Tag Archives: Park Nada

{NC 17} OBSESSION – PART 3

{NC 17} OBSESSION PART 3

Author: Wiga

Cast    : Lee Jinki, Kim Kibum, Kim Jonghyun, Lee Taemin, Choi Minho, Shim Yui, Park Nada

Genre : Sekuel, Friendship, Romance, Mistery, Angst

Rating : NC 17 WARNING!!!

Princess…

Saranghae..

Kita hanya tinggal menunggu waktu..

Sebentar lagi kita tak akan terpisahkan..

Saranghae..

Jagiyaa..

************ Continue reading {NC 17} OBSESSION – PART 3

{PG 16}VENUSTRAPHOBIA – PART 3

VENUSTRAPHOBIA

PART 3

Eeeeiiitttssss…. udah aku ingetin kan dari part 1???? Yang merasa di bawah 17 hush hush.. masuk ke kamar giiihhh jangan ikut-ikut kakak-kakaknya yang rada mesum ini. Ok??  Kalau tetep mau baca.. bacanya bareng mama kalian yaaa… ekekekeke ~

Author            : Wiga

Editor : Lana

Genre             : Comedy, Romance, family

Rating             : NC 17

Cast                : Lee Jinki, Park Nada, Lee Taemin, Lee Donghae

Venustraphobia ( disebut juga caligynephobia ) adalah rasa takut yang berlebihan dan tidak rasional terhadap perempuan. sama halnya dengan phobia jenis lain, phobia ini disebabkan stimulant yang tidak wajar dan tidak membahayakan jiwa. biasanya penyebabnya adalah kejadian atau pengalaman buruk dimasa lalu yang berkaitan dengan perempuan yang menyebabkan trauma psikologis pada penderitanya. penderita venustraphobia biasanya takut dan sensitive terhadap perempuan, sehingga menghindari kontak fisik terhadap perempuan-perempuan disekitarnya. jika penderita venustraphobia berada diantara perempuan maka secara tidak wajar ia akan mulai mengeluarkan keringat dingin, tubuh gemetar, dan sesak nafas.

( source : Ika Nurul Syifaa/ Majalah CHIC)

Pagi ini aku menikmati sarapanku bersama dengannya. dia memasakkan nasi tim ayam dengan bumbu hainan yang membuatku menghabiskan 2 porsi. Continue reading {PG 16}VENUSTRAPHOBIA – PART 3

VENUSTRAPHOBIA – PART 2

VENUSTRAPHOBIA PART 2

Author            : Wiga

Editor           : Lana

Genre             : Comedy, Romance, family

Rating             : PG 15-NC 17

Cast                : Lee Jinki, Park Nada, Lee Taemin, Lee Donghae

Venustraphobia ( disebut juga caligynephobia ) adalah rasa takut yang berlebihan dan tidak rasional terhadap perempuan. sama halnya dengan phobia jenis lain, phobia ini disebabkan stimulant yang tidak wajar dan tidak membahayakan jiwa. biasanya penyebabnya adalah kejadian atau pengalaman buruk dimasa lalu yang berkaitan dengan perempuan yang menyebabkan trauma psikologis pada penderitanya. penderita venustraphobia biasanya takut dan sensitive terhadap perempuan, sehingga menghindari kontak fisik terhadap perempuan-perempuan disekitarnya. jika penderita venustraphobia berada diantara perempuan maka secara tidak wajar ia akan mulai mengeluarkan keringat dingin, tubuh gemetar, dan sesak nafas.

( source : Ika Nurul Syifaa/ Majalah CHIC)

Continue reading VENUSTRAPHOBIA – PART 2

VENUSTRAPHOBIA – PART 1

VENUSTRAPHOBIA

PART 1

Peringatan! FF ini untuk yang berumur 17 TAHUN KE ATAS ! Yang merasa di bawah 17 tahun… boleh baca sih TAPI JANGAN PEROTES YA karena part terakhirnya AKAN DI PROTECT. Terima kasih atas perhatiannya ^^

Author            : Wiga

Editor           : Lana

Genre             : Comedy, Romance, family

Rating             : PG 15-NC 17

Cast                : Lee Jinki, Park Nada, Lee Taemin, Lee Donghae

Venustraphobia ( disebut juga caligynephobia ) adalah rasa takut yang berlebihan dan tidak rasional terhadap perempuan. sama halnya dengan phobia jenis lain, phobia ini disebabkan stimulant yang tidak wajar dan tidak membahayakan jiwa. biasanya penyebabnya adalah kejadian atau pengalaman buruk dimasa lalu yang berkaitan dengan perempuan yang menyebabkan trauma psikologis pada penderitanya. penderita venustraphobia biasanya takut dan sensitive terhadap perempuan, sehingga menghindari kontak fisik terhadap perempuan-perempuan disekitarnya. jika penderita venustraphobia berada diantara perempuan maka secara tidak wajar ia akan mulai mengeluarkan keringat dingin, tubuh gemetar, dan sesak nafas.

( source : Ika Nurul Syifaa/ Majalah CHIC)

***********

“ Jangan sentuh aku!!!”

“ Sakit.. Lepaskan!!”

“ Sakit.. HENTIKAN!!!!”

“ JANGAN SENTUH AKU!!!”

“ TOLOONG..”

“ ARRGGHHHHH”

************

“ LEE JINKI!!! TAK ADA ALASAN LAGI!! POKOKNYA KAU HARUS MENIKAH!!!” Lee Donghae berteriak kepada anaknya. Ia mengebrak meja saking kesalnya karena sikap anaknya yang selalu mengacuhkannya.

“ ANDWAE APPA.. AKU BARU LULUS KULIAH, DAN BARU SAJA BEKERJA!! AKU TIDAK MAU MENIKAH!!” Lee Jinki menatap appanya tajam.

“ Dengar, adikmu saja Lee Taemin sudah menikah tahun lalu!! apa kata orang-orang jika kau masih menunda pernikahan mu!! kau sudah 26 Tahun Lee Jinki!! sudah cukup umur!!”

“ ANDWAE!!”

“ Kau tidak lihat umma mu sakit-sakitan karena malu!! tetangga bilang kau itu homo!!”

“ HOMO??????? MEREKA SUDAH GILA!! appa, kau tidak bisa memaksakan kehendakmu!!”

“ AKU BISA!!! KARENA AKU ADALAH APPAMU!! minggu depan pernikahanmu akan segera dilangsungkan!! appa sudah memilihkan calon istri untukmu!!!”

“ ANDWAE!!!!”

*************

Flash Back (Jinki POV) :

“ Yaa!! mengapa kau menolakku!! aku ini ketua club cheers!! yeoja paling cantik dan popular di sekolah ini!! apa kau sakit mata Lee Jinki!!” yeoja itu membentakku dihadapan semua orang.

aku hanya diam menunduk. kepalaku berdenyut sakit sekali, perutku mual.. rasanya aku ingin muntah.

“ Lee Jinki.. tolong jangan bikin aku malu, setidaknya kau harus menerimaku sekarang, selanjutnya terserah kamu, jebal.. mau ditaruh dimana mukaku jika mereka semua tahu aku ditolak seorang namja culun seperti mu.. jebal Lee Jinki..” yeoja itu berbisik sambil memegang tangan ku.

“ AAIISSHH… JANGAN SENTUH AKU!! LEPASSS!!” aku berteriak keras menghindar dari yeoja itu. aku ingin segera berlari menuju toilet, namun suara yeoja itu menghentikan langkahku.

“ Sudah kuduga!! kau ini ternyata memang HOMO, Lee Jinki.. Teman-Teman.. tidak salah lagi.. NAMJA INI MEMANG BENAR HOMO..” tiba-tiba yeoja didepanku berseru keras didepan teman-temannya.

“ iiihhh.. cakep-cakep HOMO!!”

“ Pantas aku ia tidak pernah melihatnya berjalan dengan seorang yeoja disekolah ini..”

“ dengar-dengar, Ia berpacaran dengan Lee Taemin, namja kelas 1..”

“ iihh najis.. kok ada yaa Homo disekolah kita..”

“ temanku 5 kali ditolaknya, eh ternyata dia sukanya sama namja..”

“ huuueekkk.. aku jijik.. orang Homo harus pergi dari sekolah kita!!”

“ HOMO!!! Matilah kau!!”

seluruh orang berseru kata-kata yang sama.

“ AKU BUKAN HOMO!!!” teriakku kencang sambil berlari kearah toilet.

**************

aku mencuci tanganku berkali-kali di toilet. kemudian kuseka hidungku yang sudah mengeluarkan darah. untunglah darah itu keluar saat aku sudah ditoilet.

“ AIIISSHHH… AKU BENCI YEOJA ITU!! DAMN!! “

aku merengut sebal, untung di toilet ini tidak ada siapa-siapa,

“ AKU BUKAN HOMO, BASTARD!!” aku berbicara sendiri di cermin.

“ iya hyung, kau memang bukan homo.. kau hanya alergi wanita..” tiba-tiba Lee taemin, dongsaengku sudah berada dibelakangku.

“ mereka semua kejam, berbicara seperti itu tanpa tahu fakta yang sebenarnya.. sabar yah hyung..” lanjutnya pelan.

“ Yaa!! mengapa kau ada disini taeminie?? pergi..!! orang-orang bodoh itu pasti makin berpikir jika kita benar-benar homo!! pergiiii…” aku berkata kasar, sambil terus mencuci tangan ku.

“ Sudah lah hyung, tangan mu sudah bersih.. berhentilah kau membuang-buang air di wastafel..” gumamnya sambil tertawa.

“ aiiisshh… mau dicuci berapakalipun, tangan ini tetap saja kotor!! damn!! aku lupa bawa antiseptic..”

“ memang susah ya, jika punya penyakit aneh seperti mu, ada-ada saja..”

“ DIAM KAU!!”

“ penyakit kok alergi wanita, dimana-mana yang namanya alergi tuh alergi seafood, alergi dingin, alergi udang, alergi debu, lah ini.. alergi wanita..”

“ KELUAARR!!! AARRGGHHH…..!!!!”

Flash Back End..

***********

ya, inilah aku..

Lee Jinki..

seumur hidup aku tak pernah berpacaran, tak pernah jatuh cinta. menyentuh wanita saja aku tidak pernah. pada waktu SMP, SMA, dan Kuliah semua teman-teman ku memanggilku homo. karena aku selalu menolak gadis-gadis yang mengejarku.

sebenarnya inilah alasan mengapa aku tidak ingin menikah.

aku alergi dengan wanita.

kau heran..? aku pun begitu..

aku tidak tau kapan dari kapan ini terjadi, yang aku tahu aku tidak suka berdekatan dengan wanita. begitu ada wanita didekatku, aku langsung merasa pusing, mencium wangi parfum mereka aku pasti mual dan akhirnya muntah. mendengar tawa mereka yang cekikikan, kupingku langsung sakit. dan puncaknya jika aku bersentuhan dengan wanita, aku pasti akan mengeluarkan keringat dingin, dan mimisan, setelah itu aku merasa tubuhku sangatlaaah kotor sehingga aku harus mandi dan menggunakan sabun serta cairan antiseptic.

aku sudah berkali-kali periksa ke 7 dokter yang berbeda. 3 dokter menganggapku gila, 2 dokter bilang aku harus periksa ke psikiater, satu dokter bilang aku cacat mental, dan satu dokter lagi mengatakan penyakitku termasuk jenis penyakit langka, venustraphobia…

ck..ck.. hanya satu wanita yang bisa menyentuhku.. ummaku..

tapi satu hal yang harus kalian tau..

AKU BUKAN HOMO!!! yah, walau pun aku tidak tertarik dengan wanita, namun aku bukan homo.

***************

“ kau tampan sekali nak, memakai jas putih itu.. sangat tampan.. mirip appamu waktu masih muda..” bisik Umma pelan. aku hanya terdiam. rasanya aku ingin kabur saja dari mobil ini.

“ Gadis yang aku dan umma mu pilihkan sangat cantik Lee Jinki.. suatu saat pasti kau akan berterima kasih padaku..” gumam appaku gembira.

“ AIIISSHH.. APPA!! BAHKAN NAMANYA SAJA AKU TIDAK TAHU!! MENGAPA KAU NEKAT SEKALI SIH MENGADAKAN ACARA PERNIKAHAN MENDADAK SEPERTI INI!! MENGAPA KAU TIDAK MENGENALKAN KU DULU DENGAN NYA..!!!” aku berkata kencang kepada appaku. kalau saja dia bukan appaku, pasti aku sudah meninjunya.

“ kau kira aku akan mengulangi kebodohan ku beberapa waktu lalu?? disaat aku menjodohkanmu dengan so hyeon kau memuntahi wajahnya, kau ingat?? dengan gyuri kau menceburkannya ke kolam renang,, benar-benar membuat ku malu..”

“ TAPI PALING TIDAK KAN KAU HARUS MEMINTA PERSETUJUANKU DULU UNTUK MENIKAHI GADIS YANG KAU PILIHKAN!!! “ aku membuang pandangan ku ke luar jendela. beberapa menit lagi mobil ini sampai disebuah gereja mungil yang dipilihkan appaku untuk melangsungkan pernikahanku.

***************

aku berjalan didampingi appaku dan taemin menuju ke altar, disana sudah ada pendeta yang menungguku untuk mengucapkan sumpah dan melakukan pembaptisan pernikahan.

aku hanya memandang lurus kedepan dan berdoa mudah mudahan tidak terjadi hal-hal konyol terhadapku.

suara piano mulai berdenting, pertanda mempelai wanitaku sudah tiba dan berjalan menuju altar. dadaku mulai berdebar tak karuan saat wanita itu berdiri disebelahku. kutatap Ia sekilas, wajahnya tak terlihat karena ia menunduk, tubuhnya mungil, puncak kepalanya kira-kira sedaguku.

satu hal yang aneh.

aku tidak merasa mual sama sekali saat ia ada disampingku. entah parfum apa yang ia gunakan.

“ Bersediakah kamu, Lee Jinki, menikahi Park Nada.. baik sakit maupun sehat.. susah maupun senang??”

“ saya bersedia..”

terdengar hiruk pikuk kerabat, saudara dan teman-teman yang bersorak saat aku selesai mengucapkan sumpah.

“ cium.. ciuum.. ciuum..” mereka kompak berteriak agar aku mencium mempelai wanita. kulihat appaku mendorongku untuk mendekatinya.

lututku mulai gemetar.. kepalaku terasa sangat pening..

“ ciuum.. ciiuum.. ciiuumm..”

tiba-tiba pandanganku gelap.

*************

“ kau sudah sadar..??” terdengar suara yeoja ditelingaku. aku mencoba membuka kedua mataku. didepanku terlihat seorang yeoja memandangku dengan tatapan khawatir.

aku refleks bangun dari tempat tidurku dan bergeser menjauh dari yeoja itu.

“ YAAA!!!! SIAPA KAU!!! APA YANG KAU LAKUKAN DISINI!!!” aku berteriak keras padanya, kulihat wajahnya sangat terkejut.

“ aku park Nada.. ngg.. tadi kau pingsan.. aku…” dia menjawab terbata-bata.

aku menjauh darinya, berusaha bangun dan berjalan ke arah pintu. tapi aku menemukan keanehan diruangan ini.

ini bukan kamarku.

“ HEY.. INI DIMANA?? “ aku berkata ketus padanya. dia mengerutkan keningnya.

“ jinki ssi.. Namaku Park Nada.. bukan hey..” dia berkata pelan, namun tegas.

“ yeaahh.. whatever.. ini dimana???” aku bersikeras tidak ingin menyebut namanya.

“ ini apartemen kita, jinki ssi..” jawabnya pelan, ia melangkah menghampiriku membawa thermometer di tangan kirinya.

“ tadi suhu badanmu agak panas.. apakah kau sudah lebih baik..?” ia mengulurkan tangan nya ke keningku.

“ YAAAA!!!! JANGAN SENTUH AKUU!!!!!” aku berteriak kencang sambil menepis tangannya.

“ AAAIIISSSHHH…. “

aku mengibas-ngibaskan tanganku yang tadi sempat menyentuh tangannya.

“ GARA-GARA KAMU TANGAN KU KOTOR!!! LAIN KALI JANGAN PERNAH SENTUH AKU!! JANGAN PERNAH SENTUH AKU!! ARASSOOO!!!” aku meninggalkannya yang berdiri mematung menuju kamar mandi.

**************

“ aaiisshh.. dimana antisepticnya??” aku memaki dalam hati sambil mencari-cari antiseptic di kamarmandi, namun tetap saja tidak kutemukan. dengan terpaksa aku menghampiri yeoja itu.

aku keluar dari kamar mandi, huh.. dia tidak ada dikamar. aku mencarinya di ruang keluarga, dia juga tak ada disana, ku dengar ada suara-suara di ruang makan. segera aku berjalan menuju kesana.

ruang makan ini begitu luas, bersatu dengan dapur tanpa sekat. meja kayu besar dikelilingi dengan 4 kursi kayu berukir. kemudian disisi kanan terlihat dapur yang modern dan elegan dengan sentuhan minimalis.

yeoja itu sedang memasak disana.

“ YAAA!!! KAU TARUH DIMANA ANTISEPTIC!!” aku bertanya padanya dengan suara yang sedikit keras.

“ Panggil namaku.. aku mempunyai nama, jinki ssi..” katanya lemah sambil menatap mataku dalam-dalam.

“ AAIISSSHHH.. JANGAN MENATAPKU SEPERTI ITU!!! TUNDUKAN KEPALAMU SAAT BERBICARA DENGANKU.. !!! ARASSO!! INGAT!! JANGAN PERNAH MENATAPKU!!!” aku menegaskan kata-kataku yang terakhir.

“ aku…” kulihat matanya mulai berkaca-kaca..

“ SUDAH!! SEKARANG MANA ANTISEPTICNYA!!! Aku mau mencuci tangan ku yang kotor karena tadi kau sentuh!!!” kulihat dia terperangah dengan ucapanku, dia berdiri menunduk ada cairan bening yang menetes dari matanya.

“ HEEYY!!!! PALIIII!!!! MENGAPA KAU DIAM SAJA!! MANA ANTISEPTICNYA!!!” aku berteriak tidak sabaran.

dia berjalan menuju sudut ruangan dan mengambil antiseptic yang terletak di rak paling bawah.

kemudian Ia berjalan pelan sambil mengarahkan antiseptic itu kearahku..

“ YAAA!!! BERHENTI DISITU!! JANGAN PERNAH MENDEKATIKU!! JAGA JARAKMU JANGAN KURANG DARI 5 METER!! SEKARANG ANTISEPTIKNYA LETAKKAN DIMEJA!! AKU BISA MENGAMBILNYA SENDIRI!!” Aku panik saat dia melangkah mendekatiku.

“ jinki ssi, aku tau kau membenciku karena pernikahan ini. tapi bisa kah kau berbicara pelan kepada ku? kau tidak harus berteriak seperti itu..” dia meletakkan antiseptic itu dimeja, kemudian menangis dan berlari ke kamar.

“ aaiissshh.. baru begitu saja sudah nangis.. dasar cengeng!!” aku menggerutu pelan.

****************

perutku sangat lapar.

kulihat jam dinding sudah jam 7 malam, ini waktunya aku makan. tapi di meja makan sama sekali belum ada makanan.

“ tok.. tok.. tok..” aku mengetuk pintu kamar.

tak lama kemudian yeoja itu keluar, tampaknya Ia habis mandi, tubuhnya harum sekali.

aku mundur 3 langkah saat ia berdiri di depanku.

“ ada apa jinki ssi..” ia berbicara pelan, wajahnya menunduk tidak menatapku.

“ aku lapar.. ingin makan.. pesankan aku makanan!!” ujarku kepadanya.

tiba-tiba dia mengangkat mukanya, bibirnya cemberut, matanya tajam menatapku.

“ AAIIISSSHH.. SUDAH KUBILANG..”

“ aku tau jinki ssi.. aku tidak boleh menatapmu.. aku tidak boleh berada di dekatmu.. aku tidak boleh menyentuhmu.. aku masih ingat semuanya jinki ssi..” dia menggumam pelan.

“ waahh.. daya ingat mu lumayan juga.. sekarang pesankan aku makanan.. aku sedang ingin makan chinesse food.. cap cay, fuyung hai, kungpao chicken, dan kwetiau goreng..” perintahku kepadanya.

“ tak usah pesan, aku bisa buatkan itu semua.. sekarang bergeserlah 5 langkah ke kanan,,” katanya pelan.

“ bergeser ke kanan?? untuk apa??” tanya ku bingung.

“ aku ingin berjalan ke dapur, kau menghalangi jalan ku, aku tak ingin kau berteriak lagi jika aku tak sengaja menyentuhmu, “

***************

kita berdua makan dalam diam. aku duduk di sisi meja paling ujung, dan dia pun sebaliknya. dia makan sambil menunduk. diam-diam aku mengamati wajahnya.

dia lumayan cantik, dengan mata yang besar dan bibir yang mungil. tapi tetap saja dia wanita.

“ masakanmu enak juga..” secara tak sadar aku menggumam pelan.

kuakui, makanan yang aku makan sekarang sangat enak, rasanya tak kalah jauh dengan rasa masakan restoran chinesse food yang biasa aku beli. ummaku saja belum pernah masak seenak ini.

“ gomawoo.. “ dia menatapku sambil tersenyum.

“ YAA!!! KUBILANG..”

“ arasso.. arasso.. aku tak boleh menatapmu..” dia berkata pelan lalu kembali menunduk. tapi kulihat dengan jelas dia tersenyum.

“ ngomong-ngomong parfum apa yang kau pakai??” aku bertanya lagi padanya.

“ ngg.. memangnya kenapa, jinki ssi..”

“ aneh saja.. aku sama sekali tidak mual.. “ aku berkata jujur.

“ aku tidak memakai parfum jinki ssi.. hanya memakai bedak dan cologne untuk bayi karena kulitku alergi parfum..” dia menjawab pelan, wajahnya masih menunduk.

ohh.. kini aku tahu, mengapa aku tidak mual dan muntah saat aku berada di dekatnya, ternyata ia tidak menggunakan parfum yeoja melainkan memakai cologne untuk bayi..

yeoja ini.. sungguh berbeda..

***********

“ ambilkan selimut dan bantal.. aku tidur di sofa..” aku berkata memunggunginya.

“ ini jinki ssi.. mau aku taruh dimana..?”

“ taruh saja disofa.. matikan lampunya saat kau mulai tertidur.. SATU LAGI, JANGAN BERANI MENGAMBIL KSEMPATAN SAAT AKU TERTIDUR!! ARASSO!!” aku berbicara panjang lebar.

“ nee..”

***********

Nada POV:

baru saja Ia bersikap normal saat makan malam..

kini Ia mulai bertingkah menyebalkan lagi.

“ jangan tatap aku.. jangan berbicara padaku.. jangan menyentuhku.. aiisshh dia kira dia siapa?? “

aku jadi teringat cerita “ She’s My Ex Wife” karangan salah satu penulis idolaku “ Tazika” yang bercerita tentang seorang artis tampan yang dijodohkan dengan seorang wanita.  awalnya mereka sering cekcok karena masalah sepele, tapi novel itu berakhir happy ending. tidak seperti ku.. dijodohkan dengan pemuda tampan yang  sakit jiwa. huff.. aku tak tahu ending hidupku akan berakhir happy atau malah tragedy..

ahh.. satu lagi.. yang kualami juga mirip seperti novel“ My Lovely Servant “ karangan ‘Dhy’ salah satu penulis idolaku juga. ceritanya tentang tuan muda Key, yang arogan dan manja. kata-kata yang keluar dari mulut key juga hampir sama dengan kata-kata yang diucapkan jinki ssi tadi.. jangan tatap aku.. jangan berbicara padaku.. jangan menyentuhku..

huh.. jinki kan bukan tuan muda!! tapi dia itu suamiku!! mengapa dia memperlakukan ku seperti pembantu??

sebenarnya ada satu lagi novel favorite ku, judulnya “ My Past Future karangan Lana dan Karlie, tapi kisahnya bertolak belakang dengan hidupku yang mengenaskan ini. huuuff, andai suamiku seperti donghae di MPF..

sabar nada.. sabaar…

************

Jinki POV:

aku membuka mataku saat sinar matahari menembus jendela kamarku. ku lihat yeoja itu tidak ada di tempat tidurnya. aku berdiri pelan dan melangkah kekamar mandi, badanku sangat pegal karena semalaman meringkuk disofa, mungkin guyuran air dingin dapat menyegarkan tubuhku.

perlahan aku membuka pintu kamar mandi.

“ KYAAAAAAAAAAAAA!!!!”

“ AAARRRGGGGHHHHH!!!!”

Yeoja itu berteriak keras saat aku membuka pintu kamar mandi. begitu juga aku.. aku berteriak sekencang-kencangnya saat melihat tubuh yeoja itu tanpa mengenakan pakaian, hanya underwear yang masih melekat ditubuhnya.

aku berdiri membeku melihatnya, yeoja itu mencari-cari handuk untuk menutupi sebagian tubuhnya. kurasakan lutut ku mulai bergetar dan ada sesuatu yang mengalir disela-sela hidungku.

“ jinki ssi.. kau mimisan..” pekik yeoja didepanku.

namun aku tetap membeku ditempatku, sampai akhirnya aku tak bisa melihat apa-apa. pandangan ku gelap. kurasakan tubuhku merosot kelantai yang dingin.

samar-samar aku bisa mendengar suara yeoja itu berseru panik.

“ jinki ssi.. ya tuhaan.. kamu kenapa.. eotteoke?? eotteoke??”

*************

ia hanya menggunakan underwear..

tubuhnya basah..

rambutnya basah..

underwear berenda warna pink..

tubuhnya dililit handuk..

pikiran itu selalu menggema dikepalaku..

aku terbangun jam satu dini hari, kepalaku sakit bukan main. kini aku berada di tempat tidur, siapa yang telah mengangkatku?? yeoja itu kah?? tapi dimana dia??

aku memandang sekeliling kamarku, namun yeoja itu tak ada dikamar..

“ nngg..” ku dengar suara erangan lembut dari bawah tempat tidur.

aku melongokkan kepalaku ke bawah tempat tidur.

“ Ya tuhaan!! HEY!! BANGUN!! MENGAPA KAU TIDUR DI LANTAI?? KAU MAU SAKIT HAH?? BANGUN!!!” aku berteriak keras padanya, kuambil guling disebelahku dan ku pukul-pukul pelan ke wajahnya.

matanya perlahan mulai terbuka..

“ Jinki ssi.. mengapa.. berhenti memukulku dengan guling!!” Ia berdiri berjalan menuju sofa.

“ tubuhku rasanya sakit semua..” aku bisa mendengarnya mengeluh walaupun pelan.

“ SIAPA SURUH KAU TIDUR DI LANTAI!!! kau kan bisa tidur di sofa!!”

“ jinki ssi.. bisa kah kau berbicara pelan padaku.. sekarang masih jam satu pagi.. aku sangat mengantuk, baru tidur satu jam yang lalu..” yeoja itu merebahkan kepalanya disofa.

aku terdiam, dia baru tidur satu jam yang lalu?? berarti dia menungguiku dari pagi hingga jam 12 malam??

“ YAA!!! JANGAN TIDUR DULU!! AKU LAPAR BUATKAN AKU MAKANAN!!”

satu detik.. dua detik.. tiga detik.. yeoja itu tidak bereaksi.

“ HEY!!! AKU LAPAR!!! BUATKAN AKU MAKANAN DULU!! SETELAH ITU KAU BOLEH TIDUR LAGI!!!” aku sedikit berteriak untuk membangunkannya.

“ YAA!!! BANGUN!!! “

ternyata dia seorang yeoja yang cukup penurut.

kulihat perlahan yeoja itu mulai berjalan dengan malas ke arah dapur, dari dalam kamar bisa kulihat ia memakai celemeknya dan mengambil sesuatu dari dalam kulkas.

aku melangkah pelan menuju meja makan, kepalaku masih sakit walaupun tidak sesakit tadi.

15 menit kemudian masakan buatannya matang.

Ia meletakkan sepiring nasi yang disiram dengan tumisan ayam dengan paprika ditengah-tengah meja makan.

“ ini untuk mu jinki ssi..”

setelah itu dia duduk dan mulai memakan nasi bagiannya.

aku menyuap sedikit nasi dengan ayam diatasnya kedalam mulutku.

rasanya sungguh enak, aku tidak bohong.. ini enak sekali!!

“ apa nama masakan ini??” aku bertanya sambil mengunyah, kulihat dia makan makanan nya dengan mata setengah terpejam, dan tangan menopang di dagu. aiigoo, yeoja itu pasti sangat mengantuk.

“ mola.. aku asal memasaknya..” dia menjawab lemah.

woow.. asal saja bisa begini enak.. apalagi jika dia serius memasaknya.

ia hanya menggunakan underwear..

tubuhnya basah..

rambutnya basah..

underwear berenda warna pink..

tubuhnya dililit handuk..

kenapa aku jadi memikirkan hal ini terus??

tiba-tiba dia menyodorkanku sekotak tissue, raut mukanya berubah..

“ jinki ssi.. hidungmu berdarah lagi.. tadi saat kau tidak sadar, hidungmu juga terus-terusan mengeluarkan darah..  kurasa kau harus ke dokter..” dia berkata pelan.

“ tak usah!!! sebentar lagi darahnya juga berhenti.. kau tidur duluan saja!!”

***************

Nada POV :

“ apa yang terjadi dengan nya?? mengapa hidungnya terus-terusan mengeluarkan darah..”

aku mengambil handphone ku dan mengetikkan sebaris sms kepada salah satu temanku yang bekerja di rumah sakit seoul.

To        : Shim Yui

From    : Park Nada

“ hai Yui.. Annyeong.. maav mengganggu tidurmu.. aku hanya ingin bertanya.. apa nama penyakit yang gejalanya: wajah pucat, emosi tidak stabil, sering pingsan, dan hidungnya tidak berhenti mengeluarkan darah.. gomawo..”

5 menit kemudian yui membalas smsku

“ its okay sweety, aku sedang shift malam.. hehehee dari gejala-gejalanya aku yakin kalau itu leukemia. memang siapa yang sakit leukemia, Nada..?”

Ya tuhaan.. jadi lee jinki mengidap leukemia..

eoteoke??

***********

aku tidak bisa tidur sampai jam 4 pagi otakku penuh dengan banyak pertanyaan mengenai suamiku?? mengapa keluarganya tak memberitahuku jika Ia terkena leukemia?? akhirnya kuputuskan untuk bangun dan membuat sarapan.

kulihat Lee jinki tertidur meringkuk disofa, wajahnya masih pucat seperti kemarin, dan ada bekas-bekas darah yang telah mengering di sudut hidungnya. perlahan aku menarik selimutnya yang hampir terjatuh, lalu kunaikkan lagi keatas tubuhnya.

dalam kondisi tertidur seperti ini, kuamati wajah suamiku. dia sungguh imut, dan tampan.

well, aku tak mau membangunkan nya jika aku berada disini terus, jadi aku bergegas pergi kedapur untuk membuatkannya sarapan.

“ lee jinki sakit keras.. aku benar-benar harus sabar menghadapinya..”

**********

Jinki POV :

bau wangi apa ini??

aku membuka mataku, tercium bau yang sungguh menerbitkan air liurku dari dapur.

kulihat yeoja itu sedang menata makanan dimeja makan. tampak nya ia baru selesai memasak.

“ kau sudah bangun jinki ssi??” tanyanya pelan, tanpa memandangku.

aku tidak menjawab pertanyaan bodohnya. aku berjalan menuju meja makan, mengambil kursi yang paling ujung.

“ masak apa??” aku bertanya sambil memandangi makanan di hadapanku. bentuknya seperti spaghetti, tapi berwarna cokelat dan tanpa saus. hanya ayam giling yang terlihat memenuhi sela-sela spaghetti tersebut.

“ ini spaghetti tumis, jinki ssi.. aku tumis dengan ayam giling dan jamur dengan bumbu oriental. lalu yang ini fillet dada ayam panggang dengan saus tiram, dan yang terakhir ada salad wortel dan lobak dengan sedikit mayonise..” yeoja itu menjawab dengan semangat.

aku segera mengambil bagianku dan langsung menyendokkan banyak-banyak ke dalam mulutku.

“ hhh.. hanaahh!! hahi hhiinhaa haahisshaa..( ahh, Panas!! tapi jinjja masssiisstaa )”

“ pelan-pelan jinki ssi..” katanya sambil tertawa.

aku pun tersenyum.

saat mata kami saling berpandangan tiba-tiba dadaku berdebar kencang lagi. aku segera mengalihkan pandanganku.

entah mengapa debaran ini terasa begitu berbeda,,

**********

Nada POV :

Sudah 4 minggu kami menjalani hidup sebagai suami istri, lee jinki masih saja selalu berteriak-teriak kepadaku.setiap hari biasanya aku bangun lebih dulu untuk menyiapkannya sarapan. menu yang kubuatkan untuknya selalu berubah setiap harinya. dia paling suka jika aku memasak olahan ayam. saat siang hari ia sibuk dengan laptopnya, sementara aku menonton tv sambil memasak makanan untuk makan siang, setelah makan ia terus berkutat dengan laptopnya, dan aku tidur siang. malam kita makan bersama dan setelah itu dia menonton tv, sementara aku pergi tidur lebih dahulu.

ia tetap tidur disofa dan aku tetap tidur di tempat tidur.

**********

Jinki POV :

hari ini adalah hari terakhir aku bisa bermalas-malasan dirumah, besok waktu cuti 4 mingguku sudah habis, dan aku harus kembali bekerja dikantor seperti biasa.

padahal aku mulai terbiasa hidup seperti ini, setiap hari bangun sesuka hati, makan enak, dan tidurpun sesuka hati ku.

kuakui dari segi memasak, appa ku memang tak salah memilih yeoja itu sebagai istriku. makanannya sungguh enak. dan dia juga tidak banyak omong seperti yeoja –yeoja  umumnya. ia hanya berbicara jika aku bertanya.

ngomong-ngomong dimana dia?? mengapa apartemen ini terasa sepi sekali, biasanya jam-jam segini dia sedang sibuk memasak.

aku keluar dari tempat kerjaku menuju ke dapur untuk mengambil air minum, namun yeoja itu tak kutemukan disana, diruang tv pun dia juga tidak ada. aku melangkah ke kamar, kosong.

“ dia dimana siih??” aku sudah mencarinya kemana-mana, bahkan dikamar mandi, namun tetap tak ada tanda-tanda keberadaan nya.

“ PARK NADA!!!” aku berteriak keras memanggilnya.

hening.

“ YAA!!! PARK NADA!!! AKU LAPAR!!!”

tidak ada jawaban.

aiiisshh.. yeoja itu dimana?? mengapa dia pergi begitu saja!! aku kan suaminya, harusnya jika dia mau pergi keluar, dia harus minta izin padaku!!

*********

aku mondar-mandir tak karuan, kamar, dapur, ruang tamu, kamar mandi, ruang kerja, ruang cuci.. entah kenapa hatiku sungguh gelisah memikirkan yeoja itu. rasa-rasanya ada yang salah jika Ia tidak ada disini. aku lebih memilih dia ada disini walaupun terkadang membuatku jengah.

sudah 2 jam yeoja itu belum kembali juga.

“ aaaiisshhh.. YAA!!!! KAU DIMANAA!!!!”

kreeek.. tiba-tiba pintu sedikit terbuka, kulihat yeojaku masuk perlahan dengan banyak kantung plastik dikedua tangannya.

aku segera menghampirinya namun tetap menjaga jarak dengannya.

“ YAAA!!! DARI MANA SAJA SIIIHH!!!” seruku kepadanya. dia menatapku dengan wajah kebingungan.

“ aku.. ngg.. habis dari mini mart, belanja persediaan makanan, karena aku lihat dikulkas, sudah mulai kosong.. memangnya kenapa??” dia berkata pelan.

“ AKU.. nngg.. AKU LAPAR!! KAU INI!! JIKA KAU MAU KEMANA-MANA HARUSNYA IZIN DULU!!! “ aku menatap matanya tajam.

“ Jinki ssi..”

“ APA??” aku menjawab galak.

“ tidak.. tak apa-apa, aku.. ngg.. sadarkah jinki ssi, ini pertama kalinya kau menatap mataku saat kau berbicara?? “ dia berkata ragu-ragu.

BENARKAH?? Ya tuhaan..

aku langsung belari ke kamar mandi, dan menguci pintunya. kutatap wajahku di cermin besar.

Tak ada yang terjadi.

dadaku masih berdebar hebat, namun aku tidak mimisan, lutut ku pun tidak bergetar. aku lihat kedua telingaku memerah. aaiisshh..

“ jinki ssi.. kau tidak apa-apa??” terdengar ketukan pelan di pintu kamar mandi.

“ A.. AKU BAIK-BAIK SAJA.. BUATKAN AKU MAKANAN!! AKU LAPAR!!!”

aku berusaha terdengar biasa saja.

**************

aku melangkah pelan menuju dapur, kulihat empat piring makanan sudah tertata rapih diatas meja. baunya harum sekali. aku duduk dimeja makan, mengambil satu piring yang tampaknya steak ayam yang digoreng dengan tepung. dan disiram dengan saus kental. aku tidak tahu itu jenis masakan apa, namun baunya sungguh menggoda.

aku menunggu yeojaku sekitar 3 menit namun dia tidak kunjung datang. padahal perutku sudah keruyukan.

whats?? yeojaku?? sejak kapan aku memanggilny yeoja ku?? aiisshh aku pasti sudah gila.

“ YAAA!!!! KAU DIMANA???” aku berteriak memanggilnya.

hening.

“ HEYYY!!!!!” aku berteriak sejadi-jadinya.

dia setengah berlari menghampiriku.

“ ya tuhaan, jinki ssi.. ada apa?? mengapa berteriak??” dia menghampiriku panik.

“ YAA!! AKU LAPAR!! KAMU KEMANA SAJA SIH!! SELALU MENGHILANG!! KAPAN MAKAN NYA KALAU KAMU PERGI-PERGI TERUS HAAH!!!”

“ Jinki ssi.. kau kan bisa makan duluan, aku sudah meletakkan bagianmu dipiring besar.. mengapa dari tadi kau berteriak terus..” katanya pelan sambil menunduk, aku melihat wajahnya sedikit letih.

“ nngg.. KITA.. AAHH.. TERSERAHLAH..” aku duduk di ujung meja makan, mengambil makanan bagianku. kulihat yeoja itu perlahan berjalan kembali ke kamarnya.

huuffhh.. aku mencabik-cabik makananku. rasanya sungguh tak enak makan sendirian.

4 minggu ini aku selalu makan bersamanya disini, di meja ini. dan kali ini saat aku makan sendirian, entah mengapa aku jadi tidak berselera lagi menghabiskan makanan yang ada di depanku. padahal ini adalah makanan kesukaanku.

***********

jam 11 malam..

aku mematikan laptopku, leherku sangat pegal. aku berjalan pelan ke kamarku dan menutup pintunya tanpa suara. kulihat yeojaku sudah terlelap ditempat tidur, namun lampu kamar masih menyala.

“ aiissh.. dia selalu lupa mematikan lampu..” gerutuku pelan. aku berjalan ke tepian tempat tidur, untuk mengambil bantal dan selimut.

“ nggg..” kulihat dia mengerang pelan dalam tidurnya. aku menatap wajahnya sebentar.

raut mukanya tampak sangat letih, namun itu tidak mengurangi kecantikannya.

dia sungguh berbeda dari semua yeoja yang ku kenal..

tak terasa perlahan mataku mulai menutup..

************

Nada POV:

aku merasakan ada sesuatu menyentuh puncak kepalaku, ku paksakan membuka kedua mataku meski sangat berat. kulihat disampingku jinki ssi sedang tertidur, badannya miring menghadapku dan satu tangannya lurus menyentuh pncak kepalaku.

aku perlahan bangun, kulihat dia sedikit bergerak.

“ ya tuhan, mengapa namja ini tertidur disampingku?? apa yang harus kulakukan?? haruskah aku pergi?? atau tetap disini?? “

aku menimbang-nimbang cukup lama, dan akhirnya kuputuskan untuk tidur di sofa. aku tak ingin saat dia terbangun, dia berteriak lagi padaku karena aku ada disampingnya.

***********

Jinki POV:

aku menguap panjang..

haaahh.. rasanya nyaman sekali..

tunggu!! yeoja itu??

aku segera bangun dan melihat kesampingku. ternyata yeoja itu tak ada disampingku..

fiuuhh..

aku menghela nafas lega.

tapi dimana dia??

pandanganku beralih ke sofa, tampak tubuh mungil meringkuk disana, tangan nya terkulai menyentuh lantai.

“ mengapa dia pindah ke sofa??” aku bertanya dalam hati.

“ apakah semalam dia sadar aku tertidur disampingnya??”

aku terus memandanginya dari kejauhan, hingga akhirnya dia terbangun.

***********

“ MANA KEMEJA KERJA KU??”  aku berteriak padanya yang tengah menyiapkan bekal makan siangku.

“ di lemari .. jinki ssi..” dia menyahut pelan dari dalam dapur.

aku membuka pintu lemariku dengan kasar, susunan lemari yang sangat rapih dan teratur membuatku tidak bisa menemukan kemeja kerjaku.

aiiissshh, sudah jam setengah delapan pagi!! aku harus cepat bergegas.

“ YAAA!!!!DIMANA KEMEJAKU?? DILEMARI TIDAK ADA!!!” aku berteriak lagi padanya.

kulihat ia sertengah berlari menuju kamar dan menghampiriku yang berdiri di depan lemari.

“ SUDAH KUBILANG JANGAN DEKAT-DEKAT DENGAN KU!!!”
teriakan ku membuatnya mendadak menghentikan langkahnya.

“ JAGA JARAKMU!!!”

“ Ya tuhaan, jinki ssi.. bisa kah kau berhenti berteriak??” katanya pelan.

dia mencari-cari kemejaku didalam lemari pakaian, tak sampai beberapa detik, ia berhasil menemukan kemeja yang ku cari.

“ ini..” katanya mengulurkan kemeja itu ke arahku.

“ TARUH DI TEMPAT TIDUR!! PALIIIII!!!!”

dia memandangku kesal, kemudian menaruh kemejanya perlahan dan kembali lagi ke dapur.

aku cepat-cepat memakai kemejaku, kini tinggal memakai dasi.

“ DIMANA DASINYA!!!”

“ aku gantung di belakang pintu jinki ssi.. tolonglah kau cari dulu.. jangan berteriak-teriak terus..” katanya pelan dari dapur.

aku mencari-cari dasi dibelakang pintu lemari, kuambil cepat yang berwarna hitam dan langsung ku kalungkan ke leherku.

“ aaiissshh.. bagaimana caranya membuat simpul?? damn!!  AKU TAK BISA MEMAKAI DASI!!” aku berteriak lagi.

“PALIIII!!!!”

“ jinki ssi.. ya tuhaan.. kau kan bisa memintanya baik-baik.. jangan berteriak terus!! “ katanya kesal.

“ aku tak bisa memakai dasi!!!” aku mengeluh padanya.

“ memangnya selama ini bagaimana caramu memakai dasi??” tanyanya pelan.

“ umma..” aku menjawab jujur.

dia menghela nafasnya pelan, kemudian melangkah mendekatiku.

hey.. heyy.. mengapa semakin lama langkahnya semakin mendekat..??

ANDWAEE!!!!

“ STOP!!! STOP!!! STOPP!!!” aku berteriak lagi padanya.

“ ya tuhaann.. apalagi jinki ssi..”katanya bingung.

“ DARI AWAL KAN AKU SUDAH BILANG!!!  JAGA JARAK DENGAN KU!! TIDAK BOLEH KURANG DARI 5 METER!!! MENGAPA KAU SEKARANG MENDEKATI KU???” aku meraung-raung padanya.

“ Kau bilang kau ingin aku memakaikan mu dasi jinki ssi..” desisnya pelan.

“ IYA TAPI KAN KAU TAK PERLU SEDEKAT INI!!!! KAU TIDAK BOLEH DEKAT-DEKAT AKU!!! MUNDUR SEKARANG!!! PALII!!!”

Tapi dia tidak melakukan apa-apa.. hanya terdiam memandangiku, matanya merah dan berair. bibirnya bergetar, seperti nya hendak mengatakan sesuatu tapi ditahannya.

“ jinki ssi.. bisakah kau tidak kasar kepadaku.. hhh..mengapa kau selalu seperti ini padaku?? apa salahku?? hhh..sehari pun. kau tak pernah berhenti berteriak padaku… aku punya nama, jinki ssi.. Park Nada.. hhh.. bahkan saat kau minta tolong, kau tak pernah memanggil namaku..

aku bukan pembantumu, jinki ssi.. aku istrimu.. tapi kenapa…??” dia mulai menangis mengatakan itu semua. aku hanya bisa terdiam memandangnya.

“ bahkan kau selalu jijik melihatku, selalu berteriak saat jarak kita terpaut satu atau dua meter.. selalu mencuci tangan mu dengan antiseptic jika aku tidak sengaja menyentuhmu.. hhh.. aku bukan kotoran, jinki ssi..  taukah kau 4 minggu ini kau membuat hati ku sangat sakit..??”

“ jika ini semua adalah caramu untuk menunjukkan pada appamu bahwa kau membenci pernikahan ini.. hhhh.. kau berhasil.. aku siap kau ceraikan kapan pun kau mau…  ”

setelah berkata seperti itu, ia berjalan mengambil kopernya yang diletakkan dikolong tempat tidur, sambil menangis dan dengan tergesa-gesa Ia menaruh semua bajunya dikoper itu.

“ kau mau kemana??” tanya ku parau.

“ ini kan yang kau inginkan jinki ssi?? kau ingin aku pergi dari kehidupanmu?? sekarang kau tak perlu bersusah payah lagi untuk membuatku membencimu jinki ssi..  selamat tinggal..”

**************

TBC

Wiga

This post/FF has written by Wiga, and has claim by Wiga signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

Memories Of Us -Part 2-

Memories Of Us -Part 2-

Main Cast :

– Alya as Choi Hyun Ah

– Kim Jong Hyun SHINee

Other Cast :

– Choi Min Ho SHINee

– Lee Tae Min SHINee

– Wiga onn as Park Na Da

– Lia onn as Kim Min Ji

– Aya *temen aku haha* as Kim Min Mi

– **** as Lee Soo Hon *nama asli disamarkan untuk menjaga nama baik :D *

P.S : Lama yah? Lama yah? Hahaha speedy aku kampungan sih pake acara ngadat segala -________-. Ampun dah, ini lanjutannye 😉

——-

Continue reading Memories Of Us -Part 2-

RAINBOW – PART 11

RAINBOW PART 11

Author            : Wiga

Rating             : PG 13

Cast                : Onew, Kim Kibum, Choi Minho, Kim Jonghyun, Lee Taemin, Shim Yui, dan Park Nada

Genre             : Friendship, Romance, Sekuel, Action

miaann.. kelamaan nunggu.. sebenernya part ini udah bener-bener udah masuk NC 17, tapi berhubung banyak reader sf3si yang masih dibawah umur, maka part ini aku rombak abis-abisan biar jadi PG 13. miaan kalo ceritanya gak begitu bagus, soalnya jalan ceritanya berubah total, dan juga karena aku bikin part ini agak terburu-buru, sekali lagi miaan.. oia kalo kalian agak bingung dengan part ini, kalian bisa baca part 4. eh satu lagi.. coba dengerin lagu LIFE by SHINee yaa, sambil baca ff ini.. hehehee

happiiii reading..^^

Mereka berenam terdiam di meja makan. Kibum, Onew, Minho, Jonghyun, Taemin, dan Yui. Hanya Nada yang tak tampak.

“ Selama ini aku diam, bukan berarti aku tak peduli kalian. Aku adalah pengawas disini, tugasku adalah memantau dan mengawasi kalian. Tapi mengapa kalian tidak mengerti?? aku diam karena aku mau kalian menyelesaikan masalah kalian secara dewasa!! bukan dengan cara ini!! Sekarang kalian lihat kan?? Nada sakit!! Nada tertekan!! dan apa yang kalian dapat?? hanya luka lebam!! aiisshhh..” kata jonghyun tajam sambil memandang kelima teman-temannya.

Minho dan Onew sama-sama menunduk.

“ Dari awal sudah kubilang pada kalian, Beri dia waktu!! Jangan memaksanya!! jangan menekannya!! kalian seperti anak kecil saja!!” kembali jonghyun berujar galak kepada teman-temannya.

“ Sudahlah oppa.. jangan menyudutkan mereka lagi.. pokoknya, sekarang Minho oppa dan Onew oppa harus mengerti keadaan Nada, jangan pernah mendesaknya lagi, jangan bertengkar di depannya.. Arassoo??” Kata Yui berusaha menengahi.

Tiba-tiba terdengar pintu terbuka, dan Nada keluar dari kamarnya berjalan menunduk menuju pintu depan.

“ Nada.. kamu mau kemana..??” tanya Kibum sambil berdiri menghampirinya.

“ nggh.. aku mau ke KARA, oppa…” kata Nada pelan, Ia masih tetap menunduk.

Kibum melihat Nada sekilas, wajahnya sungguh pucat dan kelopak matanya merah, pertanda Ia habis menangis lama.

Kibum segera memegang kening Nada dengan telapak tangannya,

“ Nada.. Badanmu masih panas begini, ak…” belum sempat Kibum selesai bicara, Nada berkata pelan.

“ gwencana oppa, aku hari ini ada shift di KARA..  kemarin aku sudah tidak masuk, jadi hari ini aku harus masuk oppa..”

“ Tapi Nada…” Kibum berusaha menahannya.

“ Gwenchana Oppa..” Kata Nada.

“ Kalau begitu biar ku antar, “ bujuk Kibum dengan nada khawatir.

Tapi Nada menggeleng lemah.

***************

Nada berjalan pelan, cuaca hari ini sangat panas namun entah kenapa nada merasa kedinginan. kepalanya masih terasa sangat berat, namun Ia memaksa pergi ke KARA, karena hanya di KARA lah tempat Ia bisa menyibukkan diri sehingga dapat melupakan sementara masalah yang ada di pikirannya.

beberapa puluh meter lagi, Ia akan sampai di KARA.

Tiba-tiba ada mobil alphard hitam berhenti tepat disampingnya, Nada menghentikan langkahnya. Tampak dua namja keluar dari mobil tersebut dan menghampirinya, mereka memegang tangan Nada dengan sangat erat dan memaksanya masuk kedalam mobil.

“ Masuk!!” kata kedua namja tersebut bersamaan.

“ Apa yang kalian lakukan?? lepass..” jerit Nada kencang, sekuat tenaga Ia berontak melepaskan diri dari cengkeraman kedua namja tersebut.

“ TOLOONGG!!!!” Nada berteriak, namun kedua namja itu lebih kuat darinya, mereka berhasil menyeret Nada masuk hanya dalam beberapa detik. Setelah mereka masuk ke dalam mobil tersebut, pintu langsung ditutup dan mobil itu segera melaju dengan kecepatan tinggi.

“ Lepass.. TOLONG!! TOLONG!!” Teriak Nada sambil menendang ke segala arah, satu tendangan nya tepat mengenai wajah salah satu namja tersebut.

“ aaiisshh muka ku..!! Hyung!! cepat pingsankan dia!! merepotkan saja!!” teriak namja tersebut sambil berusaha memegang kedua kaki nada yang terus menendang kepalanya.

“ BBUUKKK!!!!”

Tiba-tiba Nada merasakan sakit yang luar biasa di tengkuknya dan seketika itu juga pandangannya gelap.

*************

“ Jika tertidur seperti ini wajahnya sungguh manis ya hyung,,” kata seorang namja bermuka baby face.

“ YAAA!!! ryowook!! kalau gadis ini jelek, pastinya ia bukan target kita.. kau ini bagaimana!! DASAR MAGNAE!!” ujar namja yang satunya lagi.

“ eunyuk hyung..!! aku kan hanya bilang dia manis..” ryowook berkata gusar.

“ ya.. ku akui, dia memang sangat manis, tak heran minho memilihnya, bagus juga selera minho itu!!” kata eunyuk sambil terus memandang wajah Nada.

“ HAA.. mengapa kau memandanginya terus?? kau suka ya hyung..??” ledek si magnae.

Tiba-tiba terdengar gertakan dari bangku depan.

“ DIAM.. !!! sekarang bukan waktunya bercanda!! kalian membuatku pusing!! sebentar lagi kita sampai di tempat tujuan.. setelah itu kita pikirkan rencana berikutnya!!” Teriak namja yang sedang menyetir, raut mukanya lebih berkharisma dibanding dua namja sebelumnya.

“ Nee Donghae hyung!!” kata ryowook dan eunyuk berbarengan.

*************

Setelah mereka sampai di suatu bangunan tua di pinggir kota, eunyuk menggendong Nada lalu berjalan mengikuti donghae dan ryowook yang berjalan lebih dahulu.

“ jadi, apa rencana kita boss?? “ tanya eunyuk tak sabar.

“ belum ku pikirkan..” gumam donghae pelan.

“ aku punya rencana hebat, kita perkosa saja gadis ini di depan minho.. pasti dia tak berkutik..” kata eunyuk nyaring.

“ Aaiisshh.. kau ini!! otak yadong mu itu seharusnya kau hilangkan!!” bentak donghae.

“ kita tak akan menyakiti gadis ini, arasso!! satu-satunya orang yang akan kita sakiti adalah minho!! pantang bagiku melukai seorang gadis..” timpalnya lagi.

Eunyuk hanya cemberut sambil memasang muka tak puas.

“ Sial!! Cukup sudah kau bertingkah seperti seorang pemimpin Lee Donghae!! aku muak kau suruh-suruh terus!! hari ini aku akan melakukan apa yang ku mau!! tak ada satupun yang bisa menghalangiku, termasuk kamu , bastard!!” umpat eunyuk dalam hati.

“ Ikan tangan nya.. Duduk kan dibangku.., Ryowook kau ambil fotonya dan kirimkan ke Minho, dan kau Eunyuk, jaga dia baik-baik, dan jangan macam-macam!! aku pergi sebentar..” kata donghae tegas, setelah itu ia kelur dari ruangan besar tersebut.

Eunyuk mengamati Dongsaengnya yang sedang mengambil beberapa foto Nada dengan hp nya, kemudian ia mengutak utik hp nya sebentar.

“ Ahh.. terkirim.. selesai sudah.. hyung!! aku tinggal sebentar ya, perutku sakit..” gumam ryowook kemudian ia segera menghilang dari pandangan eunyuk.

**********

Minho mencoba mengalihkan pikirannya dari Nada, entah kenapa semenjak Nada pergi ke KARA pikirannya merasa tidak enak, dadanya tidak berhenti berdebar, rasa-rasanya ada yang salah dengan kepergian Nada.

Ia mengajak Taemin bertanding Winning Eleven dengan nya, Namun rupanya Winning Eleven pun tak bisa mengalihkan perhatiannya dari yeoja yang sangat disayanginya itu.

“ Hyung!! yang serius dong mainnya!!! sudah tiga kali kamu kalah tanpa perlawanan, ga seru kaann..” gerutu Taemin kesal.

minho akhirnya menyerah, ia melemparkan stick PS nya dan berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum.

“ PRRAANNGG…” tiba-tiba gelas yang dipegangnya terjatuh dan pecah.

“ Oppa, mengapa kau memecahkan gelas ungu itu?? itu kan gelas kesayangan Nada..” kata Yui seraya menghampiri Minho yang kini terdiam menatap pecahan gelas tersebut.

“ Haah..? ngg, aku tidak tau, tiba-tiba saja gelasnya terlepas dari tangan ku..” kata Minho sambil memungut pecahan gelas tersebut dan membuangnya ketempat sampah.

Ia duduk dimeja makan dan merenung..

***********

Onew mencoba menghubungi hp Nada berkali-kali namun tidak ada jawaban. hatinya mulai tidak tenang, satu jam lalu Ia mengirimkan sms ke Nada, Namun nada tidak membalasnya kemudian Ia mencoba menelpon KARA namun manager kyuhyun bilang Nada belum tiba di sana. entah sudah keberapa kalinya Onew mencoba menghubungi Nada selalu tidak diangkat.

“ Nada… Angkat Teleponnnya.. kamu dimana..” Kata onew pelan.

beberapa menit kemudian, akhirnya Onew memutuskan untuk menyusul Nada ke KARA.

Ketika Ia membuka pintu kamarnya dilihatnya Minho sedang tergesa-gesa memakai jaket dan helm lalu berlari ke arah motor balapnya dan dalam hitungan detik sudah melaju kencang dengan kecepatan tinggi.

Onew menghela napas.

“ tampaknya Minho bergerak lebih cepat dari pada aku..” desah onew pelan.

Ia berjalan ke arah meja makan dan menarik kursi untuk ia duduki.

“ Apa ini?? HP minho?? dia lupa membawa HP nya??” desah Onew pelan.

rasa penasaran merasuki dirinya. Ia mulai mengutak atik HP minho alangkah terkejutnya ketika Ia membaca pesan MMS dari nomor yang tak dikenal.

Isi MMS itu adalah 3 buah foto Nada dalam keadaan terikat, hampir sama kondisinya seperti pada waktu Jessica menculik Nada beberapa bulan yang lalu.

“ Jl. XXX no16.”

hanya itu saja keterangan yang ada.

“ Yaa Tuhan.. pantas tadi Minho berjalan terburu-buru. apa ini ulah Jessica lagi?? siaaalll!!! Nada dalam bahaya..!!!”

Onew segera berlari mengambil kunci mobilnya di kamar dan memakai hoodie nya dengan terburu-buru.

“ JJONG!!! JONGHYUN..!!!!!!!” Ia berteriak memanggil Jonghyun yang tengah bermain PS dengan Key.

“ ada apa sih teriak-teriak??” sahut Jonghyun ketus.

“ Dengar.. Jika sampai satu jam aku, minho, maupun Nada tidak kembali, kau lacak hp ku dan hp minho lewat GPS, kemudian panggil polisi, arasso!!” Jinki segera berlari menuju mobilnya.

“ Hey..!! apa yang terjadi? ada apa dengan kalian bertiga?? jangan macam-macam.. kasihan Nada.. dengar se..” belum selesai Jonghyun berbicara, Onew segera memotongnya.

“ tak ada waktu lagi!! aku harus pergi.. INGAT PESANKU!!”

********************

Nada terbangun dari tidurnya, tengkuknya terasa sakit. Ia mencoba menggerakkan tangan nya, Namun tangan nya terikat kuat di belakang.

“ Sudah bangun kau sweety..” tanya Eunyuk sambil berjalan mendekat kearah Nada.

“ Siapa kamu?? Lepaskan aku…” pinta Nada sambil menatap namja itu.

“ aku ga akan melepaskan mu sebelum aku mendapatkan apa yang ku ingin kan sweety..” eunyuk mengeluarkan sebilah pisau dari kantong celananya.

Nada menahan napasnya, jantung nya berdetak cepat ketika namja itu mengelus pipi Nada dengan ujung pisaunya.

“ kamu mau apa..” bisiknya lemah, ia menyadari kini air matanya sudah menetes.

“ aku mau kamu.. sweety..”

***********

Minho mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, hampir 2 kali ia hampir menabrak pejalan kaki yang sedang menyeberang jalan, karena ia melewati lampu merah. Namun Ia benar-benar tidak perduli, kini hanya Nada yang ada dikepalanya.

“ Nada.. kumohon bertahanlah..” desisnya pelan sambil terus menambah laju motornya.

***********

“ ada apa dengan onew oppa??” tanya yui khawatir.

“ Entahlah, mungkin Ia ingin menyusul Minho yang ingin menjemput Nada dari KARA.” kata Jonghyun santai.

“ mengapa oppa bisa sesantai itu sih ngomongnya?? bagaimana jika mereka bertengkar lagi seperti kemarin?? Nada kan sedang sakit oppa..” kata yui setengah merajuk kepada jonghyun.
” Yui benar hyung, Nada sedang sakit.. jika onew dan jonghyun berkelahi lagi Nada pasti akan makin sakit. sebaiknya kita susul mereka” kata Key sambil meletakkan stick PS nya.

“ Yaaa!!! kalian ini..!! biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri!! jika mereka ingin berkelahi atau saling membunuh, biarkan saja!! mereka bertiga tidak akan pernah dewasa, jika kita selalu mencampuri urusan mereka!!” bentak Jonghyun kesal.

“ Tapi oppa…”

“ Yui dengarkan aku!! percaya padaku, mereka pasti bisa menyelesaikan masalah mereka.. kita tunggu saja mereka disini.. aku janji, jika dalam waktu satu jam mereka belum kembali, kita akan cari mereka..” jonghyun menggenggam tangan yui erat, berusaha menenangkan gadis itu.

**************

“ Tiiinn.. Tiiiinnn……!!!!”

Onew meneka klakson berkali-kali pada mobil yang ada didepannya.

“ Tiiinnn… Tiiiinnnn…. Tiiiiinnnnn!!!!!!!”

mobil yang ada di depannya berhenti mendadak, sehingga menimbulkan kemacetan di sepanjang jalan.

“ aaaaiiissshhhh… cepat jalan.. mengapa berhenti ditengah-tengah siiiiii…” umpat onew kesal.

“ Tiiinnn… Tiiinn…Tiiinnnnn!!!!” onew terus menekan-nekan klakson mobilnya frustasi.

karena tidak sabar, onew segera keluar dari mobilnya menghampiri mobil yang ada di depannya.

Ia melihat sekilas dari kaca mobil, ternyata sepasang kekasih yang sedang bertengkar.

“ YAAA!!! MOBIL KALIAN MENGHALANGI JALAN!!!! PINGGIRKAN SEKARANG ATAU KUPECAHKAN KACA MOBIL KALIAN DENGAN BATU!!!”  teriak onew kesal, ia menggebrak kap depan mobil tersebut.

**************

“ Kumohon lepaskan aku..” isak Nada pelan, dirinya sangat ketakutan ketika namja didepannya terus bermain dengan pisaunya.

“ tak usah takut, sweety.. aku ga akan menyakitimu dengan pisau ini..” kata eunyuk santai.

“ tolong.. aku ga kenal siapa kamu.. tolong lepaskan aku..”

“ ga semudah itu..” lanjut eunyuk, kini matanya menatap Nada serius.

“ Kau tau sweety, kau sangat cantik jika sedang menangis…” desah eunyuk perlahan.

Nada menundukkan kepalanya menghindari wajah eunyuk yang kini sangat dekat dengan wajahnya.

“ kumohon.. jangan..” bisik nada gemetar.

“ Tolong aku.. tolong aku.. kumohon.. siapapun tolong aku.. siapapun tolong aku.. kumohon!!!”

“BRAAAAAKKK”

Tiba-tiba pintu menjeblak terbuka seorang namja berlari menghampiri eunyuk. Dengan cepat Ia menarik kerah baju eunyuk dan mendorongnya ke sudut ruangan.

“ DAMN!!! APA YANG KAU LAKUKAN!! SUDAH KUBILANG JANGAN MACAM-MACAM DENGAN YEOJA ITU!!”.

“ Mianhae, donghae hyung.. aku.. aku hanya bermain-main sebentar dengannya, aku tidak serius..” eunyuk berkelit.

“ TERSERAH APA KATAMU!! MANA WOOKIE!!” donghae bertanya masih dengan nada emosi.

Sementara itu, ryowook yang mendengar ada keributan segera berlari menuju ruangan.

“ hhhh..hhh… aku disini hyung, tadi aku habis ke toilet sebentar!! Yeoja ini kau apakan hyung?? Mengapa dia menangis??” tanya ryowook terengah-engah.

“ tanyakan saja pada monyet sialan itu!! “ jawab donghae ketus sambil menunjuk eunyuk.

Eunyuk hanya terdiam tanpa berani membantah, sementara itu ryowook tidak bertanya apapun lagi. Ia sadar jika kedua hyungnya sama-sama gampang tersulut emosi, maka rencana mereka untuk balas dendam bisa gagal.

“ dengar, tamu yang kita tunggu sudah datang.. ryowook, lepaskan ikatan pada yeoja itu dan bawa yeoja itu ke depan, eunyuk buang pisau itu, kita tidak akan membunuh orang!! Ikut aku kedepan.. PALI!! Semuanya bergerak cepat” gertak donghae cepat kemudian ia langsung keluar ruangan disusul dengan eunyuk. Tanpa ada menyadari, eunyuk tidak membuang pisau lipatnya, ia memasukkan kembali ke kantung celananya.

“ Bastard!! Hanya sampai disini kau bertingkah sebagai pemimpin Lee Donghae!!” umpat eunyuk dalam hati.

Sementara itu, ryowook pelan-pelan membuka ikatan yang ada ditangan Nada.

Terlihat guratan-guratan merah disekeliling tangan Nada.

“ lepaskan aku..” bisik Nada pelan, ia masih bisa merasakan tangannya sedikit bergetar karena ketakutan.

“ sorry aku ga bisa, tapi aku janji setelah ini selesai kau bisa pulang..” jawab ryowook tenang.

“ kalian mau apa?? Aku tidak mengenal kalian..”

“ nanti kau juga tahu.. sekarang mana kedua tanganmu?? Aku harus mengikatnya lagi biar kau ga kemana-mana..” ryowook berkata tegas, sambil mengikat kembali tangan Nada, Namun ikatannya tidak sekencang tadi.

“ kita susul kedua hyungku sekarang, pali..” ryowook menarik tangan Nada dan berjalan cepat keluar ruangan menuju ruangan lain.

Alangkah terkejutnya Nada melihat namja yang ada diruangan tersebut.

“ Minho Oppa??” kata nada hampir tanpa suara.

“ NADA!!! ” Minho berteriak keras, tangannya mengepal kencang, ia menatap ketiga namja didepannya satu persatu.

“ AKU TIDAK MENGENAL KALIAN?? MENGAPA KALIAN MENCULIK NADA DAN MENYURUHKU DATANG KEMARI?? APA MAKSUD KALIAN??”

“ kau tidak mengenalku?? Tidak ingat apa yang dulu pernah kau lakukan terhadapku?? Baiklah jika kau mau, kita coba kembali mengingatnya..” donghae berkata pelan sambil melangkah menghampiri Minho, pemukul baseball logam mengayun ditangannya.

Sementara eunyuk dan ryowook berdiri mengapit Nada.

Donghae mengayunkan pemukul baseball itu tepat kearah kepala Minho, namun dengan sigap minho menghindar, saat  ada kesempatan Minho menyerang bagian perut donghae dengan kakinya, mengakibatkan donghae terpental 3 meter ke belakang.

“ YAA!! Berani-beraninya kau!!!” eunyuk  berteriak, segera ia mengeluarkan pisau disaku celananya dan mengarahkan keleher Nada.

Minho berdiri membeku, melihat apa yang dilakukan namja itu terhadap Nada. Ia sadar ia tak punya pilihan, selain tidak melawan apa yang dilakukan namja didepannya. Kemungkinan besar, jika ia terus melawan maka Nadalah yang akan menjadi sasaran mereka.

“ ternyata kau tidak bodoh..!!” donghae berdiri dan segera berjalan kembali kearah Minho, dan mengayunkan pemukul baseball ke arah perutnya.

“ BUKKK!!!” Minho terjatuh berlutut, Namun Ia tidak melakukan apapun untuk membalasnya.

“ Andwae.. berhenti.. jebal..” Nada terisak memohon kepada namja yang berada disebelahnya.

“ BUKKK!!!” kali ini Donghae menghantam punggung Minho keras, membuat Minho kembali terjatuh.

“  MASIH TIDAK INGAT APA YANG PERNAH KAU LAKUKAN KEPADAKU!!!”

“ BUUUKK” Donghae menghantam punggung Minho bertubi-tubi.

“ ANDWEEEE!!!!! ANDWAEEEEE!!!! TOLONG BERHENTII!!! KUMOHON!!! MINHO OPPA..CEPAT PERGI DARI SINIII” Nada berteriak histeris ketika melihat Minho  mengeluarkan darah dari hidung dan mulutnya.

Nada terus berontak, namun ryowook makin mempererat cengkeraman di lengan nya.

“ MASIH TIDAK INGAT??” kali ini Donghae menghantamkan pemukul baseball tepat dikepala minho.

“ HENTIKAAAAANNN.. KUMOHON HENTIKAN… KUMOHOON.. KAU BISA MEMBUNUHNYAAAA…” Nada kembali berteriak.

Darah mengucur dari kepala Minho, terlihat Minho masih berusaha berdiri, Namun akhirnya Ia terjatuh lagi.

“ hentikkaaaaaan.. minho oppaaa.. cepat pergi..  jebaal..” kaki Nada tidak kuat berdiri, Ia jatuh berlutut, bibirnya terus memanggil nama namja yang kini tergeletak tidak berdaya dihadapannya.

Eunyuk berlari menghampiri  Donghae, Ia mengambil pemukul baseball yang berada di tangan donghae, dan mengambil ancang-ancang untuk kembali memukul kepala Minho.

“  tolong hentikaaan.. Minho oppa sudah tidak bergerak.. kumohon.. jangan menyiksanya lagiii.. jebal..” bisik Nada terisak.

“ hyung!! Sini kuajari bagaimana caranya.. buat dia lumpuh seumur hidup.. kupastikan Ia menyesal telah cari masalah dengan kita..” eunyuk tersenyum licik dan mulai mengayunkan pemukul basebal logam itu ke arah kepala Minho.

Mata Nada memandang nanar pemandangan didepannya.

“ AANNDDWAEEEEEEEEEE!!!!!!!!!”

***************************

“Oppaaa.. perasaanku tidak enak niiih.. kita susul mereka yaaa…” yui merengek kepada Jonghyun yang sedang menikmati ramen buatan key disebelahnya.

“ perasaanku juga tidak enak, entah mengapa dadaku dari tadi berdebar kencang,, “ sambung key.

“ Yui, Key Hyung, Jjong Hyung!! Aku baru saja menelpon manager kyu, katanya Nada hari ini tidak datang ke KARA!!” tiba-tiba Taemin berteriak keluar dari kamarnya.

Jonghyun terdiam sebentar, kemudian Ia merogoh kantungnya untuk mengambil handphonenya.

“ Apa yang kau lakukan hyung?? “ tanya Key pelan.

“ aku mencoba melacak posisi handphone mereka bertiga lewat GPS..” gumam Jonghyun, matanya masih serius menatap layar Handphonenya.

“ Ketemu.. “

“ Kita kesana sekarang..”

**************************

“ ANDWAAAAAEEEEEEEEEEEE….” Nada berteriak histeris, matanya terpejam, tak sanggup melihat  hal yang sedang berlangsung dihadapannya.

“ BUUUUUUKKKK!!!!” terdengar suara pemukul baseball menghantam sesuatu.

“ DONGHAE HYUNG!!!!! YAAA!!! BASTARD!!! WHAT THE HELL…”

“ BUUUUUUUKKK!!!!!!!” terdengar lagi bunyi satu pukulan.

Nada memberanikan diri untuk membuka matanya.

“ ONEW OPPA???” isak Nada pelan, Ia berusaha berdiri dan menghampiri Onew, Namun lagi-lagi Ryowook mencengkeram lengannya erat.

Onew terlihat memegang pemukul baseball dan mengayunkannya kearah Eunyuk dengan keras. Wajah Onew terlihat sangat marah, dan nafasnya terengah-engah

“ BUUUKKKKK!!!”

Eunyuk terjatuh seketika, sementara Donghae berusaha untuk berdiri dan menyerang Onew dari belakang.

“ Aarrgghhh…” Pukulan Donghae telak mengenai kepala bagian belakang Onew, dan onew pun hampir terjatuh, Ia mencoba untuk berkelit dari pukulan kedua Donghae.

“ BUUUKKKK!!!!” tendangan Onew tepat sasaran di perut Donghae, begitu kerasnya hingga Donghae mengeluarkan darah.

“ APAYANG KAU LAKUKAN PADA TEMAN-TEMANKU!!! BRENGSEK!!!” Onew berteriak kencang tepat dimuka Donghae. Ia mendaratkan satu pukulan lagi tepat di wajah Donghae.

“ BERDIRI KAU!!!”

Onew menarik kerah baju donghae, dan kini meninju perutnya dengan keras.

“ hentikan..” bisik Donghae hampir menyerah.

Sementara itu eunyuk mencoba bangun perlahan-lahan, Ia mengeluarkan pisaunya dari dalam kantung celananya, dan berlari kearah Onew yang saat itu perhatiannya teralih ke Donghae.

“ RASAKAN INI BASTARD” teriak Eunyuk menghunuskan pisau itu kearah perut Onew.

Nada berteriak kencang, tanpa berpikir panjang Ia segera berlari ke arah Eunyuk , beruntung saat itu ryowook lengah sehingga Nada dengan mudah melepaskan diri dari cengkeraman ryowook.

“ ONEW OPPAAAAA!!!!!! AWASSSSS!!!!!!!”

Namun terlambat..

darah pekat menetes deras..

*********************

Onew POV :

“ ONEW OPPAAAAA!!!!!! AWASSSSS!!!!!!!”

saat aku menghajar namja yang sudah kepayahan di hadapanku ini, Aku mendengar jeritan Nada,. segera aku berbalik kebelakang, kulihat namja yang satu lagi berlari kearahku dengan pisau ditangannya.

Sial!!!

Tak ada waktu untuk menghindar, dia sudah berada tepat di depanku.

“ eeenngggghhhh…”

Kulihat Nada berlari kearahku tepat saat namja itu menghunuskan pisaunya ke arahku, namun Nada lebih cepat, ia melindungiku dengan tubuhnya dan pisau itu tertancap di perutnya.

Ya Tuhan!! Tolong katakan ini tidak benar terjadi!! Andwae!! Andwae!!

“ NADA!!! ANDWAEEEEEEE!!!!.” aku menangkap tubuh Nada yang perlahan mulai ambruk.

“ Nadaa.. Andwaee.. ya tuhaan..nada, mengapa kau lakukan ini..” aku tak bisa menahan tangisku, berusaha pelan-pelan mencabut pisau yang tertancap dalam diperutnya.

“ sakit oppa..” bisiknya pelan air matanya menetes jatuh, kini kurasakan napasnya mulai tidak teratur.

“ Nada… Yaa Tuhaann.. bertahanlah..” aku terisak memeluknya.

Setelah pisau itu berhasil ku cabut segera kuletakkan tanganku diatas perutnya untuk menghalangi keluarnya lebih banyak darah.

“ TOLOOONGGGG!!! SIAPA PUN  TOLONG AKUUU!!! PANGGIL AMBULANS!!!!!” aku berteriak-teriak kepada tiga namja yang hanya berdiri membeku melihat keadaan Nada.

“Yaa Tuhaan.. Tolong aku.. tolongg.. siapa pun tolong aku…” aku terus menangis sambil memeluknya.  Darahnya mengalir banyak sekali membasahi bagian depan bajuku. Namun aku sama sekali tak perduli, ya tuhaan.. tolong selamatkan diaaa..

Badan Nada mulai bergetar, matanya sedikit-sedikit mulai menutup.

“ Nada.. bangun!! Jangan!!! Jangan tidurr!! Kumohon.. tetap lah sadar.. Nada jebaaalll…” aku mengguncangkan pelan tubuhnya, mencoba membuat Nada tetap sadar.

“ Nada… Nada… tolong.. jangan tinggalkan aku… bertahanlah…” aku tak kuasa melihat wajahnya yang semakin lama semakin pucat.

“ oppa..” bisiknya lemah.

Matanya dengan lembut menatap mataku.

“saranghae oppa..”

Kemudian matanya tertutup.

“ Andwaeeee!!! Andwaeee Nadaaa!!! Bangun!! Bangun!! Nada…. kumohon.. bangun.. bangun… jangan tinggalkan aku.. ya tuhaaann.. tolong jangan ambil dia tuhaaan… Nadaaa.. bangun.. kumohon buka matamu.. jebal… jebal.. jebal….”

**********************

Kim Kibum, Kim Jonghyun, Shim Yui, dan Lee Taemin berlari-lari disepanjang lorong rumah sakit menuju Unit Gawat Darurat. Setibanya disana mereka melihat onew yang menangis sambil menundukkan kepala. Jonghyun menghampiri Onew, Ia duduk disampingnya.

“ Onew, aku sudah dengar semua keterangan dari inspektur siwon..  bagaimana keadaan Nada dan Minho??” kata jonghyun pelan sambil menepuk lembut pundak onew.

Onew menggelengkan kepalanya lemah, saat Ia mengangkat kepalanya, terlihat wajah dan matanya sangat merah.

“ aku yang salah.. harusnya aku lebih cepat datang kesana.. gara-gara aku, minho dan nada.. semuanya salahku.. semuanya salahku.. ya tuhaan.. semuanya salahku…” kembali onew menunduk dan terisak.

“ hyung, jangan menyalahkan dirimu..  “ kata kibum pelan.

Tiba-tiba seorang perawat keluar dari ruangan UGD dengan raut wajah yang letih, segera mereka berlima menghampiri perawat tersebut.

“ BAGAIMANA KEADAAN NADA DAN MINHO??” teriak mereka berlima hampir berbarengan.

Perawat itu menghela napasnya dalam-dalam, sebelum akhirnya Ia berbicara.

“ namja yang mendapat pukulan dikepalanya koma, ia mengalami pendarahan yang serius dikepalanya, kita menunggu persetujuan pihak keluarganya untuk melakukan operasi. Sedangkan yeoja yang mendapatkan luka tusukan itu,,,, hhhh… dokter tidak dapat berbuat banyak, tusukan itu berakibat fatal padanya, selain mengenai organ vitalnya, Ia mengeluarkan sangat banyak darah dan tubuhnya menolak darah yang masuk lewat transfusi.. kalian banyak-banyak lah berdoa.. permisi..”

Yui tidak dapat menahan tangisnya, Ia masih belum bisa menerima kedua temannya dalam keadaan yang begitu kritis saat ini. Jonghyun segera memeluk yui dan mengusap kepalanya.

“ tenanglah.. percaya padaku.. Nada dan Minho pasti akan selamat.. uljimaa yui.. uljimaa..” bisik jonghyun pelan, ia mendekap yui lebih erat.

Sementara itu onew langsung limbung, matanya terasa berkunang-kunang dan pandangannya pun berputar, beruntung Kibum dengan sigap menahan onew agar onew tidak terjatuh, dan memapahnya duduk disebelah jonghyun dan yui.

“ onew hyung!! Kau kenapa!!” seru Taemin, namun onew hanya menggeleng  lemah bagaikan kehilangan nyawa, onew hanya terdiam duduk dan menunduk menghindari tatapan keempat  temannya.

Hampir dua jam berlalu, Kibum, Jonghyun, Yui, Taemin dan onew masih terdiam menunggu, tak ada satu pun yang berbicara, kepala mereka dipenuhi pikiran masing-masing.

Tiba-tiba terjadi sedikit keributan diruang UGD tempat Nada dirawat, beberapa dokter dan perawat keluar masuk dengan wajah pucat, beberapa diantara mereka berteriak saat memberi perintah.

“ apa yang terjadi oppaa..” bisik yui, air matanya kembali turun.

“ molla.. kita doakan saja yang terbaik buat mereka..” bisik jonghyun pelan, menggengam tangan yui.

********************

( when I get on my knees, and cry before the world..

whwn I stop my tracks inside the storm..

if you alone standing..

I can suppress whatever pain and tears..

all I want is you.. Only one is you.. in my life..)

ONEW POV :

“ Ya tuhaaan…

ku mohon.. ku mohon padamu tuhan.. tolong jangan ambil dia dariku tuhan.. ambilah nyawaku sebagai gantinya..aku membutuhkannya.. aku benar-benar membutuhkannya.. hidupku berubah saat aku mengenalnya, sikapnya yang dingin membuatku benar-benar jatuh mencintainya. Nada adalah satu-satunya yeoja yang membuat hidupku sempurna, membuatku tahu apa itu cinta dan pengorbanan.. kumohon.. jangan ambil dia tuhaan.. kumohon.. jebal.. dia cinta pertamaku.. dan satu-satunya orang yang kucintai hingga akhir hidupku.. ku mohon.. tolong jangan ambil dia.. jangan ambil diaa..”

YUI POV :

“Ya Tuhan..

Nada adalah sahabat terbaikku, satu-satunya sahabatku yang tidak pernah mempermasalahkan perubahan diriku. satu-satunya sahabat yang rela berbagi makanan padaku, padahal saat itu dia kelaparan, satu-satunya sahabat yang menyelimuti diriku dengan selimutnya, padahal aku tau dia menggigil lebih hebat dari padaku.. tuhan.. kumohon biarkan dia tetap hidup.. aku menyayangi dia seperti aku menyayangi saudaraku sendiri tuhaan.. tolong, jangan ambil diaa.. dia sahabatku satu-satunya.. tolong jangan ambil dia tuhaaan…”

TAEMIN POV :

“ Yaa Tuhaan..

Ku mohon dengarkan doa ku.. jangan biarkan Nada pergi saat ini, Tuhaan.. tolong selamatkan dia, buat dia bertahan.. dia gadis yang baik.. satu-satunya orang yang menyadarkanku bahwa aku masih mencintai umma dan appaku.. satu-satunya yeoja yang tidak mengejekku saat aku menangis, satu-satunya orang yang menolongku saat aku kesusahan di KARA.. Tuhan.. Nada gadis yang baik.. hatinya bersih.. tolong tuhan.. kumohon.. jangan ambil dia sekarang tuhan.. jebal.. jebal.. jebal.. jangan ambil diaa..”

KIBUM POV :

“ Yaa tuhan..

jangan ambil Nada tuhan.. aku memohon padamu.. biarkan dia hidup lebih lama lagi.. ku mohon tuhaan.. dia satu-satunya yeoja yang menyadariku akan arti sebuah komitment.. saat aku belum mengenalnya, aku banyak menyakiti hati wanita.. namun kini aku tahu, bahwa semua yang kulakukan salah.. ya tuhaaan… jebal.. selamatkan dia tuhaan.. sembuhkan lah dia.. jangan ambil dia sekarang…”

JONGHYUN POV:

“ Yaa Tuhaan.. kita semua membutuhkannya.. tolong jangan ambil dia.. dia gadis yang baik.. jangan ambil dia tuhan…”

********************

NADA POV:

Dimana aku..?

Mengapa semuanya terasa gelap dan dingin..??

Aku tak bisa melihat apa-apa, disini sama sekali tak ada cahaya…

Aku harus bagaimana..?? aku takut sendirian..

kurasakan air mataku mulai jatuh, ya tuhaan.. ini dimana?? aku takut sendiri.. disini gelap dan dingin..

siapa pun tolong aku..

“ Nada…”

Aku mendengar suara yang sangat lembut memanggilku, dan tiba-tiba dikejauhan ada setitik cahaya.

“ Nada…”

Suara itu memanggilku lagi.

Suaranya begitu lembut menenangkan. suara siapa kah itu?? Umma?? Appa?? Onew Oppa?? aku tidak bisa memastikannya.. kuputuskan untuk berjalan mengikuti arah sumber cahaya.

“ Nada.. kemarilah..”

aku makin mempercepat langkahku..  setitik cahaya itu semakin lama semakin jelas.. makin terang menyilaukan, ada seseorang yang berdiri disana menungguku.. tapi siapa?? aku masih belum bisa melihat jelas..

“ Nada.. “

sedikit lagi aku sampai.. kupercepat langkahku..

ini sedikit membingungkan, bahwa aku sama sekali tidak merasa letih, padahal aku sudah berlari cukup lama.

sedikit lagi.. tinggal beberapa langkah lagi..

“ Nada..”

Aku menghentikan langkahku ketika aku dapat melihat jelas siapa yang ada dihadapanku.

“ Changmin Oppa??” bisik ku pelan.

Kulihat Changmin oppa berdiri, mengulurkan tangannya kepadaku.. wajahnya terang bersinar dengan setelan putih-putih.. aku langsung merasakan kedamaian saat melihatnya.

“Nada.. kemarilah.. ikutlah bersamaku..” dia berkata lembut. kedua tangan nya terbuka, seakan ingin memelukku.

Namun kakiku tak bisa melangkah, seketika aku merasakan tubuhku dingin, kaki dan tangan ku membeku..

“ Changmin oppa.. aku.. apakah aku sudah.. meninggal..??” bisikku pelan, tangisku kembali terdengar.

Changmin oppa hanya tersenyum memandangku.. apa artinya ini aku benar-benar telah mati??

“ Oppa.. jawab aku..” kataku terisak.

“ Nada.. uljimaa.. kemarilah.. maafkan aku, karena aku meninggalkan mu lebih dulu.. mianhae.. aku berjanji, mulai saat ini.. tak kan ada yang menyakitimu lagi.. aku akan terus bersamamu.. segala penderitaan mu sudah berakhir, Nada.. kita akan terus bersama selamanya disini.. kemarilah jagia..” kulihat changmin oppa semakin melebarkan rentangan tangan nya.

berarti benar..

aku telah mati..

aku berjalan perlahan kearah changmin oppa..

jauh didalam hatiku.. sebenarnya bukan ini yang kuinginkan.. mengapa aku harus pergi disaat aku belum menyampaikan perasaan ku pada orang yang kucintai.. aku pun belum berpamitan kepada sahabat-sahabatku.. bahkan pada ummaku.. mengapa aku harus pergi secepat ini..??

beberapa langkah lagi aku sampai di tempat changmin oppa..

“ NADA…”

aku menghentikan langkahku,saat ku dengar ada suara lain yang memanggil namaku.

“ Nada.. please don’t go.. jebal..”

perlahan aku membalikkan tubuhku untuk melihat siapa yang memanggilku.

“ Onew oppa..?” bisikku pelan.

“ I need you.. please stay..” Onew oppa meneteskan air matanya.

Eotteoke?? aku harus bagaimana??

“ Nada.. kemarilah.. ikutlah dengan ku, kau akan bahagia disini..” Kata changmin oppa lembut.

“ Nada..” aku berbalik lagi, kini Yui sudah ada disamping onew oppa mengulurkan tangannya kepadaku.

“ Nada, sahabatku.. jangan pergi..” Yui terisak mengatakannya.

aku pun ikut menangis.

sungguh aku tak ingin pergi..

“ Nada.. jangan pergi.. kami semua membutuhkanmu..”

Satu persatu Kim Kibum, Lee Taemin, dan Kim Jonghyun datang, mereka semua mengulurkan tangan nya kearahku..

“ Nada.. tetaplah tinggal..”

“ Jangan pergi..”

“ jebal..”

aku menangis terisak, aku tak tahu mana yang harus kupilih.

“ Changmin oppa.. mianhae..” aku berbisik pelan pada changmin oppa yang kini berdiri didepanku.

Dia terdiam sejenak kemudian tersenyum..

“ Nada.. uljima.. pergilah..”

“ Mianhae oppaa..”

“ Gwenchana.. pergilah..” katanya lembut, kemudian berbalik dan melangkah pergi.. menghilang dari pandanganku..

“ Nada.. kemarilah.. “ kudengar suara Onew oppa memanggilku lagi.

aku berlari sekuat tenaga kearah sahabat-sahabatku.. langkahku terasa sangat ringan, lebih ringan dari sebelumnya.

tiga langkah.. dua langkah.. selangkah lagi..

aku membuka kedua mataku..

kudengar hiruk pikuk orang bersorak, aku mengerjapkan mataku beberapa kali, cahaya lampu sungguh menyilaukan mataku.

“ Nada.. welcome back..” bisik suara lembut ditelingaku, perlahan aku menengok kesamping, aduuhh.. mengapa perutku terasa sakit sekali??

“ Onew oppa??” aku berkata tanpa mengeluarkan suara.

“ hey..jangan terlalu banyak bergerak.. jahitanmu belum kering benar.. bagaimana perasaanmu, Nada.. kau  tau?? tadi jantungmu sempat berhenti beberapa saat, dokter sudah angkat tangan menanganimu.. kukira kau akan pergi.. aku benar-benar takut jika kau tak kembali.. Nada.. ak”

“ Yaaa!!! kau tidak melihat Nada baru bangun?? mengapa kau merocos terus Onew hyung.. lihat, dia kebingungan,,” kali ini kudengar suara Kibum.

Kibum menghampiriku, disusul Yui yang masih berpelukan dengan jonghyun, dan taemin. semuanya berkumpul disamping tempat tidurku

“ Nada.. selamat datang kembali..” yui berkata pelan, matanya memerah dan bengkak, apakah dia habis menangis?? namun wajahnya terlihat berseri-seri, tangan nya menggenggam erat tangan jonghyun oppa.. kurasa memang benar ada sesuatu diantara mereka.

“ Nada kau ini!! aiisshh.. kau hampir membuat semua orang jadi gila!! kau tahu.. apalagi Onew, dia terus menangis meraung-raung menyebut namamu.. memukul dinding, menjambak rambutnya,berlutut dilantai, dan terus menyalahkan dirinya sendiri saat dokter menyatakan kau sudah tak tertolong lagi..” jonghyun oppa berbicara penuh semangat membuatku ingin tertawa.. namun lagi-lagi perutku terasa sangat sakit..

“ Yaa!! jangan berlebihan jjong!! aku tidak seperti itu!!” Onew Oppa membantah.

“ Haaa!! yang ku katakan semua benar!! kalau kau tidak percaya, mereka saksinya..” tukas jonghyun oppa nyaring, Onew oppa hanya menunduk, mukanya tiba-tiba memerah..

“ Nada.. kau tahu.. tadi itu saat-saat yang paling menegangkan seumur hidupku.. ya tuhaan.. aku sungguh sangat senang kau kembali..” kini taemin berkata pelan.. aku hanya bisa tersenyum.

“ ngomong sesuatu dong Nada!! masa kamu speechless gitu siih.. kita udah ngomong panjang lebar nih..” seru Kibum.

“ Yaaa!!! jangan memaksanya.. dia kan baru bangun..” Onew berkata pelan pada Kibum.

aku menghela nafas pelan, sebenarnya banyak yang ingin kusampaikan pada mereka.. namun aku tidak tahu kata-kata apa yang bisa mengungkapkan saat ini.

“ mmm.. aku senang.. mmm bisa bertemu dengan kalian lagi.. mmm.. aku.. mungkin terdengar sangat aneh.. aku merasa habis berpergian lama, jauh sekali.. aku.. sungguh-sungguh merindukan kalian..” aku berkata sedikit tersendat-sendat.

“ Ciieee… sebenarnya yang kamu rindukan itu siapa Nada?? kami atau hanya Onew hyung??” ledek Taemin, membuat aku merasakan wajahku sedikit panas.

tiba-tiba aku merasakan sebuah tangan hangat menggenggam tangan ku erat..

“ Seperti nya mereka berdua tidak mau diganggu.. lihat.. diam-diam Onew sudah mencuri-curi kesempatan menggenggam tangan Nada..” kata Jonghyun oppa bersemangat.

“ Alaaaah.. kau sama sepertinya hyung!! bukankah kau juga mencuri-curi kesempatan menggenggam tangan yui!!!” kibum oppa berkata tepat sasaran membuat jonghyun oppa tak bisa berkelit.

“ Haa Haa Haa..”

“ mmmhh.. ngomong-ngomong.. minho oppa mana?? kok ga kelihatan..?” aku bertanya pelan kepada Onew oppa.

mereka semua langsung terdiam.

“ Nada.. Minho koma, sampai sekarang belum sadar.. ada pendarahan serius diotaknya..”

************

TBC

Wiga

This post/FF has written by Wiga, and has claim by Wiga signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

OBSESSION – PART 2

OBSESSION

PART 2

Author: Wiga

Cast    : Lee Jinki, Kim Kibum, Kim Jonghyun, Lee Taemin, Choi Minho, Shim Yui, Park Nada

Genre  : Sekuel, Friendship, Romance, Mistery, Angst

Rating : NC 17

seoul high school 05.00 pagi..

“ clik.. clik.. clik..”

aku berusaha sekuat tenaga membuka pintu ini dengan kawat kecil di tangan ku. aiisshh, rasanya begitu sulit, namun ini tetap harus aku lakukan.

“ clik.. clik.. clik”

ku putar beberapa kali kearah kanan dan kiri, namun kawat yang kupegang kini macet.

aku paksa putar ke kiri dua kali dan.. Klik!!

pintu nya terbuka.

perlahan aku masuk dan menutup pintunya, kunyalakan sakelar lampu dan seketika ruangan yang gelap menjadi terang benderang.

kuarahkan pandanganku ke sekeliling ruangan ini.

ditengah ruangan, ada sebuah meja besar dengan 8 kursi yang mengelilinginya, kemudian 1 buah rak buku besar dengan susunan buku yang rapi dan teratur di pojok kiri ruangan, lemari besar di pojok kanan. schedule harian yang ditempel manis pada karton berwarna-warni tergantung di dinding, dispenser kecil di sudut, dua buah komputer beserta printernya, dan satu tempat sampah mungil di belakang pintu.

Ruangan ini sangat tertata dengan baik dan juga bersih, pantas saja Nada ku sering menghabiskan waktunya disini.

jam dinding sudah menunjukkan pukul 05.10. aku tidak boleh membuang-buang waktu ku. ku keluarkan kamera video mini dari tasku. ku pasang tombol on dan ku letakkan diatas lemari. Appa ku pernah bilang, video recorder ini bisa merekam gambar dan suara dengan kualitas yang bagus selama lebih dari 30 jam.

“ hhh.. hhh…hhh..”

selesai sudah…

**************

Hari ini Nada memaksakan diri untuk tetap masuk sekolah walaupun kondisinya masih sangat lemah. Perutnya masih terasa sangat sakit jika Ia bergerak. terkadang ia meringis pelan ketika seseorang menyenggolnya.

Nada berjalan tertatih-tatih menuju locker, untuk mengambil laptop dan bekal makan siangnya. hari ini Ia berencana menghabiskan waktu istirahat di ruang club jurnalisnya ketimbang berdesak-desakkan di kantin.

saat Nada membuka pintu locker,Ia terkejut saat menemukan surat yang tergeletak di dalamnya. perlahan Ia mengambil surat itu dan membaca isinya pelan-pelan.

Dear Park Nada..

Aku hanya ingin kau tahu..

Bahwa sakit harus dibalas dengan sakit..

darah harus digantikan dengan darah..

aku pastikan..

lukamu, darahmu dan rasa sakitmu..

mereka pasti akan membayarnya..

saranghae..

baby..

Lagi-lagi Nada terhenyak membaca surat ditangan nya. cepat-cepat Ia buang surat itu ke tempat sampah. Ia buru-buru mengambil laptop dan bekal makan siangnya, lalu berjalan secepat mungkin ke ruang club jurnalistik.

“ Yaa Tuhan, siapa yang terus-terusan mengirimiku surat seperti ini..? dan mengapa orang ini tahu bahwa aku terluka bukan karena terjatuh?? apakah orang ini melihat ku saat hye jun dan kawan-kawannya memukuli aku dibelakang gedung?? tapi mengapa orang ini berbicara tentang balas dendam.. siapa orang ini sebenarnya..” gumam Nada dalam hati.

*****************

di club jurnalistik.

Nada sedang menikmati makan siangnya sambil sesekali mengedit artikel tentang “wawancara singkat dengan Kim Kibum” di laptop nya.

“ ooohhh….” tiba-tiba Nada merintih pelan. perutnya yang memar kembali terasa sangat sakit. Nada menyandarkan punggungya ke kursi, mengusap-usap perutnya agar rasa sakitnya berkurang. Ia mengeluarkan salep penghilang rasa sakit dari kantongnya.

Dengan ragu-ragu Ia menoleh ke kanan dan ke kiri.

“ Pintu dan jendela tertutup rapat..” gumamnya.

Perlahan tangan kirinya membuka kancing seragamnya satu demi satu. sedang tangan kanannya membuka tutup salep itu dengan cepat.

sesekali Ia merintih menahan rasa sakit yang semakin menjadi-jadi.

Nada baru berhasil membuka tiga kancing teratas nya.. tiba-tiba..

“ BRRAAKK…!! “ Pintu menjeblak terbuka.

“ YAAA!!! BITCH!!! Sudah ku peringatkan kau agar tidak dekat-dekat dengan Lee Jinki, mengapa kamu masih nekat!!” Hye Jun mendadak masuk kedalam ruangan bersama kedua teman yeojanya. berteriak sambil menjambak rambut nada dan menariknya ke belakang.

Nada tidak sempat mengancingkan kembali kemejanya ia hanya menggenggam erat kemejanya agar bagian dadanya tertutup.

“ aahhh… sakit Hye Jun.. ku mohon lepaskan…” rintihnya, air matanya menetes karena tak kuat menahan rasa sakit.

“ Aku tak segan – segan menyiksamu jika kau terus-terusan mendekati Lee Jinki!!” bentak Hye Jin.

“ aku tidak pernah mendekatinya.. aku bersumpah…” kata Nada terisak pelan.

Tiba-tiba Hye Jun mengepalkan tangan nya dan menekan perut Nada dengan tangannya.

“ Ya.. Tuhann.. Hye Jun.. apa yang kamu lakukan?? sakiiiiiiiiit Hye Jun-aa…” Nada menjerit pelan saat Hye Jun menekan tepat di bagian perutnya yang sakit.

“ bagaimana rasanya?? “ kata hye jun sinis.

“ kumohon hye jun.. ss ssakit ss ssekali.. kumohon lepaskan tangan mu,,” kata Nada lemah, tangan nya mulai gemetar.

“ TING.. TONG.. TING.. TONG.. TING..”

tak lama kemudian, bel sekolah berbunyi tanda pelajaran akan segera dimulai.

“ sial…” kata seorang teman hye jun melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya.

“ Dengar gadis bodoh!! sekali lagi aku melihatmu dekat-dekat dengan Lee Jinki.. kupastikan kau akan berakhir dirumah sakit!! ARASSO!!” Hye Jun menyentakkan kepala Nada kasar, dan langsung berbalik keluar ruangan, diikuti oleh kedua temannya.

Nada mengatupkan kedua tangan di wajahnya, dan mulai menangis, Ia memutuskan untuk tidak mengikuti pelajaran dikelas, Ia memilih untuk menenangkan dirinya di ruangan ini.

Tak seorang pun menyadari bahwa kejadian tersebut telah terekam dengan sempurna di video recorder.

**************

“ hhh… hhh… kamu cantik sekali jagia…”

aku menatap layar komputerku dalam-dalam.

terlihat baby ku sedang menikmati makan siangnya sambil sesekali menatap layar laptopnya.

“ hhh.. hhh.. hhh.. baby…”aku mendekatkan wajahku ke arah layar untuk menegaskan dengan seksama apa yang kulihat.

Nada kembali merintih pelan dan memegangi perutnya.

“ hhh.. hhh… baby, sakitkah rasanya…?? bertahanlah sayang.. “ aku mengusap wajah nada  yang tertera pada layar komputer.

tiba-tiba kulihat Nada mulai membuka kancing kemejanya yang paling atas..

“ baby, apa yang kamu lakukann…”

satu kancing lagi..

“ enggghhhh baby…” aku dapat mendengar dengan jelas, kini suaraku berubah menjadi erangan.

satu kancing lagi, terlihat jelas bra berwarna merah muda yang menutupi kulit putihnya,

“ baby.. don’t stop baby… “

“ hhh.. hhh… hhh..”

aku tak berkedip melihat baby ku.. ..

““ BRRAAKK…!! “

“ YAAA!!! BITCH!!! Sudah ku peringatkan kau agar tidak dekat-dekat dengan Lee Jinki, mengapa kamu masih nekat!!”

tiba-tiba masuk lah tiga yeoja berbadan besar yang tak ku kenal.

salah satu dari mereka mulai berteriak-teriak dan menyiksa Nada dengan kejam.

“ hhh baby.. akhirnya kutemukan mereka yang menyakitimu..”

***************

“ hhh… hhh… hhh…”

“ Pisau, sarung tangan, lakban, tali, dan obat tidur..”

aku memasukkan semua perlengkapan yang ku butuhkan ke dalam tas sekolah ku. akan ku buat mereka menyesal telah menyakiti Nada ku..

“ baby… ini hadiah untuk mu…”

aku mengecup foto nada sekilas sebelum berangkat ke sekolah.

***************

06.00 Seoul High School

“Park Nada..

walaupun aku tahu ini bukan ulang tahun mu..

tapi aku ingin memberimu sebuah kejutan..

aku hanya ingin kau tahu…

aku sangat mencintaimu…

saranghae Park Nada…”

Nada terdiam membaca surat tanpa nama di tangannya.

Ia menghela nafasnya dan kemudian membuang surat itu ketempat sampah.

****************

19.10 Sore..

Atap sekolah..

“ LEPASSSSS!!!!! LEPASKAN AKU!!!!!!” yeoja itu meronta sambil menangis.

“ Tangan ku sakit.. tolong lepaskan aku…” Dia merintih lagi.

aku mengunci kedua tangan nya dibelakang punggungnya, dia tidak bisa berontak lagi..

“ hhh… hhh… Apa saat Nada memohon.. kau melepaskannya..” bisikku ketus. selangkah demi selangkah kuarahkan kaki ku ke tepi gedung ini, sangat menguntungkan, atap gedung ini tidak ada  pembatasnya.

“ tolong.. jangan.. ku mohon.. aku tidak menyakiti Nada, Hye Jun yang melakukannya..” dia mulai menangis.

“ tapi kau tidak menghentikan apa yang dilakukan hye jun kan??” aku sudah tiba di tepian.

“ aku menyesaaaalll.. ku mohon,,,” dia merengek seperti anak kecil.

“ penyesalan mu terlambat.. goodbye..” aku mendorongnya keras.

Kulihat ia terjatuh dan kemudian menghantam tanah.

Darah merembes dari kepalanya..

“ hhh… hhh… selesai satu baby,,”

*****************

19.25 Sore..

Belakang gedung sekolah.

perlahan yeoja itu membuka kedua matanya.

“ mmmmhhh mmmppphhh mmppphhhhh…..” dia berusaha menjerit namun tak ada suara yang keluar karena mulutnya sudah ku plester dengan lakban.

“ Hye Jun…. nama mu tak sebagus sikapmu pada baby ku..” aku mendekatinya.

dia mulai meronta berusaha untuk melepaskan diri, namun sia-sia karena kedua tangan dan kakinya sudah kuikat erat.

“ mmmmppphhhh… mmmppphhhh..” air matanya mengalir keluar.

aku mengusapkan ujung pisau ke pipinya..

“ mengapa menangis.. hhh.. hhh.. hhh..apakah kamu takut kematian??” bisikku pelan.

dia mengangguk pelan.. matanya memohon padaku untuk tidak berbuat macam-macam dengan pisau yang saat ini sedang ku pegang.

“ hhh.. hhh.. hhh..saat Nada menangis, apakah kamu berhenti menyakitinya?? kurasa tidak.. aku tahu semuanya…” kini aku mengarahkan pisau itu ke perutnya.

“ mmmpppphhhh…. mmppphhhhh…. mmmmpppphhhhh” dia mulai menjerit dan meronta-ronta lagi.

“ hhh.. hhh… hhh..sekarang kau harus merasakan apa yang Nada rasakan..” aku berkata dingin.

“ mmmmppphhhh… mmmppphhhh”

“ terima lah BITCH!!!” aku menghunuskan pisau ini di perutnya dan tidak sampai disitu.

ku tarik perlahan pisau itu hingga semua organ dalam perutnya keluar..

gadis itu berhenti bergerak.

tinggal satu lagi, baby..

****************

19.40 sore..

di Toilet Yeoja..

“ apa yang telah kau lakukan pada teman-temanku…tolong lepaskan aku… aku mohon,,,” yeoja itu menangis tersedu-sedu memohon untuk dilepaskan.

“hhh.. hhh.. hhh… apa saat Nada ku memohon pada kalian, kalian mendengarnya?? kalian melepaskannya??” aku berbisik kejam, kemudian tersenyum sinis melihat yeoja itu yang berdiri ketakutan. kakinya berpijak diatas sebuah bangku kecil. sementara itu tangan nya terikat ke belakang.

“ tolong aku.. aku belum mau mati…..” tangisnya makin kencang, kulihat kakinya gemetaran.

“ tapi sayangnya, aku menginginkanmu mati…” aku berkata sambil menendang keras bangku tempat dia berpijak.

bangku itu terjatuh, sehingga yeoja itu tidak punya tempat untuk berpijak. tali yang terjerat dilehernya tertarik erat,kakinya meronta-ronta mencari pijakan.

“ kkkkhhh….” kulihat yeoja itu berusaha berbicara, namun ajal sudah lebih dulu menjemputnya..

“ hhh… hhh… hhh…. selesai sudah..” bisikku tajam. aku memotong tali yang mengikat pergelangan tangannya, lalu kuselipkan bungkusan plastik yang telah kupersiapkan ditangannya dan kuletakkan pisau yang berlumuran darah tepat dibawah kakinya.

**************

Keesokan harinya seluruh surat kabar lokal, menyiarkan berita yang sama:

“ DITEMUKAN TEWAS!! 3 SISWI SEOUL HIGH SCHOOL”

pada jam 22.00 waktu korea , penjaga sekolah telah menemukan jenazah 3 siswi dari sekolah elit SEOUL HIGH SCHOOL (SHS). jenazah pertama teridentifikasi sebagai siswi bernama Kim Sangra , ditemukan di samping gedung dengan kondisi mengenaskan. tulang tengkorak retak dan tulang leher patah, diduga korban dijatuhkan dengan sengaja dari lantai 8 SHS. Kemudian Jenazah kedua yang di identifikasi sebagai Lee Hye Jun di temukan tewas di belakang gedung SHS dengan luka sayatan panjang di sepanjang perutnya. dan siswi terakhir adalah Kang Ri Jin ditemukan tewas bunuh diri ditoilet wanita.

Dugaan sementara dari Kepala Unit Kriminal Seoul Utara adalah adanya motif jual beli kokain. beberapa bukti menyebutkan terdapat beberapa gram kokain yang ditemukan di tangan Kang Ri Jin. Polisi menduga Kang Ri Jin menghabisi nyawa kedua temannya sebelum akhirnya menghabisi nyawanya sendiri… (bersambung ke hal 18)

Nada menjatuhkan koran yang sedang dibacanya. Ia sama sekali tidak percaya bahwa kata-kata yang tertulis disurat tersebut menjadi kenyataan. sambil menahan rasa sakit di perutnya Ia berjalan tergesa-gesa menuju lockernya.

Ia menabrak beberapa siswa yang berjalan berlawanan arah dengan nya, berkali-kali Ia mengucapkan mianhaeyo dengan pelan kepada orang-orang yang ditabraknya.

Kini Ia sudah berada di depan lockernya, dengan sangat perlahan Ia membuka pintu lockernya.

ada satu surat di dalamnya..

Dear Nada…

Bagaimana??

Kamu senang melihat mereka semua mati mengenaskan??

tidak usah berterimakasih kepadaku..

aku seperti ini karena aku ingin selalu melindungimu..

ku harap tak kan ada lagi yang menyakitimu..

Saranghae Jagia..

Saranghae..

ps: aku tahu kau selalu membuang surat dariku, Nada..

“Orang ini benar-benar psycho.. . eotteoke??” bisik Nada cemas.

***********

“ hhh.. hhh… hhh…”

Kulihat Nada terbaring di ruang UKS.

dia tidak bergerak, kurasa dia tertidur..

tanpa menimbulkan suara, ku langkahkan kakiku menuju sisi tempat tidurnya. Ia terlihat sangat cantik saat ia tertidur.

“ hhh.. hhh.. hhh..”

kusibakkan sedikit rambutnya pelan, lalu aku menundukkan kepalaku untuk mengecup keningnya.

“ mmmhhhh…. baby..” bisikku pelan.

aku mulai tidak bisa menahan diriku untuk melakukan hal yang lebih jauh padanya. kurasakan jantungku berdetak lebih cepat dari sebelumnya.

“ hhh.. hhh.. hhh..”

ini adalah saat-saat yang ku nantikan seumur hidupku, berada disatu ruangan dengan Nada. dengan gadis yang sangat kucintai.

aku bersumpah, aku tidak akan menyia-nyiakan moment ini.

perlahan aku mengusap pipinya dengan ujung jari ku..

“ hhh.. hhh..hhh..”

lalu jari ku turun ke bibir mungilnya, terlintas hasratku untuk menciumnya, melumatnya dan memasukkan lidahku ke dalam nya. namun aku harus sedikit bersabar,,

jika terlalu terburu-buru pasti dia akan terbangun dan berteriak.

aku melanjutkan aktivitas tangan ku, dari bibir Nada, jari-jari ku kini beralih ke lehernya.

ku usap pelan tengkuknya beberapa kali, dan makin lama semakin turun ke dadanya.

“ nnggg…” Baby ku mengerang pelan. wajahnya tampak menikmati semua perlakuanku.

“ hhh.. hhh..hhh..”

aku tidak bisa menahan diriku lagi, kurasakan tubuhku mulai menegang.

aku melepaskan kemeja yang ku kenakan dan membuangnya kesembarang tempat.

udara siang hari yang begitu panas membuat tubuhku berkeringat di beberapa bagian.

kemudian aku mengarahkan tanganku ke kancing kemejanya. dengan sangat perlahan aku membuka kancing kemejanya satu persatu.

“ hhh… baby…” aku mendesah hebat saat aku berhasil membuka seluruh kancing kemejanya. terlihat sebuah bra berwarna biru muda berenda yang menutupi dadanya.

bentuk dada yang sangat indah, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, sangat serasi dengan bentuk badannya yang mungil.

perlahan aku mulai naik keatas tempat tidur, mendekap erat tubuhnya. bibirku bergerak disekitar lehernya, menciumi setiap inchi kulit putihnya. semakin lama semakin turun kedadanya. dan..

“ KRIIIIIINNNGGG”

“ hhh… hhh… hhh…”

aku terbangun dari mimpi ku.. mimpi yang sama setiap hari..

“ enngg…” aku mengerang pelan.

tubuhku basah bermandikan keringat,, entahlah.. walaupun hanya mimpi, namun bagiku terasa sangat nyata.

***********

Keesokan harinya Nada tidak menemukan selembar surat pun dilockernya. Ia merasa sedikit lega. ia berjalan pelan menuju ruangan favoritenya, perutnya kini sudah tidak sesakit kemarin.

Ia mengeluarkan kunci ruangan itu dari kantung blazernya, namun alangkah terkejutnya Ia ketika pintu itu langsung terbuka ketika Ia memegang kenopnya.

“ aneh.. mengapa pintunya terbuka, kurasa aku mengunci pintunya kemarin..” desah Nada dalam hatinya.

Perlahan Ia masuk ke dalam,

tak ada yang berubah..

keadaan ruangan itu masih sama seperti saat terakhir kali Ia meninggalkannya.

namun ada satu yang berbeda..

diatas meja terdapat sebuah surat..

Nada membuka surat itu dan membaca isinya.

Dear Park Nada..

aku bisa melihat wajahmu dari tempat dimana aku berada..

aku pun bisa mencium harum tubuhmu..

merasakan lembutnya tangan mu..

aku begitu menginginkan dirimu..

Seutuhnya…

tidak lama lagi Nada…

bersabarlah sebentar lagi..

Saranghae baby..

“ Andwaeeeeeeeee!!!!!!” jerit Nada keras.

*************

19.30 sore

Kelas Intensif

“ Nada.. akhir-akhir ini kulihat kamu banyak melamun.. kamu kenapa?? sakit??” tanya Yui pelan.

“ ngg.. Anniyo.. aku tidak apa-apa..” jawab Nada pelan, Ia terus berusaha mengerjakan soal dibukunya untuk mengalihkan pikirannya tentang surat-surat terror itu.

“ deg”

Tiba-tiba Nada merasakan perasaan aneh yang sering melandanya akhir-akhir ini.

Ia menengok ke belakangnya, Ia merasa seseorang terus memperhatikannya.

Namun dibelakangnya hanya ada Jinki, Taemin, Jonghyun, Kibum dan Minho.

“ Tidak.. tidak mungkin orang yang menerorku adalah salah satu dari mereka.. tak mungkin salah satu dari mereka menyukai ku..” gumamnya pelan.

“ Heyy.. Kamu ngomong apa??” tanya Yui heran melihat Nada menggumam sendiri.

“ eehh.. Anni.. aku.. ngg… tidak ngomong apa-apa…” Nada berusaha mengelak.

“ nada.. kurasa kamu agak kurusan..” kali ini terdengar suara Kibum berujar kencang dari belakang.

“ Mungkin kamu stress, kamu terlalu banyak megambil kegiatan.. anggota klub memasak, ketua klub jurnalistik, belum lagi wakil BK yang kerjaanya sangat banyak..” Jinki ikut bersuara.

“ Hey.. Aku ada ide.. bagaimana kalau minggu depan kita liburan ke paradise island?? appaku punya satu villa disana, letaknya persis di belakang pantai.. bagaimana.. kita bertujuh refreshing??” seru Yui girang.

“ Ide bagus Yui, aku juga lama-lama jenuh dengan aktivitas sekolah..” kata Taemin pelan.

“ ok.. aku ikut..” Minho menimpali.

“ aku sih ayo aja..” kata Jinki.

“ cool, kamu bagaimana nada??” tanya Kibum kepada Nada.

Nada terdiam, Ia berpikir sejenak mungkin dirinya memang butuh refreshing.

“ aku.. ngg.. ikut..” kata nada pada akhirnya.

****************

Nada memasukkan buku-bukunya kedalam tasnya. Ia bergegas untuk pulang. Jam menunjukkan pukul 24.00 malam. Ia berjalan perlahan menyusuri koridor yang gelap menuju toilet yeoja yang berada di sebelah tangga.

“ kreeek..”

Nada menuju wastafel untuk membasuh mukanya.

“ tok.. tok.. tokk…” terdengar bunyi suara langkah kaki menuju kearahnya. Nada segera membalikkan badannya.

tak ada siapa-siapa disana.

“ hhh, mungkin hanya perasaan ku saja..” bisiknya pelan. kembali ia menunduk untuk membasuh mukanya kembali dengan air yang mengalir dari wastafel.

“ tok.. tok.. tok…” suara langkah itu terdengar lagi, semakin lama semakin jelas.

Nada menoleh kebelakang, namun tak ada sia-siapa.

tiba-tiba tengkuknya terasa dingin..

Nada buru buru memakai tasnya dan segera berjalan keluar.

“ krreeek”

ketika Ia membuka pintu, tiba-tiba muncul sesosok yeoja berwajah pucat, dengan rambut terurai kusut menutupi sebagian wajahnya dan tali melingkar dilehernya, matanya memandang mata Nada nanar. seragam yeoja itu sama seperti seragamnya hanya lebih lusuh.

“ Nadaa.. “ yeoja itu berbisik sambil mengarahkan tangan nya ke arah Nada.

“ Kyaaaaaaaaaaaaa!!!!” Nada berteriak kencang, Ia melangkah mundur menjauhi yeoja itu.

“ kau yang membuat aku mati…” yeoja itu bergerak perlahan mendekati Nada, kedua tangannya mengarah keleher nada.

“ Andwae… bukan aku yang membunuhmu…” bisik Nada pelan, air matanya tumpah, tangan dan kaki nya gemetaran. ia mundur selangkah demi selangkah.

yeoja itu terus bergerak, Ia semakin dekat dengan nada yang kini sudah terpojok di sudut toilet.

“ kau tau..? toilet ini adalah tempat dia membunuhku.. dan sekarang.. kau harus mati disini Nada.. hiii.. hiii.. hiiii…” yeoja itu tertawa melengking, membuat bulu kuduk Nada kembali meremang. Suara lengkingan nya begitu menyeramkan.

“ Dia?? Dia siapa?? siapa yang membunuhmu..” kata Nada terisak, tangan yeoja itu kini sudah berada di depannya. Nada tidak bisa bergerak kemana-mana lagi, tak ada ruang baginya untuk melarikan diri.

“ kau harus mati…!!!!” tangan yeoja itu mencengkeram erat sekeliling leher Nada.

“ Andwaeeeeeeee!!! Andwaeeeeee!!” jerit Nada, Ia berusaha berontak namun yeoja didepannya makin mencengkram erat lehernya.

Nada mulai kehabisan napas.

“ andhhhh…anndhhh…”

“ Kau harus mati bitch…”

“ ANDWAAEEEEEEEE!!!!!!!!”

*************

“ ANDWAAEEEEEEEE!!!!!!!!” Nada menjerit, Ia terbangun dari tidurnya” kedua tangan nya memegangi lehernya, nafasnya terengah-engah, dan air mata mengalir dipipinya.

Ia melihat kesekeliling ruangan, memastikan bahwa ruangan ini adalah kamarnya, bukan toilet yeoja.

“ Ya Tuhaaann.. aku takut.. mimpi itu menyeramkan sekali..” bisik nada sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan nya dan mulai menangis. Ia dapat merasakan kedua tangan nya bergetar hebat.

jam di dinding kamarnya menunjukkan pukul 01.30 pagi, Namun Nada tak berani untuk memejamkan kedua matanya. Ia takut mimpi buruk itu akan datang lagi jika Ia tertidur.

Perlahan Nada berjalan kemeja belajarnya, Ia menyalakan laptopnya dan mulai mengetik hingga pagi hari.

***************

“ hhh… hhh… hhh…

sebentar lagi baby…

sebentar lagi kau akan menjadi milikku..

utuh…”

***************

TBC

P.S: Adakah yang kaget??? Ada? Ada?? Pasti ada… terkesan buru-buru gak??? Kalo iya.. anda salah ^^

Kan sebentar lagi kita masuk ke bulan Ramadhan, bulan di mana kita harus menahan segala nafsu. Walaupun aku gak ikut menjalankan bulan Ramadhan mohon doakan agar nafsu saia bisa berkurang(?)

Nah.. untuk itu maka FF ini niiihhh.. yang udah masuk ke NC-17 *kayaknya Wiga onn lagi pengen* *Plaakk!!!!!* terpaksa harus berada di dua pilihan.. out sebelum bulan ramadhan atau sesudah lebaran. Kalau out sesudah lebaran kelamaan kalo sebelum ramadhan kecepetan. Tapi cepat lebih baik dari pada kelamaan ^^. Maka dari itu.. dengan ini kami menyatakan bahwa kemerdekaan indonesia (?)

*ralat* Maka dari itu… part ini out sebelum ramadhan.. dan nanti pada hari rabu tanggal 11 Agustus semua FF NC yang ada di sini akan di tiadakan selama satu bulan. Begitu ramadhan barulah semua FF NC ataupun PG 15 kita munculkan kembali daaan… xixixi.. yang merasa ‘doyan’ baca itu pasti sangat bahagia karena eh karena…. Wiga onn bakal publish FF NC setelah lebaran *plakk* wkwkwk.. masih belom yakin juga siihhhh… tapiiiii.. silahkan menunggu saja yak.. kkkk

Sekian dari Ashyta ^o^

Signature

This post/FF has written by Wiga, and has claim by Wiga signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

OBSESSION – PART 1

OBSESSION PART 1

Author: Wiga

Cast    : Lee Jinki, Kim Kibum, Kim Jonghyun, Lee Taemin, Choi Minho, Shim Yui, Park Nada

Genre : Sekuel, Friendship, Romance, Mistery, Angst

Rating : NC 17 ( aku sengaja ngasih rated NC17 buat ff ku yang ini.. bukan.. bukan karena ada unsur seksualitas.. enggak sama sekali.. hehe.. hanya saja.. ada beberapa adegan yg mengandung kekerasan yg tidak baik untuk dibaca reader di bawah umur.. )

Happi reading ^^

“ hhh… hhh.. aku selalu berharap dia akan menjadi milikku..”

“ aku tak rela jika orang lain menyentuhnya selain aku..”

“ hhh…. hhh… apapun caranya, dia harus menjadi milikku..”

“ aku harus mendapatkan nya, bagaimanapun juga..”

“ dia tercipta hanya untukku..”

“ Park Nada… mengapa kau buat aku jadi gila..”

“ hhh… hhh…”

***********

Bel sekolah berbunyi, jam sudah menunjukkan pukul jam 6 sore. Seluruh murid dari Seoul High School satu persatu meninggalkan kelasnya dan bergegas untuk pulang kerumah. kecuali 7 siswa yang masih bertahan di ruang kelas untuk mengikuti kelas intensif yang diadakan 3 kali seminggu.

Kelas intensif bukan lah kelas yang ditujukan untuk orang-orang bodoh, sama sekali bukan. mereka diwajibkan ikut kelas ini, karena mereka harus mengejar kurikulum mereka yang tertinggal agar bisa setara dengan siswa lain.

siswa-siswa tersebut adalah, Lee Jinki, Kim Kibum, Kim Jong Hyun, Lee Taemin, Choi Minho, Shim Yui dan Park Nada.

Lee Jinki adalah seorang namja yang paling pintar diangkatannya, Ia juga merupakan Ketua Badan Kesiswaan. 3 bulan belakangan ini ia hanya belajar mata pelajaran fisika dan matematika di sekolah, karena harus mempersiapkan diri untuk mengikuti Olimpiade Fisika di Aussie. Dan tidak sia-sia perjuangan nya selama ini, karena ia berhasil mengharumkan negara Korea dengan memperoleh medali emas untuk olimpiade yang diikutinya. Namun pasca olimpiade, Ia merasa ketinggalan di berbagai pelajaran. terutama bahasa inggris. maka dari itu, gurunya menyarankan agar ia mengikuti kelas intensif dimalam hari untuk mengejar ketertinggalannya.

Lalu ada Kim Kibum, calon artis  yang sedang mengikuti  training di SM entertainment. Selain bersekolah, setiap hari Ia harus latihan vocal, dance, dan attitude sebagai artis. Jadwal trainingnya sangat padat. Karena kesibukannya itu, Kim Kibum banyak tertinggal pelajaran. sehingga disela-sela waktunya, Ia menyempatkan diri untuk mengikuti kelas intensif.

Berikutnya Kim Jonghyun, Ia adalah murid pindahan dari amerika, warna rambutnya separuh hitam dan separuh dicat pirang, walau pun lama diamerika, Jonghyun fasih berbicara Korea karena umma dan appanya adalah orang korea asli. Kurikulum pelajaran di Amerika sangat lah berbeda dengan kurikulum dikorea, sehingga jonghyun mengalami banyak masalah untuk menyesuaikan diri dengan pelajaran di korea. terutama pelajaran Sastra Korea dan Sejarah.

Kemudian ada Park Nada. Di sekolah, Nada termasuk anak yang aktif. Selain ia adalah wakil ketua badan kesiswaan, Ia juga menjabat sebagai anggota club memasak  dan juga ketua club jurnalistik,  dua eskul ini diikutinya karena memasak dan menulis adalah hal yang paling disukai Nada. Karena terlalu lelah akhirnya kondisi badannya drop dan Ia harus dirawat selama satu bulan dirumah sakit, karena itu Ia ketinggalan banyak pelajaran dan prestasinya menjadi jauh menurun.

Sedangkan Choi Minho adalah ketua club Taekwondo, sekaligus idola sekolah. Postur badannya tinggi atletis, dengan hidung mancung dan tatapan tajam, mampu menaklukan hati seluruh yeoja yang ada di sekolah ini. Ia dikenal sebagai pria yang dingin, jarang tersenyum, apalagi berbicara kepada yeoja, Namun itu yang membuatnya makin digila-gilai oleh wanita. Ia mengikuti kelas intensif karena selama 2 bulan belakangan ini dia tidak masuk sekolah, karena mempersiapkan diri untuk mengikuti kejurnas.

Yeoja satu lagi adalah Shim Yui. Shim Yui adalah gadis yang luar biasa cantik. Tubuhnya tinggi langsing, kulitnya putih susu terawat, rambutnya panjang tergerai sepinggang. hanya ada satu kata yang bisa menggambarkan kecantikkan yui ‘ Sempurna’. Walaupun yui cantik, namun Ia tidak sombong, dan mau berteman dengan siapa saja. Orangnya sungguh ramah. Ia mengikuti kelas intensif karena akhir-akhir ini nilai pelajarannya menurun. entah apa sebabnya. maka dari itu sebelum nilainya turun terlalu jauh, ia berinisiatif untuk mengikuti kelas intensif.

Siswa terakhir adalah Lee Taemin. Lee Taemin adalah ketua club dancer disekolahnya. Ia termasuk orang yang susah bergaul, temannya hanya teman satu club dance nya . karena terlalu fokus dengan Asian Dance Festival yang akan diadakan di Jepang, Taemin terancam tinggal kelas dan di drop out dari sekolah. maka itu wali kelasnya memaksanya untuk mengikuti kelas intensif sepulang sekolah.

Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, raut muka lelah sudah tampak di wajah mereka, terlihat Kibum dan Taemin sudah mulai menguap. Sementara Yui mengutak-utik hpnya, jonghyun sudah menelungkupkan kepalanya di meja pertanda sudah mulai tertidur, sementara Minho menutup bukunya, Ia menyerah, tak ada yang bisa diserap otaknya lagi, ia hanya duduk terdiam. Hanya Lee Jinki dan Park Nada yang masih serius menyelesaikan soal-soal yang terpampang di papan tulis.

“ Yaa!! Park Nada!! sebaiknya kamu pulang.. Wajah mu sudah pucat, Jangan sampai pingsan lagi seperti kemarin,, “ Tiba-tiba Kim Kibum berkata nyaring.

“ Iya, Nada..yuk, kuantarkan.. aku juga mau pulang, umma sudah menjemputku..kajja..” kata Shim Yui.

“ Eemmm, gomawo.. tapi aku bisa pulang sendiri Yui.. rumah ku dekat, berjalan kaki sebentar juga sampai..” tolak Nada halus, Ia tidak mau merepotkan teman nya.

Yui berdiri dan berjalan menghampirinya, “ sudahlah, tak usah sungkan.. bereskan barang-barang mu.. palliii..” katanya sambil menarik lengan Nada.

Saat Nada berdiri tak sengaja sapu tangannya terjatuh, namun Ia tidak sadar dan terus berjalan bersama Yui. Seorang Namja mengambilnya cepat dan memasukkannya kedalam sakunya. Continue reading OBSESSION – PART 1