Summer

Title                       : Summer

Cast(s)                  : SHINee (and me)

Length                  : Vignette (1.196w)

Genre                   : AU, Friendship

Rating                   : PG

Disclaimer             : I own nothing but the plot. Non-profit works but don’t try to plagiarize nor steal it.

a/n                        : It came before the mv and supposed to be posted on SHINeeversary.

Because summer is here.

Aku selalu suka musim Panas, memang berbanding terbalik dengan frekuensiku terserang heat stroke ketika cuaca sedang panas-panasnya. Aku selalu menyukai musim panas karena semua orang selalu berlomba untuk mencari cara agar mereka bisa kembali menjadi anak-anak. Bermain, meski setiap orang punya cara yang berbeda untuk bermain.

Setiap musim panas meninggalkan kesan yang berbeda tapi selalu ada satu hal yang tak pernah berubah. Those bright colors to welcome summer season. Kurasa hampir tak ada yang membiarkan rambutnya hitam atau pakaiannya berwarna gelap ketika musim Panas. You know, since summer means happiness. Summer is freedom.

Seperti musim Panas kali ini misalnya, aku kabur bersama seorang teman untuk berlibur. Well, kabur dalam arti sebenarnya. Bilang pada orang tua untuk liburan kemudian mengganti ponsel dan menghilang selama tiga bulan penuh, begitu rencananya. Karena aku dan temanku ini adalah petualang yang suka hilang arah, maka temanku menculik keempat temannya untuk ikut dalam petualangan kami.

Berbekal sebuah mobil karavan dan tiga buah tenda, kami berangkat ke sebuah tempat perkemahan musim Panas. Ya, tempat yang cukup jauh dengan hutan buatan, danau dan pantai yang tidak jauh dari tempat berkemah. Jangan lupakan free-pass rave party dan segudang kegiatan yang kutulis dalam sebuah buku dengan rapi. It ain’t a bucket list though, anggap saja itu adalah sebuah buku yang akan memberi pencerahan ketika semua kegiatan yang kami pikir menyenangkan sudah dilakukan.

His name is Taemin. Ya, temanku yang suka hilang arah ini. Aku tidak bisa mendeskripsikan apa pekerjaan tetapnya karena ia bisa muncul dimana saja dan sebagai apa saja. Let me describe him as a carefree person. He got his hair silver-ish purple or it might be purplish silver, you name it when you look at his shining silver but also soft purple streaks head.

His first friend is Jinki. Ia yang tertua diantara kami, seorang aktor musikal yang kadang muncul sebagai aktor sitkom dan aktor web-drama yang sekarang kian populer. Baik, aku tidak tahu harus mendeskripsikannya seperti apa tapi ia termasuk orang yang perhatian karena telah menjaga kami semua dan bertanggung jawab dalam urusan finansial di saat darurat. Satu yang membuatku cukup khawatir adalah kebiasaannya menjadi lokomotif uap. Aku dan Taemin juga memiliki kebiasaan yang sama, tapi kami tak segila lelaki ini untuk menjadi lokomotif uap dan membuat paru-paru kami bekerja lebih berat dari biasanya. Ketika mengemudi, ia akan membuka jendela lebar-lebar sambil mengepulkan asap dari bibirnya dan mendengarkan musik. He got a sakura head that really suits with his tender yet tough image.

His second friend is Jonghyun. Aku bisa mendeskripsikannya secara baik dan benar karena aku adalah pengagumnya. Ia seorang disk jockey acara radio tengah malam bernama Blue Night dan seorang komposer. Beberapa lagu ciptaannya sudah dinyanyikan oleh IU, Son Dambi dan yang terbaru Lim Kim. Ia juga suka memutar beberapa lagu ciptaannya di radio dan membuatku mengerutkan kaki di dalam selimutku. Aku menyukai pribadinya dan isi kepalanya, kadang ia akan berbicara sangat cepat ketika excited dan membuatku tergelak karena akhirnya kita sama-sama kehabisan napas setelah terlalu banyak bicara. He got a silver head.

His third friend is Kibum. He’s delicate, ia seorang aktor musikal sama seperti Jinki dan seorang model. Fashion sense-nya cukup bagus dan aku banyak belajar darinya—termasuk membawa bralette ketimbang hal-cup bra untuk liburan kali ini— selain fashion juga bagaimana merawat kulit sensitif seperti milikku saat liburan ugal-ugalan kami ini berjalan. He’s bold, aku sempat sakit hati padanya tapi ia segera minta maaf ketika melihat perubahan ekspresi wajahku. Indeed, he’s also sensitive. He got the most wonderful head among all of us, brown, turquoise, green and little streak of silver.

His last friend is Minho. Ia seorang aktor dan sedang belajar sebagai sutradara. He’s such a caring and nagging mom in the same time. Benar-benar mengejutkan jika dilihat dari tampilannya yang all manly with deep husky voice. He’s also clingy and people pleaser. Seperti ibu-ibu yang suka pampering anak-anaknya. Ia juga yang suka protes jika Jinki terlalu banyak merokok. He got a dirty blonde head.

And me? Oh, I’m just an ordinary girl with new haircut and red copper head. Aku bergabung dengan Taemin untuk membuat perjalanan ini karena aku merasa harus lari dulu dari kumpulan manusia yang tidak menyenangkan. Since most people cannot really accept who I am and how this head is going. Melenceng begitu kata orang, ide di kepalaku terlalu banyak yang tidak sesuai.

Terdengar aneh memang ketika tidak ada gadis lain yang ikut bergabung. We might not bond into a love relationship, but a friendship one. Ya, aku tidak berencana untuk menarik perhatian salah satu dari mereka karena niat perjalanan ini adalah carefree trip. Mungkin nanti kami akan bertemu dengan teman lain di tempat tujuan.

Talking about summer and its oddness never fail us. Entah sudah berapa kali kami harus menepi ketika cuaca tiba-tiba memburuk, atau ketika Jonghyun menghentikan mobil ketika kawanan rusa mendadak menyeberang. Belum lagi ketika Taemin nyaris membakar karavan ketika membantu Kibum membuat sarapan atau ketika kartu Jinki tak bisa digunakan karena toko yang kami singgahi tak punya EDC Terminal.

And summer nights are the best. Tidak ada yang bisa menolak untuk mencari tanah lapang dan menggelar tikar, menikmati langit malam yang bersih sambil membuat makan malam. Kadang-kadang akan terdengar suara sumbangku berduet dengan Taemin sambil diiringi oleh gitar Jonghyun dan djimbe Minho. Atau, akan ada tangis sesenggukan Jonghyun, slurred Taemin dan tawaku yang memecah malam ketika Jinki dan Kibum sibuk bergulat di tikar dengan Minho yang marah-marah. Di satu atau dua malam, mungkin hanya ada aku dan Jonghyun yang duduk-duduk di dekat karavan sambil mengobrol dengan topik acak sementara yang lain tidur. Smoking buddies juga kadang berkumpul, aku akan setengah mati berusaha menghabiskan selinting tembakau milik Jinki sementara lelaki berkepala sakura dan yang berkepala absurd akan menertawaiku sebelum Minho datang mengomel sambil membawakan kami selimut.

Summer bonds us. Aku tak pernah merasa sedekat ini kepada begitu banyak orang sekaligus. Tujuh tahun persahabatan mereka mungkin tak akan sebanding dengan intervensiku di tahun kedua. Mungkin musim Panas tahun ini akan meninggalkan sesuatu yang jauh berbeda dari musim Panas sebelumnya.

You know, odd things happen. Ketika seseorang mengataimu aneh tanpa melukai hatimu, atau ketika kau melihat hal aneh pada orang lain yang bisa membuatmu merasa kagum. You know the oddness, freakiness, strangeness and those shits that people always blame a person for not having something normal, is the biggest lie in the world.

You know why? Because that’s the only way the crowds can bring someone down. Aku tidak masalah dengan kebiasaan merokok Jinki, tangan Taemin yang ajaib, omelan Minho, straightforward Kibum dan liberal Jonghyun. Banyak orang mempermasalahkan itu, begitu yang kudengar dari mereka, like they should be perfect in all aspects. But, hey! They’re perfect in their own ways, ain’t they?

“Hei, temani aku mengemudi.”

Aku mengucek mataku, beringsut dari samping Minho yang masih tidur sambil memeluk Kibum. Sudah pagi, tidak biasanya juga Taemin bisa bangun sepagi ini saat jatahnya mengemudi. Jonghyun tidur meringkuk di potato couch sementara Jinki menelungkup dengan kepala tertutup selimut di dekatnya.

“Kopi pagi.” Taemin menyodorkan secangkir kopi ketika aku duduk di sebelahnya. “Buka matamu, navigator. Spread the map and ready to go.

Aku menyesap kopi sambil mengambil peta di dashboard sementara Taemin menyalakan pemutar musik dengan suara yang cukup untuk membuat kami terbangun tanpa membangunkan yang lain. “Okay, where are we heading to, Captain?

Lelaki berkepala lilac itu tersenyum sambil menyalakan mesin. “Neverland.

14.41

13.05.15

©2013 SF3SI, Chrysalis

siggy chrysalis

Officially written by Chrysalis, claimed with her signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

23 thoughts on “Summer

  1. Aku tidak masalah dengan kebiasaan merokok Jinki, tangan Taemin yang ajaib, omelan Minho, straightforward Kibum dan liberal Jonghyun. Banyak orang mempermasalahkan itu, begitu yang kudengar dari mereka, like they should be perfect in all aspects. But, hey! They’re perfect in their own ways

    Suka sama kata2 itu… Like finally… Aku punya seseorang yg berpikiran sama dengan ku tentang mereka… Ini tentang MV ya bedanya si cewek cuma satu… Tapi gak papa pesan nya dapet kok…

    1. Hahaha emangnya nggak ada yang berpikir seperti itu sebelumnya? Mungkin kau aja yang belum nemu hahaha.
      Err, bukan sih. Sebenernya ini emang kaya holiday trip yang populer di western gitu. Kebetulan konsep mv View ternyata nyerempet itu hahaha.

      Makasih udah mampir😀

  2. Well, bakalan seru banget kalo punya temen kayak mereka. Apalagi mereka orangnya gak bisa diem gitu dan menurut aku Taemin’s magic hand malah bikin dia lucu. Bantuin dia cari-cari barang yang ilang sambil denger Minho ngedumel, it sounds fun.

  3. Cute af…
    Minho tidur memeluk Kibum. Fine. BYE. I’m dying from the thought of MinKey cuddling.
    Gitu aja sih, tapi kok rasanya harus ada lanjutannya~~~~~ nggak juga nggak apa apa~~~

  4. aku senyam-senyum geje bacanya haha
    aku juga suka kata-kata dibawah ini
    Aku tidak masalah dengan kebiasaan merokok Jinki, tangan Taemin yang ajaib, omelan Minho, straightforward Kibum dan liberal Jonghyun. Banyak orang mempermasalahkan itu, begitu yang kudengar dari mereka, like they should be perfect in all aspects. But, hey! They’re perfect in their own ways, ain’t they?
    yeah I agree with u (y)
    awalnya yg kasus Jinki ngerokok itu aku ga terima, aku ngerasa itu ga mungkin orang se-innocent Jinki ngerokok haha
    tp akhirnya aku sadar bahwa Jinki yg selama ini aku kagumi ga sesempurna itu, walaupun dia itu sbg public figure tp ya dia jg ga harus sempurna kan.
    apabanget aku jadi curcol haha
    ff mu terinspirasi dari MV View kah? tp beda nya ini 1 cewe ya kan
    apabanget di ff ini ada minkey moment kkkk😀
    two thumbs for this ff

    1. Tapi jinki emang uhm heavy smoker kaya taem kan?
      Ya, kind of hahaha. Sebenernya ini cuma seru-seru trip aja nggak seekstrim di mv sampe broke down rumah orang buat berenang. Well, mereka bisa skinny dip di danau atau pantai yang gratis dan nggak bakal masuk bui hahaha.

      Makasih udah mampir😀

      1. hah seriusan taemin jg? ya ampun 2 namja kyeopta ternyata :O
        tp untungnya Jinki udh berhenti gitu kan. nah kalo taemin?

        1. oh, aku kira taemin yg ngerokok itu rumor. soalnya pas yg di foto itu blur mukanya. cuma yg keliatan tangan kirinya megang rokok.

  5. I like it so, so, so much! The plots, the characters, everything, everything in this fiction is just so… Wow. Perfectly perfect. I love it!

    Sama seperti yang lainnya, buat saya best part adalah di bagian ini:
    “Banyak orang mempermasalahkan itu, begitu yang kudengar dari mereka, like they should be perfect in all aspects. But, hey! They’re perfect in their own ways, ain’t they?”
    Actually, I’ve heard this sentence many times (“everyone is perfect with their own ways”) tapi entah kenapa, di fiksi ini, kalimat ini bisa menyentuh kalbuku(?) lagi.

    Good job, Miss Chrysalis!

  6. Aku ketinggalan yang ini….aaaaaa ceritanya asik. Kayanya seru seru banget liburan macem itu, sayang aku ga cukup berani buat kabur-kaburan sama temen-temen. Selalu suka sama tulisan kamu deh chrys, hehe

  7. baru sempet buka wp ini lagi. dan liat cerita ini.

    aku suka gaya cerita kamu yang ringan dan mengalir begitu aja.
    cara kamu jelasin si ‘aku’ yang cuek tapi butuh kebebasan dimana dia bisa jadi dirinya sendiri.

    juga jelasin kelima teman-temannya yang punya andil masing-masing di perjalanan panjang mereka. mulai dari sosok ayah (jinki) sampai si ibu-ibu rempong a.k.a minong haha.

    aku juga suka sama jenis (?) perasahabatan mereka. They can be whoever they want without worrying anyone else. what a perfect friendship🙂

    keep going, walau pendek aku sangat suka. hanya perlu benerin beberapa diksi lagi😀

  8. baru sempet buka wp ini lagi. dan liat cerita ini.

    aku suka gaya cerita kamu yang ringan dan mengalir begitu aja.
    cara kamu jelasin si ‘aku’ yang cuek tapi butuh kebebasan dimana dia bisa jadi dirinya sendiri.

    juga jelasin kelima teman-temannya yang punya andil masing-masing di perjalanan panjang mereka. mulai dari sosok ayah (jinki) sampai si ibu-ibu rempong a.k.a minong haha.

    aku juga suka sama jenis (?) perasahabatan mereka. They can be whoever they want without worrying anyone else. what a perfect friendship🙂

    keep going, walau pendek aku sangat suka.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s