Tag Archives: SUPER JUNIOR – Yesung

1st Journey at Sōzōtopia – Part 3

1st Journey at Sōzōtopia

 

Track 3 – Pertarungan

 

Author : yen

Contributor : Embun, Fida

Main Cast : SHINee’s Choi Minho, Super Junior’s Yesung, SHINee’s Lee Taemin, SHINee’s Kim Ki Bum, Super Junior’s Kim Heechul, Cho Hyo Ra

Support Cast :  –

Length : Sequel

Rating : General

Genre : Fantasy, Parallel Universe

  Continue reading 1st Journey at Sōzōtopia – Part 3

Advertisements

LOVE’S WAY – A THING CALLED HAPPINESS

A THING CALLED HAPPINESS

 

Author : Novi

Main Cast : Lee Taemin, Choi Hye Jin, Shin Hyo Jin

Support Cast : SHINee and Super Junior

Length :Sequel

Genre :Romance, Friendship

Rating : General Continue reading LOVE’S WAY – A THING CALLED HAPPINESS

LOVE’S WAY – LISTEN TO YOU [2.2]

LISTEN TO YOU [2.2]

Author : Novi

Main Cast : Lee Taemin, Choi Hye Jin, Shin Hyo Jin

Support Cast : SHINee and Super Junior

Length :Sequel

Genre :Romance, Friendship

Rating : General

©2010 SF3SI, Novi. Continue reading LOVE’S WAY – LISTEN TO YOU [2.2]

LOVE’S WAY – LISTEN TO YOU [1.2]

LISTEN TO YOU [1.2]

Author : Novi

Main Cast : Lee Taemin, Choi Hye Jin, Shin Hyo Jin

Support Cast : SHINee and Super Junior

Length :Sequel

Genre :Romance, Friendship

Rating : General

©2010 SF3SI, Novi. Continue reading LOVE’S WAY – LISTEN TO YOU [1.2]

LOVE’S WAY – DO YOU KNOW

Do You Know

Main Cast : SHINee, Choi Hye Jin, Shin Hyo Jin
Support Cast : Super Junior

 

Semoga hari ini Key sudah tidak marah padaku dan sudah menyapaku seperti biasa lagi. Aku pun berjalan masuk menuju gedung sekolahku di musim gugur ini. Sekarang setiap hari aku harus selalu membawa syal atau sweaterku karena udara sudah mulai dingin. Daun-daunpun sudah mulai berguguran. Itu yang tampak di sekolahku. Sekolahku yang biasanya hijau kini daun-daunnya sudah berubah warna menjadi coklat dan sudah mulai berguguran dan menyebabkan banyaknya tummpukan daun itu dimana-mana.

”Hye Jin-ah…”seru seseorang menghampiriku.

”Taemin-ah…”seruku padanya.

Seperti biasa dia akan selalu tersenyum seperti itu. Senangnya melihat dia tersenyum.

”Pagi sekali…”seruku padanya.

”Ne…ada latihan basket dulu…akan ada pertandingan minggu besok…”serunya.

”Ya ampun sibuk sekali dirimu…baru selesai pentas drama sekarang sudah mau ikut basket lagi…”kataku sambil menatapnya.

Dia balas menatapku dan tersenyum. Aigoo, kenapa aku harus selalu terjebak dengan tatapan matanya yang hangat dan lembut itu.

Key POV

Semoga hari ini Hye Jin sudah tidak marah padaku. Seruku dalam hati. Aku pun berjalan dari lapangan parkir menuju kelasku. Namun tiba-tiba aku melihat Hye Jin dan Taemin berjalan bersama. Kenapa sih dia bisa begitu dekat dengan Hye Jin? Dan Hye Jin pun terlihat selalu tersenyum jika bersamanya. Aishh! Aku mengacak-acak rambutku sendiri.

”Key..kau kenapa?” tanya Jonghyun yang entah dari kapan sudah berada di sampingku yang masih melihat dua orang itu tertawa bersama.

”Jonghyun-ah…”Seruku padanya.

”Ara…kau cemburu melihatnya ya?”tanya Jonghyun padaku dengan senyuman.

”Andwe..untuk apa aku cemburu pada mereka…”seruku sambil berjalan meninggalkan Jonghyun yang masih bingung kenapa aku menatap mereka dengan seksama.

Yah, aku memang cemburu pada mereka. Setiap melihat mereka berdua pasti hatiku akan sakit. Hye Jin-ah apa kau lebih menyukainya dibanding aku?

Hye Jin POV

Aku masuk ke kelasku perlahan-lahan. Aku melihat Key sedang asyik membaca buku. Kenapa suasanya seperti waktu itu. Saat aku sedang tidak bicara  juga dengannya dan aku juga harus berjalan perlahan-lahan seperti ini. Kejadian itu seperti terulang kembali seperti saat itu. Tapi saat itu aku kepentok meja dan menyebabkan kakiku luka namun kali ini aku tidak mau seperti itu. Aku berjalan sangat hati-hati menuju mejaku. Dia menegokan kepalanya dan menatapku sekilas dengan tatapan dingin dan kembali membaca bukunya. Ternyata dia masih marah padaku. Huh. Tak sengaja aku malah menendang salah satu bangku dan itu malah membuat kakiku sakit.

”Aduh!”teriakku.

Namun dia tetap dengan bacaannya. Kenapa dia tidak merespon sama sekali, padahal waktu dulu, dia langsung menghampiriku. Sepertinya dia benar-benar sangat marah padaku. Bagaimana ini?

Aku menaruh tasku dengan kasar ke atas meja sengaja agar dia menoleh. Ternyata dia tetap asyik dengan bacaannya. Menyebalkan sekali dia. Aku sengaja menghela nafas dengan kencang agar dia menoleh dan tetap saja dia asyik dengan bacaannya. Kenapa dengan anak ini? Apa dia benar-benar kesal denganku? Harusnyakan aku yang lebih kesal padanya kenapa dia harus tiba-tiba marah padaku hanya karena adegan itu. Seruku dalam hati sudah mulai kesal dengan orang ini.

Baiklah aku yang salah aku akan minta maaf. Aku pun berdiri dan beranjak menuju  mejanya.

”Key..”seruku padanya.

Dia masih diam saja, aku masih menunggu dnegan tetap berdiri di depan mejanya. Tak lama kemudian dia menutup bukunya dan berdiri dan berjalan keluar kelas.

Apa! Dasar keras kepala sekali anak ini!

Aku pun segera berjalan mengejarnya dan mendapatinya berdiri di depan pohon di taman sekolah. Aku berusaha menghampirinya namun sebuah tangan menarikku.

”Aku sudah bilang…jangan dekat-dekat dengan Key…dia milikku….”seru suara yang sudah aku kenal. Aku pikir cewek ini tidak akan kembali lagi dari pekerjaannya sebagai model di Jepang.

Aku pun hanya memandang Yu Ri sinis.

”Kau telah menjadikan Key-ku jadi seperti itu…”serunya lagi.

Aku malas berdebat dengannya dan berusaha melewatinya karena aku ingin bicara dengan Key dan ingin menyelesaikan masalah kami, itu saja. Aku tidak akan mengambil Key dari dia.

Namun Yu Ri terus menghalangiku dan itu membuatku semakin kesal padanya.

”Aku hanya ingin bicara dengan Key”seruku dengan setengah berteriak.

Aku kesal sekali pada cewek ini. Mau apa sih dia? Aku hanya ingin bicara saja sulit sekali. Key juga, kaupikir ini semua salahku. Aku sudah baik-baik ingin meminta maaf padamu kau malah mengacuhkanku.gerutuku dalam hati.

Aku melihat Key berbalik dan berjalan menghmapiri kami, dia menatapku sekilas dan langsung menarik tangan Yu Ri.

”Jangn buat masalah…ayo pergi…”Serunya pada Yu Ri lalu menatapku dingin.

Kenapa Key jadi seperti itu?kenapa dia membela Yu Ri. Aku kan hanya ingin bicara padanya. Key kau jahat sekali. Aku menatpanya yang berjalan sambil menarik Yu Ri. Dan itu mengigatkanku pada kebiasaanya untuk menarikku juga. Apa dia sudah tidak mau berteman denganku lagi. Aku berjalan kembali ke kelas dengan perasaan sangat sedih, aku pun berhenti di depan lokerku dan membukanya. Disana ada boneka beruang yang Key berikan padaku. Aku jadi mengingat saat dia memberikannya padaku. Aku mengelus boneka itu lalu memukulnya.

”Memangnya aku yang salah…kau bodoh Key…kenapa aku harus minta maaf padamu…baiklah aku tidak akan bicara lagi denganmu…”Seruku pada boneka itu.

”Hye Jin-ah…kau sudah gila ya…”seru sebuah suara.

Aku segera menutup lokerku dan berbalik melihat orang itu.

”Yesung-ah…”seruku padanya yang berdiri tepat di depanku sambil menatapku dengan tatapn bingung.

”Kau berbicara dengan lokermu sendiri?”tanyanya dengan tatapn bingung.

”Babo kau! Mana mungkin aku bicara dengan lokerku sendiri…”jawabku.

”Syukurlah….kau masih waras….”serunya dengan wajah penuh kelegaan.

Dasar Yesung aneh, mana mungkin aku bicara dengan lokerku sendiri, aku masih waras tahu. Seruku dalam hati.

”Mana Kyu?”tanyaku begitu melihat dia hanya sendiri biasanya dia selalu bersama Kyu kemana-mana.

”Dia sedang dirawat di rumah sakit….gara-gara sakit di perutnya itu…”jawab Yesung dengan wajah agak sedih.

Tentu saja Kyu adalah teman baiknya pasti dia sedih melihat Kyu terbaring di rumah sakit. Aku malah ingin tertawa mendengar Kyu di rawat di rumah sakit. Anak itu memang ngeyel sudah aku bilang suruh ke rumah sakit dia malah bilang akan baik kalau sudah main game. Dasar babo mana ada game yang bisa menyembuhkan, baru tahu rasa kau sekarang. Seruku dalam hati. Aku jadi ingin melihat wajahnya di rumah sakit. Pasti sangat menyedihkan.

”Aku jadi ingin mengunjunginya…”seruku pada Yesung.

”Besok saja…aku besok mau kesana..”seru Yesung riang, sepertinya dia senang sekali aku mau menjenguk Kyu.

”Bagaimana ya…nanti aku kabarin lagi deh…”seruku padanya.

”Hye Jin-ah…”teriak Wookie dari depan pintu kelasku yang tidak jauh dari lokerku.

”Ne…”jawabku.

Huh pasti anak itu ingin meminjam bukuku. Kebiasaan selalu menyamakan PR nya dengan PR ku.

”OK…kalau besok kau mau ikut…sms aku saja…arasso?”seru Yesung padaku.

”Ne…”jawabku

Dia pun segera berlalu menuju kelasnya dan aku pun berjalan menghampiri Wookie yang dari tadi sudah cerewet sekali menyuruhku masuk. Seperti cewek saja dia mana suaranya cempreng sekali.

”Lama sekali kau…mana…aku pinjam…”serunya padaku.

”Aku kan sudah sering bilang ambil saja di tasku…”jawabku sambil berjalan ke mejaku.

”Tidak…nanti dikira aku mau mencuri lagi…”serunya.

Aku pun tertawa mendengarnya. Lagian apa yang mau dicuri dari dalam tasku. Aku pun mengambil bukuku dan menyerahkannya pada Wookie.

”Hye Jin-ah…..jebal…”seru Rae Na memohon padaku.

Daritadi dia terus saja berdiri di depanku sambil memohon agar aku ikut menemaninya menonton pertandingan basket besok. Apalagi yang ingin dia lihat kalau bukan Minho. Dasar anak itu.

”Besok pertandingan pertama Minho sebagai ketua klub basket…jebal…temani aku…”serunya lagi masih sambil memohon.

Aku menimbang permintaan itu, kalau aku ikut tentu aku bisa melihat Taemin tapi pasti disitu ada Key juga, aku kan sedang bertengkar dengannya dan menjauhinya adalah hal yang baik sekarang tapi aku juga tidak enak pada Rae Na, besok juga aku ingin pergi menjenguk Kyu, aishh, aku bingung!

”Hye Jin-ah..”seru Rae Na lagi dengan semakin memohon.

Aku menghela nafas.

”Ne..aku ikut…”seruku padanya dengan wajah yang agak sedikit kupaksakan.

”Memangnya kau begitu sukanya pada Minho..kenapa tidak bilang padanya?”tanyaku padanya.

Aku sudah tahu Rae Na sangat menyukain Minho sejak mereka masih SMP tapi sepertinya Minho sama sekali tidak tahu, tentu saja bagaimana dia bisa tahu sedangkan dia hanya sibuk dengan kegiatan basketnya itu terlebih lagi dia adalah orang yang sangat dingin meskipun denganku dia tidak seperti itu malah lebih mirip tukang gosip, aku masih kesal dengan dia yang selalu mengira aku adalah yeohachingunya Taemin dan menyebarkan itu keseluruh anak basket.

Aku melihat Key masuk ke kelas dengan gayanya yang biasa dia menatapku sekilas dengan tatapan yang sangat sinis. Membuatku merinding. Aku jadi ingat dia juga pertma kali seperti itu padaku. Kenapa jadi seperti deja vu begini? Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal.

”Kenapa Hye Jin-ah?” tanya Rae Na.

”Ah andwe…”seruku dan masih terus memikirkan kenapa bisa sampai jadi seperti ini.

Makan sendiri memang tidak enak sekali. Kenapa sih Rae Na bela-belaiin melihat Minho berlatih dibanding menemaniku makan siang. Hyo Jin juga tidak ada. Siwon Oppa, Donghae Oppa kemana mereka semua. Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling dan tidak melihat wajah orang-orang itu. Aku terus saja melanjutkan makan siangku dalam diam.

”Hye Jin-ah…kau sendirian?”tanyanya seseorang yang langsung meletakkan nampannya di mejaku.

Aku mendongak untuk melihat dan ternyata itu Taemin. Aku pun mengangguk dan tersenyum padanya.

”Bukannya kau sedang latihan?”tanyaku begitu aku meminum susuku.

”Sudah selesai…jadi aku langsung buru-buru kesini…aku sangat lapar…minho hyung itu selalu saja seperti itu…menyuruh kami latihan meski di jam istirahat…”terang Taemin dan langsung menyendok nasinya. Sepertinya dia sangat kelaparan karena dia makan sangat terburu-buru. Aku hanya memperhatikannya makan sementara makananku sudah habis.

”Kau sudah selesai ya?” tanya Taemin begitu melihatku sudah tidak makan lagi dan menjauhkan nampan dari hadapanku.

”Ne..aku kan sudah daritadi…”jawabku.

”Oh ya…besok kau datang?” tanyanya padaku.

”Ne…Rae Na memintaku menemaninya…”seruku padanya.

”Padahal tadinya aku mau mengajakmu tapi ternyata kau sudah di ajak oleh Rae Na duluan…..tidak apalah…aku senang kau mau datang…”katanya.

Ternyata dia mengharapkanku untuk datang. Aigoo!

Aku melihat segerombolan anak basket masuk ke kantin. Semua mata langsung tertuju pada mereka. Yah tentu saja siapa yang tidak tahu kalau mereka itu adalah kumpulan orang-orang keren. Aku akui itu. Mereka semua keren. Disana ada Minho, Yesung, Sungmin, Siwon Oppa, dan Changmin sunbae. Jadi Siwon Oppa juga ikut melatih hobae-hobaenya pantas daritadi aku tidak melihatnya. Siwon Oppa melihat ke arahku sekilas namun langsung memalingkan wajahnya padahal aku baru saja akan tersenyum padanya. Kenapa dengan dia? Mereka duduk dalam satu meja dan langsung asyik mengobrol. Tak lama kemudian Key masuk ke kantin dan melihat ke arahku sekilas kembali dengan pandangan sangat menakutkan.

”Kalian masih bertengkar?” tanya Taemin begitu melihatku terus memperhatikan Key.

”Ne…sudahlah…aku tidak peduli…”seruku.

Minho kemudian berjalan ke arah kami.

”Ya! Taemin-ah kau malah makan duluan…”serunya pada Taemin.

”Mian hyung….aku sangat lapar…”seru Taemin dengan wajah meminta maaf.

Ternyata dia kabur dari latihan. Kemudian Minho mengalihkan pandangannya padaku lalu tersenyum. Aiggo, dimulai lagi.

”Arasso…kau mau makan dengan Hye Jin ya…romantis sekali…”serunya sambil menatapku dan mengedipkan sebelah matanya.

”Andwe…”seru kami bersamaan.

Aku langsung mengalihkan padanganku darinya karena aku merasakan mukaku sudah merah, Taemin pun begitu bisa kulihat wajahnya juga memerah. Aku malu sekali. Bagaiamana ini. Minho malah tertawa terbahak-bahak melihat tingkah kami.

”Ya sudah dilanjutkan saja makannya…”seru Minho.

”Andwe…aku pindah hyung…” seru Taemin sambil membawa nampannya dan berdiri.

”Ne…aku juga sudah selesai mau ke kelas…”seruku dengan terburu-buru dan langsung berjalan meninggalkan mereka. Aku bisa melihat begitu Taemin sampai di meja mereka. Anak-anak itu langsung tertawa terbahak-bahak. Dasar Minho! Tapi ada satu orang yang aku lihat. Itu Key. Dia tetap makan tanpa mempedulikan yang lain. Apakah dia membenci Taemin karena hal itu?

Pulang sekolah aku masih duduk di bangku melihat anak-anak sudah mulai keluar kelas. Aku ingin sekali bicara dengan Key untuk meluruskan masalah ini. Habisnya aku jadi tidak enak jika seperti ini terus. Aku menunggu hingga semua orang keluar kelas.

”Hye Jin-ah…kau tidak pulang?”seru Rae Na sambil menepuk bahuku.

”Ne….aku kan kerja dulu…”jawabku.

”Arasso…aku duluan ya..hati-hati…”serunya sambil tersenyum dan berlalu pergi.

Aku masih menunggu hingga semua orang benar-benar sudah pulang semua. Setelah kelas menjadi sepi aku melihat Key juga sudah berdiri dari tempat duduknya dan hendak berjalan keluar. Aku berusaha mengejarnya dan memanggilnya.

”Key!”teriakku.

Aku melihat dia berhenti berjalan namun tanpa menoleh sedikitpun maka aku pun berjalan menghampirinya.

”Jangan bicara denganku lagi!”serunya dengan tetap membelakangiku.

Apa maksudnya jangan bicara lagi dengannya? Apa dia sebegitu marahnya? Memang aku sangat bersalah atas kejadian itu?

Dia berjalan pergi meninggalkanku. Aku menarik tangannya dan dia pun menoleh melihatku tapi dengan tatapan yang sangat menyeramkan. Dia mentapku sangat tajam.

”Key..”lirihku karena takut melihat matanya maka aku pun menunduk.

”Sudah kubilang jangan pernah bicara denganku lagi!”serunya sambil menyentakkan tanganku dan langsung berjalan pergi.

Aku hanya bisa menatapnya semakin menjauh, kenapa dia begitu jahat. Aku merasakan mataku mulai memanas, sudah kuduga pasti aku akan menangis, aku memang tidak bisa mengontrol emosiku jika sedang kesal atau marah pasti menangis. Aku berbalik dan berjalan keluar sekolah berusaha menahan tangisanku. Aku berjalan menuju tempat aku bekerja. Di jalan aku masih terus berusaha menahan tangisanku. Baru beberapa meter dari gerbang sekolah, sebuah motor berhenti di depanku.

”Hye Jin-ah…ayo aku antar…”seru Taemin.

Aku menatap Taemin dan tanpa terasa air mataku sudah mulai mengalir.

”Hye Jin-ah… gwenchanayo?”tanyanya khawatir.

”Ne…gwenchana…”seruku sambil berusaha tersenyum namun ternyata air mataku malah terus turun.

Taemin langsung merengkuhku ke dalam pelukannya.

”Sudah baikan….”seru Taemin sambil memberikan es krim padaku dan aku pun mengambilnya.

”Mianhe…kau pasti mengira aku cengeng sekali…hanya karena masalah seperti itu menangis…aku sendiri heran dengan diriku kenapa aku begitu mudah untuk menangis…”seruku sambil menjilat es krim yang dia berikan.

Kami sedang duduk di taman dekat sekolahku gara-gara tadi aku menangis, ya ampun sudah berapa kali aku memangis di depannya.

Dia hanya tersenyum menanggapi perkataanku dan malah mengacak-acak rambutku lembut.

”Lebih baik daripada tidak bisa menangis….”serunya.

”Aku benci sekali dengan makhluk yang bernama Key itu…”seruku.

Kulihat Taemin hanya terkekeh pelan, ya aku sudah menceritakan semuanya pada Taemin tentu dengan beberapa bagian yang tidak aku ceritakan secara detail seperti pertanyaa Key padaku kenapa aku mau melakukan adegan itu dengan Taemin.

”Ne…mungkin dia butuh waktu…tapi sebaiknya kau minta maaf saja padanya…jangan jadi malah membencinya…”serunya lagi.

Aku pun tersenyum menanggapinya. Yah mungkin aku harus langsung minta maaf saja padanya, tidak peduli sebenarnya siapa yang salah. Tidak ada salahnya aku minta maaf duluan.

Aku baru ingat aku harus pergi bekerja. Jam berapa sekarang? Aigoo, bisa telat aku.

”Taemin-ah..jam berapa sekarang? Aku lupa harus pergi kerja..”seruku padanya dan langsung berdiri.

”Sudah jam 3 kurang 10 menit…memangnya kau masuk jam berapa?”tanyanya.

Aigoo, 10 menit lagi.

”Jam 3..aissh..bagaimana ini…”seruku.

”Ayo aku antar…”serunya sambil menarik tanganku.

”Gamsahamnida ahjumma…annyeong…”seruku dengan melambai lalu berjalan keluar toko itu. Untunglah tadi diantar Taemin jadi aku tidak telat. Jam sudah menunjukan pukul 8 malam. Aku mengatupkan kedua tanganku dan meniupnya untuk memberikan kehangatan pada kedua tanganku yang sangat dingin. Oh ya sebentar lagi akan masuk musim dingin. Musim dingin pertamaku di Korea. Apakah akan berbeda? Dulu aku sering pergi snowboarding jika musim dingin tiba. Aku berpikir apakah disini juga ada tempat seperti itu ya? Aku kangen Amerika. Seruku dalam hati. Aku mengedarkan pandangan kesekeliling jalan di depan toko jajangmyeon itu dan menagkap sebuah pandangan yang tidak asing lagi. Bukankah itu Taemin. Dia melambaikan tangannya dan menyuruhku mendekat. Aku pun berjalan menuju ke arahnya.

”Ayo pulang…”serunya sambil memberikan helmnya padaku.

Aku hanya terpaku di tempatku bertanya-tanya kenapa dia ada disini? apa dia sengaja menjemputku?aisshh kau narsis sekali Hye Jin, mungkin dia hanya sedang lewat saja.

”Ayo pulang…sudah dingin…”serunya lagi.

Aku tersentak dari lamunanku dan langsung mengambil helm yang dia sodorkan padaku.

Setiap hari dia seperti ini malah membuatku semakin menyukainya. Aigoo.

”Hye Jin-ah….ayo cepat…”seru Rae Na sambil terus menarik tanganku.

”Ya! Rae Na pertandingannya tuh masih satu jam lagi…”seruku sambil berusaha melepaskan tarikan tangannya.

”Ne…arasso…tapi aku mau melihat mereka dulu…”serunya dengan wajah memohonnya yang khas.

Sungguh aku sangat tidak suka melihatnya memohon seperti itu. Akhirnya aku pun luluh juga dan segera berjalan keluar kelas menemaninya menuju lapangan basket. Hari ini pertandingannya diadakan di sekolah kami. Di lapangan hanya tampak beberapa anak basket sekolah kami yang sedang bersiap-siap dan saat aku melihat di kursi penonton. Wow, hanya satu kata itu saja yang terucap dari mulutku. Ramai sekali padahal baru satu jam lagi pertandingannya di mulai tapi para penonton sudah ramai disini. Saat aku hendak duduk salah satu tempat duduk Rae Na malah menarik tangaku menuju ke pinggir lapangan yang ramai dengan anak basket yang sedang bersiap-siap.

”Ya! Aku tidak mau kesitu….”seruku namun tanganku terus ditarik sampai ke pinggir lapangan dan disana sudah ada Minho, Yesung, Sungmin, Key, Siwon Oppa juga Changmin sunbae yang sepertinya ingin memberi semangat pada hobae-hobaenya ini dan sisanya ada hobae kami yang aku tidak tahu siapa mereka. Salah satu dari mereka matanya sangat sipit kurasa dia bukan orang Korea kalau dilihat dari wajahnya.

”Hye Jin..Rae Na…”Seru Yesung dengan senyumnya yang seperti biasa begitu melihat kami menuju ke arah mereka.

Aku menaggapinya dengan membalas senyumnya namun begitu aku sampai di depan mereka kulihat Key pergi menjauh dengan tatapannya yang sangat tajam itu. Hufft, dia sangat membenciku sepertinya.

”Yeojachingu Taemin..annyeong…”seru Changmin sunbae dengan senyumnya yang khas itu.

Dasar Changmin sunbae, aku punya nama tahu, kenapa dia selalu memanggilku dengan nama-nama yang aneh kalau bukan Choi pasti yeojachingu Taemin. Dasar sunbae yang aneh!

Aku pura-pura tidak mendengarnya dan beralih menatap Siwon Oppa dan tersenyum namun Siwon Oppa hanya tersenyum tipis. Ada apa dengan dia akhir-akhir ini? Dia sangat aneh padaku. Aku pun jarang sekali bertemu dengannya di sekolah, kalaupun aku melakukan kegiatanku yang biasa dengan Donghae Oppa pasti dia tidak ada dan setiap aku bertanya Donghae Oppa, dia selalu bilang Siwon Oppa sekarang sedang sibuk dan dia baik-baik saja tapi aku penasaran ada apa?

”Minho-ya…hwaiting!” seru Rae Na sambil tersenyum pada Minho dan Minho hanya mengangguk dengan wajah tetap datar.

Aishh, apa-apaan anak ini? Ada yang memberinya semangat malah seperti itu tanggapannya. Oh ya tumben sekali anak ini diam saja. Apa dia gugup?bisa juga si jago basket ini gugup.

”Rae Na-ah….masa Cuma Minho saja yang kau beri semangat…”seru Yesung dengan wajah cemberut.

”Yesung-ah hwaiting!”seruku.

Yah aku kan juga bisa memberinya semangat.

”Aishh…bukan kau Hye Jin…”Serunya lagi masih dengan wajah cemberut sedangkan yang lain hanya tertawa melihat tingkah Yesung sementara Minho tetap diam. Sebegitu gugupkah dia. Oh ya aku tidak melihat Taemin, kemana dia?

”Dia masih di ruang ganti…”seru Changmin sunbae sambil tersenyum jahil.

”Siapa yang di ruang ganti?”tanyaku pura-pura tidak tahu walaupun sebenarnya aku tahu siapa yang dia maksud.

”Ya..kau pura-pura…”serunya dan kini dia tertawa.

Aku hanya menanggapinya dengan memanyunkan bibirku. Aku melihat Rae Na terus saja berbicara pada Minho menanyakan apa saja walaupun hanya ditanggapi dengan anggukan atau senyum tipis tapi sepertinya Rae Na begitu senang. Dia benar-benar sudah jatuh cinta pada Minho. Tumben sekali Minho tidak ikut-ikutan meledekku seperti Changmin sunbae. Aku melihat Yesung yang sepertinya sangat tidak suka melihat Rae Na dekat dengan Minho, jangan-jangan Yesung menyukai Rae Na. Aigoo.

”Nah itu dia…”teriak Changmin sunbae sambil mengedipkan sebelah matanya padaku.

Taemin berjalan menghampiri kami dan tersenyum.

”Ya! Hye Jin-ah kau tidak mau memberi semangat pada dia…”seru Changmin sunbae lagi.

Taemin langsung tersentak kaget begitu mendengar perkataan Changmin sunbae dan kulihat dia hanya menunduk. Begitu pun aku. Apa-apaan sih Changmin sunbae ini.

”Ne…Hye Jin-ah masa Cuma Yesung saja…”seru Sungmin yang dari tadi diam kini angkat suara juga. Sudah tidak orang yang beres di klub basket ini, semuanya tukang gosip. Aku hanya melirik ke arahnya tajan dan dia bersembunyi di balik tubuh Yesung seperti anak kecil.

Entah kenapa mata Taemin dan mataku saling bertatapan dan itu membuat kami salah tingkah. Aku yakin mukaku pasti sudah sangat merah sekarang. Semuanya tertawa melihat tingkahku bahkan Minho yang sedang gugup ikut menyunggingkan senyum di bibirnya.

”Rae Na…ayo kembali ke tempat duduk…”seruku sambil menarik tangan.

”Ya! Kau harus memberi semangat dulu pada Taemin…”seru Rae Ne melepaskan tangaku.

Semua orang kini menatapku menungguku mengucapkan kata-kata itu.

”Ne…sudahlah hyung….”seru Taemin membantuku.

Semua orang masih saja menatapku tanpa mempedulikan Taemin. Baiklah kalau itu memang membuat kalian puas.

”Taemin-ah…hwaiting!”seruku padanya.

Dan bisa kulihat dia sangat terkejut dan hanya bisa mengangguk dan mengalihkan padangannya dari tatapanku. Semua orang malah tertawa melihat kami.

”Ayo…”seruku dengan menarik tangan Rae Na, tentu saja kini dia tidak menolak karena aku sudah mengabulkan keinginannya.

Pertandingan berjalan sangat sengit tapi untunglah ada Minho. Ternyata dia memang sangat jago. Sebenarnya aku sedikit tidak konsentrasi melihat pertandingan itu karena Rae Na disampingku terus saja berteriak memanggil nama Minho, membuatku pusing saja.

”Ya!kenapa kau tidak meneriakkan nama Taemin!”seru Rae Na di sela-sela teriakkannya memanggil nama Minho.

”Untuk apa?jawabku enteng.

Dan kulihat Rae Na hanya menggeleng-gelengkan kepalanya lalu melanjutkan meneriakkan nama Minho.

Aku bukan tipe cewek seperti itu yang histeris, aku lebih suka menonton pertandingan dengan diam. Aku lebih melihat teknik dibanding pemainnya mungkin gara-gara aku pernah ikut tim basket waktu di Amerika dulu jadi mau setampan apa orang yang bermain aku sudah biasa. Yah bagaimana aku tidak biasa, basket merupakan olahraga favorit di Amerika dan melihat pemain keren-keren sudah menjadi hal yang selalu aku lihat. Tapi jujur sebenarnya aku tetap tidak bisa mengalihkan pandangku dari Taemin. OMO dia sangat keren saat bermain basket. Aku belum pernah melihatnya bermain basket seperti ini sebelumnya yang benar-benar pertandingan. Aku memperhatikan dia saat mendribble bola atau saat dia melakukan Lay Up.

Akhirnya Tim basket kami pun menang meski dengan skor yang tipis 56-58.

”Minho memang sangat keren…”serunya begitu pertandingan selesai.

Yah kuakui Minho sangat keren 30 angka berhasil dia cetak.

”Ayo pulang…”seruku padanya.

”Nanti dulu aku mau bertemu mereka dulu…”seru Rae Na sambil menarik tanganku.

”Ya..nanti saja diluar…kita tunggu diluar saja ya…”seruku padanya.

Rae Na pun akhirnya menurut dan berjalan mengikuti keluar lapangan basket dan berjalan menuju gerbang sekolah dan menunggu anak-anak klub basket keluar. Tak lama kemudian aku melihat Key berjalan menuju lapangan parkir sendiri. Tumben sekali biasanya dengan Minho. Aku pun berinisiatif mungkin saat yang tepat untukku meminta maaf padanya. Aku menghela nafas.

”Rae Na…aku kesana dulu ya…sebentar saja…”seruku padanya.

Dia pun hanya mengangguk dan terus menatap pintu masuk. Aku berjalan mengejar Key.

”Key!”teriakku.

Dia berhenti beberapa meter dariku, aku pun berjalan menghmapirinya.

”Sudah kubilang berapa kali!jangan pernah bicara denganku lagi!”serunya dan langsung berjalan pergi tanpa menoleh ke belakang. Kenapa dia tidak pernah memeberikanku kesempatan untuk berbicara sedikit saja, hanya untuk bilang maaf, dasar pria egois!gerutuku dalam hati.

Aku masih berdiri di lapangan parkir yang sudah sangat sepi dan kulihat Key pulang dengan mobilnya. Dasar pria egois!ok kalau kau tidak mau bicara denganku lagi, aku juga tidak akan pernah bicara denganmu lagi!seruku dalam hati kesal dengan kelakuaannya. Aku masih berdiri mematung di lapangan parkir itu sampai sesorang menyentuh pundakku. Aku langsung menoleh dan ternyata itu Taemin.

”Hye Jin-ah…kenapa kau disini?”tanyanya.

”Ah…andwe…kau belum pulang?”tanyaku.

”Ne…ini aku baru mau pulang..”jawabnya sambil tersenyum.

Kenapa suasananya jadi seperti ini? Hey untuk apa juga aku masih disini…oh ya pasti Rae Na sudah kesal menungguku, aku harus segera menemuinya.

”Taemin-ah…aku harus bertemu Rae Na…annyeong…”seruku padanya dan berjalan meningglakannya.

”Hye Jin-ah…”seru Taemin memanggilku, aku pun berhenti berjalan dan berbalik.

”Ne…ada apa?”seruku.

Dia berjalan menghampiriku dan menatapku dalam-dalam. Aigoo, kenapa dia menatapku seperti itu? Jantungku berdetak sangat kencang melihatnya terus menatapku tepat di mataku. Aishh, kenapa aku ini?

Dia terus menatapku dan menggenggam tanganku. Aigoo, pasti mukaku sudah sangat merah sekarang.

”Gumawo Hye Jin-ah…sudah memberiku semangat…”serunya.

Aku hanya bisa mengangguk dan terus menatap matanya. Aishh!!

”Hye Jin-ah…”serunya lagi.

”Taemin-ah!”teriak seseorang memanggil namanya dan dia pun langsung melepaskan genggaman tangannya begitu melihat Minho cs datang menghampiri kami bersama Rae Na.

”Ya! Taemin ayo ikut kami merayakan kemenangan kita hari ini!”seru Changmin sunbae sambil merangkul Taemin.

Aku pun segera menarik tangan Rae Na untuk pulang.

”Annyeong…”seruku pada semua orang disitu.

Aku harus segera pergi darisini sebelum mereka semua bertanya yang macam-macam kenapa aku dan Taemin bisa ada disini bersama dan kuharap mereka tidak melihat Taemin menggenggam tanganku. Bisa gawat!

TBC

2010 SF3SI ©Novi

This post/FF has written by Novi, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

LOVE’S WAY – GET IT

Get It

Main Cast : SHINee, Choi Hye Jin, Shin Hyo Jin
Support Cast : Super Junior

Sekarang waktunya drama, hwaiting! Seruku menyemangati diriku sendiri. Untunglah tadi acara menyanyi berjalan lancar, aku tidak menyangka Key ternyata bisa menyanyi juga. Aku sudah mengganti bajuku dengan baju yang akan digunakan untuk pentas sampai aku ingat tadi Kyu menitipkanku PSPnya. Aduh dimana ya tadi? Oh ya tadi ada di meja di belakang panggung. Aku pun segera pergi ke belakang panggung untuk mengambil PSP itu dan berniat mengembalikannya pada Kyu sekarang sedang berada di UKS.

”Mau kemana?”tanya Donghae Oppa begitu melihatku keluar dari ruang teater.

”Sebentar Oppa nanti aku kembali…”seruku sambil berjalan keluar.

Aku masuk ke belakang panggung dan mencari PSP itu tapi tidak kutemukan juga. Dimana ya? Gawat kalau sampai hilang, pasti Kyu akan sangat marah padaku. Aku masih mencari PSP itu sampai ke kolong meja tapi tetap tidak menemukannya. Bagaimana ini?

”Mencari ini?”seru sebuah suara dan langsung menyerahkan PSP hitan itu.

Aku mendongak untuk melihat siapa yang memberikannya ternyata itu Key.

”Ah…”seruku terkejut begitu melihat dia berdiri di depanku.

Aku pun segera mengambil PSP itu dari tanganku, aduh kenapa aku ini? Gara-gara bernyanyi bersama tadi membuatku sedikit deg-deg an berada di dekatnya.

”Gumawo…kupikir tadi hilang….”seruku padanya sambil tersenyum.

”Kan tadi aku yang pegang…sebenarnya aku ingin langsung mengembalikannya pada Kyu tapi aku yakin Kyu akan marah padamu karena kau malah meminjamkannya pada orang lain…”serunya sambil tersenyum.

Ya ampun kenapa senyum lembut itu lagi. Dia sedang amnesia apa sampai lupa besikap kasar yang biasanya dia selalu dia tunjukkan padaku. Jujur aku lebih suka melihat dia yang selalu berkata jutek dan sinis padaku dibanding sekarang. Mungkin karena setiap melihat dia tersenyum lembut seperti itu membuat jantungku berdegup dengan kencang.

”Ne…aku mau kesana…kau mau ikut?”tanyaku padanya.

”Annyong…aku mau cari tempat duduk untuk melihat dramamu…”jawabnya sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.

Aigoo, ada apa dengan dia hari ini. Aneh sekali! Apakah dia salah makan tadi pagi atau dia bertukar jiwa dengan Minho mungkin sehingga dia bisa bersikap lembut seperti ini.

Aku berjalan menuju ruang UKS dan mendapati Kyu sedang berbaring di atas tempat tidur dengan wajah yang sangat pucat. Dia sedang sendiri sepertinya. Aku masuk dan berjalan menghmapiri tempat tidurnya.

”Apa aku kembali ke masa lalu?kau Hye Jin di masa lalu”tanyanya padaku dengan mata setengah terbuka.

Aku menatapnya dengan tatapan bingung. Dia lalu memegang kepalanya. Ya ampun parah sekali kondisinya.

”Kyu…ini aku Hye Jin…”seruku padanya perlahan-lahan.

”Oh…aduh kepalaku pusing sekali..mian Hye Jin aku tidak bisa menemanimu menyanyi…”serunya lemah.

Kasihan sekali Kyu.

”Ne..arasso..apa tidak sebaiknya kau ke rumah sakit saja?”tanyaku padanya.

”Aku gak mau ke rumah sakit…”serunya sambil berusaha duduk.

Aku pun membantunya untuk duduk.

”Kenapa? Kondisimu sepertinya buruk sekali…”seruku padanya.

”Sebentar lagi juga baik asal…”katanya berhenti tiba-tiba.

Sepertinya aku tahu jalan pikiran anak ini. Kenapa tidak terpikirkan olehku bahwa tadi dia Cuma berpura-pura. Dasar game freak, untung saja PSPmu tidak hilang aku tidak sanggup membayangkan jika PSP mu hilang mungkin kau bisa tidak sadarkan diri beberapa hari. Aku segera menyodorkan PSP hitam miliknya dan bisa kulihat wajahnya langsung berseri-seri. Dasar Kyu, aku tidak menyangkan ada orang seperti dia.

”Kau tahu Hye Jin….aku sudah bosan setengah mati disini…hanya melihat Yesung bermain dengan kura-kuranya…”serunya penuh dengan semangat sambil mulai memainkan PSPnya.

Aku hanya bisa menghela nafas perlahan.

”Oh ya..mana Yesung?”tanyaku melihat kesekliling dan hanya melihat tas Yesung di atas meja.

”Lagi beli makanan…”jawab Kyu dengan mata masih tertuju pada PSPnya. Sepertinya dia semakin asyik dengan PSPnya dan sebaiknya aku kembali ke ruang teater sebentar lagi pasti akan dimulai, aku tidak mau melihat Heechul sunbae marah-marah karena aku datang terlambat.

”Arasso…aku kembali ya…aku harus pentas drama…semoga cepat sembuah..”Seruku padanya.

Dia hanya menggumama dengan mata yang tetap tertuju pada PSPnya, aku berjalan dan menoyor kepalanya.

”Heh…kalau orang bicara tuh lihat matanya…”seruku sambil berjalan keluar.

”Hye Jin-ah…kau membuatku kalah padahal udah level 100 tahu…”teriaknya padaku.

Kami berdoa bersama-sama agar pertunjukan ini berjalan dengan baik tapi seperti biasa aku tidak menemukan Heechul sunbae di antara orang-orang ini, dia malah asyik duduk sambil memainkan Iphone barunya.

”Hwaiting!”seru Euhnyuk sunbae begitu kami selesai berdoa.

Aku harus bisa, memang ini bukan pertunjukkan pertama bagiku, dulu di Amerika aku pernah ikut drama tapi tetap saja aku gugup ini pentas dramaku disini.

”Kau gugup?”seru Taemin yang tanpa aku sadari sudah berada disampingku dan langsung mengenggam tanganku.

Aduh ini malah semakin membuatku gugup, aku merasakan mukaku memanas dan pasti sekarang sudah memerah, aku berusaha tersenyum agar dia tidak sadar bahwa aku gugup bukan hanya karena akan pentas tapi karena tanganku sekarang ada di genggamannya.

”Anni…”seruku berbohong.

”Tapi tanganmu gemetar…”serunya sambil tersenyum dan menatapku lekat-lekat.

Aigoo, jangan menatapku seperti itu. Sekarang pasti mukaku sudah semerah kepiting rebus. Dia menatapku sangat lembut sama seperti yang tadi di lakukan, Key. Hey kenapa aku malah mengingat Key.

”Kalian bersiap-siap ya..”seru Heechul sunbae menepuk bahu kami berdua dan itu membuat kami sedikt kaget.

Taemin langsung melepaskan genggaman tangannya dan mengalihkan pandangannya dariku. Aku pun begitu, buru-buru aku alihkan padanganku dan menatap ke arah yang lain.

Pentas drama berjalan dengan baik dan tiba saatnya di adegan terkahir. Adegan dimana aku harus memeluk Taemin. Adegan yang selalu membuatku berdebar-debar apalagi tadi dia seperti itu. Aku berusaha melupakan kejadian tadi di belakang panggung.

”Hwaiting!”seru Donghae Oppa sambil menepuk bahuku dan tersenyum jahil.

Aku tahu apa maksudnya itu. Aku hanya membalasnya dengan menmanyunkan bibriku. Dasar Oppa ku yang satu ini senang sekali menggodaku. Hari ini aku tidak melihat Siwon Oppa, dimana dia? Aku harap dia menonton pertunjukan ini.

Aku yakin aku bisa. Seruku pada diriku sendiri.

Aku sudah menyelesaikan dialogku dan aku sudah mulai maju untuk memeluknya, aku berusaha menghindari kontak mata dengannya karena itu hanya akan membuatku samkin deg-degan. Namun ternyata dia malah menatapku dan itu membuatku tidak dapat mengalihkan padanganku dari matanya, aku semakin berjalan mendekatinya dan dia masih menatpku dengan tatapannya yang lembut itu. Begitu aku memeluknya, aku merasakan dia membalas pelukanku dan memelukku dengan erat. Sebenarnya seharusnya tidak ada adegan dia membalas pelukanku tapi begitu Heechul sunbae melihat kami latihan waktu itu, entah ada angin apa dia berinisiatif memasukan adegan itu. Namun tiba-tiba Taemin melepaskan pelukannya dan menatapku lekat-lekat. Saat itu jantungku benar-benar berdegup sangat kencang. Dia mendekatkan wajahnya pada wajahku. Dan bisa kurasakan mukaku sudah memanas sekarang. Apa yang akan dia lakukan?. Jantungku semakin berdegup sangat kencang dan aku memejamkan mataku sampai aku merasakan Taemin mencium keningku. Aku benar-benar terkejut dengan hal ini. Masalahnya hal ini tidak ada dalam script dan aku bingung harus bagaimana setelah ini. Taemin langsung merengkuhku ke dalam pelukannya. Aku bisa melihat penonton langsung berteriak histeris tapi aku juga bisa melihat sepasang mata yang menatapku dengan tatap sedih dan kesal. Key. Kenapa dia?

”Kalian benar-benar sangat natural…”seru Heechul sunbae begitu kami selesai pentas dan aku sudah mengganti bajuku dengan baju sekolah kembali dan aku hanya menanggapinya dengan seulas senyum yang agak dipaksakan. Aku bisa melihat teman-teman yang lain ada yang sedikit tidak suka melihat hal tadi. Itu wajar saja aku pun juga tidak menyangka akan hal itu. Pasti sekarang cewek-cewek di sekolah ini akan mulai membenciku. Aigoo!

Sebenarnya aku sangat malu saat ini tapi aku bisa melihat Taemin tetap biasa saja dan itu membuatku sedikit lega karena biasanya dia sering menjadi aneh terhadapku setiap terjadi hal-hal yang tidak terduga terjadi diantara kami. Aku melihat dia sedang berbicara dengan Jin Ki Oppa di depan pintu ruang teater dan kemudian pergi keluar bersama Jin Ki Oppa.

”Senangnya…”seru Donghae Oppa sambil merangkul bahuku dan menyentuh pipiku dengan telunjuknya.

”Oppa!” teraikku sambil berusaha melepaskan rangkulannya tapi ternyata dia lebih kuat.

Dia tertawa sambil masih merangkul bahuku dan aku pun hanya bisa mengerucutkan bibirku, menyebalkan sekali Oppa ku ini.

”Oppa…Siwon Oppa mana?”tanyaku padanya.

Dia melepas rangkulannya dan tampak terjadi perubahan di wajahnya. Ada apa dengan Siwon Oppa.

”Siwon Oppa baik-baik saja kan?”tanyaku khawatir. Sudah seharian ini aku tidak melihatnya, apa dia tidak masuk hari ini? Tapi kenapa dia tidak masuk? Kurasa dia bukan orang yang sering membolos, apa dia sakit?

”Sudahlah….dia tidak masuk hari ini…tapi dia tidak apa-apa kok…kan masih ada Oppa mu yang tampan ini…”serunya sambil tersenyum.

Aku hanya bisa tersenyum mengejek melihat tingkah Oppa ku yang satu ini yang terkadang seperti anak kecil.

”Ya…Oppaku yang tampan…”seruku sambil tersenyum.

”Gumawo dongsaeng…”serunya dan tiba-tiba Donghae Oppa langsung mengecup sekilas pipiku.

”Oppa!”teriakku yang melihatnya langsung kabur begitu mengecup pipiku. Aku berlari mengejarnya dan akhirnya kami main kejar-kejaran di dalam ruang teater untung sudah tidak ada orang lagi. Bisa-bisa aku di bununh oleh para fansnya Donghae Oppa karena aku di cium olehnya. Aku terus aja mengejarnya sampai aku terengah-engah. Dasar Oppaku ini! Dia tertawa mengejekku dari atas panggung yang ada di ruang teater itu. Aku pun berjalan kesana dan langsung memukul lengannya.

”Aishh…kau ini perempuan atau laki-laki sih…sakit tau!”serunya sambil mengusap-usap lengannya.

Aku hanya mendengus kesal.

”Dongsaengku jangan marah dong…”serunya sambil mendaratkan kecupan lagi di pipiku.

”Oppa!”teriakku lagi.

Tiba-tiba Euhyuk sunbae muncul dan langsung berdecak kesal pada Donghae Oppa. Pasti dia akan menolongku.

”Heh..Donghae… kau ini dia kan yeojachingunya Taemin..nanti kau dimarah Taemin karena melihatmu dekat sekali dengannya…jangan dekat-dekat dengan dia…”seru Eunhyuk sunbae yang kukira akan membelaku tapi ternyata di balik belaannya itu terselip ejekan lagi.

Aku punya sunbae tidak ada yang beres.

”Lee Hyuk Jae…dia adalah dongsaengku tau…jangan menggodanya..”seru Donghae Oppa sambil merangkulku.

”Oppa..memangnya Oppa tidak menggodaku tadi…masih mending Eunhyuk sunbae yang masih membelaku meskipun dia tetap menggodaku tapi lebih baik dibanding kau…” seruku pada Donghae Oppa dan berusaha melepaskan rangkulannya dan berjalan menuju Eunhyuk sunbae lalu menggamit tangannya.

”Tuh kan…dongsaengmu ternyata lebih menyukaiku dibanging kau…”seru Eunhyuk sunbae sambil tertawa.

”Hyuk Jae-ya…dia dongsaengku tau….”seru Donghae Oppa berjalan menghampirku dan langsung menarik tanganku.

Aku dan Enhyuk sunbae hanya bisa tertawa melihat tingkah Donghae Oppa yang terkadang seperti anak kecil saja tapi kadang juga dia bisa menjadi sangat dewasa. Oleh sebab itu aku sangat menyayanginya. Dia benar-benar Oppa yang baik. Andai aku benar-benar punya Oppa.

”Hye Jin-ah…kau pulang duluan saja…aku di antar Jin Ki…”seru Hyo Jin di telepon.

Jadi aku sia-sia menunggunya selama ini. Sudah hampir sore lagi. Aku melihat jam tanganku yang sudah menunjukan pukul 4.

”Oh…tidak dengan Jang seonsangnim…”seruku padanya menyindir.

”Mianhe…Hye Jin-ah…”jawabnya.

”Ne..ne..arasso..bersenang-senanglah..aku bisa pulang sendiri..jangan kecewakan Jin Ki Oppa..”seruku dan langsung menutup teleponnya.

Aku berjalan keluar menuju gerbang sekolah. Ternyata masih ada beberapa anak yang belum pulang karena aku masih melihat beberapa anak masih berkumpul di lapangan sepak bola. Hari ini berjalan lancar. Terima kasih Tuhan. Senangnya tidak terjadi apa-apa. Semua yang kulakukan berhasil. Ucapku dalam hati. Aku tersenyum sambil melangkah menuju gerbang namun tiba-tiba sebuah tanganku menarikku dan menyeretku untuk mengikutinya.

”Key…kau selalu saja…aku bisa jalan sendiri tahu…”seruku padanya yang masih terus menarikku.

Dia hanya menoleh ke arahku dengan tatapan yang sangat tajam. Kenapa dia? Kenapa dia menatapku seperti itu. Padahal tadi pagi dia masih bersikap lembut. Aku tidak habis pikir dengan sikapnya seharian ini.

Dia berhenti tepat di depan pohon di samping lapangan parkir. Dia melepaskan tanganku dengan kasar.

”Sakit tau!”seruku padanya.

”Kenapa kau harus beradegan seperti itu dengannya?”tanyanya dengan setengah berteriak.

Ada apa dengan dia? Kenapa dia seperti itu. Apa haknya untuk melarangku.

”Jawab aku!”serunya lagi.

Aku sudah mulai marah dengan sikapnya yang seperti ini. Kenapa dia begitu ingin tahu? Dia bukan siapa-siapaku.

”Bisa tidak kau tidak berteriak padaku!”seruku padanya dengan setengah berteriak dan langsung menatap matanya yang sekarang sedang menatapku sinis.

Aku pun berjalan pergi meninggalkannya namun lagi-lagi dia menahan tanganku.

”Mian…”serunya dengan wajah penyesalan.

Namun tiba-tiba sebuah tangan lain menarik tanganku yang lain.

”Ayo pulang…”serunya.

Aku pun menyentakkan tanganku dan berhasil lepas dari genggaman Key.

”Aku mau pulang!” seruku padanya dan langsung berjalan bersama Taemin yang mengenggam tanganku.

Key POV

Babo sekali kau Key! Kenapa kau malah marah padanya! Pasti sekarang dia akan sangat membenciku. Hye Jin-ah…mianhe…seruku dalam hati. Jujur aku tidak bermaksud membentaknya tapi aku benar-benar cemburu melihatnya dicium oleh Taemin. Aku tidak bisa melihatmu dengan orang lain. Hye Jin-ah…aku sangat mencintaimu…andai kau tahu perasaanku.

Aku hanya bisa melihat Hye Jin yang sudah berjalan meninggalkanku bersama Taemin. Aku masih bisa melihat dia menengok ke arahku dengan tatapan marah. Aku yakin dia sangat marah padaku dan pasti dia tidak akan mau berbicara denganku lagi.

Hye Jin POV

”Kau baik-baik saja?”tanya Taemin begitu dia mengantarku sampai di depan rumahku.

”Ne..”jawabku dengan wajah tertunduk.

Aku tidak tahu apa yang aku pikirkan sekarang, aku merasa sudah sangat kasar sekali dengan Key, padahal dia sudah minta maaf tadi. Aigoo, pasti dia sangat marah padaku sekarang.

”Tadi ada apa antara kau dan Key?”tanyanya lagi.

”Andwe…hanya bertengkar saja…tidak apa-apa besok juga sudah baik lagi…”jawabku. Sebenarnya jawaban itu hanya untuk meyakinkan diriku bahwa besok Key pasti akan baik lagi, dia akan seperti biasa lagi.

”Arasso..sampai jumpa besok…”serunya sambil tersenyum dan mengacak-acak rambutku.

Taemin pun segera berlalu. Aku berjalan masuk ke dalam rumah dan mengambil kuncinya di dalam tasku. Hari ini nenek menginap lagi dan aku sendirian di rumah. Hufft, suasana hatiku benar-benar kelabu padahal sore ini begitu indah. Aku membuka setiap jendela rumahku agar udara masuk. Sebenarny agar lebih terang. Aku maish suka takut jika ditinggal di rumah sendirian. Aku masuk ke kamarku dan menggnati bajuku lalu berjalan menuju dapur dan membuka kulkas untuk melihat apa yang bisa aku makan. Sepertinya ada biskuit dan susu strawberry kesukaanku. Aku mengambil keduanya dan duduk di taman depan sambil melihat banyak orang yang lewat. Bukannya memakan biskuit aku malah termenung. Aku memikirkan kejadian tadi. Kenapa Key begitu marah padaku. Aku jadi teringat Hyo Jin pernah berkata bahw mereka meperebutkanku. Ada-ada Hyo Jin itu, tapi aku kembali tertegun dengan kata-kata itu. Apa mereka berdua menyukaiku? Tidak..tidak..tidak….kenapa aku begitu narsis Hye Jin…mereka tidak menyukaimu…kau ini narsis sekali. Seruku di dalam hati. Aku menminum susu strawberry itu dan kembali melanjutkan lamunanku. Kira-kira Key marah tidak ya? Habis tadi aku melihat dia sangat sedih sekali waktu melihatku langsung meninggalkannya begitu saja. Padahal memang tadi dia bilang kan mau ada yang dia bicarakan denganku. Aigoo, aku lupa hal itu. Pasti dia marah sekali padaku. Aku mengambil Hp-ku yag kuletakkan di sampingku dan membuka phone booknya untuk mencari nama Key saat aku mau menekan tombol hijau, aku menghentikannya. Aishh, pasti dia tidak akan mau mengangkat telepon dariku.

Key POV

Telepon tidak….telepon tidak…seruku dalam hati sambil terus mondar-mandir di kamarku sambil menatap layar Iphone-ku.

”Kibum-ah…berisik sekali…hentakan kakimu itu terdengar sampai kamarku….sampai kapan kau akan terus mondar-mandir…sudah telepon saja…”serun Minho yang langsung masuk ke kamarku seperti biasanya tidak meminta ijin dulu.

”Mwo? Siapa yang mau menelepon?”seruku sambil melempar Iphone-ku ke atas kasur.

”Sudah…aku tahu kau mau menelepon gadismu yang kau berikan boneka itu kan?”serunya lagi.

Cerewet sekali orang ini. Kenapa dia bisa menjadi adikku.

”Berisik..sudah keluar sana..aku mau tidur…”seruku sambil menghempaskan tubuhku ke atas tempat tidur dan menelungkupkan wajahku ke bantal.

”Dasar playboy yang satu ini…aku penasaran siapa gadis itu yang bisa membuat playboy sepertimu jadi seperti ini…”serunya sambil berjalan keluar dan langsung menutup pintu.

Dasar adik yang terlalu cerewet, kenapa sih dia bisa begitu cerewetnya jika di rumah. Membuatku pusing saja. Aku berusaha memejamkan mataku tapi tetap tidak bisa. Hye Jin-ah mianhe.

Siwon POV

Ini rumahnya. Aku keluar dari mobilku dan menatap rumah Hye Jin yang juga rumah ibuku. Kenapa aku malah kesini? Aneh sekali diriku. Hari ini aku memutusakn untuk tidak pergi ke sekolah, aku sedang tidak ingin ke sekolah lagipula di sekolah hanya ada pentas seni. Aku sedang berjalan-jalan begitu aku malah menyetir sampsi disini. Aku jadi teringat ibu yang selalu membawakanku makanan sudah sebulan ini. Oh ya aku ingat aku ingin bilang padanya tidak usah lagi membawakanku makanan. Sampai saat ini jujur aku masih belum siap menerima ibuku juga adikku tapi aku pun tidak bisa memungkiri bahwa aku rindu pada ibuku. Aku menatap rumah ini beberapa saat, sepertinya kosong. Mungkin lain kali saja aku bertemu dengan ibuku lagipula aku takut kalau Hye Jin pulang dan dia melihatku disini. Aku hendak masuk kembali ke mobilku sampai sebuah suara memanggilku.

”Siwon Oppa…”seru suara yang sudah ku kenal itu. Hye Jin kenapa dia sudah pulang. Bukankah Donghae bilang dia masih di sekolah, aku pikir Hye Jin juga masih di sekolah. Kenapa dia sudah ada di rumahnya.

Aku pun terpaksa berbalik dan melihatnya berjalan ke arahku dan tersenyum begitu sampai di hadapanku. Rasanya sudah lama sekali aku tidak melihat senyumnya dan entah kenapa itu malah membuatku senang. Memang sudah beberapa minggu ini aku menghindarinya walaupun tidak secara jelas menghindari tapi aku berusaha untuk menjauh dan untunglah dia tidak terlalu merasakan perubahan itu. Aku pun tersenyum pada dongasaengku ini. Ya dongsaengku, entah kenapa setiap kali aku melihatnya ingin sekali aku bilang bahwa aku adalah kakak kandungnya tapi aku tidak mungkin melakukan itu saat aku ingat dia adikku terkadang aku masih kesal dengannya tapi begitu melihat dirinya sebagai Hye Jin aku senang bisa menjadi kakak baginya.

”Benar..ternyata Siwon Oppa…”serunya masih dengan senyumnya itu.

”Ada apa Oppa kemari?” tanyanya lagi.

”Ah andwe…hanya berjalan-jalan saja…lalu aku ingat ini rumahmu…”jawabku seadanya.

”Oppa tadi kenapa tidak ke sekolah? Aku kan hari ini pentas loh…”katanya dengan wajah sedikit kecewa.

”Mianhe Hye Jin-ah…tadi ada keperluan mendadak dengan keluargaku..mian…”seruku padanya.

”Arasso..”serunya.

”Hemm…bagaimana kalau kutraktir es krim sebagai permintaan maafku…”seruku menawarkan padanya bisa kulihat dia tersenyum dan mengangguk lalu berjalan mengunci pintu rumahnya.

Kami pergi ke sebuah taman dan duduk di salah satu bangku yang mengahadap ke arah air mancur.

”Aku beli dulu ya…”seruku padanya.

Dia pun mengangguk dan aku pun pergi membeli dua buah es krim. Begitu aku kembali aku melihat wajah Hye Jin sedih sekali. Kenapa dia? Apa yang terjadi padanya? Aku duduk di sampingnya dan menyodorkan es krim itu padanya.

”Gumawo…”seru Hye Jin dan menjilat es krimnya.

”Kenapa kau sedih? Ada yang menganggumu?” tanyaku padanya mencari tahu kenapa wajahnya begitu sedih.

”Anni…aku baik-baik saja…”jawabnya sambil tersenyum tapi aku bisa merasakan itu bukan senyum yang tulus melainkan lebih di paksakan.

”Aku kan sudah bilang…kalau ada apa-apa cerita padaku…”seruku sambil menatapnya.

Dia menghela nafas perlahan.

”Oppa…Key marah padaku…”serunya sambil tertunduk.

”Kenapa?”tanyaku.

Dia pun menceritakan semua kejadiannya padaku. Ya ampun dongsaengku ini polos sekali. Sudah jelas Key itu cemburu padanya. Aku tidak menyangka dongsaengku di sukai oleh dua pria sekaligus tapi dia tidak sadar akan hal itu. Aku tersenyum padanya saat dia menyelsaikan ceritanya. Aku pun mengacak-acak rambutnya penuh rasa sayang.

”Kau tahu kenapa Key marah padamu?”tanyaku padanya.

Dia hanya menjawabnya dengan gelengan kepalanya. Aku pun hanya tersenyum melihatnya. Ternyata dia memang sangat polos. Sudahlah nanti juga dia tahu sendiri.

”Ya sudah…besok jug dia akan baik lagi…jangan dipikirkan…”seruku padanya. Dia pun hanya tersenyum namun tiba-tiba dia langsung memelukku.

”Gumawo Oppa…setelah berbicara denganmu aku jadi lebih baik…”serunya dalam pelukanku.

Aku pun membalas pelukannya dan mengusap-usap kepala dongsaengku ini. Aku sayang sekali denganmu tapi maaf aku belum bisa menerimamu sebagai adikku.

Dia melepas pelukanku dan menatapku.

”Oppa…kita main sepeda yuk?”serunya padaku.

Aku sedikit kaget mendengar perkataanya. Bukannya dia tidak bisa naik sepeda.

”Oppa yang naik…aku yang dibonceng..begitu…”serunya lagi seperti mengerti bahwa aku sedikit bingung dengan perkataanya tadi.

Aku pun mengangguk dan menarik tangannya menuju salah satu tenpat penyewaan sepeda.

Hye Jin POV

”Gumawo Oppa…”seruku begitu Siwon Oppa mengantarku sampai di depan rumah.

Dia pun tersenyum dan melambai sebelum masuk ke dalam mobilnya dan pergi.

Aku masuk ke dalam rumah dan begit kaget melihat ibuku sudah berdiri di depan pintu.

”Umma…sudah pulang?”tanyaku padanya.

”Ne umma tadi bisa pulang cepat…siapa tadi?”tanya ibuku langsung.

Kenapa dia begitu ingin tahu siapa yang bersamaku kali ini. Biasanya dia tidak pernah bertanya, yah mungkin karena memang tahu kalau aku pergi kalau tidak dengan Taemin pasti dengan Jin Ki Oppa.

”Itu tadi Siwon sunbae ku di sekolah….satu angkatan dengan Hyo Jin…”jawabku.

Dan bisa kulihat wajah ibuku langsung berubah begitu mendengar jawabanku.

”Kau pacaran dengannya?” tanyanya dengan penuh selidik. Kenapa ibuku ini? Dia tidak pernah bertanya kalau aku pulang denga Taemin, dia tidak pernah bertanya Taemin pacarku atau bukan tapi kenapa dengan Siwon Oppa dia bertanya seperti itu.

”Andwe…aku hanya menganggapnya kakakku….”jawabku lagi.

”Ne..itu kakaknya Hye Jin disekolah selain Donghae ahjumma…”seru Hyo Jin yang tiba-tiba muncul. Membantu menjelaskan.

Memang aku pernah cerita tentang aku punya sunbae yang aku anggap kaka di sekolah tapi waktu itu aku baru punya Donghae Oppa jadi aku belum sempat cerita pada ibu bahwa Siwon Oppa juga adalah Oppaku. Bisa kulihat wajah ibu menjadi lega entah kenapa. Memangnya kenapa kalau aku pacaran dengan Siwon Oppa. Tentu saja aku tidak mungkin pacaran dengan Oppaku sendiri meski bukan kakak kandung tapi kan tetap saja perasaanku padanya hanya perasaan seorang dongsaeng pada Oppanya tidak lebih. Lagipula Siwon Oppa juga sudah mempunyai pacar Aku hanya menganggapnya seorang kakak. Kakak yang sangat ingin aku miliku.

”Ya sudah…kau mandi sana…ibu sudah membuatkan makanan kesukaanmu…”seru ibuku.

”Ne…asik..”seruku sambil berjalan masuk ke dalam tapi aku berbalik dan melihat ibu masih berdiri di depan pintu. Kenapa dengan ibu? Aneh sekali tidak biasanya dia seperti itu? Ada apa ya?

Novi

This post/FF has written by Novi, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

LOVE’S WAY – ONE FOR ME

ONE FOR ME

Main Cast : SHINee, Choi Hye Jin, Shin Hyo Jin
Support Cast : Super Junior

Aku menghempaskan tubuhku ke atas tempat tidur dan menatap langit-langit kamarku. Hari ini sungguh sangat melelahkan, aku harus bolak-balik ruang teater lalu kembali ke ruang seni karena aku harus latihan di dua tempat untuk tujuan yang berbeda pula, yang satu untuk drama dan yang satu lagi untuk menyanyi. Pentas seninya tinggal 3 hari lagi dan itu membuat mereka ingin latihan yang intensif dan itu membuatku harus bergantian berlatih. Sungguh sangat melelahkan, mereka pikir jarak dari ruang teater dengan ruang seni itu dekat apa, udah gitu aku harus menyanyi lalu melakukan adegan, dipikirnya aku tidak capek apa. Kenapa sih mereka memintaku untuk melakukan dua pekerjaan yang melelahkan itu. Aku menghela nafas perlahan dan mulai menutup mataku. Ya ampun aku lelah sekali. Untung aku sudah minta ijin ahjumma untuk tidak masuk selama 3 hari ini dan itu berarti gajiku akan berkurang bulan ini gara-gara pentas seni ini. Tidur sejenak sepertinya menyenangkan. Aku belum mandi tapi biarlah hanya sebentar 30 menit saja setelah itu baru mandi. Untung Hyo Jin sedang pergi dengan temannya jadi kamar ini sepi.

”Ya!Hye Jin-ah!bangun! kau belum mandi!jorok sekali kau!”seru Hyo Jin sambil memukul pantatku berkali-kali.
Aigoo, dia mengganggu tidurku saja, tidak tahu apa aku capek gara-gara harus latihan dengannya juga latihan drama, dia pikir aku robot yang tidak pernah capek. Aku membuka mataku perlahan dan melihat wajahnya yang sangat marah.
”Mandi dulu sana!”teriaknya lagi.
Aku pun bangun dengan mata masih setengah terbuka dan turun dari tempat tidurku menuju kamar mandi.
”Ini handukmu…buka tuh matamu…”seru Hyo Jin lagi sambil melempar handuk ke arahku.
Setelah mandi badanku menjadi lebih segar dan aku berniat kembali ke tempat tidur lagi tapi kemudian Hyo Jin menahan tanganku.
”Makan dulu…”serunya.
”Aku ngantuk..mau tidur…”jawabku.
”Nanti kau sakit perut…ayo makan…”serunya sambil menarik tanganku menuju meja makan.
Aku duduk dengan mata yang sudah tinggal 5 watt, mana ada selera makan kalau begini. Aku menunggu Hyo Jin memasakkan entah apa itu dan tak lama kemudian dia sudah menghidangkannya di depanku.
”Makanlah…”Serunya sambil tersenyum.
Aku menyendok ramyeon itu dengan tidak berselera dan mengunyanya dengan sangat perlahan.
”Emmm…besok aku berangkat sekolah duluan ya…”katanya sambil menuangkan air ke gelasku. Aneh sekali dia, tumben baik sekali.
”Kenapa?” tanyaku padanya.
”Andwe..hanya ingin membiarkamu pergi sendiri saja…pasti selama ini kau tersiksa harus berangkat denganku pagi-pagi sekali….jadi besok kau bisa pergi sendiri…”serunya lagi sambil tersenyum.
Aneh-aneh saja anak ini, apa yang dia rencanakan.
Setelah selesai makan aku langsung masuk ke dalam kamar dan segera tidur.
”Jal ja…semoga besok harimu indah….”serunya.
Ada apa dengan dia?aneh sekali.

Pagi ini seperti yang Hyo Jin bilang dia sudah berangkat lebih dahulu, begitu aku bangun dia sudah mau berangkat. Aneh sekali dia kenapa harus terburu-buru seperti itu. Aku mengambil tasku dan memakai sepatuku.
”Nenek…aku pergi dulu ya…”seruku pada nenek dan berjalan keluar.
Baru sampai di depan gerbang aku melihat motor yang tidak asing lagi ada di depan rumahku. Taemin? Untuk apa dia kesini. Seruku dalam hati.
Ah ya aku tahu pasti ini kerjaan Hyo Jin. Dasar anak itu! Kemarin aku bercerita padanya tentang kejadian sepulang dari latihan drama itu, dimana aku dan Taemin saling berpelukan. Aigoo aku malu sekali mengingat itu. Memang sejak kejadian itu entah kenapa aku dan Taemin agak sedikit canggung setiap kali bertemu, yah aku sendiri tidak pernah menyangka aku akan melakukan hal itu dan mungkin Hyo Jin berniat agar kami seperti biasa lagi.
Dia tersenyum padaku seperti biasanya. Aigoo, pagi-pagi aku sudah disuguhkan senyum indahnya.
”Mana Hyo Jin noona? Tadi dia bilang ada yang harus aku ambil…”tanyanya dengan canggung padaku.
Tuh kan benar! Pasti saat ini dia sedang tersenyum penuh kemenangan di sekolah.
”Mwo?”tanyaku lagi sama canggungnya.
”Tadi…noona…ya sudah…mungkin ada salah paham disini…”serunya lagi.
Lama kami saling terdiam. Babo Hye Jin kenapa kau masih berdiri disini, cepat jalan!teriakku pada diriku sendiri. Aku memandang wajahnya yang hanya menunduk.
”Ah…” seru kami bersamaan dan kami saling bertatapan.
Aku pun langsung mengalihkan pandanganku dari tatapannya begitu pun dengan dia. Aduh, apa yang harus aku lakukan? Kenapa malah jadi seperti ini.
”Ayo berangkat bersama…”serunya tiba-tiba dan itu membuatku sedikit kaget. Aku menoleh padanya dan dia menatapku menunggu jawaban.
”Ne…”jawabku lirih.

Benar-benar merasa aneh saat tadi di antar Taemin. Aigoo, untung tadi dia sudah bisa seperti biasa kalau tidak pasti aku akan semakin canggung dengannya. Hari ini juga harus latihan lagi untuk pementasan lusa. Pasti capek sekali.
”Ya!kenapa dari tadi kau bengong terus!”seru Key di depan wajahku. Sejak kapan dia ada di depanku dan itu membuatku langsung melihat wajahnya,matanya yang cokelat jernih itu menatapku lekat-lekat dan itu mengingatkanku akan kejadian kemarin. Aishh. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku.
”Kenapa kau!”serunya lagi sambil menaruh tangannya di dahiku.
”Apaan sih kau!”seruku sambil menepis tangannya dan mengalihkan pandangnku.
”Kenapa mukamu merah?”tanyanya.
Memangnya mukaku merah, aduh jangan sampai dia tahu mukaku merah karena dia ada di depanku sekarang.
”Aishh, sudah pulang sana!”seruku mengusirnya.
”Ini juga aku mau pulang tau…habisnya kau bengong di mejamu seperti orang yang kemasukan setan…”serunya.
”Enak saja kau!sudah pulang sana!” aku bangun dan mendorongnya menjauh.
”Dasar cewek aneh!”serunya berjalan keluar kelas.
Fuihh akhirnya dia pergi juga, lama-lama bersama dia membuat otakku jadi tidak beres jadi memikirkan hal-hal yang aneh-aneh. Aku bangkit mengambil tasku dan berjalan keluar kelas. Di depan kelas aku berpapasan dengan Taemin.
”Aku pikir kau sudah kesana…”serunya begitu melihatku keluar kelas.
”Ah…aku baru mau kesana…kau sendiri?”tanyaku padanya.
”Hanya ingin memastikan kau sudah kesana atau belum…”jawabnya dan jawabannya membuatku gugup. Apa jadi dia menjemputku. Aigoo Taemin, aku benar-benar sudah gila karenamu.
”Ayo kita kesana…kurasa Heechul sunbae sudah menunggu kita…”seruku sambil berjalan mendahuluinya dan dia berjalan di belakangku. Aduh kenapa suasanya harus selalu seperti ini.
”Taemin-ah…kau jadi jarang latihan ya gara-gara drama ini…”seruku begitu kami melewati lapangan basket dan aku melihat anak-anak klub basket sedang berkumpul.
”Ne…tidak apa-apa…yah memang kangen sih bermain bersama mereka tapi mereka mengerti kok…”jawabnya sambil berjalan disampingku, aku tidak sadar dia sudah berjalan disampingku aku pikir dia masih dibelakangku tadi.
”Kau juga pasti capek harus drama juga bernyanyi…”serunya sambil tersenyum padaku.
Aku hanya bisa mengangguk tanpa melihat ke arahnya karena setiap aku melihatnya pasti akan muncul perasaan aneh pada hatiku.

Latihan hari ini selesai lebih cepat dan Heechul sunbae bilang besok kami bisa istirahat. Syukurlah aku memang butuh istirahat. Rasanya bisa-bisa aku tidak ikut pementasan seni itu karena sakit. Habisnya latihannya begitu menghabiskan tenagaku. Semoga pentas seninya berjalan lancar.
”Bagaimana tadi?”tanya Hyo Jin.
Tiba-tiba dia sudah ada disampingku sambil tersenyum. Aku sudah yakin dia akan bertanya seperti itu.
”Mwo?”jawabku pura-pura tidak tahu dan langsung berjalan mendahuluinya keluar ruangan.
Aku merasakan dia mengejarku.
”Hye Jin-ah…”serunya.
”Aku pulang duluan…”seruku padanya dan langsung meninggalkannya.
”Dasar kau ini!”teriaknya padaku yang sudah berjalan pergi.
Di depan gerbang tanganku langsung ditarik oleh tangan Key. Apaan sih anak ini!
”Ayo kita pulang!”serunya sambil menarik tanganku.
”Key…aku mau pulang sendiri…lepas ah…”seruku sambil menghentakkan tanganku.
”Hye Jin pulang denganku…”seru sebuah suara yang aku kenal. Taemin.
Dia berjalan menghampiriku dan Key dan dia menatap Key dengan sangat sinis. Kenapa sih mereka ini. Apa mereka punya masalah.
Aku melihat Kyu baru keluar dari ruang guru dan berjalan sambil menatap layar PSPnya. Sebaiknya aku pulang dengannya saja daripada membuat dua orang ini bertengkar.
”Kyu…aku pulang denganmu ya…”teriakku padanya dan dia menatapku bingung.
Dia melihatku, Taemin dan Key bergantian dengan tatapan bingung. Aku langsung menarik tangannya untuk pergi.
”Taemin-ah…Key..aku pulang dengan Kyu…ada yang harus kami diskusikan tentang pentas seni lusa…annyeong…”seruku melambai pada mereka dan berjalan pergi sambil menarik tangan Kyu. Kyu hanya bisa mengikuti apa yang aku lakukan dengan tatapan bingung sementara Taemin dan Key menatapku dengan bingung. Mereka ini membuatku pusing.
”Dilema dua cinta…”seru Kyu begitu sampai di depan mobilnya dan dia terkekeh.
”Diam kau Kyu!”seruku sambil memanyunkan bibirku.
”Aaaaa!”teriaknya begitu membuka pintu mobilnya.
”Ada apa?”tanyaku padanya sambil melihat ke dalam mobilnya.
”Itu…”tunjuknya pada seekor hewan yang ada di joknya, berwarna hijau, sudah pasti itu kura-kura milik Yesung tapi kenapa bisa ada disitu.
”Kenapa bisa ada kura-kuranya Yesung?”tanyaku padanya.
Dia menepuk jidatnya dan sepertinya mengingat sesuatu.
”Ne…tadi aku berangkat dengan Yesung pasti dia ketinggalan ini…dasar anak itu!”serunya.
Yesung…Yesung kenapa anak ini sungguh pelupa.
”Hye Jin-ah tolong pindahkan ya…”serunya memohon.
Apa aku harus memindahkan kura-kura ini, aku juga tidak suka dengan kura-kura.
”Ayolah….kau kan tidak alergi..beda denganku…”pintanya lagi.
Ya sudah apa boleh buat, anak ini tidak akan mau pulang sampai kura-kura ini disingkirkan. Aku pun memberanikan diriku untuk memindahkannya kebelakang. Aku sebenarnya geli dengan kura-kura tapi mau bagaimana lagi. Aku menyentuhh cangkangnya perlahan dan mengangkatnya. Ya ampun aku benar-benar geli melihat kepala kura-kura itu yang masuk dan keluar berkali-kali. Aku menutup mataku dan menaruhnya di belakang.
”Hufft…sudah…cepat pulang…”seruku pada Kyu yang sekarang sudah tersenyum senang.
”Gumawo Hye Jin-ah…”serunya sambil tersenyum.

Key POV
Kenapa dia harus datang disaat seperti ini. Aku melihatnya melihatku dengan tatapan sinis. Aku pun membalasnya dengan tatapan yang sinis juga. Aku tahu dia juga menyukai Hye Jin. Dan dia akan melakukan pementasan dengan Hye Jin lusa, itu membuatku sedikit kesal padanya. Aku tidak akan membiarkan dia memiliki Hye Jin.
”Kau menyukainya kan?”tanyaku padanya sebenarnya hanya pertanyaan basa-basi, aku tahu dengan jelas bahwa dia menyukai Hye Jin.
Dia hanya tersenyum dan berjalan pergi.
”Aku tidak akan membiarkanmu memilikinya…”seruku padanya dan itu menghentikan langkahnya dia berbalik menghadapku.
”Kita lihat saja…”serunya padaku sambil tersenyum sinis dan kembali berjalan.
Kita lihat saja siapa yang akan mendapatkan Hye Jin. Aku yang akan mendapatkannya.

Hye Jin POV
”Gumawo Kyu…”seruku pada Kyu begitu aku sampai di rumah.
”Ne…jangan dilema lagi..pilihlah salah satu…”serunya sambil tersenyum.
Apa maksudnya?
”Kau mau aku pindahkan kura-kuranya….hah?”tanyaku sambil tersenyum sinis.
”Ampun…Hye Jin-ah…aku Cuma bercanda…jangan..jangan….”serunya lagi sambil tersenyum.
”Makanya diam!annyeong…”seruku padanya dan berjalan masuk ke rumah. Tak lama kemudian dia juga sudah pergi.
Hufft, aku jadi memikirkan apa yang sekarang terjadi antara mereka berdua ya. Kenapa sih mereka harus seperti itu. Dilema dua cinta? Dasar Kyu, bicara yang tidak-tidak saja. Aku menghempaskan tubuhku ke atas tempat tidur dan memejamkan mataku.

”Kau marah ya padaku?”tanya Hyo Jin begitu kami sedang makan malam. Hari ini kami hanya berdua saja karena nenek pergi menginap lagi di rumah bibiku.
”Anni…”jawabku sekenanya sambil menyuap bulgogiku.
Sebenarnya aku sedikit marah padanya karena masalah tadi pagi yang tiba-tiba memanggil Taemin untuk datang tapi sebenarnya niatnya adalah untuk mengantarku berangkat. Aku kan jadi tidak enak pada Taemin nanti dia berpikir aku ingin dijemputnya padahal ini kerjaan Hyo Jin.
”Mianhe…jeongmal mianhe…aku Cuma ingin kau dan Taemin seperti biasa lagi…”serunya sambil mengatupkan kedua tangannya.
Aku menghela nafas perlahan dan tersenyum.
”Sudahlah aku sudah lupa…”seruku.
Aku memang tidak bisa lama-lama marah dengan seseorang apalagi kalau orang itu sudah minta maaf, aku tidak bisa.
”Gumawo Hye Jin-ah…”serunya sambil menghampiriku dan memelukku.
”Aishhh…aku sedang makan tau!”seruku padanya dan dia pun langsung melepaskan pelukannya.
Dia terus tersenyum sambil menatapku yang sedang makan. Aneh sekali dia!
”Bagaiaman dengan Jin Ki Oppa…”tanyaku tiba-tiba padanya dan itu membuatnya sangat terkejut.
”Kenapa dengan Jin Ki Oppa…”tanyanya sok polos.
Susah berbicara dengannya, dia juga sama sepertiku berusaha mengalihkan pembicaraan setiap ditanya hal itu.
”Oh ya…kudengar Key menyukaimu ya?”tanyanya lagi mengalihkan pembicaraan.
Aku hanay diam berpura-pura tidak mendengarnya.
”Wah kau harus memilih Taemin apa Key…menurutku dua-duanya juga tidak buruk…yah walaupun Key sedikit playboy tapi kulihat dia sekarang sudah tidak seperti itu lagi semanjak dia dekat denganmu….”serunya panjang lebar.
Aku hanya diam dan malas mendengarnya berbicara dan asyik dengan makananku.
”Tidak menyangka dua orang itu memperebutkanmu…”serunya lagi.
”Aku mau tidur…”seruku sambil membawa piring ke tempat cucian dan berjalan menuju kamar.
Aku melihat Hyo Jin hanya tersenyum melihatku.
Di kamar aku berusaha memejamkan mataku tapi tidak bisa entah kenapa aku malah kepikiran perkataan Hyo Jin tadi. Aku jadi mengingat kembali waktu aku di peluk oleh Key dan di peluk oleh Taemin. Aigoo, apa yang terjadi padaku. Dua-duanya membawa perasaan yang berbeda untukku. Tatapan mata Key atau senyum Taemin. Aishh, kenapa aku malah membandingkan mereka berdua. Aku pasti sudah gila, apa aku jatuh cinta pada dua orang dalam satu waktu? Tidak aku hanya jatuh cinta pada Taemin tapi aku juga tidak memungkiri bahwa aku senang ada di dekat Key walaupun dia sering mengangguku tapi aku tahu dia orang yang baik dan sepertinya bertengkar dengannya seperti sesuatu kebiasaan yang harus selalu ada, rasanya tidak lengkap kalau tidak bertengkar dengannya. Aku merasa Key adalah teman yang menyenangkan walaupun sering bertengkar dengannya tapi aku senang mendengar perkataannya yang cuek itu. Apa yang terjadi padaku?

Siwon POV
Aku baru pulang dari mengantar Donghae membeli buku begitu aku sampai di depan apartemenku aku menemukan sebuah bungkusan di taruh di depan pintu rumahku. Dari siapa itu?
”Siwon-ah tadi ada yang mencarimu tapi kau tidak ada jadi dia menitipkan itu…”seru seorang ahjumma yang keluar dari pintu apartemennya. Ahjumma yang tinggal di samping apartemenku.
”Ne….gumawo ahjumma…”seruku sambil membungkuk dan segera membawa bungkusan itu masuk.
Aku menaruhnya di atas meja dan meninggalkannya lalu pergi mandi.
”Ibu mu mengirimkanmu makanan lagi…”seru Donghae yang tiba-tiba sudah ada di apartemenku.
”Bagaimana kau bisa masuk?”tanyaku padanya yang masih tidak percaya dia sudah duduk di ruang tamuku sambil menonton tv.
”Salah sendiri pintunya tidak dikunci….makanya pintu tuh dikunci…kalau orang lain yang masuk gimana…oh ya aku mau pinjam kaset game yang kemarin itu…”serunya sambil terus memandang televisi.
”Ambil saja di bawah rak itu…”seruku sambil berlalu menuju kamarku dan memakai baju.
”Dimakan makannya nanti keburu dingin…”seru Donghae begitu aku menghampirinya yang sedang mengobrak-abrik rakku, sudah aku bilang kaset itu ada di bawah rak dia masih mencarinya di atas. Aku segera mengambil kaset itu dari bawah rak dan menyodorkan padanya.
”Ah…aku tidak lihat…”serunya sambil mengambil kaset itu dari tanganku.
”Ibumu baik sekali…”serunya lagi.
Aku hanya diam menanggapinya, memang sejak dia datang ke rumahku dia selalu membawakanku makanan setiap hari. Terkadang aku merasa aneh dengan perlakuannya yang seperti itu tapi jujur lebih baik dia menitipkan makanan di banding aku harus selalu bertemu dengannya, aku masih belum siap menerima dia ibuku, juga Hye Jin sebagai adikku.

Hye Jin POV
Hari ini hari pementasannya. Hufft, aku bisa!seruku pada diri sendiri. Aku sedikit gugup hari ini, aku takut hari ini tidak berjalan lancar bagaimanapun juga aku mengikuti dua pemenatasan yang pertama drama dan yang kedua menyanyi. Bagaimana kalau aku bernyanyi tidak bagus atau aku melakukan kesalahan saat drama. Aduh aku begitu gugup. Aku terus menatap diriku di cermin sambil menyemangati diriku bahwa aku bisa.
”Kau lama sekali sih!”teriak Hyo Jin dari luar kamar.
”Ne…aku sudah siap!”seruku padanya. Dia tidak tahu apa kalau aku begitu gugup. Dia sih sudah biasa sedangkan aku, ini pertama kalinya bagaimana aku tidak gugup.
”Ayo berangkat…jangan gugup begitu….kau pasti bisa!” serunya menyemangatiku sambil tersenyum.
Kami berjalan bersama menuju sekolah, selama berjalan kami hanya terdiam, mungkin lebih tepatnya aku yang diam. Aku berusaha menghapal lirik lagu yang akan dinyanyikan nanti, aku menghapal mana saja bagianku, setelah itu aku juga menghapal adeganku di drama itu. Hyo Jin yang melihatku hanya tersenyum setiap kali melihat mulutku berkomat-kamit mengucapkan dialogku atau lagu yang akan dinyanyikan.
”Santailah sedikit…”serunya sambil menepuk bahuku begitu kami sampai di sekolah, dia melihatku sangat gugup.
Pertama aku harus tampil menyanyi dulu dengan Kyu baru drama. Aku melihat sudah banyak sekali anak-anak yang berkumpul di aula untuk menyaksikan pementasan ini dan itu membuatku semakin gugup saja. Aku hanya bisa mondar mandir di belakang panggung, sementara Kyu tetap tenang dan terus saja menatap layar PSPnya, tidakkah dia merasa gugup sama sekali.
”Ya!Hye Jin-ah…kau membuatku pusing..berhenti mondar mandir…sebaiknya kau duduk…lama-lama aku juga jadi gugup karenamu…”serunya padaku tetap sambil menatap layar PSPnya.
”Kau tidak gugup apa?”tanyaku padanya dan berjalan menghampirinya.
”Sudahlah santai saja…kalau kau gugup nanti malah kacau…”serunya lagi sambil tetap menatap PSPnya.
”Bagaimana aku tidak gugup…aigoo…”seruku lagi.
”Ini main game saja…”serunya sambil menyodorkan PSPnya ke tanganku.
”Main saja…aku mau ke toilet dulu…”serunya kemudian pergi berlalu.
Ya, Kyu memangnya aku game lovers sepertimu, mana bisa hanya dengan main game gugupku akan hilang, bilang saja kau mau numpang menitipkan PSPmu karena kau mau ke kamar mandi. Seruku dalam hati. Aku menaruh PSP itu di atas meja dan melanjutkan kegiatanku mondar-mandir. Sampai aku merasakan sesorang menyentuh bahuku dan membutku terlonjak kaget.
”Aaaaa!”teriakku sambil menoleh kebelakang. Aku melihat Yesung sudah berdiri di depanku sambil tersenyum.
”Kau mengagetkanku saja!”seruku padanya dan dia hanya tersenyum.
”Mianhe Hye Jin-ah…kau gugup sekali? Mana Kyu?”tanyanya.
”Ke toilet…”jawabku.
”Yah padahal aku ingin bertemu dengannya sebelum tampil…habis ini kalian tampil kan? ya sudah…semangat! aku yakin kalian pasti bisa!”serunya sambil mengepalkan tangannya memberi semangat.
”Ne…gumawo..”jawabku sambil tersenyum.
”Aku pergi dulu ya…nanti gak kebagian tempat duduk…hwaiting!!”serunya lagi sambil berlalu dan tersenyum. Aku pun membalasnya dan kembali melanjutkan kegiatannku. Ya ampun habis ini aku akan tampil. Kemana Kyu lama sekali dia! Aku pun berjalan keluar belakang panggung mencarinya. Aku menunggunya tidak jauh dari toilet cowok. Lama sekali dia!
Aku melihat pintu toilet cowok terbuka namun yang keluar bukan Kyu melainkan Key. Dia melihatku dan berjalan menghampiriku.
”Ngapain kau?”tanyanya dengan nada yang seperti biasa. Ketus.
”Terserahku…”seruku padanya tidak kalah ketus.
”Kau lihat Kyu di dalam?”tanyaku langsung.
”Andwe…”jawabnya.
”Ya sudah…gumawo..”seruku padanya dan berbalik kembali ke belakang panggung namun tiba-tiba dia memanggilku.
”Hye Ji-ah..”serunya.
”Ne…”jawabku.
”Ada yang ingin aku bicarakan denganmu nanti setelah pementasan…”serunya.
”Arasso…”seruku padanya dan berjalan pergi.
”Hwaiting!”serunya sambil tersenyum.
Belum pernah aku melihatnya tersenyum seperti ini, ada apa dengan dia hari ini, aneh sekali, tidak bisanya dia berbuat baik padaku biasanya dia akan selalu menggodaku sudah gitu tidak biasanya juga dia berbicara hanya sedikit biasanya dia akan banyak omong.

Kenapa Kyu belum kembali juga? Kemana dia? Katanya tadi Cuma mau ke toilet sekaranng dia malah menghilang mana sebentar lagi kami yang harus tampil. Bagaimana ini? Ini membuatku semakin gugup. Tiba-tiba Hyo Jin datang menghampiriku.
”Hye Jin-ah…Kyu saki perut dan dia tidak bisa tampil…”seru Hyo Jin dengan wajah khawatir.
Apa!dia sakit. Ya ampun bagaimana ini!
”Mwo? Lalu bagaiamana?dia dimana sekarang?”tanyaku lagi.
”Aku juga tidak tahu….aku sedang mencari Jang seonsangnim tapi aku belum menemukannya…Kyu sedang di UKS sekarang…”jawab Hyo Jin.
Bagaimana ini, masa pementasannya harus di batalkan. Ya ampun Kyu kenapa harus sakit segala di saat penting seperti ini.
”Aku yang akan menggantikannya…”seru sebuah suara masuk ke dalam ruangan.
Aku sangat kaget begitu melihat Key yang masuk. Dia berjalan mengahmpiri kami.
”Aku diminta Jang seonsangnim menggantikan Kyu…”katanya.
Kami masih yang terkejut mendengar Key yang akan menggantikannya hanya bisa terdiam.
”Kalian tidak percaya padaku…”serunya dengan wajah juteknya itu.
”Andwe…tapi…kau belum pernah latihan dengan Hye Jin…”seru Hyo Jin.
”Cukup dengan sekali latihan…ayo mulai latihan…”serunya padaku.
Aku yang masih kaget mendengar dia yang akan menggantikanmu langsung tersadar begitu dia mulai menyanyi bagian Kyu. Jujur kuakui suaranya tidak kalah dengan suara Kyu. Dia berhenti begitu tiba di bagianku dan menatapku. Ah ya ini bagianku menyanyi. Aku pun mulai mengeluarkan suaraku dan aku merasa nyaman berduet dengannya meskipun ini latihan pertama kami dan sebentar lagi kami akan tampil.
”Wah…bagus sekali…aku tidak menyangka….Key kau bisa bernyanyi…”seru Hyo Jin dengan wajah senang sekali.
Key hanya menanggapinya dengan senyum sinisnya dan beralih menatapku.
”Kau juga tidak buruk…”serunya padaku dengan senyum mengejek. dasar Key tidak ada hari tanpa dia mengejekku.
”Baiklah kalian bersiap-siap sebentar lagi tampil…aku keluar dulu ya..”seru Hyo Jin sambil berlalu keluar.
Aku berjalan menghampiri Key yang duduk di kursi sambil memainkan PSP Kyu. Aku ingin sekali bertanya padanya kenapa dia bisa menyanyikan lagu itu dengan sangat lancar. Aku pikir Key bukan jenis orang yang menyukai musik klasik seperti itu.
”Apa!”tanyanya begitu melihatku menghampirinya.
”Ya!kenapa kau bisa hapal lagu itu?”tanyaku langsung tanpa basa-basi
”Kenapa memangnya! Aku suka lagu itu…”jawabnya santai.
Oh ternyata Key menyukai lagu-lagu klasik, ya ampun fakta mengenai Key lagi yang sungguh mengejutkanku setelah aku mengetahui warna kesukaanya pink. Sungguh dia orang yang sangat aneh.
Aku mengangguk-anggukan kepalaku dan berjalan menuju tirai untuk melihat kapan kami akan tampil.
”Dasar aneh!”serunya.
”Ya!Kau selalu saja seperti itu!oh ya kau mau ngomong apa? Sekarang saja mumpung belum mulai…aku tidak janji pulang bisa menemuimu….”seruku padanya dan seketika itu juga kulihat raut wajahnya berubah. Kenapa wajahnya menjadi gugup begitu.
”Mwo? Tidak bisa disini..nanti saja…”jawabnya dengan terburu-buru sambil mengalihkan pandangannya dari menatapku.
”Memangnya kau mau bilang apa?sekarang saja…”seruku sambil berjalan menghampirinya.
Dia malah menundukan wajahnya, kenapa dia?

Key POV
Aduh, apa aku harus bilang sekarang. Aku melihatnya menatapku dengan tatapan meminta jawaban. Tidak, nanti saja tapi ini kesempatan bagus, aku sedang bersama dengannya sekarang. Nanti siapa tahu dia tidak bisa menemuiku. Apa sebaiknya aku katakan saja.
”Lama sekali…mau ngomong apa sih?” tanyanya lagi.
Mungkin sebaiknya aku bilang sekarang saja.
Aku berdiri dan menatapnya lekat-lekat, dia masih menatapku dengan tatapan bingung. Aku pun mengenggam tangannya namun dia msih menatapku dengan padangan bingung.
”Hye Jin-ah…sa…”aku mulai mengucapkan kata itu namun .
”Kalian bersiap ya….sebentar lagi giliran kalian…”seru Hyo Jin yang masuk dengan hanya menyembulkan kepalanya. Buru-buru aku melepas genggaman tanganku.
Aissh kenapa dia datang disaat yang tidak tepat.
”Kau mau ngomong apa?”tanya Hye Jin lagi yang masih menatapku dengan wajah bingung.
”Andwe…ayo bersiap-siap…”seruku sambil mengalihkan wajahku dan bersiap di belakang panggung.
Sebaiknya nanti saja aku bicara padanya.

Hye Jin POV
Aneh sekali dia! Apa yang ingin dia bicarakan? Kenapa dia mengenggam tanganku? Tak lama kemudian kami di panggil untuk naik ke panggung. Aku menatap seluruh wajah yang mengarah pada kami dan aku bisa merasakan aku mulai gugup namun Key langsung mengenggam tanganku dan itu membuat jantungku berdegup dengan kencang. Dia menatapku dengan pandangan sangat lembut. Belum pernah dia memperlakukanku seperti itu. Ya ampun apa yang terjadi padanya. Dia mulai bernyanyi sambil terus mengenggam tanganku. Terkadang dia menatapku dengan lembut. Apakah ini hanya penghayatannya terhadap lagu itu tapi tadi saat latihan dia tidak seperti itu. Apa yang terjadi padanya? Kenapa aku malah deg-deg an ditatapnya seperti itu.

TBC

Novi

This post/FF has written by Novi, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF