Oops – Part 4

Title                 : Oops

Author             : Chrysalis

Main Casts      : SHINee Minho & Yoo Hyein (OC)

Support Casts  : The rest of SHINee, F(x) Sulli & Krystal, SNSD Jessica

Length             : Chaptered (4/7)

Genre              : School-life, AU, Romance

Rating              : PG

Beta-reader    : Repaprie

Disclaimer       : I own nothing but the plot and Yoo Hyein. Non-profit works but don’t try to plagiarize nor steal it.

4th : Confused

Aku mengernyit silau ketika mataku benar-benar sudah terbuka. “Istirahat saja dulu, biar nanti aku yang antarkan kau pulang.”

“Dokter, aku-“

“Tidak usah dipikirkan.”

Aku mengangguk bingung ketika Dokter Shin merapikan selimutku dan menyuruhku istirahat lagi. Memangnya aku tadi kenapa?

“Kau tidak apa-apa, kan?” Sulli menyeruak dengan wajah panik sambil membawakan tasku. “Krystal tidak menyakitimu, kan?”

“Sudah-sudah, Sulli-ya. Biarkan Hyein istirahat dulu.”

Ah iya, aku dikurung gadis sialan itu di toilet hingga pingsan. Duh, aku jadi tertinggal banyak materi gara-gara peristiwa tidak bermutu ini. Bagaimana jika besok tiba-tiba ada ulangan dan aku tidak mengerti bahannya?!

“Hehehe, bagus. Biar tahu rasa dia.” Sulli terkekeh puas sambil menatap ponselnya sebelum mengetikkan sesuatu. “tenang saja, gadis kurang ajar itu sudah ditangani oleh Minho oppa.

Aku mendesah kesal. Orang itu, tidak bisa belajar dari pengalaman apa? Semakin ia merasa terganggu dan semakin sering ia menemui Krystal untuk menyelesaikan ‘urusan’ mereka, maka gadis itu akan semakin sering mengganggunya karena merasa ia mendapatkan perhatian. Bodoh! Apa aku sendiri yang harus turun tangan?

Aku bangkit kemudian menyambar tasku dari bahu Sulli tanpa mempedulikannya dan Dokter Shin. Sunbae sensasional itu perlu diperingatkan. Awas saja nanti jika kita sudah bicara empat mata, akan kubentak-bentak dia.

Aku menemukan Minho sunbae dan Krystal ada di dekat gudang olahraga. Dengan posisi Krystal berada diantara dinding dan Minho sunbae, entah kenapa malah terlihat seperti orang pacaran daripada memperingatkan. Oke, aku harus bermanis-manis dulu sebelum mencabik-cabiknya kemudian.

Well, dengan nada satu oktaf lebih rendah dari nada bicara biasanya begini, bukannya Krystal malah senang?

Oppa sudah.” aku memegang lengannya. “aku baik-baik saja.”

Minho sunbae tergeragap. Ia menatapku khawatir, sebelum ganti menatap Krystal dengan tatapan penuh amarah. Aku menarik lengannya perlahan, memintanya untuk segera pergi bersamaku. Ia akhirnya menyerah dan mengikutiku.

“Jika ingin membuatku lebih baik, belikan saja es krim.” aku menggamit lengannya. “mengurusi Krystal hanya akan membuang waktumu. Masa oppa tidak belajar dari pengalaman, sih?”

Minho sunbae tersenyum kemudian mengacak rambutku lembut. “Baiklah, akan kubelikan satu buket besar untukmu.”

-.-.-.-

“Iya, sudah sana latihan.” aku mengusirnya, segera setelah ia menurunkanku di halte. “hati-hati.”

Aku melambaikan tangan sambil menatap punggungnya yang kian menjauh. Sunbae bodoh, iya bodoh. Aku bahkan tidak jadi marah padanya karena ia sudah minta maaf padaku sebelum aku sempat membuka mulut.

“Kau sudah baikan?” aku tergeragap ketika seseorang tiba-tiba berada di sampingku. “masih agak pucat.”

“Ah, sudah tidak apa-apa, sunbae.

Well, aku tidak menyangka bahwa Jinki sunbae juga tahu tentang keadaanku. Mulut siapa yang menyebarkan berita ini? Jangan bilang kalau Sulli yang melakukannya.

“Tubuhmu masih dingin.” aku tersentak ketika Jinki sunbae tiba-tiba menyentuh tanganku. “mau kutraktir cokelat panas? Aku tahu Café yang menjual cokelat panas terenak di sekitar sini.”

-.-.-.-

Aku bersyukur karena besok hari Minggu, jika tidak pasti aku akan tertidur nyaris sepanjang pelajaran karena malam ini aku tidak bisa tidur. Euforia karena ternyata Jinki sunbae yang menolongku dari tempat terkutuk itu benar-benar dahsyat.

Yeoboseyo.

“Riang sekali, sedang memikirkan aku ya?”

Hiiih! Harusnya aku melihat siapa dialernya sebelum menjawab telepon dengan nada riang gembira.

“Tidak, kenapa?”

“Ingin makan tteokpokki, tidak?”

“Heh?” aku melirik jam kodok di meja belajarku, hampir tengah malam. “mana mungkin aku boleh keluar tengah malam begini? Lagipula semua juga sudah tidur.”

“Kalau begitu, mau bukakan pintu? Di luar agak dingin.”

Aku segera menyibakkan tirai dan menemukan ujung motor Minho sunbae terlihat dari kamarku. Aku menghela napas kemudian bergegas turun untuk membukakan gerbang. Cengiran tanpa dosanya benar-benar membuatku ingin menamparnya.

Oppa kurang kerjaan, ya?”

Minho sunbae mengangguk sambil menyodorkan sebuah kantong plastik. “Tteokpokki-nya masih hangat.”

“Masuk.”

Untuk kesekian kalinya ia kembali menarik ujung bibirnya. Dih, keluyuran tengah malam cuma untuk mengantar tteokpokki.

-.-.-.-

Aku mendumal panjang-pendek sambil mengerjakan esai Sejarah dan Bahasa Korea di pojok perpustakaan umum, benar-benar hari Minggu terkutuk! Tuh, kan? Jika aku masuk pasti tidak akan kena detensi macam ini. Kusumpahi kau akan kena sial berkali lipat dariku, Jung Krystal.

“Kau sedang mengerjakan apa?”

“Eh, sunbae. Ini, detensi Sejarah dan Bahasa Korea.”

Jinki sunbae merogoh sesuatu dari kantong tasnya; susu stoberi, kemudian menyerahkannya padaku. “Aku ingat ketika kau mengatakan susu stroberi adalah penyemangatmu.”

“Terima kasih, sunbae.

“Mau kutemani? Kebetulan aku sudah selesai mengerjakan tugas.” Jinki sunbae menarik kursi di sebelahku dan menjatuhkan tubuhnya. “jika ada kesulitan, tanyakan saja padaku.”

Well, ini bukan tawaran. Sejenis perintah mungkin. Ah, bukan perintah, jangan-jangan ajakan kencan terselubung setelah traktiran cokelat panas tempo hari? Bukan, Hyein. Imajinasimu terlalu tinggi.

“Hyein-a, setelah ini kau ada acara?”

“Ngg, tidak. Mungkin akan tidur saja.”

“Mau menemaniku makan samgyetang? Nanti kutraktir.”

-.-.-.-

Oke, ini gila. Gila!!! Aduh, jantungku, aduh!

Aku dibonceng Jinki sunbae! Iya, sepeda kayuh, bukan motor sport seperti milik Minho sunbae yang pemiliknya bisa semena-mena mengatur gas dan rem, sehingga membuatku mual. Jinki sunbae juga selalu bersenandung ketika bersepeda, rasanya seperti mendengar konser tunggal sunbae. Asal tahu saja, ya, suara Jinki sunbae itu tiada duanya. Eh, benar kok! Kan dia mantan anggota paduan suara. Kasihan juga tapi, memboncengkanku dari perpustakaan-kedai, lalu kedai-taman. Belum lagi saat mengantarkanku pulang nanti. Sunbae bisa kurus dan tidak squishy lagi.

“Hyein-a.

Aku tergeragap ketika Jinki sunbae memanggilku. “Ah, mm, ya sunbae?

“Kenapa melamun?”

“Tidak kok, tidak.”

“Sedang memikirkan sesuatu, ya?”

Aku menggeleng, tapi Jinki sunbae mengangguk. Ia merogoh kantong jaketnya dan mengeluarkan sebuah music player, kemudian menyodorkan sebelah earphone-nya untukku.

“Mungkin jika sambil mendengarkan musik bisa lebih rileks.”

“Terima kasih, sunbae.

Ah, Jason Mraz dan Eric Bennet. Wah, selera musik Jinki sunbae lucu juga, ya. Alisku bertaut ketika ada dua lagu yang tidak kukenal tapi kurasa aku mengenal suaranya.

Sunbae ini-“

“Su- suaraku, musiknya dibantu oleh Jonghyun.”

Mataku membulat. Jangan bilang Jinki sunbae diam-diam menjadi pemusik indie. “Jadi, ini lagu sunbae sendiri? Sunbae sendiri yang menulis liriknya?”

Jinki sunbae mengangguk dengan pipi bersemu. Ya Tuhan, imut sekali.

Daebak !” refleks standing applause yang kulakukan, nyaris membuat music player sunbae terlempar.

“Aduh, maaf. Aku terlalu bersemangat.”

“Ha ha ha, tidak apa-apa. Baru kali ini ada yang memujiku dengan begitu bersemangat.” ia merapikan kembali music player dan earphone sebelum memasukkannya kembali. “mau dengar aku menyanyikannya secara langsung? Tapi sedikit saja, ya.”

“Iya!”

*Nareul boolleojweo my name
Oneuli baro your day
Neoreul wihae modeungeol haejul
Namani hal su itneun jakeun sunmooleul
Kkok negae jugo shipeo jigeum dalryeoga gobaek.halgeoya

 

“Bagus sekali!!” aku bertepuk tangan heboh; nyaris tidak ada bedanya jika aku menonton idolaku di televisi. “jika sunbae  jadi artis, pasti aku akan menjadi fans sunbae.

Jinki sunbae tertawa kecil sebelum menyuruhku mendekat dan berbisik, I’m falling in love with you.”

15.03.2013

9.12

*I want to play a game
With you the whole day
Don’t you know my feelings?
There’s definitely only one today
I’m gonna whisper my love to you
Enough to make you happy
And completely surprised

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

13 thoughts on “Oops – Part 4”

  1. Wah.. Reader pertama hehe^^
    Akhirnya part 4 muncul juga.
    Kayaknya hyein udah mulai sedikit perhatian ke minho.
    Wah.. Jinki bilang dia jatuh cinta ke hyein?? Penasaran sama tanggapannya hyein. Tapi berharap hyein sm minho hehe^^

    Ditunggu part selanjutnya, thanks^^

  2. AAAAH, ini beruntung sekalii Hyein-nya. Udah jadi pacar imaginary Minho, eh sekarang tiba-tiba Jinki confess. Ya ampun, aku jarang tertarik sama serial romance, tapi yang ini ceritanya unyu cekalih :3

    Maaf ya selama ini aku cuma jadi sider. Pingin sih komen, tapi biasanya lupa atau emang ga sempat. Diusahain deh buat next partnya komen terus. Jujur sejak prolognya dulu aku udah suka banget :3

    Semangat! Keep writing ^^

  3. eaduh si Hyein jalan-jalan boncengan naik sepeda sama Jinki lagi,saya juga maauu
    nah loh ini “ I’m falling in love with you ” petikan lagu atau perasaan Jinki??

  4. Adaaaaaw!! Nice story!!
    Minhonya itu lohh mengingatkan ku pada seseorang. Wkwkwk
    Ditunggu ya OOPS 5 nya..
    Jangan lama-lama yaa hihi
    Hwaiting author!♥

  5. Dari awal udah ngikutin, walaupun udah gatel pengen kmen,sekrg baru sempet.
    Aku suka karakter ceweknya, ngk ngaruh sama kharismanya om tiang dan aku penasaran sama Minho, dia kok kyk2nya ada rasa gitu ya?
    Trus Onew, well, aku akhir2 ini terserang virus MVP dan Oops menambah kadarnya.
    Ini cerita lucu dan nggak pake basa basi. Aih, seru dan …ngeselin pas udah habisnya. Okeh, ini udah berapa paragrap?
    Keep Writing!

  6. Iiiiiiiih Hyeeeein sumpah ya dirimu beruntung amat sangat! Minong oke, terus ditembak Jinki di atas sepede. Eh mereka masih sepeda gak sih.-.
    Yah pokoknya ini kismin-kismin so sweet lah hihi. Keren banget serius. Aku suka epepnya T.T

  7. Nahloh…….
    Jinki bilang suka sama hyein…..
    Minho…….
    Tp minho bener2 pria idaman yaallah langsung dtg kerumah bawain makanan tanpa perlu persetujan ceweknya ahhhhh
    Pria idaman….
    Aku.ikutan dilema hrs pilih yg mana…..
    Lanjuttt

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s