Without a Heart

Title     :           Without A Heart

Author             : Bella Jo

Main Cast        : Liana (OC), Key

Support Cast     : Onew SHINee as Onew ; Jonghyun SHINee as Tyson; Minho SHINee as Ellias, Taemin SHINee as Nicky

Length             : Oneshot

Genre              : Romance, Fantasy, Supranatural, Tragedy, Sad

Rating                         : PG-13

Summary         : Aku menyesal menjadikan dia budakku. Aku menyesal pernah mengenalnya. Aku menyesal telah jatuh cinta padanya. Memori akan kenangan kami menusuk-nusuk otak dan pikiranku.

Author Note    : Ini merupakan songfic dari lagi Without a Heart-nya 8ight featuring So Hee Wondergirl. Hayoooo…. siapa yang udah pernah liat videonya? Well, enjoy it~~

 

Without A Heart

By. Bella Jo

Kursi goyang yang kududuki sekarang cukup tua dan lapuk. Cat hitam yang menutupi kayu kursi ini juga sudah mulai terkelupas. Sementara itu ruangan tempatku berada terasa sangat gelap. Hanya cahaya api dari sebatang lilin yang tampak samar di sini. Serpihan-serpihan kayu dan debu tebal menutupi kilau lantai rumah tua ini. Dan aku duduk di sini dalam hening.

KRIEET…

Kriiiiit….

Bunyi kursi goyang ini mulai mengganggu. Kupandang boneka yang hanya tmpak samar, dia terduduk di samping kursiku. Tatapan matanya kosong, sama seperti tatapan mataku sebelum menatap boneka tersebut. Aku kesepian di sini…

If I said I’m in pain,

I’m afraid I’ll really be in pain

If I said I’m sad,

I afraid I’ll shed my tears

            Why don’t I just laughing

            Laughing, laughing, laughing

            But people ask me why I’m crying

            When I’m laughing like this

 

Aku bangkit dari tempatku duduk dengan perlahan. Kuraih boneka yang ada di sampingku itu, boneka berbaju merah yang sama modelnya dengan gaun yang kukenakan sekarang. Kurasa hari hampir pagi dan cahaya Matahari yang nantinya akan menyakitiku harus kuhindari. Walau kutunggu, lelaki itu takkan lagi datang ke sini…

Aku teringat lagi akan lelaki itu, lelaki baik hati yang mau menerima diriku yang bukan manusia ini. Cuma dia yang mau menampungku dan menjagaku di rumah tua penuh debu ini. Hanya dia yang mau memberikan cairan merah segar agak kehitaman yang mengalir di tubuhnya untuk pelepas dahaga sekaligus laparku. Hanya dia pelipurlaraku. Dan dia takkan kembali ke sini….

Everyday I cry, I smile, cry then smile again

What’s wrong with me? Why do I do this repeatedly?

Can’t differentiate between bottles of alcohols and meals

So far in my life, I never felt pain this excruciating

 

 

Absentmindedly, I write your name over and over on the piece of paper

In a day, the paper becomes black and I finally let the pen go

I long for you, I hold on to my cell phone and let it go

My eyes are filling up with tears again, this separation between us

Kulangkahkan kakiku  mendekati grand piano hitam yang tampak remang-remang karena hanya diterangi sebatang lilin. Kumainkan lagu Moonlight Sonata karya Beethoven, lagu kesukaan kami berdua. Semenit… dua menit… aku memainkan piano itu dalam kehampaan. Padahal dulu kami memainkan lagu ini dengan penuh tawa dan kegembiraan…

Alunan musik piano yang kami mainkan terdengar sangat indah. Kutolehkan pandanganku padanya, dia balas memandangku dengan senyum hangatnya. Kacamata yang bertengger di hidungnya membuat senyumnya semakin menawan hatiku.

”Kenapa kau memandangku sambil tersenyum-senyum begitu, Nona?” candanya lembut. Semburat merah muda menghiasi pipiku, ”Bukan apa-apa!” elakku.

Lelaki manis bernama Key itu mendekatkan posisi duduknya padaku, membuatku semakin berdebar. Dia menebar senyum penuh pesonanya. ”Aku tidak percaya ke-bukan-apa-apa-anmu itu, Nona!” ucapnya. Aku menjauhkan diriku darinya tapi dia menahan lenganku, Hmm?” tanyanya lagi. Aku tak mampu berkata dan menundukkan pandanganku dalam-dalam. Keymengenggam lembut jemariku yang diselimuti sarung tangan hitam lalu menciumnya dengan tak kalah lembutnya.

” Aku budakmu. Untuk selamanya…”

Kumainkan piano ini sambil membayangkan hal itu. Tapi aku langsung menghentikan permainanku begitu aku teringat satu hal, dia takkan kembali lagi padaku…

Kuangkat kakiku untuk kembali melangkah menuju kursi goyangku. Di pelukanku ada boneka yang selalu setia menemaniku selama ini. Sementara itu ada selembar fotoku dan lelaki itu di atas kursi goyangku. Kuraih foto itu dan kutatap lekat, wajahnya manis sekali di sini sementara potretku sudah separuh terbakar sinar Matahari kapan lalu. Aku merindukannya, sangat…

“Apa kau memang harus pergi, Key?” tanyaku risau. Dia mengangguk dengan tatapan sendunya, ”Ya. Kalau aku tidak pergi sekarang, aku tidak akan berguna lagi bagimu, Nona.”

” Aku akan kesepian…”

” Tenanglah, hanya sebentar saja…,” ucapnya seraya membelai lembut rambutku dan mencium puncak kepalaku, ”Aku akan kembali, Nona…”

 

 

Kurasa kegundahan ini ada alasannya. Walau dia pergi demi kepentinganku, perasaanku masih tidak nyaman. Dia pergi untuk mengisi pembuluh-pembuluh darahnya yang mulai kehabisan isi dan mengambilkanku beberapa kantong darah. Penyakit anemianya tampak mulai parah. Seberapa inginnya pun aku pergi bersamanya untuk berjaga-jaga agar dia tidak apa-apa, niatku langsung ditolaknya mentah-mentah. Baiklah, mungkin dia benar karena aku bisa saja hilang kendali saat aroma alkalis darah merasuk rongga hidungku. Tapi…

 

Haaaah…

 

Kuharap dia akan baik-baik saja…

 

Kuhela nafas dan kututup perlahan pintu rumah kami. Kutunggu kedatangannya kembali ke rumah ini. Kutatap jam dinding berwarna cokelat tua yang tak bosan menunjukkan waktu, sementara waktu tak  bosan bergulir. Aku sendiri tak bosan menunggu, menunggu kedatangannnya yang tak juga kunjung lalu.

Dua malam berlalu, dia tak kembali juga. Aku masih terus menunggunya sambil memandang jam dinding tanpa henti. Sesekali kuseka luka bakar yang menggores pedih kulit pucatku, bekas yang ditinggalkan sinar pagi hingga sore Matahari. Hatiku mulai was-was.

 

Dia pasti kembali ’kan?

Dia tentu kembali ‘kan?

Key-ku akan kembali ‘kan?

 

Pikiran-pikiran aneh mulai berkecamuk di dada dan otakku. Entah kenapa rasanya ada yang meremukkan dadaku. Ada yang seakan berbisik kalau aku akan kehilangan dia. Aku memeluk erat bonekaku, boneka yang Key buat untukku dengan wujud yang benar-benar mirip denganku. Air mataku terus menetes membasahi gaun boneka ini. Ya, aku menangis. Aku menangis dua malam ini karena terus menantikannya. Dan ternyata penantianku berakhir malam ini…

 

Liana!” seru sebuah suara dari luar. Suara laki-laki yang terdengar sangat panik. Perasaanku tidak enak. Dengan tubuh gemetar dan langkah yang yang lemas kuseret kakiku menuju pintu. Begitu pintu terbuka, kenyaaan tampak jelas.

 

I’m without a heart, I don’t have a heart

So I wouldn’t be feeling pain

Everyday I talk to my self, and put myself under a spell

But even so, I keep shedding my tears

 

Tubuhku seakan membeku. Mataku tertuju pada sosok yang terbaring dengan wajah tenang di dalam peti cokelat kehitaman yang terbuka. Tubuhku semakin gemetar. Pikiranku tak karuan. Sementara tanganku tanpa sadar berusaha meraih sosok itu. Tenggorokanku tercekat dan nafasku terasa sesak. Rasanya ada ribuan pedang yang menghujam tubuhku. Sakit sekali…

Key…?” lirihku. Kakiku melangkah dengan sisa-sisa tenaga yang kumiliki, …Ke..ey..??”

Liana....”

Aku menoleh ke asal suara. Itu bukan suara Key-ku. Itu suara Onew. Dia menatapku dengan tatapan prihatin. ”Onew…,” aku mulai tergagap, ”Itu bohong ’kan? Itu… pasti bukan Key ’kan? Yang terbaring itu… bukan Key…”

Liana…,” Onew meraih kedua pundakku yang sudah tidak mampu merasakan apa pun lagi, Aku tau ini sangat berat bagimu. Tapi bagaimanapun, Kau harus tegar menerimanya…!” Dia menundukkan kepalnya, ”Itu Key.”

Aku tak mampu lagi memandang apa pun. Mataku yang menerawang tak percaya mulai kabur karena genangan air mata. Kakiku tak mampu menahan berat tubuhku lagi. Kepalaku terasa sangat sakit. Hal terakhir yang dapat kurasakan hanyalah pelukan sigap Onew dan teriakan cemas teman-temanku yang lain. Setelah itu, semuanya terasa gelap…

 

Aku tersadar di samping sebuah peti. Aku berharap semua hal tadi hanya sebatas mimpi. Jika hal itu benar-benar terjadi, kurasa aku akan benar-benar mati. Tapi ternyata takdir berkata lain, apa takdir begitu membenciku sampai dia merencanakan semua ini padaku..?

Kuangkat tubuhku dan kuarahkan  tatapanku ke arah Key yang terbaring kaku di sana. Wajahnya tampak sangat pucat. Tentu saja,  karena sudah tidak ada lagi aliran darah yang biasanya mengalir lancar di pembuluh-pembuluhnya. Kuangkat tanganku untuk menyentuhnya. Dingin. Sedingin hatiku yang membeku sekarang.

”Kenapa?” suaraku terdengar datar, emosiku terhisap rasa lain yang hinggap lewat suhu tubuhnya.

”Dia kecelakaan,” jawab Nicky yang tanpa kusadari sudah duduk disampingku sedari tadi, ”Kami baru memberitahumu sekarang karena selama ini kami takut melihat reaksimu…”

Aku diam. Tanganku masih menyusuri wajahnya dan perlahan mulai beralih ke lehernya.bisa kurasakan bekas-bekas gigitan yang mengering di sana. ”Kenapa?” kali ini suaraku terdengar bergetar, sarat akan semua emosi yang bergejolak memenuhi hati ini. Wajah itu masih wajah yang sama, wajah pangeran kunci yang entah sejak kapan menjadi pembuka gembok hati yang lama terkunci ini. Bibirnya memang tak lagi merah merekah. Senyumnya memang tak lagi tampak. Kilatan mata jahil sekaligus lembutnya juga tak lagi terlihat. Yang terbaring di sana masih dia tapi jasad itu tak lagi diisi jiwa yang kucinta.

Kami membawanya ke sini karena merasa dia bukan  sembarang mangsa bagimu,” jawab Tyson, salah seorang vampire yang dulu amat dekat dengan Key. Aku bahkan masih bisa memutar saat-saat indah itu dalam benakku. Sosoknya dan teman-temanku yang masih bisa tersenyum di sela kehidupan kami yang diliputi kegelapan. Nafasku mulai tercekat. Terlalu banyak…terlalu banyak hal indah untuk dikenang tanpa bisa diulang. Aku masih begitu ingin tetap di sampingnya, bersama dengannya, mendengar omelan dan godaannya, mendengar ia terus mengucap kata setia sebagai ganti kata cinta yang sulit diucapkan. Aku masih begitu menginginkannya.

Onew mendekapku erat, berusaha menenangkanku. ”Aku tahu keluarga kita melarang cinta pada manusia, adikku. Tapi aku juga tahu kalau aku akan menghancurkan dirimu kalau tidak membawa jasadnya  ke mari…,” bisiknya lembut. Ada nada sedih dari bisikannya, “Untuk itu, ikhlaskanlah dia.”

Dan nafasku terhenti, kembali pada wujud alami vampire yang memang tak harus menghirup tiap molekul oksigen. Tapi semua terasa salah karena saat itu pulalah aku seakan merasa kehilangan diriku, kehilangan tempat berpijak di dunia ini. Rasasakit meremas dada ini bersamaan setetes air yang jatuh menetes tanpa suara dari pelupuk mataku.

Aku menyesal, sangat. Aku menyesal membiarkannya pergi. Aku menyesal menghisap darahnya. Aku menyesal menjadikan dia budakku. Aku menyesal pernah mengenalnya. Aku menyesal telah jatuh cinta padanya. Memori akan kenangan kami menusuk-nusuk otak dan pikiranku. Kutekan dadaku kuat-kuat. Sakit… sangat sakit….

Onew menjauhkan peti berisi tubuh tak bernyawa Key dariku. Aku bahkan tak mampu bergerak dari tempatku. Semua syaraf tak mampu lagi menopang perintah otak yang tengah kacau. Aku hanya terus menatap wajah yang seakan tengah tidur tenang itu. Dapat kurasakan air mataku tak juga berhenti mengalir. Onew mengulas segaris senyum prihatin di bibirnya, ”Kami tahu dia sangat berarti bagimu, Liana. Kami tidak akan meminum darah yang tersisa di tubuhnya. Kami kan menguburnya di pemakaman manusia malam ini juga,”  jelasnya.

Aku masih diam tak bersuara. Pandanganku kabur dipenuhi genangan air mata. Onew dan ketiga orang lainnya melanjutkan langkah mereka sambil membawa peti tersebut. Ellias menggenggam erat lenganku yang mulai bergetar hebat. ”Apa kau yakin tidak apa-apa jika kami meninggalkanmu di sini sendirian?

Aku diam. Ellias menghela nafas.

“Dia tidak langsung meninggal saat itu.”

Aku langsung mendongak cepat, menatap wajah Ellias yang berhaiskan mata bulat berwarna coklat gelap dan bibir yang merekah kemerahan dengan kulit porselennya.

“Bahkan kami masih bisa mendengar kata-kata terakhirnya walau beberapa jam sudah berlalu sejak kecelakaannya.”

Aku masih terus menatapnya. Berbagai rasa kembali bergejolak memenuhi perutku saat ada pikiran untuk menghartakarunkan kata-kata terakhir Keyterlintas. Ellias seakan mengerti perasaanku namun dia malah tampak murung akan hal itu.

“Elli-..”

”Dia berkata pada kami ’Tolong katakan pada Liana kalau aku mencintainya tanpa menyesali hal itu sedikit pun. Aku juga mohonkan pada kalian untuk menjaga gadis berhati rapuh itu karena aku tahu kami akan hancur tanpa satu sama lain’…..”

Aku jadi bertanya pada diri sendiri, sudah berapa lama aku diam seperti ini? Tak ada lagi tamgsi yang kusuarakan sejak malam itu. Tiap kali aku tertawa, mereka akan terlihat kaget dan menatapku kasihan. Apa kesedihan yang kusembunyikan memang terlalu terlihat bagi mata mereka. Karena itulah aku menjauh, memilih kembali sendiri di dalam rumah besar yang sempat kutinggali bersama lelaki yang kucintai. Lebih baik begini, hidup tanpa hati tanpa harus berpura-pura bahagia di tengah kesedihan yang masih tak kunjung mau melepas cengkramannya padaku.

Mentari pagi menyingsing di ufuk timur. Cahayanya memasuki lubang-lubang rumah tua ini, bahkan mendekati kursi goyangku. Aku melangkah menjauh dari sana sambil membawa boneka dan foto itu. Sayangnya foto itu jatuh tepat di tempat yang terkena sinar Matahari.

Kugigit bibir bawahku. Kalau aku berusaha meraihnya, maka cahayanya akan membakar kulitku. Aku jadi enggan meneruskan niatku. Tapi aku merasa keenggananku ini salah. Kubiarkan tanganku terjulur meraihnya, meraih foto Key yang berharga. Sial, sinar Matahari mulai membakar kulitku menjadi debu. Segera kutarik kembali tanganku setelah berhasil meraihnya.

Kududukkan diriku di sudut ruangan. Kuharap sinar-sinar itu takkan menggapaiku sekarang. Kupandang terus foto itu. Senyumnya yang lembut, aku sangat merindukannya. Takdir, kenapa kau begitu kejam hingga memisahkanku darinya? Aku terus membayangkan sosok tenangnya, senyum cerah yang biasa ia sunggingkan hanya untukku, tatapan mata tajamnya yang dapat memantulkan bayanganku dengan lembut, kacamata yang bertengger di batang hidungnya, dan suaranya saat memanggilku….

Liana…”

Aku tersentak. Aku seperti melihat sosoknya di depanku dengan senyum menghiasi bibirnya, senyum lembut yang sangat kurindukan itu…

” Aku merindukanmu…,” bisikku.

Tanpa kusadari, cahaya Matahari menyeruak masuk lewat celah-celah rumah ini. Ak terpatung dengan halusinasiku. Kenapa bisa begini? Ke mana tangisku selama ini? Saat itu aku memang berharap untuk bisa membuang hatiku agar aku tidak merasakan sakit lagi. Tapi dia memang membawa hatiku pergi saat dia meninggalkanku.

Aku tak peduli dengan sinar Matahari yang tak ragu menjilat sekujur tubuhku dengan panasnya. Pandanganku terkunci pada sosoknya yang menjulurkan tangan ke arahku. air mataku yang tadinya mengering, kini kembali mengalir mambasahi mata, pipi, bahkan hatiku. Aku tersenyum menahan rindu. Tak peduli ini hanya sekedar halusinasi gilaku atau memang kenyataan, aku mengulurkan tangaku yang hampir habis menjadi debu untuk meraih tangannya.

Kupejamkan mataku dengan seyum tipis, ”Key, aku menemuimu kembali untuk mengisi jiwaku yang tanpa hati….”

***FIN***

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

Advertisements

43 thoughts on “Without a Heart”

  1. Huaaa…. Bella’s back!
    Ini dia tulisan yang aku suka. Khas Bella banget! ngebayangin Liana ini pake gaun berenda jaman2 London dulu gitu yaa. Terus si gaunnya warna beige yang udah kumel.
    Ah! kenapa ini menyayat hati? smpe berkaca2 gini bacanya.
    Eh, eh, aku belakangan ini ska kepikiran loh bkin ff Key dengan cast cewe namanya Liana. Eh, atau di Devil’s game soulmate-nya itu Liana yaa? *lupa2 inget* ^^v

    Si ganteng emang ada, tapi yang nongoljasadnya aja *teganya Bella*
    Haa, pokonya ini keren b^^d
    Oia, tiap ak baca tulisan Bella aku ska nemu deh beberapa hal yang aku ska. Kya soal cermin gede di ‘Him in the mirror’. sama d ff ini aku ska soal boneka yang mirip Liana itu. Beberapa taun yg lalu, ak smpet obsesi juga sih pgn pnya boneka yang mirip aku gitu buat dipajang di kamar. lucu kayanya *curcol*

    “Aku juga mohonkan pada kalian untuk menjaga gadis berhati rapuh itu karena aku tahu kami akan hancur tanpa satu sama lain.” >– haa… key… garok lantai. So sweet sekali.

    oKEY deh Bella, komenku udah kepanjangan nih kayanya *bow*
    kutunggu karya hebat lainnya yaa.
    masukannya, tadi aku nemu ada kata yang agak rancu. sma ada typo sedikit. Tapi never mind, yakin bakal berkurang di tulisanmu berikutnya. Semangat Bella ^^9

    1. hehehe…. iy, nih, eonn…. skali balik ngirim ff dsini sampe 3 dalam wkt berdekatan. eh, salah. maksudnya back dalam cara penulisan spt biasa? yups, Bella’s back #apaannih
      oh, d Devil’s Game mmg aq pakein nama Liana utk soulmate Key. Liana spt nama tokoh kesukaanku utk jd pasangan Key.
      hehe.. si ganteng emg jd mayat dsini tapi kan dia so sweet abis. kekekek… wah, eonni suka? bella seneng, deh. itu ideny byk yg muncul tiba2. ttg cermin jg boneka itu.

      kekekek… awas ancur lantainya eonni garok tuh~~
      hihi… typo agak sulit dihindari tanpa adanya editor, eonn… tp bella mhn maaf utk kekurangnyamanan itu.

      oKey, eonni~~~ gomawo~~~ #muach muach

      1. Maksudnya back dengan gaya bahasa baku yang khas Bella banget. Kan yang FF Hindar itu bahasanya gak ga bku.hhe. ^^v
        .hhe. nah kan, bagus Bella. pertahankan Key dengan Liana *modus sekali*

        Iya, tapi kan mayat ga bisa bilang “I love you” gitu Bella.hha.
        Suka syekalii bella. Ah! kalo baca ff Bella kadang aku suka ngomong “Gw banget!” .hha.

        Semangat Bella. Pasti tulisannya makin bagus b^^d
        pokonya aku akan setia nunggu karya2 terbarumu 😉

        1. kekekek… pantes aja Eonni suka nama Liana, itu karna…hahahaha… Bella tau~~

          iy, sih eonn. setidaknya waktu hidup dia pernah bilang ‘aku budakmu’ ^^
          oh? eonni bgt? maksudnya tokoh cewekny, y?

          ok, eonn~~

        2. .eheheh. ktauan nih modusnya ^^v

          Wisss… asik banget deh pas bilang kalimat ‘aku budakmu’ jadi pengen Key bilang begitu juga sama aku *plaakkk*

          Bukan tokoh cewenya, maksudnya beberapa detil imajinasinya Bella yang diselipin di ff gitu.hhe.

  2. Keren! Ceritanya menyayat hati 😥

    Kasihan bgt Liana yg ditinggal mati ama Key.
    Setuju ama komen di atas, ad kata2 yg ga rancu ama typo. Tapi ga pengaruh

    Ditunggu karya selanjutnya yaa 🙂

    1. iy, Liana-ny kasihan tapi itulah takdir d ff ini… kekekek… #plaaak
      wah, Bella mohon maaf atas typo n kerancuanny. nnt diusahakan supaya lbh baik lagi…

      gomawo, Yongie~~

  3. woow.. kisah cinta vampir-manusia..
    awal baca liat cast-nya, saya kira Key yg vampir..

    gak ada cerita knapa Key bisa jadi ‘budak’ Liana..
    apalagi dikisahkan kalau Key yang bersedia menampung Liana, jadi saya mikirnya Liana tinggal di rumahnya Key.
    padahal Liana punya keluarga..

    ya ampun.. sekalinya nongol si Key udah jadi mayat…

    pas baca, saya cuma inget Jjong sbg Tyson, karena badannya 😛
    sisanya Ellias n Nicky sempet ketuker2..

    Baca komennya Euncha, saya baru inget klo Bella juga authornya Him in the mirror..
    Saya udah baca itu n saya suka..
    saya juga tunggu karya Bella yang lain ya.. 🙂

    1. kyknya Key mmg idntik jd vampir, y… ah, mgkn krn Him In The Mirror kmrn. tp kali ini Key kebagian peran jd manusia biasa, eonn… hehehe…

      mmm… krn songfic, Bella g mau jelasin panjang2. ntar malah jd sequel. biarlah hanya Key dan Liana yg tau awal kisah mereka #plaaakk
      hehe… walau jadi mayat, tapi ttp mayat ganteng eonn~~

      oh, utk nama inggris anak2 SHINee yg lain, Bella ambil dr nama2 d FF Renee yg judulny ‘Who I am? i am eve’. krn bella pikir udh byk yg baca ff Renee yg keren itu.

      gomawo, eonni~~ #cipokbasah #plaaakkk

  4. Ke-2nya sama malangnya. Yang satu tidak dapat kehilangan dan yang satu sama halnya.
    Liana pergi bersama Key.
    Jelas saja anemia, darahnya terus diberikan. Mengapa tidak ambil dari palang merah atau rumah sakit saja.
    Daripada nangis, hati serasa sesak ngebayanginnya. Perjuangan Liana yang tetap hidup, walaupun akhirnya menjadi debu.

    Kalau mengenai typho, aku ga begitu perhatiin apa ada atau tidak. Karena aku mengerti banget secara keseluruhan ceritanya.

    Dibandingkan satu sudut pandang, dibutuhkan pandangan yang lain. Karena terkesan terlalu monoton atau kaku.

    Penggalan puitis yang berbahasa Inggris yang dibold sangat keren. (งˆ▽ˆ)ง
    Keep writing author (งˆ▽ˆ)ง
    Comment kepanjangan (˘_˘” )ck! ( “˘_˘)ck!

    1. wah, syukurlah typony g jadi masalah… author baca balik crt ini n ternyata emg byk kali typony… #bow

      hmmm… sudut pandang sengaja dibuat satu supaya konflik batinny itu lbh terasa. fokus utama cerita ini adalah Liana, disesuaikan ama laguny juga, sih… gomawo atas saranny ^^

      gomawo, Imelia-ssi. author jadi girang sendiri… haha… tunggu yg selanjutny, y~~

  5. Ahh, suka deh sama karya-karya Bella-ssi! Banyak kata-kata yang bisa diambil di FFnya =”)

    Aku suka scene terakhirnya, waktu Liana jadi debu. Daebak, itu scene favoriteku~~

    Keep writing ne Bella-ssi ^^

    1. author terharu sama kata2 tazkiastriana-ssi, nih… #peluk kecup
      wah2… author jg suka adegan itu. serasa lagi ngegapai key gimanaaa gt… hehehe

      gomawo, chingu~~

  6. bingung mau komen apa…
    pokoknya daebak seperti karya2 sblmnya. tp msh bingung kenapa key bisa jd budaknya dan mau aja pacaran ama cwek yg suka nyedotin darahnya. gila berkorban bgt tuh si ganteng. coba diksh adegan dimana key bener2 berkorban bgt buat liana. seru tuh!

    ditunggu deh karya2 lainnya ^^

    1. wah, sampe speechless gt… kkkkk
      biarlah awal kisah mereka jd misteri bagi kita semua. entar kalo kepanjangan malah jadi sequel lagi…
      iy, y. gomawo atas saranny

      makasih, Hana-ssi #bighug

  7. authorrr bella selalu ffnya kece misteri gini wkwkwkwkw
    sempet bingung kukira keynya jadi vampir juga ternyata gak tohhh
    sayang disini abang kunci jadi mayat -_- ahahaha
    keren keren aku suka :3

    1. wah, kece misteri? kkkkk…. gomawo, sonyakyu-ssi. jadi terharu, nih…
      sekali2 key jd manusia biar normal. huwahahahaha…
      walaupun jd mayat, Key ttp mayat ganteng *kedip mata*

      gomawo, chingu~~

  8. Mataku berkaca-kaca… Ah.. Sumpah…. I hate sad ending… Apalagi cast-ny Key….. Bisa langsung mewek.. Aduh.. Aduh…. T.T

    aq belum pernah denger lagunya sih… Dan translate inggrisnya gak terlalu mudeng.. Mgkn klo aq tahu translet indonya pasti tambah nangis… Ya ampyuunn so sad!!! God Job Bella!!

    1. sayangnya author paling suka sad ending, walau jarang ngerelain Key yg dapet peran sad endingny… hahahah….

      eonni wajib nntn MV-ny, sebenernya ini FF lbh cocok sama MVny dibanding lagunya. hahahah….

      Gomawo, eonni~~

  9. huahh..
    author daebak bgt!
    aku nangis bacanya, apalagi ditambah soundtrack ‘my girlfriend is a gumiho’ yg judulnya fox rain..

    suer nangisnya smpe kejer T.T
    author bella. ditunggu lg ffnya yg bgus..
    fighting! ^o^

  10. Annyeong Bella, ini ff kedua yg aku baca stlh Him in the mirror. Sama seperti yg pertama,bagus banget. Aku suka kata2 bakunya. Bener menyayat hati. Karna aku ga tau lagunya,jadi aku ganti backsound nya pake “River – Urban Zakapa” itu masuk bgt ama ceritanya.. Aku nangis looh kyk lagi nonton drama. Apalagi kalo cast nya abang konci.. Huaaaa T__T
    Kayaknya aku bakalan jadi reader setianya Bella dan Euncha onnie sekarang. Karna kalian selalu bikin ff abang konci yg ceritanya keren dengan karakter yg hidup.
    Okedeh Keep writing yaa ^^

    1. wah, baru ff kedua yang Hwayong-ssi baca, nih? brrt harus baca ff2ku yg lain~~ kekekekek…. #promosi

      hehe… ga papa pake bgm apapun asalkan nyambung n feel ceritanya bs dapet.
      kyknya locketsjuga, y? huwaaa… makin banyak saingan nih… *lirik Key*

      hehehe… seneng d dapat reader setia. btw, pernah baca unconcoius case, kn? alny dsitu yg kami duet. kami kan penggemar Key nomor satu. huwahahahahaha… #plaaakkk

      gomawo, Hwayong-ssi~~~

      1. siipp deh ntar aku baca yg lainnya juga..hehe Gara2 “Him in the mirror” jadi jatuh cinta ama tulisannya bella. Serasa aku ada di dalem cerita itu.. #lebaaayyy

        Nee.. I’m lockets too. iyayaa nambah saingan deh jadinya.. gimana kalo abang konci kita kloning aja *plak XD

        kyknya belum baca deh.. ada disini juga atau di blognya Bella? 🙂

  11. Aku agak bingung, biasanya klu vampir gigit manusia, manusia ikutan jadi vampir bukan ya? Ada kelainan kah Om Kibumnya dsini? *digembok
    Tpi kalau untuk cerita apalagi yang genrenya ini, aku selalu bisa kebwa suasan yang dark dan beku ala vampir gitu. Sukseslah pokoknya.
    Keep writing!

    1. gak selalu, kok. ada banyak versi cerita vampire dan aku ngambil versi dimana manusianya g jadi vampire walau digigit.

      ne~~ gomawo, Megian-ssi

  12. Tadi mau komen apa yah? ohya. caranya Liana jadi debu inget film spiderman yang penjahatnya dari pasir (?) #diinjek
    aku rada susah baca fic sedih gini-,- tapi keren deh!
    keep writing ya ^^

  13. lho? kok jadi spiderman? kekekek…
    btw, pinjem nama Inggris anggota yg lain, y, Ren… bingung mau kasih nama apa soalnya. hahaha….

    gomawo Renee~~

  14. selalu speechless tiap baca ff karya bella-ssi nih
    mulai dari unconcoius case, hindar sama klo gk salah no body known deh*mian klo ada yg salah nyebutin judulnya
    ff ini ff kedua favorit aku setelah unconcoius case loh
    diksi dan alurnya bikin terhanyut sama ceritanya
    jujur aku gk pake backsound apapun dan cuma nerjemahin bahasa inggris itu doang tapi feelnya dapet banget deh
    walau gk sampe mewek sih
    duh bang key, dirimu adalah manusia ter so sweet yg pernah ada hingga membuat liana jatuh hati padamu
    aku semakin jatuh hati padamu bang
    *abaikan kalimat terakhir
    duh nyeseknya dapet banget apalagi kata-kata key sebelum meninggal huuuaaaaaa
    yah walau pun di sini key hanya berwujud jazad tapi gk mengurangi feelnya namun justru memperdalam feelnya
    hmmm, kalo yg bisa aku ambil sih intinya cinta tak harus memiliki ya?
    ada banyak cara mengungkapkan cinta pada orang yg kita cintai tanpa harus mengucapkan I Love You ya contohnya si key ini
    ada beberapa typo sih tapi gk mengurangi cerita kok
    walau sebenernya aku harus baca berulang gegara typo sih
    but aku suka ff-nya
    ditunggu ff lainnya dengan main cast key ya

    hwaiting~~~~

  15. wuih, Naymi-ssi biasnya Key, y? kekekek…. biasanya ceritanya lebih terasa kalo tokohnya bias kita sendiri.

    yup, cinta mmg g harus memiliki. hal itu perlu ditekankan di saat sekarang ini karena kebanyakan orang sekarang suka mengedepankan keegoisannya untuk memiliki orang yang dia cintai. kalo udh gitu, cinta bakal berubah jadi obsesi. hehehe… #ceramahsingkat

    wah, bner2 minta maaf untuk typonya. maklum, begitulah kalo gadak orang lain yang ngedit, mata sering selip2 dikit.

    gomawo, Naymi-ssi. tunggu aja cerita2 lainnya^^

  16. Padahal aku sudah menghayal Key bakalan jadi vampir trus hidup bahagia sama Liana T.T
    Ini benar-benar FF yang daebak 🙂

  17. Waaaaaah …
    Sumpah keren , paling suka kalo ada genre gini 😀
    Ngebayangin key dihisap darahnya , wwaaaaaaaj tidakkk harus nya aku yang hisap /plakkkk abaikan

    Waaaaah pokonya seru deh 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s