Angel in The Rain

angel in the rain [cov]

Title                       : Angel in the Rain

Author                  : Yunn Wahyunee/ Choi Chan Yeon

Main Casts          : You, Find by yourself

Support Casts    : Find by yourself.

Genre                   : Sad, Fluff, Romance

Length                  : Drabble

Rating                   : Teen

AN                                          :

Annyeong haseyo…! Author amatir ini datang tanpa dijemput, pulang tanpa  diantar T.T #jelangkung?. Entah FF ini  masuk kategori drabble atau ficlet, intinya sangat pendek. Hehe ^^…..FF ini pernah author post di FB dan WP author dengan cast berbeda dan telah direvisi. Jadi, maaf banget karena FFnya adalah daur ulang #heeeh?. Author hanya mau berbagi dan mengukur sampai mana perkembangan imajinasi author.Monggo dibaca… xixixixi

Warning              :

Typo, kebingungan, dan tidak mendapat feel hingga kecewa berkepanjangan. T.T ….joengmal mianhae.

~xXx~xXx~

Langit semakin gelap, tidak hanya karena malam akan tiba tetapi mendung yang telah menguasai langit. Aku berjalan tertunduk di tengah hujan yang semakin deras dan tidak ingin berhenti. Seluruh badanku basah kuyup, tetapi aku tidak peduli. Mataku terasa perih, sangat perih dan memerah.

Rasa bersalah yang sangat besar memenuhi dadaku. Aku  ingin menangis sekenanya, tetapi tidak bisa. Airmataku hanya tertahan di  pelupuk mata. Ia tidak ingin mengalir dengan bebas dipipiku. Dadaku terasa sesak karena tangis yang tertahan. Aku lelah, sangat lelah, tetapi aku  terus berjalan diiringi hujan yang semakin deras.

Pukulan demi pukulan aku terima dari sang langit yang menghukumku. Aku menatap langit, seolah memohon pengampunan. Tamparan keras dari tetes air hujan mencapai wajahku, aku mengerti, aku tidak pantas mendapat pengampunan. Aku tidak pantas mendapatkannya setelah apa yang aku lakukan.

Aku kembali tertunduk, menatap tiap tetes air  hujan yang bertemu tetes lainnya dipermukaan bumi. Langit semakin gelap, terus menggelap. Aku  belum tahu tujuanku sebenarnya, kemana aku harus melangkahkan kakiku. Kenangan itu terbersit lagi, kenangan nan pahit. Aku memang jahat, dan tidak terampunkan.

Langkahku terhenti, sepasang kaki terlihat menghalangi jalanku.  Aku masih tertunduk melihat sepasang kaki yang terbungkus benda yang disebut sepatu didepanku. Aku mulai menyadari, tidak ada pukulan lagi dari sang langit disekujur tubuhku. Aku menegakkan kepalaku, dan aku melihatnya tersenyum padaku. Senyum yang sangat hangat, terlihat sangat menawan dibawah lampu jalan yang tepat berada diatas kepalaku.

“apa yang kamu lakukan dibawah hujan deras begini?” tanyanya.

Suara indah yang selalu membuat aku kesal itu kini terdengar berbeda di telingaku, sangat menenangkan. Tetapi aku terdiam  tidak menjawab, lebih tepatnya tidak mampu menjawab, lidahku kelu. Aku kembali tertunduk, menyembunyikan wajahku yang sangat menyebalkan ini.

“kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku?”

“aku…” kata-kataku tertahan.

“ini bukan salahmu. Dia tidak menyalahkanmu, tidak ada yang menyalahkanmu. Semuanya hanya kecelakaan,   tidak ada yang dapat mencegahnya”

Aku masih tertunduk, mengumpulkan kekuatan untuk menggerakkan lidahku. “tetapi…”

“jangan menghukum dirimu sendiri” ia memelukku. “aku tidak akan membiarkanmu melakukannya”

“Jong Hyun~ssi” aku membenamkan wajahku dalam pelukannya.

“menangislah…aku tahu itu akan membuatmu lebih baik.” Ia semakin mempererat pelukannya.

Tangan kekarnya memelukku dengan erat, hangat dan nyaman. Aku  menangis, akhirnya aku bisa menangis.  Menangis dalam pelukan namja yang selalu tidak peduli padaku. Namja yang selalu mengacuhkanku. Namja yang mungkin sangat membenciku. Ia kembali mempererat pelukannya  padaku. ia menyadari tubuhku bergetar karena kedinginan.

Mengapa dia melakukan ini padaku? Mengapa dia sangat peduli padaku? Dia yang sebelumnya adalah bagian dari mereka. Mereka, orang-orang yang membenciku dan merendahkanku. Mereka, orang-orang yang menatapku dengan jijik. Dan dia sama dengan mereka. Tetapi sekarang dia berbeda. apakah ini hanya sandiwara?

“aku mohon berhentilah melakukan ini” ia mengintrupsi tangisku. “berhentilah pura-pura tegar, berhentilah membuat aku cemas. Aku tahu kamu yoeja yang kuat, tetapi berhentilah berpura-pura kamu bisa menghadapi segalanya sendirian.”

“hiks…” aku masih terisak. “Jong Hyun~ssi, wae? Bukankah kamu membenc…”

saranghae” potongnya.

Aku tertegun,  mencoba mengerti kata yang baru saja diucapkan  namja yang sedang memelukku. “Jong Hyun~ssi?” tanyaku tidak percaya.

saranghae… aku akan terang-terang menjagamu mulai saat ini. aku tidak akan bersembunyi lagi. aku tahu suatu saat kamu akan butuh bantuanku. Aku  tidak bisa tinggal diam melihatmu terluka seperti ini. aku berjanji  akan selalu ada disampingmu. Aku akan menyembuhkan tiap luka yang ada padamu”

Aku melepaskan pelukannya. “Jong Hyun~ssi… apa maksud semua ini?”

“kamu masih belum mengerti?” ia mengacak rambutku yang basah. “aku menyukaimu, sangat menyukaimu.”

mwoyae?weo?” pertanyaan yang bodoh. “Bukankah kamu sama dengan mereka. Kalian semua tidak suka dengan keberadaanku”

“emmmm….karena aku adalah malaikat pelindungmu. Aku malaikat pelindung yang jatuh cinta pada seorang  yeoja special sepertimu. Yoeja yang selalu berpura-pura kuat dan menolak perlindunganku.” Ia tersenyum hangat.

Aku menatapnya serius. “bukankah kamu membenciku?”

“benarkah? Menurutmu begitu?”

Aku mengangguk kecil. “ne

Jong Hyun tertawa kecil, sepertinya menertawaiku. Entah kenapa ia memindahkan gagang payung yang sedari tadi ia pegang didepan wajahnya menjauh dari wajahnya. Ia menunduk, mengarahkan wajahnya padaku. Aku tidak bergeming, menatapnya bingung. Tanpa aku sadari, sebuah ciuman hangat mendarat di bibirku. Aku tertegun, kaget. Segera aku mundur satu langkah, menjauhi Jong Hyun. Hujan mengguyurku lagi.

weo?” katanya setelah kembali berdiri tegak.

ania….gaenyang (hanya)..” aku tertunduk, pipiku terasa panas.

“kamu tidak menyukainya?” pertanyaan nakal.

gaenyang…” apakah dia mempermainkanku?

Ia mendekatiku dan memayungiku lagi. “apakah kamu sangat benci padaku?”

ania…aku tidak…” aku tidak pernah membencinya. Hatiku selalu membantahku bahwa dia sama dengan mereka.

“lalu?”

“semuanya begitu cepat, aku bingung”

saranghae…noemu saranghae” Jong Hyun berubah serius. “apakah  semuanya belum jelas? Kamu masih tidak percaya?”

Aku menatapnya setelah mendengar nada suaranya yang berbeda. terdengar kecewa. “ania….aku percaya” aku sangat percaya.

“lalu?” pertanyaan yang menyudutkan.

“aku…..aku rasa” aku kembali tertunduk. “aku rasa…aku juga”

mwo?morago?” ia menggodaku.

“aku juga sama sepertimu” kataku ragu, malu.

“aku tidak mengerti”

“aku….” Aku meyakinkan diri menatapnya. “na tto saranghae

Ia tersenyum manis. “kajja….” Ia menarik tanganku.

“kita mau kemana?”

“kita harus pulang. Kamu harus membersihkan diri. apa kamu mau terus begini? Basah kuyup? Nanti kamu bisa sakit, aku tidak akan membiarkannya.”

ne…”

“jangan pernah membuat aku khawatir lagi. Aku selalu ada disisimu, jadi jangan pernah menanggung semuanya sendiri.”

ne

“setelah ini kita ke rumah sakit, Tae Min terus mencarimu” ia mempererat genggaman tangannya. “ia bilang, jangan terlalu pikirkan masalah itu. ini semua bukan salahmu, semuanya hanya kecelakaan. Ara? Kamu bukanlah pembawa sial  atau bencana, entah apa julukan mereka.”

Aku tertunduk, rasa bersalah itu muncul lagi. “ara” jawabku setengah hati. Kejadian itu terputar lagi di benakku.

“itu hanya kecelakaan. Berhentilah merasa bersalah dan berubah murung begitu. Aku merasa tidak berguna jika kamu melakukan itu”

mianhae…”

“aku yang seharusnya minta maaf, aku tidak bisa melindungimu dengan benar. Aku tidak bisa membuatmu merasa aman.”

Aku menatap Jong Hyun penuh tanya. Ia selalu ingin melindungiku dan membuat aku merasa aman? Kamu memang telah melindungiku, Kim Jong Hyun. Aku selalu merasa aman saat matamu itu menatapku.

~FIN~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

20 thoughts on “Angel in The Rain”

  1. eehh, kok saya belum ngeh banget kenapa si ‘You’ segitu sedih dan merasa bersalahnya, dan kenapa disebut pembawa sial…
    Pas baca ulang baru tau kalau drabble..
    Bingung nih mo komen gmana lg, mian Yunn-ssi.. 🙂

  2. wihiii…
    si jonghyun so sweet deh, jd gemes.
    ngakak pas jong bilang “kamu tidak menyukainya?”. hahahah XD

    ffnya bagus.
    cuma saya blum mengetahui pasti penyebab ‘you’ sampe nangis dan dibenci orang.

  3. Bagus! Tapi,critain dong knp dia sebegitu dibencinya ama warga (?). Biar makin mencekam (?). Ditunggu karya selanjutnya 🙂

  4. Huwaaa.. Tnyta komen saya gak masuk!!! TT___TT

    huwaa.. Mau juga dipeluk muscle arms-nya Jongie…*ditabokHyora*

    Chan Yeon-ssi, malam sblm FF ini dipublish, aku + anak2 rempong ngebahas pelukan Jongie, kkk nah pas bgt kan…

    Bikin side story dong, atau epilognya..
    Hehe
    keep writing,ne?

    1. Ey… emank komen kapan trus gag masuk?cup..cup. Bentar aku panggilin jongpa buat meluk. xixixi

      Wah kok bisa pas yah? takdir berarti ^^
      side story, epilog? ntar pikir2 dulu,ne? lunasin utang2 yang udah ada dulu.
      gomawo udah mau baca, lalu komen. saya suka, saya suka #ala-mei2

  5. ceritanya bagus.. aku syuka

    tp aku belum dpt apa yg menyebabkan si cewenya merasa bersalah. hehehe
    aku kira td di tengah ke akhir bakal ada penjelasannya. trnyata gak ada

    bikin before storynya dong 😉 hehehehe

  6. ommoo so sweet
    sbnernya apa yg d lakukan si cwe smpe dia nangis bgtu?
    kecelakaan apa yg d mksud

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s