuah tanda tanya besar di
kepalaku. Seorang pemuda tinggi besar dengan jaket kulit dan
mengenakan topi berdiri dihadapanku.

TBC

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

Question, What? Why? Answer, You !/? [1]

title : question, what? why? answer, you  1/?
author : Monda a.k.a chassbenatriks
genre  : pg
pairing: 2min, onkey, jjongtae (taesun) =D

Hai, namaku Taemin. Aku adalah siswa kelas dua sekolah menengah
pertama di Seoul. Dan tidak seperti anak seusiaku lainnya, ibuku
bilang, aku mempunyai rasa ingin tau yang saaaangaaaat….. besar.
Ayahku bilang mungkin aku bisa menjadi seorang profesor di masa depan
nanti. Aku sangat senang mendengar hal itu.

Sedari kecil, aku selalu bertanya mengapa cegukan itu bisa ada,
mengapa jari-jari tanganku bisa bergerak dengan mekanisme yang
sedemikian rupa, mengapa kuku berbeda dengan bagian kulit yang lain
dan bagaimana sel-sel dalam tubuh dapat membentuknya, mengapa,
mengapa, mengapa, aku selalu ingin tau. Kutanyakan kepada ayah, ibu,
kakakku, hingga diriku sendiri. Ya, aku selalu mencaritahu segala hal
yang menarik untuk dipertanyakan. Dan aku selalu berusaha mencari
sendiri jawabannya. Hingga pada saat itu kakakku, Taesun hyung,
menempeleng kepalaku karena aku bertanya mengapa dia bisa menyukai
laki-laki. Apa yang salah dengan pertanyaan itu?

Kehidupanku sama saja dengan anak-anak lain, duduk dikelas sambil
memperhatikan pelajaran, berangkat dan pulang sekolah sekolah dan
membawa buku pelajaran yang begitu banyak didalam tas, semuanya.
Kecuali tubuhku yang kecil dan wajahku yang tetap seperti ini sejak
bayi, seperti tak pernah tumbuh dewasa. Ini benar-benar tidak logis
dan tidak adil!

Kehidupan sekolahku sangat menjengkelkan, selalu diejek dan dicemooh,
bahkan dijahili. ‘Mickey mouse’ hal itu yang selalu diucapkan
teman-teman sekelasku setiap aku memasuki kelas. Dan satu hal yang
sangat menggangguku, gadis-gadis itu selalu mengarahkan kamera ponsel
mereka kearahku. Memotretku sesuka hati sambil berteriak histeris.
Namun aku merasa sangat tertolong, aku memiliki seorang sahabat baik
yang selalu menemaniku dan menjauhkanku dari orang-orang aneh itu. Dia
adalah seorang senior yang saaaaangaaaat…. Baik. Key, Key noona.

“Taeminnie!! Kemari! Aku membawakan sesuatu untukmu!!” panggilnya
ketika aku baru saja ingin memasuki gerbang sekolah. Aku segera
menoleh dan berlari menghampirinya.

“Wah! Ensiklopedi!!!” aku meloncat-loncat kegirangan. Oh, tuhan! Ini
adalah buku yang sangat kuinginkan! Key noona benar-benar seorang
malaikat!

“Anak baik. Hm, kau tau siapa yang membelikannya?” aku menggeleng,
memeluk ensiklopedi yang baru saja kudapatkan sementara Key noona
membuat ekspresi bagaikan dia juga tak mengetahuinya lalu seketika
berteriak keras, hampir membuat jantungku lepas.

“Jinki yang membelikannya! Wah!!!! Ayahmu itu memang baik, iya kan,
Minnie?!! Ouh, Jinki memang ayah yang baik.” Key noona menggumam
dengan ekspresi bangga dengan senyuman dan tawa yang sangat khas.

Jinki hyung, adalah salah satu sahabat Taesun hyung dan adalah kekasih
dari Key noona. Sejak orang tua kami meninggal dunia dua tahun yang
lalu, Key noona, dan Jinki hyung juga Jonghyun hyung, kekasih Taesun
hyung; yang laki-laki itu, tinggal dirumah kami untuk menemaniku. Dan
Key noona, dia sudah kuanggap seperti ibuku sendiri, dan aku sangat
bahagia memiliki sahabat sekaligus orang tua yang sangat baik seperti
Key noona dan Jinki hyung. ^^

Bel istirahat berbunyi, seperti biasanya, Key noona selalu
menghampiriku ke kelas dan membawakan bekal untukku. Walaupun kadang
aku suka protes mengapa dia tidak memberikannya saja dirumah agar
praktis, namun tak apa, aku akan dengan senang hati menerima bekal
darinya. Masakan Key noona terlalu enak! ^^

Kali ini Key noona mengajak Jinki hyung ikut ke kelasku karena Jinki
hyung tak ada tugas ataupun rapat. Ya, dia adalah ketua organisasi
siswa di SMA. Aku memperhatikannya. Memperhatikan mereka berdua.
Terlihat bahagia, wah, mungkin Jinki hyung memang menyukai Key noona
yang notabene lebih tinggi darinya, itu yang ada dipikiranku setelah
dua tahun meneliti mereka berdua.

Mereka berdua bergantian menyuapiku dan menjauhkan kerumunan gadis
yang mengelilingiku hanya untuk mengambil gambarku pada saat sedang
makan, walaupun mereka tak berhenti menekan tombol kamera mereka dan
mengambil setiap momen yang bisa mereka memorikan.

Kini aku mengerti prinsip lalat; selalu mengerumuni hal yang membuat
mereka tertarik walaupun sudah berkali-kali diusir dengan pemukul yang
mengerikan itu.

“Taeminnie, nanti sepulang sekolah kau ada acara atau kegiatan yang
menyibukkan?” Tanya Key noona sambil mengambil sesendok nasi dan
meletakkan rumput laut diatasnya.

“Aku belum tau, noona. Memang ada apa?” Balasku sebelum membuka mulut
untuk menerima suapan dari Key noona. ‘aam’ Key noona mengikuti
gerakan mulutku dan bertepuk tangan setiap makanan sudah masuk dan
kukunyah, diikuti pula oleh Jinki hyung.

“Taemin, pulang sekolah nanti kau mau tidak ikut kami? Kami ingin
pergi ke mall untuk berbelanja.” Tawar Jinki hyung sambil mengunyah
sandwich buatan Key noona. Butuh 5.05 detik untuk aku mengerti apa
yang dia ucapkan. Aku mengangguk dengan senyuman lebar. Aku suka mall!
^^

“Baby, you want this cute ribbon or that? Or… this?” Jinki hyung
memeluk Key noona dan mengecup pipinya. Key noona tertawa dan mencubit
pipi Jinki hyung dengan lembut. Eukhh… sedikit menjijikkan, pikirku.

Aku merogoh saku, oh tidak! Hanya tersisa dua lembar ratusan won. Aku
sangat menginginkan benda itu. Lumba-lumba yang dapat menyala dan
berbicara itu. Aku ingin membongkarnya dan mencari tau bagaimana benda
itu dapat bekerja. Wah, ini sangat menarik. Tapi… uangku… T__T

“Kalau kau ingin sesuatu, kau ambil saja Taeminnie! Aku dan Jinki akan
memberikannya sebagai hadiah!” Key noona tersenyum dari seberang
etalase tempat dimana aku sedang berdiri menatap lumba-lumba tersebut.
Aku tersenyum dan mengangguk. Wah! Key noona memang sangat baik! XD

Aku mengepalkan tangan dan tersenyum lebar, saaaangat lebar. Akhirnya
aku bisa membuka rahasia lumba-lumba ini, uwah! Namun pada saat
tanganku baru saja akan meraih benda menyala tersebut, sebuah tangan
muncul dan terlebih dahulu mengambilnya. Alisku mengkerut karena
kecewa.

“Maaf, dik. Tapi aku sudah mengincar ini sejak sebulan yang lalu, dan
aku sudah mengumpulkan uang jajanku untuk membeli ini.” Seorang pemuda
yang sangat tinggi tersenyum getir kearahku, sepertinya dia sedikit
merasa kasihan padaku. Aku hanya tersenyum dan menatapnya menuju meja
kasir untuk membayar. Perlahan aku merasakan sesuatu yang hangat
mengalir ke pipiku. Key noona segera menghampiriku dan memelukku.

“Uhahahahahha! Astaga, Taemin?! Kau menangis hanya karena sebuah
mainan? Kau ini sungguh aneh!” Taesun hyung tertawa terbahak-bahak
sepanjang lorong kamar sambil membawa sebuah gelas dan sekotak besar
jus ke kamarnya.

“Taesun, kau bisa diam tidak?!!!! Oh god. Please don’t cry, Taeminnie.
We’ll certainly search the same thing until we get it, right Jinki?”
Key noona mengelus rambutku yang panjang sambil menepuk-nepuk
punggungku.

“Tapi, noona. Euh, aku mungkin hanya punya waktu beberapa hari untuk
mengingat bagaimana aku bisa tertarik dengan lumba-lumba itu. Euh,
huweee…!!!!” Aku menangis begitu keras, saking kerasnya hingga kurasa
Taesun hyung sudah tak tahan ingin meninjuku dari ruangan sebelah
karena mengganggu waktunya bersama kekasihnya.

“TAEMIIIIINN!!!!!! SHIKKUREOOOOOOOO!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Satu bulan berlalu, dan benar saja, ketertarikanku kepada benda
menyala itu sudah musnah hanya dalam tiga hari. Dan akhirnya Taesun
hyung dapat tidur nyenyak tanpa mendengarkan isakanku selama tiga hari
itu.

Hari ini Key noona kembali mengajakku untuk pergi ke mall, sejak Jinki
hyung mendapatkan kerja paruh waktu, Key noona selalu mengajakku untuk
pergi ke mall walaupun sekedar makan es krim atau bermain di pusat
game. Namun sebelum Jinki hyung mendapatkan pekerjaannya, satu hal
yang selalu mengganjal di pikiranku. Dari mana uang untuk membiayai
kami sehari-hari? Aku dan keingintahuanku, Key noona dan Jinki hyung
yang gemar belanja, Taesun hyung dan Jonghyun hyung yang selalu
bersenang-senang dan membeli barang-barang kesayangan mereka yang aku
sendiri tak tau untuk apa dan bagaimana caranya mereka menggunakan
benda itu.

Ya, hal ini sudah berlangsung selama setahun belakangan. Sejak Taesun
hyung bilang aku harus membuang semua penemuanku dan menghemat uang
untuk tidak membeli sesuatu untuk diteliti lagi karena katanya warisan
harta dari ayah dan ibu sudah menipis, sejak beberapa minggu setelah
itu, secara misterius satu amplop besar berisi uang sering kali kami
temukan didalam kotak pos didepan rumah. Aku sangat penasaran dengan
hal ini, namun hyung-hyung dan noona melarangku untuk mencampurinya.
Hmm…

Dan kembali, kali ini aku menemukan sesuatu yang menarik perhatianku
di toko mainan. Sebuah rubik yang terpisah sendiri dari kawanannya
didalam kaca etalase, bagaimana hal ini dan ini bisa seperti ini dan…
aku harus membelinya. Sebuah rubik berbentuk segitiga yang sangat
menarik ini. Kali ini aku tak bisa mengorbankannya seperti lumba-lumba
waktu itu. Aku segera mengambilnya dan menghampiri Key noona. Namun
pada saat aku mencarinya ke tempat boneka; dimana tadi Key noona dan
Jinki hyung berada, seseorang menepuk pundakku.

“Hei, dik. Kita bertemu lagi. Dan, rubik itu. Sudah kupesan kepada
toko ini dan baru saja akan kuambil, maaf aku harus mengambilnya lagi
darimu.” Aku menoleh keatas. Oh, tidak. Dia lagi. Pemuda ini lagi!!!!
Huh, aku tidak akan mengalah kali ini. Aku memelototinya sambil
mencengkram rubik tersebut, berharap pemuda ini akan pergi setelah
melihat ekspresiku yang mengancam. Itu yang kuteliti sejak menonton
drama-drama milik Key noona, kuharap ini berhasil.

“Maaf, dik. Maaf sekali, aku juga tak akan mengalah.” Pemuda tersebut
merebut rubik tersebut dari genggamanku, dengan mudah. Dan sekali
lagi, dia melangkah pergi ke meja kasir dengan santai. Kurasa uratku
sebentar lagi akan putus karena peredaran darah dari jantungku melaju
begitu keras.

Pemuda ini, siapa dia?! Aku tak bisa kalah darinya. Aku harus
mencarinya, mencaritahu strategi untuk mengalahkannya.

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF