Tag Archives: SUPER JUNIOR – Eunhyuk

Of Pride and Descendants

Of Pride and Descendants

 

Author            : Liana D. S.

Main Cast       : SHINee (Onew, Jonghyun, Key, Minho, Taemin)

Support Cast  : dicari sendiri ya, banyak sih… #eaa

Length            : Total 1,, kumpulan ficlet dengan panjang <350 kata

Genre              : Family

Rating             : G

Summary   : Seperti yang diungkapkan judulnya, ini adalah segelintir kata yang menggambarkan kebanggaan golongan tua pada para penerus mereka.

Author’s note            : FF SHINee pertama saya! XD Mau bikin drabble tapi nggak bisa pendek…. Sedih. Please visit http://archiveofourown.org/users/Liana_DS/works for more works 🙂

***

<Disclaimer>

SHINee adalah boy group besutan SM Entertainment, jadi bukan milik saya. Semua cast yang disebutkan di sini adalah milik Tuhan, diri mereka sendiri, dan dinaungi oleh agensi masing-masing. Hanya plot yang menjadi milik saya dan saya tidak menarik keuntungan komersial apapun dari penulisan FF ini.

*** Continue reading Of Pride and Descendants

She’s My (Ex)Wife – Part 29

She’s My Ex-Wife

Part 29

Author : Zika

Main Cast : Key, Hyeo So, Minho

Support Cast : SHINee, Super Junior

Genre : Romance, Friendship

Rating : General

Credit Song : Train – Marry Me

Continue reading She’s My (Ex)Wife – Part 29

LUCIFER Part 1

Part 1

Author: Novi

Cast:

SHINee member

Super Junior member

Choi Hye Jin

Length :Sequel

Genre: Romance, friendship, horror


Hye Jin POV

Mataku masih terasa berat di tambah udara yang sangat dingin membuatku malas sekali bangun namun aku harus tetap bangun, kuliah pagi dicuaca sedingin ini benar-benar menyebalkan sekali. Aku terpaksa bangun dari tidurku  duduk sebentar untuk mengembalikan kesadaranku secara utuh.

“Hye Jin-ah ireona!!!”teriak sebuah suara cempreng yang membuatku langsung berdiri dari tempat tidurku dan langsung masuk ke dalam kamar mandi sebelum suara itu datang mendekat.

Aku membasuh mukaku dengan air yang sangat dingin dan tak lupa juga menggosok gigi, sepertinya sudah kebiasaanku setiap musim dingin tidak akan pernah mandi pagi, disana aku masih bisa tapi disini, tidak akan pernah, seperti mencari mati mandi di pagi musim dingin. Setelah aku merasa diriku bersih aku segera keluar kamar mandi dan berjalan menuju lemari bajuku mencari baju hangat yang cocok untukku menahan dingin sampai siang nanti. Aku mengambil jaket tebal dengan leher tinggi berwarna biru muda, warna kesukaanku dan baju hangat berwarna kuning untuk di dalamnya. Tidak serasi kan? Biarlah yang penting aku merasa hangat. Setelah itu aku mengambil celana jeans hitam dan sarung tangan berwarna biru muda juga. Aku mengganti pakaianku secepat kilat agar tidak merasa keidnginan dan segera mengambil tas yang sudah berisi bukuku yang aku siapkan sejak malam setelah itu aku keluar menuju ruang makan.

“Lama sekali…cepat makan..”seru seorang yeoja yang selama dua tahun ini tinggal bersamaku disebuah negara yang amat jauh dari tempatku berasal.

“Ne…arasso..Eonnie…”seruku sambil menarik tempat duduk dan duduk diatasnya kemudian mengambil sepotong roti bakar yang dia buat untukku, aku memakannya perlahan seakan menunjukan aku benar-benar malas untuk berangkat kuliah hari ini.

“Pulangnya jangan malam-malam…kemarin kembali ada pembunuhan dikota…”ucapnya.

“Ne..aku tahu…aku bukan anak kecil lagi eonnie…”seruku padanya.

“Ya tapi tetap saja kau ini tanggung jawabku…kita baru dua tahun disini….”ucapnya lagi sambil menaruh masakannya diatas piring. Lasagna lagi T.T

Aku segera memakan habis rotiku dan menegak susuku sampai habis lalu segera menyampirkan tasku dibahu dan bersiap berangkat sebelum ketinggalan kereta.

“Aku pergi dulu…”ucapku padanya.

“Ne..josimhe…”balasnya.

Aku berjalan keluar apartemen kami dengan mendesah kesal melihat jalanan yang penuh dengan salju putih, Ya Tuhan sampai kapan aku harus seperti ini? Dua tahun lagi kah?? Aku melangkahkan kakiku perlahan melewati jalanan yang penuh salju dna berjalan menuju stasiun terdekat untuk sampai ke kampusku.

Jalanan sangat sepi mungkin karena masih pagi dan juga ini musim dingin, orang malas untuk keluar. Aku merapatkan jaketku karena hawa dingin mulai menusuk tulangku.

“Aisshh…shiruh!kenapa tahun ini begitu dingin!”gerutuku sambil  terus menuju stasiun kereta. Memang jarak apartemenku tidak terlalu jauh dari stasiun utama kota ini hanya butuh 15 menit untuk berjalan.

Tak lama kemudian aku sampai di Bologna Centrale railway station, aku segera membeli tiket tujuan kampusku dan bergegas masuk ke dalam stasiun setidaknya di dalam lebih hangat. Aku duduk menunggu kereta datang dan tak lama kemudian kereta datang, aku pun segera masuk ke dalam, tidak banyak orang hari ini sehingga aku tidak perlu berdesak-desakan lagipula kampusku memang tidak terlalu di pusat kota, kebanyakan yang satu kereta denganku adalah mahasiswa disana juga.

Aku duduk didekat pintu dan mulai membuka buku bacaan dari dalam tasku dan aku pun terlarut dalam bacaanku.

Author POV

Seorang laki-laki dengan jaket hitam panjang sedang menatap seorang gadis dengan buku ditangannya, bibirnya menyunggingkan senyum penuh misteri dan matanya tidak pernah lepas sedetik pun untuk menatap gadis itu. namun sepertinya gadis itu menyadari jika dirinya diperhatikan, dia menutup bukunya dan mengedarkan pandangannya, sebelum pandangannya sampai kepada laki-laki ini, si lelaki segera mengalihkan pandangannya ke arah lain. Gadis itu mengangakat bahunya dan kemudian melanjutkan membaca namun tiba-tiba dia menutup bukunya ketika melihat layar menunjukan stasiun tempatnya berhenti, dia pun segera memasukan bukunya ke dalam tasnya dan berjalan keluar dari kereta. Laki-laki ini pun mengikutinya keluar namun masih memberi jarak agar sang gadis tidak curiga. Gadis itu berjalan keluar stasiun menyebrang jalan menuju sebuah bangunan kuno namun sangat artistik salah satu universitas tertua di Italia.

“Key…mau kemana?”tanya sebuah suara membuat lelaki tadi menghentikan langkahnya mengikuti gadis itu dan menoleh kebelakang. Dia mendapati seorang laki-laki dengan rambut hitam tersenyum penuh arti padanya, laki-laki itu berjalan menghampirinya dan berdiri tepat di hadapannya membuat perbedaan tinggi mereka terlihat jelas.

“Mereka mencarimu…jangan bermain-main disini..kita tidak tahu siapa penguasa disini…”ucap laki-laki itu.

“Bukan bermain tapi mengawasi Kim Jonghyun….”ucap Key dengan sinis tidak suka pekerjaan menguntitnya diganggu.

“Aku penasaran seberapa kuatkah aura gadis itu sampai-sampai kau terus saja mengikutinya…”ucap Jonghyun dengan sebuah seringaian yang menyeramkan untuk ukuran manusia tentunya.

“Jangan dekati dia…dia milikku Kim Jonghyun…”ucap Key lagi kemudian berjalan meninggalkan Jonghyun yang masih berdiri mematung di pinggir jalan dan tak lama kemudian dia mengikuti Key berjalan berdampingan dan sampai di sebuah gang kecil perlahan tubuh mereka mulai menghilang.

**

“Pergi bermain-main Key…”ucap sebuah suara mengagetkan Key yang baru saja masuk ke dalam sebuah kastil eropa kuno yang terlihat tidak terurus dari luar namun dari dalam itu benar-benar sebuah kastil dengan segala kemewahannya.

“Hyung!!”seru Key kaget mendapati seorang laki-laki berdiri tepat disampingnya sambil merangkul bahunya, laki-laki itu tersenyum sehingga menunjukan gummy nya.

“Anni..hanya mencari udara saja Hyuk hyung…”jawab Key.

“Neo…sudah berapa kali aku bilang…panggil aku Spencer…Spencer…kita bukan di Korea Kim Kibum…”sungut laki-laki yang bernama Spencer itu tidak terima jika Key memanggilnya dengan nama Koreanya itu.

“Itu asal kita…”ucap Key singkat.

“Andwe…aku Spencer disini…arachi?? dan Oh ya kau bilang mencari udara segara atau mencari aura??”tanya Spencer sambil mengedipkan sebelah matanya pada Key, Key hanya tersenyum tipis dan beranjak meninggalkan Spencer yang masih berdiri sambil tersenyum penuh arti menatap punggung Key.

Hye Jin POV

Ah, akhirnya selesai juga kuliah hari ini, aku berjalan keluar kampusku dengan senyum terkembang. Ya aku memang sering malas pergi ke kampus di musim dingin seperti ini karena perjalanannya namun saat sudah sampai disini semua kemalasanku akan hilang karena satu alasan kampusku terlalu indah untuk tidak di datangi setiap hari, bangunan kuno dengan arsitektur indah, salah satu kampus tertua di Italia, negara yang sangat aku sukai selain tanah airku Korea Selatan.

“Inez!!”panggil sebuah suara membuatku menoleh dan melihat seorang laki-laki berjalan ke arahku sambil tersenyum, aku berhenti dan menunggunya sampai tepat di depanku.

“Wae?”tanyaku padanya.

“Ya!jangan pakai bahasa Korea..aku kan sudah memanggilmu dengan nama luarmu…”serunya.

“Aku tidak suka berbicara bahasa asing dengan orang dari negaraku sendiri….Kim Ryeowook..”ucapku.

“Arassoo..”serunya, akhirnya dia mengalah dan menggunakan bahasa aslinya itu.

“Ada apa?”ulangku padanya.

“Besok kau ada waktu..temani aku ke Tuscany…bisakah?”tanyanya.

Besok?? Tidak ada jadwal sih dan sepertinya aku malas sendirian di rumah, yah meski cuaca tetap akan dingin setidaknya aku tidak menghabiskan waktuku di bawah selimut seharian sebaiknya jala-jalan, lagipula aku ingin membeli buku baru.

“Ok..sepertinya menarik..”jawabku sambil tersenyum dan aku melihatnya tersenyum juga.

Kenapa aku malas pulang ya hari ini, aku duduk di salah satu bangku di depan kampusku, mendongak ke atas langit yang gelap dan akan selalu gelap selama beberapa bulan ke depan padahal ini baru jam 12, tidak ada matahari. Aku melihat jalanan yang ramai oleh para mahasiswa yang akan masuk kelas atau sudah keluar kelas. Aku menghela nafas perlahan, sudah dua tahun aku pergi jauh meinggalkan tanah airku. Aku pergi ke sebuah negara yang sangat jauh sekali di belahan Eropa. Italia, negara impianku dan sekarang aku ada disini menata masa depanku. Namaku adalah Choi Hye Jin atau Inez Choi atau Aniela Choi, semua itu nama Koreaku, nama baratku dan terkahir nama Italiaku. Aku hanyalah seorang remaja biasa yang menggapai mimpiku jauh di negara orang. Aku melanjutkan sekolahku di Italia disebuah universitas bernama Bologna dengan mengambil jurusan foreign languages and Literature, kenapa aku memilih kuliah disini karena seperti yang aku bilang tadi aku mencintai Itali sebagaimana aku mencintai Korea Selatan. Aku sudah dua tahun disini, aku tinggal bersama sepupuku Shin Hyo Jin yang satu tahun diatasku, dia lebih dahulu ada disini, dia kuliah di tempat yang sama denganku tapi berbeda jurusan denganku jadi kami  jarang sekali bersama.

“Alone in here girl?”tanya sebuah suara sambil menepuk bahuku. Aku mendongak dan melihat seorang gadis tersenyum padaku.

“You have been finished your class, haven’t you?”tanyaku padanya dan dia mengangguk kemudian dia duduk disampingku.

Dia adalah Anita Choi, ya dia juga orang Korea sama sepertiku tapi dia sejak lahir sudah tinggal disini sehingga dia sama sekali tidak bisa berbahasa Korea, aku sudah berusaha mengajarinya berulang kali tapi sepertinya tetap saja susah untuknya berbicara dalam bahasa aslinya itu. aku dan dia kenal secara tidak sengaja karena bertemu dengannya di perpustakaan kampus saat itu, aku yang sedang membaca buku bertuliskan hurf hangul menarik perhatiannya lalu dia menghampiriku dan mengenalkan dirinya, dia sangat tertarik untuk belajar hangul karena dia berasal dari Korea tapi dia tidak bisa berbicara bahasa Korea dan dia memintaku mengajarinya begitulah awalnya kami bertemu.

“Where is Nathan? You alwayas with him but now i didn’t see him around you..”ucapnya sambil mengedarkan pandangannya mencari Nathan atau Ryeowook.

“He has just comebcak to home..too busy with his shop maybe…”ucapku sambil tersenyum.

“Oh…and why you don’t come home…you don’t have any class again, right??”tanyanya.

“No..i’m just boring in home…too much loving this place..”jawabku sambil tertawa dan dia pun ikut tertawa karenanya.

Lama kami terdiam, aku memang bukanlah tipe orang yang banyak bicara, hanya sesekali saja jadi jika tidak ada pertanyaan yang ingin aku tanyakan aku hanya akan diam.

“Tomorrow…i will go to Korea…my father wants to visit my grandma…i’m really happy i can see my homeland for the first time…do you want to join with me??”tanyanya sambil menoleh ke arahku.

“No…i still have class tomorrow…you know Mr. Regazzi won’t let me miss his class…Italian literature….”ucapku sambil tersenyum dan dia pun mengangguk sambil tersenyum pula.

Aku melihat jam ditanganku sudah pukul dua siang, sebentar lagi hari akan benar-benar gelap karena setiap musim dingin matahari akan terbenam lebih cepat, aku sudah berjanji untuk tidak pulang malam pada Hyo Jin.

“I think i have to goo..it’s too quiet dark…i don’t want to go home late…Hyo Jin will get angry to me…see you next week..don’t forget to bring me something from Korea…”seruku sambil tertawa padanya.

“Alright..bye..”ucap Anita sambil tersenyum.

Aku pun berjalan meninggalkannya dan menyebrang jalan lalu masuk ke dalam stasiun menunggu kereta yang akan mengantarkanku sampai ke rumah.

Key POV

Aku menatap mereka yang sedang berkumpul diruang tengah sambil mengobrol satu sama lain, terlihat sangat manusiawi namun aku tersenyum sendiri mengingat siapa kami sebenarnya, tidak jelas siapa kami sebenarnya namun mungkin bisa dibilang kami adalah iblis, ya iblis, jahat, tentu saja kami sangat jahat, kami adalah makhluk paling jahat di muka bumi ini. Kami memang terlihat seperti manusia semuanya namun ada sesuatu yang membedakan kami dengan manusia yaitu manusia adalah santapan kami, bukan santapan sebenarnya seperti vampir yang meminum darah manusia tapi kami menyerap aura mereka, semuanya sehingga membuat mereka mati, itulah makanan kami, tidak perlu setiap hari paling tidak seminggu sekali atau kalau kau bisa bertahan sebulan sekali tapi itu jarang sekali terjadi.

“Key…sudah selesai kerjaan menguntitmu?”tanya Jonghyun sambil tersenyum meledek padaku.

Dia adalah Kim Jonghyun, salah satu kakakku tapi aku tidak pernah mau memanggilnya kakak karena aku tidak pernah menganggapnya kakakku, dia bukan kakak kandungku hanya saja kami bersama karena sebuah kesamaan yaitu posisi kami sebagai seorang iblis yang membuat kami menjadi bersaudara. Aku hanya menggapinya dengan tatapan tajam dan berjalan duduk di salah satu sofa disitu.

“Ya!Jonghyun-ah…jangan menggoda dongsaengmu terus..”ucap Jin Ki hyung, kakak tertuaku, sama sepeti Jonghyun, dia juga bukan kakak kandungku hanya saja sama seperti alasan tadi kami sama.

“Mana Minho?”tanya Jin Ki hyung padaku.

Aku menegakkan bahuku tanda tidak tahu sementara Jonghyun menggeleng.

“Sepertinya Seoul semakin kacau..mereka mencari kalian sampai kesudut kota…”ucap seseorang turun dari lantai atas. Park Jung Soo atau Dennis Park. Iblis penguasa di daerah ini. Dia dan keempat saudaranya tinggal di daerah ini dan berkuasa disini.

“Berlebihan..”ucap Jin Ki hyung.

“Tidak berlebihan mengingat apa yang telah kalian lakukan…”seorang laki-laki lagi muncul tiba-tiba di tengah-tengah kami dan langsung menghempaskan tubuhnya ke atas sofa disamping Jonghyun.

“Capek sekali mengintai mereka yang mencari kalian sampai seperti itu…”ucapnya sambil memijat bahunya yang seakan benar-benar lelash seharian ini padahal iblis tidak akan pernah lelah.

Cho Kyuhyun atau Marcus Cho salah satu dari keempat saudara Dennis hyung, paling muda dan bertugas sebagai pengawas.

“Itu yang membuatku lebih betah disini…”ucap seorang namja lagi yang keluar dari sebuah kamar di sudut ruangan itu, jalannya sangat santai dna berhenti tepat di depanku.

“Sama sepertimu kan Key?”tanyanya sambil tersenyum penuh arti , aku tahu maksu ucapannya pasti mengenai gadis itu lagi.

Lee Donghae, Aiden Lee. Salah seorang dari keempat orang itu. mungkin iblis yang sedikit baik ,meski kita tahu tidak ada iblis yang baik namun kuakui dia masih lebih baik daripada yang lain dan terkadang dia bisa yang paling handal dalam berinteraksi dengan manusia. Mudah berbaur.

“Oh gadis itu..”ucap Dennis hyung.

Sepertinya akan dimulai lagi pembahasan hal ini, aku pun segera pergi meninggalkan tempat itu, tidak mau mereka membicarakannya. Aku sendiri juga heran kenapa aku begitu tertarik pada gadis itu, auranya, mungkin karena itu, auranya sangat berbeda, aku tidak ingin memakannya tapi ada sesuatu yang lain yang membuatku ingin terus berdekatan dengannya.

Aku berjalan menuju ke belakang kastil duduk di bangku tamannya, angin membelai wajahku namun tidak ada bedanya bagiku, aku tidak bisa merasakan dingin ataupun panas semua sama.

Sudah tiga bulan kami disini, aku dan keempat saudaraku yang lain, kami kesini karena berusaha menghindari pertikaian dengan para iblis penjaga sok suci itu, mereka ingin menagkap kami karena menurut mereka kami sudah terlalu kelewat batas dalam melakukan perburuan di daerah Seoul itu, bukannya kami pengecut atau apa hanya saja mempermainkan mereka sedikit itu baik, lagipula aku sudah bosan disana sama seperti Dennis hyung dan saudaranya yang lain mereka juga awalnya dari Seoul namun lama kelamaan mereka bosan dan ingin mencari tantangan baru maka mereka pun datang kemari dan akhirnya menguasai daerah ini.

“Sendirian?”tanya sebuah suara berat yang amat sangat ku kenal.

“Minho-ya…Jin Ki hyung mencarimu…”ucapku tanpa mengalihkan pandanganku ke depan, aku merasa dia ada di belakangku namun tak lama setelah mengucapkan itu aku merasa dia sudah pergi. Dasar anak itu! tinggal satu lagi yang tidak terlihat kemana dia? Tidak pulangkah dia hari ini?

Hye Jin POV

Aku memasukkan lasagna bekas tadi pagi ke dalam oven karena aku malas membuat makan malam hari ini, ditambah Hyo Jin yang belum pulang. Aku memang tidak bisa memasak oleh sebab itu aku merasa tersiksa jika Hyo Jin belum pulang atauh bahkan tidak pulang, akhir-akhir ini dia sering menginap di rumah temannya karena dia selalu pulang telat setiap malam dan berhubung beberapa bulan ini banyak kasus pembunuhan di kota dia takut jika harus pulang larut dan memutuskan untuk menginap dirumah temannya saja.

Aku beranjak menuju sofa dan menghidupkan TV sambil menunggu Lasagna itu matang, aku mengganti channel TV dengan tidak semangat. Tidak ada acara yang seru. Keluhku. Aku pun berjalan ke kamarku dan mengambil buku yang tadi aku baca di kereta. Aku terlarut membaca buku sampai tidak sadar handphoneku berbunyi, aku segera mengambilnya

“Yoboseyo..”ucapku langsung.

“Mianhe Hye Jin-ah..aku menginap lagi di rumah Fiorella…hari sudah sangat gelap disini..aku tidak bisa pulang…”seru Hyo Jin di telepon.

“Ne..arassoo…”jawabku.

“Hati-hati dirumah…jangan lupa tutup pintu….”ucapnya lagi.

“Ne..oh ya…besok pagi-pagi sekali aku dan Wookie mau pergi ke Tuscany…kau sudah pulang belum? Kalau belum kunci akan aku titipkan pada Nyonya Carducci…”seruku.

“Ne…ara…hati-hati ya…”ucapnya.

Setelah itu aku pun mematikan teleponku. Sendirian lagi. Aku segera beranjak menuju dapur melihat apakah lasagnaku sudah jadi, segera ku keluarkan dari oven dan membawanya ke meja makan, aku pun mengambil air minum dari kulkas dan memulai makan malamku.

“Selamat makan..”ucapku pada diriku sendiri.

Aku rindu kimchi, ddokboki, bulgogi, kimbap, aku rindu semua masakan Korea, disini tidak ada dan berhubung sudah satu tahun kami tidak pulang, ya sudah setahun pula kami tidak makan masakan Kore, aku benar-benar rindu, pizza, spagethi, lasagna selalu saja itu karena hanya itu yang cocok dilidah kami.

Begitu selesai makan aku segera mencuci piring kemudian memastikan pintu sudah kukunci sebelum masuk ke dalam kamar dan berbaring di atas tempat tidurku sambil meneruskan membaca.

**

“Apa yang kau lakukan?”seruku pada seorang laki-laki yang berjalan terus mendekat padaku wajahnya tidak begitu jelas karena tempat yang gelap.

Dia berjalan semakin mendekat dan kemudian mencengkarm tanganku.

“Lepaskan!!”seruku pada laki-laki itu namun dia tidak menggubrisnya dan semakin mencengkram pergelangan tanganku membuatku meringis kesakitan.

“Mau apa kau?”seruku lagi sambil menahan rasa sakit  di tanganku.

Tiba-tiba dia mendekatkan wajahnya padaku, aku bisa melihat matanya yang merah menatap ke dalam mataku membuatku seakan terhipnotis dan aku merasa tubuhku sangat lemas namun tiba-tiba aku merasakan seseorang menarik sebelah tanganku yang lain.

“Kau tidak apa-apa?”tanya laki-laki itu.

Kembali aku tidak bisa melihat wajahnya karena semuanya gelap, aku hanya bisa mendengar suaranya. Aku merasa laki-laki itu masih mengejarku dan dia, dia terus saja menarikku membawaku ke sebuah gang sempit.

“Aku takut…”lirihku.

Dia menempelkan telunjuknya di bibirku menyuruhku diam, dia menarikku ke dalam pelukannya dia melindungiku.

“Aku ada disini…”lirihnya.

Aku membenamkan wajahku didadanya begitu aku mendengar langkah kaki mulai mendekat, aku merasakan dia semakin erat memelukku.

“Kau aman…”ucapnya melepas pelukannya.

“Terima Kas…”ucapanku terhenti begitu melihata matanya, merah terang sama seperti orang itu, aku berjalan mundur darinya, dia terlihat berjalan mendekatiku.

“Jangan dekati aku!!kau sama sepertinya!”ucapku semakin berjalan mundur.

“Aku tidak akan menyakitimu…aku…aku janji…kemarilah..”ucapnya namun aku semakin mundur dan terus mundur sampai kau merasakan kakiku tidak menginjak apapun lagi.

Omona…apa aku jatuh??aku merasakan tubuhku terhempas ke bawah entah kemana. Aku melihat laki-laki itu berusaha menggapaiku.

“Hye Jin-ah!!”serunya.

**

Aku tersentak kaget terbangun dari mimpiku, nafasku terengah-engah, mimpi itu lagi. Kenapa semakin sering akhir-akhir ini? Aku mengusap keningku yang  berkeringat. Ya Tuhan apa maksud mimpi itu? sudah tiga bulan aku bermimpi itu terus dan sekarang semakin sering. Aku beranjak dari tempat tidurku menju dapur mengambil segelas minuman dan kembali lagi ke kamarku menghidupkan lampu dan kembali berusaha tidur.

“Kau mau membeli apa sih?”tanyaku pada Nathan yang masih menyetir mobil yang mulai memasuki daerah Tuscany.

“Something special…”ucapnya tanpa menoleh padaku.

Karena dia tidak menjawab maka aku pun tidak menanyakannya lagi dan kembali asyik dengan buku yang sedang aku baca.

“Kau senang sekali membaca buku itu…”ucap Nathan.

“Membaca adalah hidupku Wookie..”jawabku dan kembali asyik dengan bukuku, balas dendam itu yang aku lakukan, habisnya tadi saat aku tanya dia hanya menjawab tanpa melihatku lagipula itu bisa dikategorikan bukan jawaban. Dia hanya terkekeh pelan dan kembali serius menyetir.

“Kita berhenti disini saja…tinggal jalan kesana…”ucapnya memarkirkan mobil di salah satu sudut pertokoan yang padat di Tuscany. Dia keluar dari mobilnya begitupun juga aku.

“Kajja…”ucapny berjalan mendahuluiku dan aku mengikutinya di belakang namun langkahku terhenti ketika melihat kerumunan orang banyak.

“Wae?”tanyanya padaku.

“Ada apa ya? Aku mau kesana sebentar…”ucapku dan kemudian langsung meninggalkannya menuju kerumunan orang-orang itu.

“It’s really terribble…what a scary thing this..”ucap seorang wanita berambut pirang yang terus menggumam.

Aku berusaha melihat apa yang mereka perhatikan namun karena tubuh mereka yang lebih tinggi dariku membuat menyerah untuk melihat tapi aku masih penasaran, akhirnya aku pun bertanya pada seorang pria dengan topi hitam yang juga sedang ikut melihat tapi sepertinya dia sudah selesai.

“Excuse me sir…is there something happened?”tanyaku padanya.

“Oh…yes…again…we found another body this morning…murderer…this town isn’t safe again…you must be careful young lady…”ucap pria itu kemudian pergi meninggalakanku.

Pembunuhan lagi? Bahkan sudah sampai Tuscany atau baru sampai Tuscany? Yang jelas Bologna pun sudah seperti ini. Wow ada trend baru kah? Aku memandang kerumunan orang itu sampai aku menangkap seseorang yang mencurigakan melihat ke arah kami dari balik sebuah toko di ujung jalan namun kemudian dia menghilang. Aneh sekali.

“Hye Jin-ah..ayo kita pergi..”ucap Wookie yang tiba-tiba sudah ada disampingku.

“Jamkaman Wookie-ya…”ucapku kemudian berlari ke arah toko itu, entah kenapa aku begitu penasaran dengan orang tadi kenapa dia memperhatikan dari jauh saja.

Aku pun melihat seseorang berlari dari toko tadi aku pun segera mengejarnya, untunglah aku jago lari namun sepertinya dia lebih cepat, aku sudah kehilangannya.

“Shiruh!!”umpatku.

Aku  mengedarkan pandanganku sekeliling dan ternyata aku beruntung aku melihat orang itu sedang berdiri di pinggir sungai memunggungiku. Aku berjalan mendekat, entah ada apa dengan otakku ini kenapa aku begitu penasaran dengan orang ini. Bahkan sampai mengejarnya seperti ini. Aigoo,kenapa ya??

Aku berjalan mendekat pada orang itu.

“Excuse me…”ucapku, sepertinya aku memang sudah gila. Mengejar orang asing bahkan sekarang bertanya padanya tapi aku begitu penasaran padanya.

Dia berbalik dan begitu melihatnya aku merasakan sesuatu yang aneh. Wajahnya putih pucat dengan rambut pirang kecoklatan, dia memakai jaket panjang warna hitam dengan septu boot juga berwarna hitam. Aku merasa begitu familiar dengan wajah ini.

“Hanguk?”tanyaku memastikan, karena wajahnya bukan wajah orang eropa tapi Asia dan lebih kepada Korea sama sepertiku

TBC

©2010 SF3SI, Novi.

This post/FF has written by Novi, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

HAPPY BLING DAY!!

생일 축하 합니다
생일 축하 합니다
사랑하는 종현
생일 축하 합니다!

SAENGIL CHUKHA HAMNIDA

SAENGIL CHUKHA HAMNIDA

SARANGHANEUN JONGHYUN GE

SAENGIL CHUKA HAMNIDA !!!!

Ye ye ye ye yeeeeeee~

Finally, we reach Kim Jonghyun (SHINee) Birthday !! After my ex (read: Eunhyuk #plak) birthday on 4th April, my older bro (read: Choi Siwon) on 7th April, today is one of our SHINee-Ing Boy Born Day. Bling Bling Kim Jonghyun (Read: my best friend. Akakka), now our Jjong is 21 years old or 22 in Korean age 😀

Nice nice nice, happy happy happy, smile smile smile, bling bling bling!

Thanks god it’s friday, everybody wants to part with me? Kekeke~

Well, as you know. SM Ent will celebrate Jonghyun’s 22nd birthday with 1.000 lucky fans on SM Building, T-O-D-A-Y ! Hope i’m one of 1000 lucky fans TT.TT

Let’s hope Taemin’s birthday will celebrate in Indonesia kekeke~. Who knows that SHINee will come to Indonesia on July for their fanmeeting? And it’s date is on Taemin’s birthday 18/07.

Because we can be the one of lucky fans and got the party with Kim Jonghyun, let’s make our own party? Unfortunately, the party will still unrevealed until 12 & 9 grades pass their National Exams. So this party will be a nice relief for them 😀

SO GUYS! LET’S MAKE THINGS OUT! FIGHT FOR YOU OWN FUTURE, PLEASE DON’T BE SO NAIF ABOUT YOUR EXAMS. Well, it will not be so difficult if you study hard, but don’t ever think that you will pass the exam nicely without any effort. You’ll got the benefit soon ^^

JUST MAKE JONGHYUN’S BIRTHDAY AS YOUR OWN SPIRIT GUYS! COME ON COME ON! I swear after the struggle you facin’ you’ll find the joy of your life.

“I gonna be storng, just keep pushin’ on! Cause there’s always gonna be another mountain, i’m always gonna wanna make it move. Always gonna be an uphill battle, sometimes we gonna have to lose. Ain’t about how fast i get there, ain’t about what’s waiting on the other side. It’s the climb.” – Hannah Montana, The Climb

Because it’s friday, you can relax a bit ^^. Don’t be so stress out like this world hate you forever, yah. Just calm down, all is well. Wake less, sleep more. Do not study, just try to practice your material.

Eh, for the other grades. Don’t ever feel like you’ll get the benefit of National Exams, don’t forget to study, fill full your value, and don’t forget to doin’ your homework. Holiday is not the best excuses, don’t be lazy because of holiday. Remember that your future is your own hand, keep figthin’ until you’ve got what you want.

HAVE A NICE FRIDAY! SMILE FOR YOUR LIFE! 😀

Sincerely,

Founder

LOVE’S WAY – GET IT

Get It

Main Cast : SHINee, Choi Hye Jin, Shin Hyo Jin
Support Cast : Super Junior

Sekarang waktunya drama, hwaiting! Seruku menyemangati diriku sendiri. Untunglah tadi acara menyanyi berjalan lancar, aku tidak menyangka Key ternyata bisa menyanyi juga. Aku sudah mengganti bajuku dengan baju yang akan digunakan untuk pentas sampai aku ingat tadi Kyu menitipkanku PSPnya. Aduh dimana ya tadi? Oh ya tadi ada di meja di belakang panggung. Aku pun segera pergi ke belakang panggung untuk mengambil PSP itu dan berniat mengembalikannya pada Kyu sekarang sedang berada di UKS.

”Mau kemana?”tanya Donghae Oppa begitu melihatku keluar dari ruang teater.

”Sebentar Oppa nanti aku kembali…”seruku sambil berjalan keluar.

Aku masuk ke belakang panggung dan mencari PSP itu tapi tidak kutemukan juga. Dimana ya? Gawat kalau sampai hilang, pasti Kyu akan sangat marah padaku. Aku masih mencari PSP itu sampai ke kolong meja tapi tetap tidak menemukannya. Bagaimana ini?

”Mencari ini?”seru sebuah suara dan langsung menyerahkan PSP hitan itu.

Aku mendongak untuk melihat siapa yang memberikannya ternyata itu Key.

”Ah…”seruku terkejut begitu melihat dia berdiri di depanku.

Aku pun segera mengambil PSP itu dari tanganku, aduh kenapa aku ini? Gara-gara bernyanyi bersama tadi membuatku sedikit deg-deg an berada di dekatnya.

”Gumawo…kupikir tadi hilang….”seruku padanya sambil tersenyum.

”Kan tadi aku yang pegang…sebenarnya aku ingin langsung mengembalikannya pada Kyu tapi aku yakin Kyu akan marah padamu karena kau malah meminjamkannya pada orang lain…”serunya sambil tersenyum.

Ya ampun kenapa senyum lembut itu lagi. Dia sedang amnesia apa sampai lupa besikap kasar yang biasanya dia selalu dia tunjukkan padaku. Jujur aku lebih suka melihat dia yang selalu berkata jutek dan sinis padaku dibanding sekarang. Mungkin karena setiap melihat dia tersenyum lembut seperti itu membuat jantungku berdegup dengan kencang.

”Ne…aku mau kesana…kau mau ikut?”tanyaku padanya.

”Annyong…aku mau cari tempat duduk untuk melihat dramamu…”jawabnya sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.

Aigoo, ada apa dengan dia hari ini. Aneh sekali! Apakah dia salah makan tadi pagi atau dia bertukar jiwa dengan Minho mungkin sehingga dia bisa bersikap lembut seperti ini.

Aku berjalan menuju ruang UKS dan mendapati Kyu sedang berbaring di atas tempat tidur dengan wajah yang sangat pucat. Dia sedang sendiri sepertinya. Aku masuk dan berjalan menghmapiri tempat tidurnya.

”Apa aku kembali ke masa lalu?kau Hye Jin di masa lalu”tanyanya padaku dengan mata setengah terbuka.

Aku menatapnya dengan tatapan bingung. Dia lalu memegang kepalanya. Ya ampun parah sekali kondisinya.

”Kyu…ini aku Hye Jin…”seruku padanya perlahan-lahan.

”Oh…aduh kepalaku pusing sekali..mian Hye Jin aku tidak bisa menemanimu menyanyi…”serunya lemah.

Kasihan sekali Kyu.

”Ne..arasso..apa tidak sebaiknya kau ke rumah sakit saja?”tanyaku padanya.

”Aku gak mau ke rumah sakit…”serunya sambil berusaha duduk.

Aku pun membantunya untuk duduk.

”Kenapa? Kondisimu sepertinya buruk sekali…”seruku padanya.

”Sebentar lagi juga baik asal…”katanya berhenti tiba-tiba.

Sepertinya aku tahu jalan pikiran anak ini. Kenapa tidak terpikirkan olehku bahwa tadi dia Cuma berpura-pura. Dasar game freak, untung saja PSPmu tidak hilang aku tidak sanggup membayangkan jika PSP mu hilang mungkin kau bisa tidak sadarkan diri beberapa hari. Aku segera menyodorkan PSP hitam miliknya dan bisa kulihat wajahnya langsung berseri-seri. Dasar Kyu, aku tidak menyangkan ada orang seperti dia.

”Kau tahu Hye Jin….aku sudah bosan setengah mati disini…hanya melihat Yesung bermain dengan kura-kuranya…”serunya penuh dengan semangat sambil mulai memainkan PSPnya.

Aku hanya bisa menghela nafas perlahan.

”Oh ya..mana Yesung?”tanyaku melihat kesekliling dan hanya melihat tas Yesung di atas meja.

”Lagi beli makanan…”jawab Kyu dengan mata masih tertuju pada PSPnya. Sepertinya dia semakin asyik dengan PSPnya dan sebaiknya aku kembali ke ruang teater sebentar lagi pasti akan dimulai, aku tidak mau melihat Heechul sunbae marah-marah karena aku datang terlambat.

”Arasso…aku kembali ya…aku harus pentas drama…semoga cepat sembuah..”Seruku padanya.

Dia hanya menggumama dengan mata yang tetap tertuju pada PSPnya, aku berjalan dan menoyor kepalanya.

”Heh…kalau orang bicara tuh lihat matanya…”seruku sambil berjalan keluar.

”Hye Jin-ah…kau membuatku kalah padahal udah level 100 tahu…”teriaknya padaku.

Kami berdoa bersama-sama agar pertunjukan ini berjalan dengan baik tapi seperti biasa aku tidak menemukan Heechul sunbae di antara orang-orang ini, dia malah asyik duduk sambil memainkan Iphone barunya.

”Hwaiting!”seru Euhnyuk sunbae begitu kami selesai berdoa.

Aku harus bisa, memang ini bukan pertunjukkan pertama bagiku, dulu di Amerika aku pernah ikut drama tapi tetap saja aku gugup ini pentas dramaku disini.

”Kau gugup?”seru Taemin yang tanpa aku sadari sudah berada disampingku dan langsung mengenggam tanganku.

Aduh ini malah semakin membuatku gugup, aku merasakan mukaku memanas dan pasti sekarang sudah memerah, aku berusaha tersenyum agar dia tidak sadar bahwa aku gugup bukan hanya karena akan pentas tapi karena tanganku sekarang ada di genggamannya.

”Anni…”seruku berbohong.

”Tapi tanganmu gemetar…”serunya sambil tersenyum dan menatapku lekat-lekat.

Aigoo, jangan menatapku seperti itu. Sekarang pasti mukaku sudah semerah kepiting rebus. Dia menatapku sangat lembut sama seperti yang tadi di lakukan, Key. Hey kenapa aku malah mengingat Key.

”Kalian bersiap-siap ya..”seru Heechul sunbae menepuk bahu kami berdua dan itu membuat kami sedikt kaget.

Taemin langsung melepaskan genggaman tangannya dan mengalihkan pandangannya dariku. Aku pun begitu, buru-buru aku alihkan padanganku dan menatap ke arah yang lain.

Pentas drama berjalan dengan baik dan tiba saatnya di adegan terkahir. Adegan dimana aku harus memeluk Taemin. Adegan yang selalu membuatku berdebar-debar apalagi tadi dia seperti itu. Aku berusaha melupakan kejadian tadi di belakang panggung.

”Hwaiting!”seru Donghae Oppa sambil menepuk bahuku dan tersenyum jahil.

Aku tahu apa maksudnya itu. Aku hanya membalasnya dengan menmanyunkan bibriku. Dasar Oppa ku yang satu ini senang sekali menggodaku. Hari ini aku tidak melihat Siwon Oppa, dimana dia? Aku harap dia menonton pertunjukan ini.

Aku yakin aku bisa. Seruku pada diriku sendiri.

Aku sudah menyelesaikan dialogku dan aku sudah mulai maju untuk memeluknya, aku berusaha menghindari kontak mata dengannya karena itu hanya akan membuatku samkin deg-degan. Namun ternyata dia malah menatapku dan itu membuatku tidak dapat mengalihkan padanganku dari matanya, aku semakin berjalan mendekatinya dan dia masih menatpku dengan tatapannya yang lembut itu. Begitu aku memeluknya, aku merasakan dia membalas pelukanku dan memelukku dengan erat. Sebenarnya seharusnya tidak ada adegan dia membalas pelukanku tapi begitu Heechul sunbae melihat kami latihan waktu itu, entah ada angin apa dia berinisiatif memasukan adegan itu. Namun tiba-tiba Taemin melepaskan pelukannya dan menatapku lekat-lekat. Saat itu jantungku benar-benar berdegup sangat kencang. Dia mendekatkan wajahnya pada wajahku. Dan bisa kurasakan mukaku sudah memanas sekarang. Apa yang akan dia lakukan?. Jantungku semakin berdegup sangat kencang dan aku memejamkan mataku sampai aku merasakan Taemin mencium keningku. Aku benar-benar terkejut dengan hal ini. Masalahnya hal ini tidak ada dalam script dan aku bingung harus bagaimana setelah ini. Taemin langsung merengkuhku ke dalam pelukannya. Aku bisa melihat penonton langsung berteriak histeris tapi aku juga bisa melihat sepasang mata yang menatapku dengan tatap sedih dan kesal. Key. Kenapa dia?

”Kalian benar-benar sangat natural…”seru Heechul sunbae begitu kami selesai pentas dan aku sudah mengganti bajuku dengan baju sekolah kembali dan aku hanya menanggapinya dengan seulas senyum yang agak dipaksakan. Aku bisa melihat teman-teman yang lain ada yang sedikit tidak suka melihat hal tadi. Itu wajar saja aku pun juga tidak menyangka akan hal itu. Pasti sekarang cewek-cewek di sekolah ini akan mulai membenciku. Aigoo!

Sebenarnya aku sangat malu saat ini tapi aku bisa melihat Taemin tetap biasa saja dan itu membuatku sedikit lega karena biasanya dia sering menjadi aneh terhadapku setiap terjadi hal-hal yang tidak terduga terjadi diantara kami. Aku melihat dia sedang berbicara dengan Jin Ki Oppa di depan pintu ruang teater dan kemudian pergi keluar bersama Jin Ki Oppa.

”Senangnya…”seru Donghae Oppa sambil merangkul bahuku dan menyentuh pipiku dengan telunjuknya.

”Oppa!” teraikku sambil berusaha melepaskan rangkulannya tapi ternyata dia lebih kuat.

Dia tertawa sambil masih merangkul bahuku dan aku pun hanya bisa mengerucutkan bibirku, menyebalkan sekali Oppa ku ini.

”Oppa…Siwon Oppa mana?”tanyaku padanya.

Dia melepas rangkulannya dan tampak terjadi perubahan di wajahnya. Ada apa dengan Siwon Oppa.

”Siwon Oppa baik-baik saja kan?”tanyaku khawatir. Sudah seharian ini aku tidak melihatnya, apa dia tidak masuk hari ini? Tapi kenapa dia tidak masuk? Kurasa dia bukan orang yang sering membolos, apa dia sakit?

”Sudahlah….dia tidak masuk hari ini…tapi dia tidak apa-apa kok…kan masih ada Oppa mu yang tampan ini…”serunya sambil tersenyum.

Aku hanya bisa tersenyum mengejek melihat tingkah Oppa ku yang satu ini yang terkadang seperti anak kecil.

”Ya…Oppaku yang tampan…”seruku sambil tersenyum.

”Gumawo dongsaeng…”serunya dan tiba-tiba Donghae Oppa langsung mengecup sekilas pipiku.

”Oppa!”teriakku yang melihatnya langsung kabur begitu mengecup pipiku. Aku berlari mengejarnya dan akhirnya kami main kejar-kejaran di dalam ruang teater untung sudah tidak ada orang lagi. Bisa-bisa aku di bununh oleh para fansnya Donghae Oppa karena aku di cium olehnya. Aku terus aja mengejarnya sampai aku terengah-engah. Dasar Oppaku ini! Dia tertawa mengejekku dari atas panggung yang ada di ruang teater itu. Aku pun berjalan kesana dan langsung memukul lengannya.

”Aishh…kau ini perempuan atau laki-laki sih…sakit tau!”serunya sambil mengusap-usap lengannya.

Aku hanya mendengus kesal.

”Dongsaengku jangan marah dong…”serunya sambil mendaratkan kecupan lagi di pipiku.

”Oppa!”teriakku lagi.

Tiba-tiba Euhyuk sunbae muncul dan langsung berdecak kesal pada Donghae Oppa. Pasti dia akan menolongku.

”Heh..Donghae… kau ini dia kan yeojachingunya Taemin..nanti kau dimarah Taemin karena melihatmu dekat sekali dengannya…jangan dekat-dekat dengan dia…”seru Eunhyuk sunbae yang kukira akan membelaku tapi ternyata di balik belaannya itu terselip ejekan lagi.

Aku punya sunbae tidak ada yang beres.

”Lee Hyuk Jae…dia adalah dongsaengku tau…jangan menggodanya..”seru Donghae Oppa sambil merangkulku.

”Oppa..memangnya Oppa tidak menggodaku tadi…masih mending Eunhyuk sunbae yang masih membelaku meskipun dia tetap menggodaku tapi lebih baik dibanding kau…” seruku pada Donghae Oppa dan berusaha melepaskan rangkulannya dan berjalan menuju Eunhyuk sunbae lalu menggamit tangannya.

”Tuh kan…dongsaengmu ternyata lebih menyukaiku dibanging kau…”seru Eunhyuk sunbae sambil tertawa.

”Hyuk Jae-ya…dia dongsaengku tau….”seru Donghae Oppa berjalan menghampirku dan langsung menarik tanganku.

Aku dan Enhyuk sunbae hanya bisa tertawa melihat tingkah Donghae Oppa yang terkadang seperti anak kecil saja tapi kadang juga dia bisa menjadi sangat dewasa. Oleh sebab itu aku sangat menyayanginya. Dia benar-benar Oppa yang baik. Andai aku benar-benar punya Oppa.

”Hye Jin-ah…kau pulang duluan saja…aku di antar Jin Ki…”seru Hyo Jin di telepon.

Jadi aku sia-sia menunggunya selama ini. Sudah hampir sore lagi. Aku melihat jam tanganku yang sudah menunjukan pukul 4.

”Oh…tidak dengan Jang seonsangnim…”seruku padanya menyindir.

”Mianhe…Hye Jin-ah…”jawabnya.

”Ne..ne..arasso..bersenang-senanglah..aku bisa pulang sendiri..jangan kecewakan Jin Ki Oppa..”seruku dan langsung menutup teleponnya.

Aku berjalan keluar menuju gerbang sekolah. Ternyata masih ada beberapa anak yang belum pulang karena aku masih melihat beberapa anak masih berkumpul di lapangan sepak bola. Hari ini berjalan lancar. Terima kasih Tuhan. Senangnya tidak terjadi apa-apa. Semua yang kulakukan berhasil. Ucapku dalam hati. Aku tersenyum sambil melangkah menuju gerbang namun tiba-tiba sebuah tanganku menarikku dan menyeretku untuk mengikutinya.

”Key…kau selalu saja…aku bisa jalan sendiri tahu…”seruku padanya yang masih terus menarikku.

Dia hanya menoleh ke arahku dengan tatapan yang sangat tajam. Kenapa dia? Kenapa dia menatapku seperti itu. Padahal tadi pagi dia masih bersikap lembut. Aku tidak habis pikir dengan sikapnya seharian ini.

Dia berhenti tepat di depan pohon di samping lapangan parkir. Dia melepaskan tanganku dengan kasar.

”Sakit tau!”seruku padanya.

”Kenapa kau harus beradegan seperti itu dengannya?”tanyanya dengan setengah berteriak.

Ada apa dengan dia? Kenapa dia seperti itu. Apa haknya untuk melarangku.

”Jawab aku!”serunya lagi.

Aku sudah mulai marah dengan sikapnya yang seperti ini. Kenapa dia begitu ingin tahu? Dia bukan siapa-siapaku.

”Bisa tidak kau tidak berteriak padaku!”seruku padanya dengan setengah berteriak dan langsung menatap matanya yang sekarang sedang menatapku sinis.

Aku pun berjalan pergi meninggalkannya namun lagi-lagi dia menahan tanganku.

”Mian…”serunya dengan wajah penyesalan.

Namun tiba-tiba sebuah tangan lain menarik tanganku yang lain.

”Ayo pulang…”serunya.

Aku pun menyentakkan tanganku dan berhasil lepas dari genggaman Key.

”Aku mau pulang!” seruku padanya dan langsung berjalan bersama Taemin yang mengenggam tanganku.

Key POV

Babo sekali kau Key! Kenapa kau malah marah padanya! Pasti sekarang dia akan sangat membenciku. Hye Jin-ah…mianhe…seruku dalam hati. Jujur aku tidak bermaksud membentaknya tapi aku benar-benar cemburu melihatnya dicium oleh Taemin. Aku tidak bisa melihatmu dengan orang lain. Hye Jin-ah…aku sangat mencintaimu…andai kau tahu perasaanku.

Aku hanya bisa melihat Hye Jin yang sudah berjalan meninggalkanku bersama Taemin. Aku masih bisa melihat dia menengok ke arahku dengan tatapan marah. Aku yakin dia sangat marah padaku dan pasti dia tidak akan mau berbicara denganku lagi.

Hye Jin POV

”Kau baik-baik saja?”tanya Taemin begitu dia mengantarku sampai di depan rumahku.

”Ne..”jawabku dengan wajah tertunduk.

Aku tidak tahu apa yang aku pikirkan sekarang, aku merasa sudah sangat kasar sekali dengan Key, padahal dia sudah minta maaf tadi. Aigoo, pasti dia sangat marah padaku sekarang.

”Tadi ada apa antara kau dan Key?”tanyanya lagi.

”Andwe…hanya bertengkar saja…tidak apa-apa besok juga sudah baik lagi…”jawabku. Sebenarnya jawaban itu hanya untuk meyakinkan diriku bahwa besok Key pasti akan baik lagi, dia akan seperti biasa lagi.

”Arasso..sampai jumpa besok…”serunya sambil tersenyum dan mengacak-acak rambutku.

Taemin pun segera berlalu. Aku berjalan masuk ke dalam rumah dan mengambil kuncinya di dalam tasku. Hari ini nenek menginap lagi dan aku sendirian di rumah. Hufft, suasana hatiku benar-benar kelabu padahal sore ini begitu indah. Aku membuka setiap jendela rumahku agar udara masuk. Sebenarny agar lebih terang. Aku maish suka takut jika ditinggal di rumah sendirian. Aku masuk ke kamarku dan menggnati bajuku lalu berjalan menuju dapur dan membuka kulkas untuk melihat apa yang bisa aku makan. Sepertinya ada biskuit dan susu strawberry kesukaanku. Aku mengambil keduanya dan duduk di taman depan sambil melihat banyak orang yang lewat. Bukannya memakan biskuit aku malah termenung. Aku memikirkan kejadian tadi. Kenapa Key begitu marah padaku. Aku jadi teringat Hyo Jin pernah berkata bahw mereka meperebutkanku. Ada-ada Hyo Jin itu, tapi aku kembali tertegun dengan kata-kata itu. Apa mereka berdua menyukaiku? Tidak..tidak..tidak….kenapa aku begitu narsis Hye Jin…mereka tidak menyukaimu…kau ini narsis sekali. Seruku di dalam hati. Aku menminum susu strawberry itu dan kembali melanjutkan lamunanku. Kira-kira Key marah tidak ya? Habis tadi aku melihat dia sangat sedih sekali waktu melihatku langsung meninggalkannya begitu saja. Padahal memang tadi dia bilang kan mau ada yang dia bicarakan denganku. Aigoo, aku lupa hal itu. Pasti dia marah sekali padaku. Aku mengambil Hp-ku yag kuletakkan di sampingku dan membuka phone booknya untuk mencari nama Key saat aku mau menekan tombol hijau, aku menghentikannya. Aishh, pasti dia tidak akan mau mengangkat telepon dariku.

Key POV

Telepon tidak….telepon tidak…seruku dalam hati sambil terus mondar-mandir di kamarku sambil menatap layar Iphone-ku.

”Kibum-ah…berisik sekali…hentakan kakimu itu terdengar sampai kamarku….sampai kapan kau akan terus mondar-mandir…sudah telepon saja…”serun Minho yang langsung masuk ke kamarku seperti biasanya tidak meminta ijin dulu.

”Mwo? Siapa yang mau menelepon?”seruku sambil melempar Iphone-ku ke atas kasur.

”Sudah…aku tahu kau mau menelepon gadismu yang kau berikan boneka itu kan?”serunya lagi.

Cerewet sekali orang ini. Kenapa dia bisa menjadi adikku.

”Berisik..sudah keluar sana..aku mau tidur…”seruku sambil menghempaskan tubuhku ke atas tempat tidur dan menelungkupkan wajahku ke bantal.

”Dasar playboy yang satu ini…aku penasaran siapa gadis itu yang bisa membuat playboy sepertimu jadi seperti ini…”serunya sambil berjalan keluar dan langsung menutup pintu.

Dasar adik yang terlalu cerewet, kenapa sih dia bisa begitu cerewetnya jika di rumah. Membuatku pusing saja. Aku berusaha memejamkan mataku tapi tetap tidak bisa. Hye Jin-ah mianhe.

Siwon POV

Ini rumahnya. Aku keluar dari mobilku dan menatap rumah Hye Jin yang juga rumah ibuku. Kenapa aku malah kesini? Aneh sekali diriku. Hari ini aku memutusakn untuk tidak pergi ke sekolah, aku sedang tidak ingin ke sekolah lagipula di sekolah hanya ada pentas seni. Aku sedang berjalan-jalan begitu aku malah menyetir sampsi disini. Aku jadi teringat ibu yang selalu membawakanku makanan sudah sebulan ini. Oh ya aku ingat aku ingin bilang padanya tidak usah lagi membawakanku makanan. Sampai saat ini jujur aku masih belum siap menerima ibuku juga adikku tapi aku pun tidak bisa memungkiri bahwa aku rindu pada ibuku. Aku menatap rumah ini beberapa saat, sepertinya kosong. Mungkin lain kali saja aku bertemu dengan ibuku lagipula aku takut kalau Hye Jin pulang dan dia melihatku disini. Aku hendak masuk kembali ke mobilku sampai sebuah suara memanggilku.

”Siwon Oppa…”seru suara yang sudah ku kenal itu. Hye Jin kenapa dia sudah pulang. Bukankah Donghae bilang dia masih di sekolah, aku pikir Hye Jin juga masih di sekolah. Kenapa dia sudah ada di rumahnya.

Aku pun terpaksa berbalik dan melihatnya berjalan ke arahku dan tersenyum begitu sampai di hadapanku. Rasanya sudah lama sekali aku tidak melihat senyumnya dan entah kenapa itu malah membuatku senang. Memang sudah beberapa minggu ini aku menghindarinya walaupun tidak secara jelas menghindari tapi aku berusaha untuk menjauh dan untunglah dia tidak terlalu merasakan perubahan itu. Aku pun tersenyum pada dongasaengku ini. Ya dongsaengku, entah kenapa setiap kali aku melihatnya ingin sekali aku bilang bahwa aku adalah kakak kandungnya tapi aku tidak mungkin melakukan itu saat aku ingat dia adikku terkadang aku masih kesal dengannya tapi begitu melihat dirinya sebagai Hye Jin aku senang bisa menjadi kakak baginya.

”Benar..ternyata Siwon Oppa…”serunya masih dengan senyumnya itu.

”Ada apa Oppa kemari?” tanyanya lagi.

”Ah andwe…hanya berjalan-jalan saja…lalu aku ingat ini rumahmu…”jawabku seadanya.

”Oppa tadi kenapa tidak ke sekolah? Aku kan hari ini pentas loh…”katanya dengan wajah sedikit kecewa.

”Mianhe Hye Jin-ah…tadi ada keperluan mendadak dengan keluargaku..mian…”seruku padanya.

”Arasso..”serunya.

”Hemm…bagaimana kalau kutraktir es krim sebagai permintaan maafku…”seruku menawarkan padanya bisa kulihat dia tersenyum dan mengangguk lalu berjalan mengunci pintu rumahnya.

Kami pergi ke sebuah taman dan duduk di salah satu bangku yang mengahadap ke arah air mancur.

”Aku beli dulu ya…”seruku padanya.

Dia pun mengangguk dan aku pun pergi membeli dua buah es krim. Begitu aku kembali aku melihat wajah Hye Jin sedih sekali. Kenapa dia? Apa yang terjadi padanya? Aku duduk di sampingnya dan menyodorkan es krim itu padanya.

”Gumawo…”seru Hye Jin dan menjilat es krimnya.

”Kenapa kau sedih? Ada yang menganggumu?” tanyaku padanya mencari tahu kenapa wajahnya begitu sedih.

”Anni…aku baik-baik saja…”jawabnya sambil tersenyum tapi aku bisa merasakan itu bukan senyum yang tulus melainkan lebih di paksakan.

”Aku kan sudah bilang…kalau ada apa-apa cerita padaku…”seruku sambil menatapnya.

Dia menghela nafas perlahan.

”Oppa…Key marah padaku…”serunya sambil tertunduk.

”Kenapa?”tanyaku.

Dia pun menceritakan semua kejadiannya padaku. Ya ampun dongsaengku ini polos sekali. Sudah jelas Key itu cemburu padanya. Aku tidak menyangka dongsaengku di sukai oleh dua pria sekaligus tapi dia tidak sadar akan hal itu. Aku tersenyum padanya saat dia menyelsaikan ceritanya. Aku pun mengacak-acak rambutnya penuh rasa sayang.

”Kau tahu kenapa Key marah padamu?”tanyaku padanya.

Dia hanya menjawabnya dengan gelengan kepalanya. Aku pun hanya tersenyum melihatnya. Ternyata dia memang sangat polos. Sudahlah nanti juga dia tahu sendiri.

”Ya sudah…besok jug dia akan baik lagi…jangan dipikirkan…”seruku padanya. Dia pun hanya tersenyum namun tiba-tiba dia langsung memelukku.

”Gumawo Oppa…setelah berbicara denganmu aku jadi lebih baik…”serunya dalam pelukanku.

Aku pun membalas pelukannya dan mengusap-usap kepala dongsaengku ini. Aku sayang sekali denganmu tapi maaf aku belum bisa menerimamu sebagai adikku.

Dia melepas pelukanku dan menatapku.

”Oppa…kita main sepeda yuk?”serunya padaku.

Aku sedikit kaget mendengar perkataanya. Bukannya dia tidak bisa naik sepeda.

”Oppa yang naik…aku yang dibonceng..begitu…”serunya lagi seperti mengerti bahwa aku sedikit bingung dengan perkataanya tadi.

Aku pun mengangguk dan menarik tangannya menuju salah satu tenpat penyewaan sepeda.

Hye Jin POV

”Gumawo Oppa…”seruku begitu Siwon Oppa mengantarku sampai di depan rumah.

Dia pun tersenyum dan melambai sebelum masuk ke dalam mobilnya dan pergi.

Aku masuk ke dalam rumah dan begit kaget melihat ibuku sudah berdiri di depan pintu.

”Umma…sudah pulang?”tanyaku padanya.

”Ne umma tadi bisa pulang cepat…siapa tadi?”tanya ibuku langsung.

Kenapa dia begitu ingin tahu siapa yang bersamaku kali ini. Biasanya dia tidak pernah bertanya, yah mungkin karena memang tahu kalau aku pergi kalau tidak dengan Taemin pasti dengan Jin Ki Oppa.

”Itu tadi Siwon sunbae ku di sekolah….satu angkatan dengan Hyo Jin…”jawabku.

Dan bisa kulihat wajah ibuku langsung berubah begitu mendengar jawabanku.

”Kau pacaran dengannya?” tanyanya dengan penuh selidik. Kenapa ibuku ini? Dia tidak pernah bertanya kalau aku pulang denga Taemin, dia tidak pernah bertanya Taemin pacarku atau bukan tapi kenapa dengan Siwon Oppa dia bertanya seperti itu.

”Andwe…aku hanya menganggapnya kakakku….”jawabku lagi.

”Ne..itu kakaknya Hye Jin disekolah selain Donghae ahjumma…”seru Hyo Jin yang tiba-tiba muncul. Membantu menjelaskan.

Memang aku pernah cerita tentang aku punya sunbae yang aku anggap kaka di sekolah tapi waktu itu aku baru punya Donghae Oppa jadi aku belum sempat cerita pada ibu bahwa Siwon Oppa juga adalah Oppaku. Bisa kulihat wajah ibu menjadi lega entah kenapa. Memangnya kenapa kalau aku pacaran dengan Siwon Oppa. Tentu saja aku tidak mungkin pacaran dengan Oppaku sendiri meski bukan kakak kandung tapi kan tetap saja perasaanku padanya hanya perasaan seorang dongsaeng pada Oppanya tidak lebih. Lagipula Siwon Oppa juga sudah mempunyai pacar Aku hanya menganggapnya seorang kakak. Kakak yang sangat ingin aku miliku.

”Ya sudah…kau mandi sana…ibu sudah membuatkan makanan kesukaanmu…”seru ibuku.

”Ne…asik..”seruku sambil berjalan masuk ke dalam tapi aku berbalik dan melihat ibu masih berdiri di depan pintu. Kenapa dengan ibu? Aneh sekali tidak biasanya dia seperti itu? Ada apa ya?

Novi

This post/FF has written by Novi, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

LOVE’S WAY – MY ALL IS IN YOU

MY ALL IS IN YOU

Main Cast: Choi Hye Jin, Shin Hyo Jin, SHINee

Support Cast: Super Junior

Pagi itu aku sudah berjalan menuju ruang teater, seperti biasa aku sudah janjian dengan Donghae Oppa untuk belajar. Aku juga sudah membawa bekal seperti biasanya untuk aku berikan pada Oppa.

”Oppa…”seruku sambil membuka pintu ruang teater. Tapi saat aku melihat ke dalam belum ada meja dan bangku seperti yang biasa Oppa sudah siapkan. Tumben Oppa belum datang. Saat aku berjalan masuk aku baru sadar ternyata sudah ada orang di dalam. Siapa dia? Kenapa ada disini, dari belakang dia tidak terlihat seperti Eunhyuk sunbae atau Heechul sunbae dan yang pasti bukan Donghae Oppa, aku pasti bisa mengenalinya. Aku berjalan menghampirinya. Continue reading LOVE’S WAY – MY ALL IS IN YOU

GRANDPA, GRANDPA – Part 5

Main cast : Key SHINee

Supported cast : SHINee, imaginary character

Author: Ariesty A

CHAPTER 5

Aku mesti ngomong! Kalo nggak lama-lama aku bisa gila. Ya Tuhan…, Ya Tuhan…, I’m so in love right now. Aku mesti ngomong. Aku mesti ungkapin ini ke dia!

Setelah mematri tekad dalam hati, Key memberanikan diri untuk menelepon Alexis. -Terserah deh, pokoknya Key ngerasa udah nggak bisa nahan perasaannya lagi. Denger suara Alexis juga nggak apa-apa deh (deuuu…segitunya, dasar sentimental **omongan siapa tuh**).

Terdengar nada sambung. Lama. Trus mailbox. Key mencoba menghubungi lagi. Nada sambung. Angkat Lex,…please…, mailbox. Key mencoba sekali lagi. Nada sambung kembali. Dan Key nge-reject ponselnya setelah terdengar mailbox lagi.

Key menarik nafas dalam-dalam untuk meredakan debar jantungnya. Mengingat Alexis bilang suka padanya membuatnya tiba-tiba sulit bernafas. Organ tubuhnya serasa jungkir balik. Hihihi. Si Key ada-ada aja ah.

Aduh, si Alexis kenapa nggak jawab teleponnya sih? Sibuk kali dia? Atau ke Hamkke trus lupa bawa ponsel? Ah, aku nanya Reese aja ah. Eeeeehhhhh…tunggu, tunggu, si Reese ngomong bahasa inggrisnya nggak pake perasaan sih. Key kan susah nangkep kalo orang ngomong bahasa inggrisnya secepat si VJ MTV itu. Tapi aku mau ngomong sama Lex. Aaaah! Bodo amat mau si Reese ngomong secepat jet. Yang penting aku bisa ngomong sama Lex.

Key mencari nomor Reese yang udah di-save-nya dari ponsel Min Ho.

“Reese speaking,”

Hi, Reese!” sapa Key. “It’s me, Key”

Ouw hi, Key”

May I talk to…”

“Haha. Alright, I’ll call her,”  terdengar suara Reese memanggil Lex. Hati Key melonjak senang karena ternyata Lex nggak kemana-mana. Apalagi pas samar-samar dia denger pembicaraan singkat Reese dan Lex.

Your prince,”

“Shut up, Reese!”

“Yeoboseyo?”

“Hi, Lex. Apa kabar?” aduuuhhh, basi amat sih? Key merutuki dirinya sendiri.

“Baik. Kalian?”

Kalian? Kok nanyanya borongan sih? Tanyain kabar aku dulu kenapa?

“Oh, kami baik-baik aja,”

Thanks GOD,” Key bisa merasakan Lex tersenyum di seberang. “Belum sibuk lagi ya?”

“Sebenernya di agenda kami dapet libur seminggu sih. Tapi tiba-tiba ada undangan ke stasiun radio Sukira besok,”

“Sukira itu Super Junior Kiss the Radio, kan? Aku suka Super Junior,” ujar Lex.

Ayo Lex, bilang kalo kamu suka SHINee juga, terutama sama aku, Key ngarep. Pembicaraan mereka jeda untuk beberapa detik.

“Lex,…”

“Hm?”

I’ve just realized…”

Realized what?”

I’ve just realized that you’re so cute and I wanna ask you to go to the cinema at 7 pm if you don’t mind”, saking tegangnya, Key ngucapin kalimat tadi dalam satu tarikan nafas tanpa titik dan koma. Oke, sudah terucap. Siapin mental buat ditolak.

“7 pm?” Jeda. “Alright”. Thanks, GOD! Kali ini Key nggak malu-malu buat neriakin YES sampe Reese ketawa geli ngedengernya.

Okay, Key. See ya at 7 pm,” ujar Lex. Sambungan terputus. Lex nggak bisa nyembunyiin senyumnya. Lucu banget ngeliat si Key. Apalagi pas Key bilang kalo dia cute. Lex bener-bener melayang dipuji kayak gitu.

So, you’re gonna have a date tonight?” tanya Reese. Lex mengangkat bahunya seolah itu menjadi rahasianya. Reese merangkul pundak temannya. Ia senang Lex sudah bisa tersenyum sekarang.

Di apartemen, tepatnya di kamarnya, Key sedang berbunga-bunga. Dia nggak percaya udah ngebilangin apa yang dia mau bilang, seenggaknya buat saat ini. Perlahan dia akan ngungkapin semuanya ke Alexis. Bahwa dia jatuh cinta sama cewek itu dan ingin Alexis jadi…huah! Pokoknya Key seneng banget. Ia melirik jam mejanya. Masih jam 5. Key langsung beranjak ke kamar mandi.

Setelah masakin personil SHINee yang lain dan makan malam bersama, Key bersiap-siap pergi. Personil lain berpesan macam-macam.

“Inget jangan buka samaran,”

“Jangan bertingkah mencolok,”

“Kamu yang belikan tiket plus popcorn sama soft drinknya,”

“Pilihin tempat yang di tengah, jangan terlalu depan,”

“Si VJ MTV itu ikutan nggak? Kalo iya, perhatiin bangku kamu, siapa tahu ngedudukin bekas permen karet,” (ketebak siapa yang ngomong ini)

“Kalo bisa ajak dia nonton film luar aja, takutnya perbendaharaan bahasa Korea dia belum pas banget, yang ada dia malah bingung,”

“Tapi biarin dia pilih filmnya,”

“Hyung, kalo sempat mampir ke supermarket ya, sosis di kulkas kayaknya abis…,”, semua personil memandang Tae Min. Nih anak, orang mau nge-date malah dititipin ke supermarket.

“Udah, ntar kita aja yang ke supermarket,” ujar Onew. Key pamit dan melajukan mobil ke halte, kayak biasanya. Dia sengaja datang lebih awal, soalnya bahaya kalo Lex nunggu sendirian di halte. Jadi maksudnya biar dia yang nunggu gitu. Cieeeehhh…

Kali ini Lex datang tepat waktu. Key menoleh ke arah suara yang menyapanya dan terkesima. Lex pake kaos pink pastel yang ditutupi oleh jaket big size pink-putih yang lengannya digulung sampe bawah siku, rok denim biru muda selutut dan sepatu boot warna hitam. Rambut coklatnya diikat ke samping. Neomu yeoppo…! Key membatin.

Key keluar dan membukakan pintu untuk Alexis. Lex ketawa ngeliat perlakuan Key padanya dan masuk ke mobil. Mobil melaju ke bioskop.

Setibanya di sana Key langsung masuk ke antrian The A-Team. Dia emang udah lama pengen nonton ini. Alexis berinisiatif membeli popcorn dan softdrink. Kemudian ia menyerahkan popcorn dan soft drink Key.

Thanks a lot. Mestinya aku semua yang beli. Kan aku yang ngajak,” ujarnya.

“Ouw, no prob,” sahut Lex. “ Biar impas,”

Key jadi teringat ucapan Lex pas dia mau nganterin Lex ke Hamkke dari Youth Zone. Tapi jangan harap aku mau balas budi. Key menghela nafas. Kayaknya Alexis emang tipe cewek yang nggak mau punya hutang budi.  Alexis, Alexis, ini semua karena aku sayang kamu, kok.

Mereka menunggu pintu studio 3 dibuka sembari sesekali mencomot popcorn di bangku empuk di sudut studio. Key milih tempat duduk di sudut bukan berarti mau mojok. Tapi dia takut aja dikenali sama orang lain. Dia nggak mau ngebawa-bawa Alexis kalo sampe ketahuan media.

“Nggak nyaman ya, jalan sama orang yang pake jaket, topi, sama kacamata trus?” Key membuka percakapan.

“Kok tahu?” Lex nyahut cuek.

“Hah? Beneran kamu nggak nyaman?”

“Becanda kali,” Lex ngejawab sekenanya. Key narik nafas lega. Kirain Lex emang nggak nyaman bareng artis idola.

“Yang nggak nyaman kan kamu sendiri, aku sih fine-fine aja,” ujar Alexis. Key menyembunyikan senyumnya. Malu juga kalo Alexis tahu dia excited banget.

“Thanks ya, Key, udah nraktir nonton. Kapan-kapan gantian aku deh,” ujar Lex sembari nyeruput soft drinknya. Key hanya tersenyum. Kalo kapan-kapan itu berarti tiap hari, boleh aja.

$$$$$$$$$$

Jong Hyun membuka pintu supermarket. Jaket dan kacamatanya nggak bisa nutupin muka cemberutnya. Gimana nggak cemberut? Tiba-tiba aja Onew ngelontarin ide yang enggak banget soal siapa yang belanja di supermarket. Onew dan Tae Min nyiapin gulungan kertas dengan tulisan nama mereka dan Min Ho menyiapkan kaleng. Trus diundi gitu. Dan nama yang tertulis di kertas yang diambil tuh namanya Jong Hyun.

Aiiiissshhhh…si Onew itu gimana sih? Katanya tadi biar ‘kita’ yang pergi. Kok malah diganti aturan mainnya? Diundi lagi, emang arisan? Si Onew tuh leader SHINee atau bu RT sih? Kayaknya obsesi banget sama yang diundi-undi gitu, Jong Hyun napsu banget ngomel-ngomelin Onew dalem ati. Hihihi. Onew emang lagi males banget buat keluar rumah. Kebetulan banget nama yang keluar dari kaleng undian itu bukan namanya. Jong Hyun sebel banget pas ngeliat muka Onew yang keliatan lega waktu ngebuka gulungan kertas undian bertema ‘SIAPA YANG KE SUPERMARKET MALEM INI’. Aiiishhh…awas tuh si Onew, ntar aku sembunyiin kaos kakinya (ih, Jong Hyun ancemannya nggak banget ya?). Alhasil dialah yang pergi sendiri. Mulai dari bawa mobil sendiri sampe belanja sendiri.

Mata Jong Hyun menjelajahi setiap sudut supermarket. Untung aja tuh supermarket lagi nggak banyak orang. Jadi Jong Hyun agak santai. Dia nyamperin rak pendingin yang berderet di tepi supermarket. Trus ngambil sosis pesenan Tae Min. Kemudian  ia membuka secarik kertas dari sakunya. Aiiisshhh…banyak amat sih pesenan mereka? Jong Hyun kembali berdecak.

Setelah mondar-mandir menuhin pesanan-pesanan personil SHINee, Jong Hyun melangkahkan kakinya ke bagian snack. Tiba-tiba matanya tertumbuk pada seorang cewek bule yang nggak lain nggak bukan adalah Reese. Tuh cewek lagi memilih-milih snack yang mau dibelinya. Ya ampuuunnn…!. Pelan-pelan Jong Hyun berbalik arah dan menyeret kakinya hendak kabur. Tapi Reese keburu ngeliat dan menyapa.

“Kim Jong Hyun?” ujarnya.

“Salah orang,” sahut Jong Hyun ngasal. Dia masih inget insiden permen karet yang menimpa sniker kesayangannya.

Excuse me?”. Jong Hyun lupa. Reese nggak bisa bahasa Korea. Loh, loh,…tuh cewek kok malah nyamperin?

Ah! It’s truly you! Fancy meeting you here!” sapanya ceria. Musibah nih kayaknya, Jong Hyun membatin. Awas si Onew pulang nanti.

Jong Hyun cuek. Dia nungguin Reese minta maaf langsung soal permen karet itu.

Where are the others?” Reese bertanya.

Ya think?” sahut Jong Hyun jutek. Reese nyengir. Nggak bisa ngomong apa-apa. Si Jong Hyun galak amat sih???

Well,…I’m sorry about…you know,…that bubble gum,” akhirnya Reese mengakui kesalahannya. Jong Hyun menoleh. Tapi nggak ngejawab. Reese terlihat berpikir. Mungkin nyari kata-kata yang bagus buat diomongin.

I did that just for fun. I do regret it,” Reese masang tampang menyesal. Jong Hyun masih nggak menjawab. Suasana hening sejenak.

What should I do?” Reese mengeluarkan amunisi terakhirnya. Tiba-tiba terlintas ide jahil di benak Jong Hyun. Ia menarik sudut bibir kanannya ke atas. Kerjain dikit ah.

You can ride a car?” tanya Jong Hyun, masih dengan tampang juteknya. Reese mengangguk, masih mencari arah pembicaraan Jong Hyun.

Great,”

$$$$$$$$$$

Actually where is it located?” ujar Reese sembari menyetir. Jong Hyun, yang duduk di bagian penumpang depan pura-pura nggak dengar. Oh, ternyata sebagai permintaan maaf, si Reese disuruh buat nganterin dia pulang ke apartemennya plus ngebawain seluruh barang-barang belanjaannya. Tapi udah muter-muter satu jam, Jong Hyun belom juga ngasih tahu di mana apartemen mereka. Ya iyalah, Jong Hyun emang sengaja mau ngebales insiden permen karet itu.

“Kim Jong Hyun,” panggilnya. Jong Hyun pura-pura tersadar dari bengongnya.

Where-is-it-located?” Reese mengulang pertanyaannya pelan-pelan. “Your apartment?”

“Hah? My apartment??? Oh no, we’ve been passing it! Now we’re so far away from our apartment. Oh no, I’m really sorry,…but could you please turn this car around?

Reese menghela nafasnya dan memutar balik mobil mereka. Ternyata tuh apartemen udah lewat jauuuuhh…

Jong Hyun susah payah nahan ketawanya. Tapi kasihan juga sih. Biarin deh, kapan lagi bisa ngerjain VJ MTV.

Jong Hyun yang udah puas banget bisa ngebales Reese akhirnya nunjukin jalan ke apartemen. Reese melajukan mobil ke arah yang ditunjuk.

Sesuai request Jong Hyun tadi, Reese mesti ngebawain seluruh belanjaan mereka sampe ke dalem ruangan.

Mereka masuk ke dalam lift dan Jong Hyun menekan tombol ke lantai tiga.

“Kim Jong Hyun,” terdengar suara Reese.

Alright, alright, I forgive you,” sambar Jong Hyun langsung.

Thank you, and…”

What else?” tukas Jong Hyun. Banyak maunya nih VJ. Reese diam. Namun wajahnya pucat.

Pintu lift terbuka dan Jong Hyun dengan sengaja melenggang tanpa membawa apa-apa. Biarin Reese aja yang bawa semuanya. Biar rasa.

Jong Hyun menoleh. Reese berjalan pelan sembari membawa semua barang belanjaan Jong Hyun dan miliknya sendiri.

Hurry, Reese!” ujarnya dengan tampang bosan. Dikiranya Reese mulai berlagak manja. Dan Jong Hyun bertekad untuk nggak ketipu.

“Kim Jong Hyun…” Reese memanggil. Jong Hyun menoleh. Ia terkejut. Muka Reese pucat banget!

Are you okay?” tanyanya khawatir. Ia bergegas nyamperin cewek itu dan mengambil alih semua barangnya. Reese tidak menjawab.

Pintu SHINee dibuka Jong Hyun dan ia menghambur ke dalam sembari meletakkan belanjaannya. Yang lain kaget, soalnya si Jong Hyun tiba-tiba aja masuk kayak orang bingung. Dan yang bikin mereka kaget lagi, di sana ada Reese. Mukanya pucat banget. Semua mempersilakannya duduk

“Ada yang punya obat maag nggak?” ujar Jong Hyun tergesa.

“Di kotak obat,” ujar Onew. Jong Hyun langsung membuka kotak obat dan mengambil obat maag dan segelas air kemudian menyerahkannya pada Reese. Cewek itu menelan obat dan meneguk air yang diberikan.

Whaddaya feel right now?” tanya Jong Hyun. Tampangnya ikutan pucat karena khawatir.

Just five minute and I’ll be okay,” Reese tersenyum dengan bibirnya yang masih pucat.

“Jadi gimana ceritanya nih pertemuan aksidental?” tanya Min Ho ingin tahu. Jong Hyun menceritakan semuanya termasuk soal niatnya ngebales insiden permen karet. Temen-temennya yang lain berdecak antara kagum dan nggak percaya. Kagum karena ternyata Jong Hyun raja tega juga, nggak percaya karena VJ MTV duduk di ruang tamu mereka meskipun bukan buat ngeliput, hihihi…padahal mereka ketemu Reese kan bukan cuman sekali.

$$$$$$$$$$

Annyeonghaseyooooo!! Kami Lee Teuk dan Eun Hyuk dari Super Junior! Terima kasih kalian udah stay tuned trus di Sukira, Super Junior Kiss the Radio…” announcer Sukira yang nggak lain adalah personil Super Junior (ya iyalah) kembali mengumandangkan suaranya.

“Masih bersama bintang tamu kita, SHINee! Seneng banget lagi-lagi ngundang SHINee ke sini, maklum, adik seperguruan!” celoteh Lee Teuk renyah.

“Yepz, bener banget! Dan kembali kita nanya-nanya lagi mereka-mereka yang makin lama makin keren ini. Next question, tadi ada seorang kru Sukira yang nanya, buat semua anak SHINee ya,” sambung Eun Hyuk.

“Pertanyaan umum tapi menggigit nih! SHINee suka tipe cewek yang gimana sih?” pertanyaan yang dilontarkan Eun Hyuk-hyung bikin SHINee nggak bisa nahan senyum.

“Kalo aku sih, suka cewek yang mandiri, itu aja sih kayaknya. Aku nggak terlalu mentingin fisik. Tapi kalo bisa cantik yang kenapa enggak?” jawab Onew disambut seruan dari yang lain. Kadang Onew bisa ngilangin sifat pemalunya kalo ngomong di radio. Giliran Key menjawab.

“Aku bakal naksir cewek yang unik, sedikit jutek asyik juga,” dia ngomong sambil ngebayangin Alexis.

“Sama kayak Onew, aku suka yang mandiri. Nggak perlu fashionista banget sih, tapi selera fashionnya nggak boleh di bawah 7,” begitu jawaban Min Ho. Lee Teuk dan Eun Hyuk bertepuk tangan.

“Aku suka cewek yang pinter masak,” jawab Tae Min pendek.

“Aku sama kayak Onew dan Min Ho,” jawaban Jong Hyun menutup semua jawaban.Lee Teuk dan Eun Hyuk kembali mengambil alih pembicaraan setelah komen kesana kemari. Mereka emang seru banget.

Pertanyaan selanjutnya berkisar antara album baru, show, dan SHINee dipersilakan menunjukkan kebolehan menyanyi mereka buat Sukira.

Usai jadi bintang tamu di Sukira, karena nggak ada jadwal lain, SHINee pamit pulang sama produser mereka. Onew pegang kendali (nyetir mobil maksudnya).

Di dalam mobil, Key nyempatin diri buat nelepon Alexis. Denger-denger Alexis bentar lagi mau balik ke Amerika (emang denger dari siapa, Key?). Reese yang menerima telepon.

Sorry, Key. We’re in hospital right now,” suara Reese terdengar terburu-buru.

You’re hospitalized?” tanya Key. Ia ingat kalo Reese sakit maag. Tapi kayaknya kemarin udah baikan deh.

Not me. Alexis’s grandfather,”

To be continued…

peppermint-

Mianhe kalo nih ff masih banyak kurangnya. Terimakasih udah baca ^^ **hugs and kisses from me** (readers : apaan sih nih orang? hehe)

P.S: SELA

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF