FINALLY

FINALLY

Title: Finally

Author: chota aka vita J

Main cast: choi minho and hyo yoo

Support cast: jihye and seon hyo

Genre: romance

Length: one shoot

Rating: general

A.N : tolong berikan saya saran dan kritik. I need your oxygen. Judulnya juga ga tau nyambng apa ga. Soalnya ga ad aide buat judul. Oh iya sebelum membaca saya ingin meminta maaf pada flames. Cerita ini hanyalah rekayasa. Jadi apabila ada yang tersingung maafkan saya.

Shin hyo yoo POV

“eh? Jadi minho itu bukan adik kandungku?”, Tanyaku pada umma dan appa. Waktu kecil minho selalu main ke rumahku. Tentu saja aku mengira dia adalah adikku.

Huff… selalu saja kejadian itu yang terngiang di dalam benakku. Bahkan kejadian itu telah berlalu selama 10 tahun. Bagaimana bisa aku masih mengingat dengan jelas kejadian itu.

Author POV

10 tahun kemudian

“ hyo yoo!! Pinjamkan aku uang dong! Aku lupa membawa dompetku.”, kata minho.

“ ya! Kau ini! Selalu saja minta uang padaku.” Jawab hyo yoo dengan nada kesal dan jengkel. Bagaimana bisa namja yang ada didepannya selalu saja lupa untuk membawa dompetnya.

“ ayolah! Akan aku ganti. Aku sangat lapar dan tidak membawa uang sama sekali.”, jawab minho dengan nada merengek.

“ ya! Baiklah. Tapi ingat! Jangan lupa kau ganti. Dan ada bunganya ya.hehehe.”, jawab hyo yoo sambil memberikan uang.

“ mwo?! Bunga? Tidak janji ya. Merong!”, jawab minho sambil berlari meninggalkan hyo yoo.

“ aish! Anak itu! Lagi-lagi aku ditipu olehnya.”

“ aduh gantengnya choi minho!”, kata seon hyo dan ji hae serentak.

Hyo yoo POV

“ aduh gantengnya choi minho.”, ujar kedua temanku.

Aku sangat bingung dengan mereka berdua. Bagian mana sih yang menunjukkan kegantengan minho? (digampar flames). Selalu saja setiap hari teman-temanku ini memujinya. Apa tidak berlebihan. Ah sudahlah terserah mereka. Lebih baik aku lanjutkan makan siangku ini.

Minho POV

Kulihat hpku bergetar diatas meja belajar. Dengan rasa malas aku mengambil hpku. Aku lihat siapa yang mnelponku malam-malam seperti ini. Hyoyoo? Ada apa anak ini menelponku malam-malam. Dengan cepat aku menjawab telpon dari dia.

“ annyeong hyoyoo. Ada apa menelponku malam-malam begini?”, jawabku dengan nada malas.

“ya choi minho! Lama sekali kau menjawab teleponku.”

Aish! Anak ini sudah malam mau ngajak berantem. “ ya! Ada apa kau menelponku?”

“keluarlah! Aku ada di depan rumahmu. Ada yang ingin aku bicarakan.”, jawab seseorang disebrang sana.

“ apa yang ingin kau bicarakan? Tak bisa besok saja. Aku sudah sangat mengantuk.”

“ tidak bisa. Ini penting dan harus hari ini aku sampaikan padamu. Bukakan aku pintu sekarang!”

Benar- benar anak ini. Membuat aku tidak mengantuk. Apa sih yang ingin dia bicarakan malam-malam seperti ini. Apa dia ingin menyatakan cinta padaku? Anni..anni.. minho-ya sadarlah! Itu tidak mungkin. Dengan tergesa-gesa aku membukakan pintu dan menyuruhnya langsung ke kamarku.

“hyoyoo, memang ada masalah penting apa yang ingin kau bicarakan denganku?”, tanyaku penasaran.

“kau tau temanku yang bernama seonhyo? Ia sangat manis bukan?”

Aaa~ sepertinya aku tau pembicaraan ini akan kearah mana. Dan jujur aku sangat malas membicarakan hal ini. Selalu saja dia seperti ini. Memang dia tidak tau perasaanku yang sebenarnya?

“iya aku tahu. Tapi aku tidak tahu dia manis ato tidak. Soalnya definisi manis cewek dengan cowokkan berbeda.”, jawabku agak sinis. Mian hyoyoo. Aku tidak suka membicarakan hal ini.

“ya! Kau ini. Dingin sekali nada bicaramu padaku. Seonhyo meminta no hpmu. Apa boleh kukasih padanya?”, jawab yeoja didepanku ini dengan antusias.

“terserah kaulah! Sudah malam ayo kuantar kau pulang.”, dengan cepat kuselesaikan obrolan kami tentang hal ini. Hatiku sakit kalau melihat yeoja yang ada didepanku dengan antusias menjodohkanku dengan teman-temannya.

“ah tidak usah. Biar aku pulang sendiri saja. Lagipula rumahku hanya dipisahkan 2 rumah dari rumahmu.”

“tidak! Akan aku antar. Tunggu sebentar.”, jawabku sambil mengambil jaket yang ada diatas kursi belajarku.

Hyo yoo POV

Aku melihat namja yang ada didepanku. Dia berdiri dan mengambil jaketnya. Kemudian dia beranjak keluar. Aku mengikutinya dari belakang. Aku hanya bisa melihat punggung namja yang ada didepanku. Kalau aku melihatnya dari belakang aku merasa dia adalah oranglain. Sepertinya aku tidak mengenal namja dengan punggung seperti ini. Ia telah banyak berubah. Tidak lagi seperti minho kecil yang dulu. Aku merasa ditinggalkan olehnya. Ada rasa sedih yang menelusup dalam hatiku. Selalu saja aku merasakan hal ini jika aku ingin menjodohkan minho dengan temanku.

“hei! Mau kemana kau? Ini sudah nyampe didepan rumahmu. Mengapa melamun?”, ujar minho membuyarkan lamunanku.

“ah..eh..oh.. iya. Makasih ya minho. Hati-hati pulangnya.”, jawabku gugup. Kesadaranku belum kembali total. Aku melihat dia melambaikan tangannya dan punggungnya pun menjauh dari pandanganku. Rasanya saat itu aku ingin berlari dan memeluk punggungnya. Tapi itu tidak mungkin. Aku menghembuskan berat nafasku. Dan langsung masuk kedalam rumah.

Author POV

“hei! Jangan berdiri didepan mesin penjual minuman. Menghalangi saja!”, kata minho pada hyoyoo. Hyoyoo pun menggeser badannya sehingga minho bisa membeli minuman. Dia ingat kalau dia belum menekan minuman apa yang akan dia pilih.

“minho-ya! Tunggu..”, jawab hyoyoo panik.

Minho menekan tombol yang menunjukkan susu rasa arbei. Hyoyoo sangat kaget dengan sikap minho. Bagaimana ia tahu kalau yang ingin dibeli hyoyoo adalah susu rasa arbei.

“inikan yang ingin kau beli? Kau selalu saja seperti ini. Disaat murung dan sedih pasti kau memilih minuman ini. Memang kenapa kau murung?”, kata minho sambil memberi susu arbei itu pada hyoyoo.

Belum sempat hyoyoo jawab, minho sudah menjawab duluan pertanyaan dia “aaah..aku tau!kau murung pasti karena aku meminjam uang dari  seonhyo bukan darimu. Yakan? Apa kau cemburu? Jujur saja padaku hyoyoo.”

Perkataan minho yang ini sukses membuat hyoyoo kesal setengah mati padanya. Pede sekali namja yang ada didepannya ini. “ya! Untuk apa aku cemburu padamu?”. Hyoyoo pun pergi meninggalkan minho.

Hyo yoo POV

Saat pulang sekolah aku langsung membuka mr.google. aku langsung searching apa itu pengertian cemburu. ‘Cemburu adalah perasaan kesal dan sakit hati jika melihat seseorang yang kita sukai bersama orang lain’. Aish! Choi minho mimpi kau, aku cemburu padamu.

“minho!!”. Aku mendengar suara seonhyo dari belakang. Sepertinya ia tidak melihatku ada disini. Dia langsung berlari menuju minho yang ada di depan pintu gerbang dan mengabaikan sapaanku.

“dasar seonhyo! Seperti tidak pernah melihat minho saja.”, ujar jihye.

“ne? memang apa yang akan seonhyo dan minho lakukan? Kenapa dia sesenang itu? Sampai-sampai sapaanku tidak digubris olehnya.”, tanyaku pada jihye.

“kau tidak tahu?! Minho mau mengantar seonhyo pulang. Bingung aku dengan seonhyo. Diakan sudah punya pacar. Tapi kenapa masih mengincar minho. Ah ya sudahlah terserah dia. Aku pulang duluan ya hyoyoo.”

Aku melihat jihye melambaikan tangan padaku. Akupun membalas lambaian tangannya. Perkataan jihye yang tadi terus terngiang didalam benakku. Apa minho menyukai seonhyo? Apa seonhyo benar-benar menyukai minho? Tanpa sadar aku malah mengacak- acak rambutku karena terlalu bingung. Sepertinya aku terlihat seperti orang gila karena daritadi semua orang yang kulihat dijalan melihat aku dengan tatapan aneh. Grr…minho! Kau harus tangggung jawab. Karena kau aku jadi seperti ini. Aish..hyoyoo sadarlah!! Kataku sambil menepuk-nepuk pipiku.

Minho POV

“loh? Hyoyoo apa yang kau lakukan dikantin? Kau tidak membawa bekal?”,tanyaku padanya. Ini adalah kejadian yang akan jarang kalian temukan. Karena hyoyoo selalu membawa bekal setiap hari ke sekolah.

“tidak! Tadi pagi umma telat bangun. Jadi aku tidak membawa bekal. Apa yang kau lakukan disini? Jangan bilang kau ingin meminjam uang lagi padaku?”,Tanya yeoja ini.

“tidak. Aku tidak pinjam uangmu. Hari ini seonhyo membuatkan aku bekal. Sekarang aku akan ke kelasmu. Aku duluan ya!”, ujarku sambil meninggalkan hyoyoo ditengah keramaian kantin. Sebenarnya aku sangat tidak tega meninggalkannya sendirian. Kasihan sekali yeoja yang aku sayang harus berebutan makan siang dengan anak-anak yang lain. Tapi apaboleh buat seonhyo sudah menungguku. Apabila aku tidak segera kesana pasti dia akan terus menelpon hpku.

“tunggu choi minho!”. Eh? Aku mendengar hyoyoo memanggilku. Akupun menghentikan langkahku. Dan membalikkan badanku.

“jangan pergi!”

“ne? mwo? Wae?” aku semakin bingung dengan yeoja yang didepanku ini. Sekarang ia malah mulai menangis.

“minho! aku mohon jangan pergi. Jangan pergi ketempat seonhyo. Kurasa aku..aku sayang padamu. Aku tidak suka melihat kau pergi dengan seonhyo. Aku ga ngerti pokoknya aku ga suka liat minho sama yeoja lain.” Ujar yeoja ini sambil terus menangis. Akupun segera menarik tangannya dan membawanya ke tempat agak sepi. Karena kulihat sepertinya kami sudah mulai menjadi tontonan di kantin.

“memangnya siapa yang menyuruhku kenalan sama seonhyo?” tanyaku gemas.

“aku.”, jawab yeoja didepanku dengan polosnya. Aigoo polos sekali yeoja ini. Gemas sekali aku. Ingin aku cubit pipinya.

“dasar egois. Seenaknya. Tidak mengerti perasaan orang.” Jawabku dengan nada kesal. Bagaimana tidak yeoja ini seenaknya saja mengobrak-abrik hidupku.

“aku tahu. Tapi..”

“ya! Apa kau masih tidak melihat sinyal yang aku berikan tiap hari? Apa kau sebodoh itu? Sadarlah hyoyoo! Mana mungkin aku setiap hari lupa membawa dompet. Dan tiap hari aku meminjam uangmu. Terlebih lagi aku selalu saja  mengikuti permintaanmu. Padahal aku tidak ingin melakukan hal tersebut. Apa kau masih belum sadar juga? Aku juga sayang padamu. Babo.” Jawabku sambil menarik dia kedalam pelukanku. Tak kukira tangisnya malah semakin meledak.

“sshh….uljima. saranghae jagi.” Aku mengecup pelan keningnya. “nado saranghae.”, jawab yeoja ini. Hah. Kenapa susah sekali untuk mengatakan hal ini. Harus menunggu selama 10 tahun. Ya, kuakui kita berdua memang babo. Bagaimana bisa kita tidak menyadari perasaan orang yang sangat dekat dengan kita. Bagaimana jadinya kalau diantara kami tidak ada yang mau menyatakan perasaan. Aku tidak bisa membayangkan. Mungkin hyoyoo sudah menjadi milik namja lain. ya untunglah hal tersebut tidak terjadi. terimakasih tuhan!

Hyo yoo POV

“astaga! Aku lupa!”, kataku tiba-tiba. Aku tatap namja yang kini menjadi namjachinguku ini.

“wae jagi?”, Tanya minho. Aish aku malu sekali dipanggil jagiya ama dia.

“ aku lupa memberi tahu pada seonhyo mengenai masalah kita. Uwaa~ otokhe? Aku takut seonhyo aku menghajarku.”. kulihat minho malah tertawa terbahak-bahak.

“jagi. Tidak mungkin seonhyo menghajarmu. Kalau memang itu yang ingin ia lakukan, hajar aku terlebih dahulu baru ia bisa menghajarmu.”

Aku tertawa mendengar perkataan minho seperti itu.

“ sudah kau tenang saja. Oh iya! Ini aku ingin mengembalikan uang yang selama ini kau pinjam darimu.”. astaga minho!! Disaat seperti ini kau malah mau mengembalikan uangku. Dasar namja aneh.

“ya! Masa ka..”. kata-kataku terpotong. Betapa terkejutnya aku melihat minho dengan cepat mengecup bbirku. Minho memang nakal. Aduh bagaimana tampangku sekarang? Bahagia sekaligus malu campur aduk jadi satu. Bisa pingsan mendadak kalau minho selalu melakukan hal ini tanpa melihat keadaan sekitar.

“ pakai bungakan katamu?”, goda minho seraya berlari meninggalkanku.

“ya choi minho!!!aish…kau ini”, aku pun berlari mengejar minho yang menertawakanku dari jauh.

~fin~

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

22 thoughts on “FINALLY”

  1. Huaaaaaa minho
    Nyium nyium hahahahahahahaa
    Hyo yoo gimana si
    Untung aja cepet bilang kalo dia sayang sama minho
    Kalo ngga nanti minho sama seun hyo
    Daebak!!!!

  2. ckckckckck…..
    Trnyata minho bisa romantis juga…….
    Aigooooooo hyo yoo….
    Qmu trlalu polos….. Sampai harus nyari pengertian cemburu d mbah google….
    🙂
    daebak…..
    =D

  3. Daebak……^^
    sikapnya hyoyoo manis n lucu bgt….bikin gregetan…
    Minho kayaknya anteng anteng gmanaaa(?) gtu gayanya…heheh
    like this:)

  4. huwaaa.. TT jealous.. TT

    tp so sweet ya.. 🙂 Minho kliatan gokil (minjem2 duit :p), ga kaya biasanya 😛

  5. Ngena banget meskipun pendek. To the pointlah ini ffnya 😀
    Suka pas bagian ‘bagaimana…’nya itu, ngena banget ^^b

  6. ini bagus kok 🙂
    cuman akunya lelet jd bbrp part mesti bca ulang *bow*
    critanya ringan, to the point euy, haha
    lucu pas bag ending, ckckck
    minho nakal iih! hahaha

  7. Finally!!! Happy Ending!!!! Simpel tapi keren!!!
    Ahaha! Minho udah berani tuh!! Flamers! Teriakin Minho sama2 yuuukkk…! 😀

  8. onnie.. Ini diedit dari comik yaa?? Aku soalnya udh pernah baca komiknya.. XD trnyata castnya diganti ama minho XD 😀

    Daebak onn!! Kerasa bgt klo dijadiin ff 🙂 wlwpn gabisa liat gambar kyk di komiknya…

  9. MIMINNN NAKAL YAH KAMU !!! *jewer minho*
    wihii~ happy ending! Aku suka pas bagian Hyoyoo nyatain perasaannya duluan,membuktikan gak selamanya yeoja musti nunggu namja yg nyatain perasaannya .. Daebak d^^b

  10. ah~ aku suka deh ceritanya~
    untunglah mereka mau jujur~ selamet~ kekekekeke~
    ternyata si Mino pintar mengambil kesempatan dalam kesempitan ya (??)

  11. Wah klo bunganya kiss aq mau deh mnjemin uang aq ke minhoppa ,,,
    heuheuheu ,,,
    keren ff na ,.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s