Confession of a Desperate Fan

Confession of a Desperate Fan

Author              : Faciikan

Main Cast        : Minho centric

Support Cast    : -OC-

Length              : vignette

Genre                            : random? comedy

Rating              : General

Summary          : Suatu hari Choi Minho sangat bosan. Seperti, ia sangat bosan sampai ia bisa mendengar bunyi dari pemanas bahkan suara pintu putar elektrik dari lobi apartemennya.

A.N                             : Pernah nggak sih, kepikiran buat nulis ke bias? Kalo pernah, apa yang bakal kamu tulis?

Suatu hari Choi Minho sangat bosan. Seperti, ia sangat bosan sampai ia bisa mendengar bunyi dari pemanas bahkan suara pintu putar elektrik dari lobi apartemennya. Intinya adalah, ia sangat bosan. Ia mengutuk dirinya karena cedera, tapi apa yang bisa ia lakukan, yang terjadi, yah, terjadi.

Dari pada ia mendengarkan hal-hal tidak jelas, ia menyeret dirinya ke rak buku yang ia sayang. Ia menelitinya sampai ia memutuskan tidak ada yang bisa baca, ia sudah menyelesaikan semuanya dan ia belum membeli buku-buku baru sejak entah kapan. Yang terburuk adalah ia dilarang keluar dari apartemen oleh semua manajernya dan membernya. Hari yang hebat! Pikirnya.

Karena Minho sedang tidak enak suasana hatinya—sama seperti perempuan saat period—satu-satunya hal yang bisa menaikkan mood-nya adalah makanan. Maka, ia membuka kulkas dan memutuskan bahwa ia bisa menghabiskan segala hal yang ada di dalamnya. Tapi pada akhirnya, seperti remaja labil, ia hanya mengeluarkan kotak berisi anggur merah. Ia duduk di kursi makan. Setelah lima atau enam anggur, sesuatu mendapat perhatiannya. Sebuah kotak, berisi kertas, ia pikir.

Ia menaruk kotak itu di atas meja. Ia membukanya dan menemukan ratusan—kalau bukan ribuan—amplop, warna-warni untuk kelima member SHINee. Minho mengambil acak sebuah surat untuknya dan membukanya.

Dear Minho,

Aku sangat menyukaimu karena kau sangat tam-

“Membosankan,” ia mendesis dan menaruh surat itu kembali ke dalam kota. Ia membuka satu persatu. Semuanya hambar, hanya sekumpulan pujian tidak berharga. Saat ia mulai merasa jenuh, matanya terpaku pada sebuah surat. Tidak seperti yang lain, amplopnya sangat sederhana. Putih dan panjang, seperti yang digunakan di surat-surat formal. Ia tertawa kecil, mungkin salah kirim. Tapi saat ia mengambilnya, surat itu berada di alamat yang tepat. Surat itu dialamatkan kepada Choi Minho. Ia membukanya, di dalamnya adalah kertas putih biasa, yang mengejutkannya, surat itu di cetak digital.

Dear Minho,

            Aku akan langsung pada poinnya.

            Pertama, aku bukan penggemarmu, yang paling kusukai di SHINee adalah Key, karena ia sangat indah, dan sebagai seorang wanita aku sangat iri pada penampilannya. Kalau Key adalah seorang wanita, aku akan langsung menjadi gay.

            Yang kedua, karena aku tidak tahu akan menulis apa pada Key, aku akan menulis sesuatu padamu.

            Kenapa? Karena kau adalah tipeku, untuk kujadikan sahabat.Kau tahu, aku tidak sepertimu. Kau keren , dengan semua kelebihanmu, dank au sangat hebat dalam olah raga, saat aku, well, sangat payah dalam PE. Kalau kau menjalani SMA dengan normal, kau akan menjadi si Atlet, bukan seorang penindas homophobic, tapi seperti si Atlet yang baik hati dan tidak sombong dan menjadi aktivis Green Peace. Kau paham? Atau aku terlalu berbelit-belit?

Nyatanya, Minho paham. Kalau saja ia menjalani SMA seperti selayaknya, ia pasti akan menjadi si Atlet. Bukan sepak bola, mungkin basket atau baseball, atau renang yang paling mungkin. Minho tertawa pada bagian, “Bukan seorang penindas homophobic, tapi seperti si Atlet yang baik hati dan tidak sombong dan menjadi aktivis Green Peace.” Jadi, menurutnya si penulis ini menarik, bahkan menghibur.

            Ia melanjutkan membaca.

            Aku asosial, karena kau tidak akan peduli siapa aku dan apa aku ini sebenarnya—persetan, memang kau akan membaca suratku—aku akan menuangkan isi hatiku ke tulisan ini. Aku masih SMA, atau lebih tepatnya bergumul dengan SMA. Yang akan dijabarkan menjadi, aku tiap hari berusaha untuk menjaga agar kacamataku tidak jatuh; aku berjalan seperti hantu di koridor, berharap tidak ada yang menyadari gadis yang mengenakan jins using dan sweter lama.

            Beruntungnya kau, tidak harus menjalani SMA.

            Ini jadi semakin tidak jelas.

            Aku menyukai kalian—Key, yang paling kusukai—karena kalian terlihat baik-baik saja dengan semua keunikan—kalau bukan kegilaan. Lihat saja Onew, ia dan kebiasaan anehnya untuk terus-terusan terjatuh—gee, kukira ia punya kelainan konfigurasi saraf—tapi ia berhasil hidup. Jonghyun dan omongannya yang tidak ada habisnya. Key dan keanehannya, keunikannya, merombak baju atas nama mode; dan kepribadiannya yang rebut, ia akan menjadi seperti Perez Hilton SMA. Taemin si anak kecil yang beruasaha tampil dewasa tapi secara mental masih lima tahun. Dan kau, kau sebenarnya terlihat cukup normal.

            Oh, apa  yang baru saja kutulis?

            Intinya adalah,

            Tidak, sebenarnya ini tidak ada intinya.

Gadis yang lebih diam dari Pembom Stealth,

 

Jung Ye-rim

Saat Minho selesai membaca surat tersebut, dari pada merasa terhibur akan penggunaan kata-kata yang komedik, ia merasa sedih. Jung Ye-rim yang menulis surat ini pasti merasa sangat kesepian. Meskipun gadis itu mengatakan ia asosial, tapi menurut kacamata Minho, semua orang butuh teman. Jadi ia melihat lagi amplop itu dan ia tidak menemukan satu alamat pun kecuali kotanya, Seoul—persetan, ada jutaan Jung Ye-rim, pikirnya. Ia melihat lagi ke suratnya dan hasilnya juga nihil.

Akhirnya ia berdiri dan mengambil sekaleng soda. Saat ia terkejut akan sensasi kesemutan dari soda, ia melihat sedikit petunjuk.

Ada sebuah tanda air yang sangat kecil dan tidak begitu jelas; sebuah alamat e-mail tepatnya. Lalu ia berlari kecil untuk mengambil laptopnya, ia duduk di sana di kursi makan dan menulis sebuah e-mail untuknya.

Beberapa hari kemudian, saat grupnya melakukan comeback dan hal-hal lainnya, Minho sangat bosan. Ia merasa sangat bosan sehingga ia mengeluarkan ponselnya dari kantong mantelnya dan melihat apa ia memiliki sesuatu yang menghibur di situ. Ia mendapatkan sebuah e-mail yang belum ia baca. Itu darinya, si asosial Jung Ye-rim.

Minho tersenyum sambil mengetik balasan untuk gadis itu. Mungkin, hanya mungkin, ia bisa menjadi temannya, walaupun terdengar sedikit seperti pedofil.

P.S       : Blame me, people, blame me, I can’t write comedy but I force myself to do so…

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

22 thoughts on “Confession of a Desperate Fan

  1. Okeh… Ijinkan aku tertawa… You know what?? Dari pembukaannya aku udah pengen ngikik… Ya ampyuun… Nih orang nape ga langsung nulis buat Key coba…ahahahahaha

    Ga Lucu sih #dezegh… Tapi berhasil bikin aku senyum-senyum gaje… Dibalik senyumanku, aku nemu makna yang tersirat dan typo yang tersurat… Wkwkw maap yah… Padahal sendirinya juga suka typo…hehe

    Good Job yah!!! Ditunggu karya lainnya.

  2. isi surat Yerim bikin saya mikir, ini typo atau kata2 yg emabg saya gk ngerti ya😛

    Akhirnya ada yg perduli padamu Yerim, gk salah2 lg, si Minho membalas suratmu^^

    Like it🙂

  3. Aku senyum-senyum sendiri bacanya, dan ketawa pas bagian
    ‘Onew dan kebiasaan anehnya untuk terus-terusan terjatuh—gee,
    kukira ia punya kelainan konfigurasi saraf’
    Wakakakakakkkk…..

    Tapi emang kerasa kok, kalo si penulis surat emang lagi desperado…
    Dan ia emang bener2 butuh seseorang yang bisa dia panggil teman
    Dan beruntung baget, Choi Minho untuk sementara bisa dijadikan
    teman berbagi cerita dan keluh kesah…

    Nice

    1. Njelasinnya gimana ya? Gay itu kan derivasi bahasa Inggris, nah kalo di bahasa Inggris itu gay itu referring nya bisa both side? Got it? Okay, thanks for The commeny

  4. yeah, this is the comedy of life
    bikin kepikiran, mereka juga pernah dapet surat kaya gini nggak yah
    setidaknya kebosanan si minho berguna buat ngebantu fans yang kesepian
    untung kirim suratnya nggak ke jinki itu pasti kena scold karena menyertakan kata-kata kasar di surat hahaha
    aku nangkepnya malah si minho ketawa karena bahasanya si hyerim yang sarkastik
    ah, iya nggak sih sarkastik
    tapi kalo related sama humor kehidupan ya bahasanya emang lucu

    idenya fresh, suka
    itu lain kali coba di check lagi ya abis nulis
    soalnya biasa si ms word nge-auto correct seenak jidat yang bikin makna kata beda
    makasih udah bikin aku ketawa, fafa ^^

  5. Aku guling-guling like a crazy betch right now. I mean, favoritku di Shinee adalah Key. Dan surat itu mungkin bakal jadi apa yang ku tulis, andai aku disuruh bikin surat buat Key. Should i make one now? Hehe🙂

  6. Ih!!!! Cowok maah normal atuh kalo pedofil…. #diinjek
    Intinya mah aku sukaaaaaaa…………………….

    sama Minho. #JEDOR
    Sama fic ini juga kok, sukaa suratnya!! Dan demi apa ngakak Onew dibilang kena kelainan konfigurasi syaraf. Terus yang Jjong belum ditulis. Mungkin apa ya? Kelebihan hormon cinta?? #dirajam
    Menghibur banget. Nice fic ^^
    Ditunggu karya selanjutnyaa ^^

  7. bhaha oke ini dapet feel desperate nya dan bikin ngakak pas part onew dibilang kelainan konfigurasi syaraf hahaduuh.
    tapi kok ya aku jadi mikir apa mungkin onew emang mengidap itu? –a
    trus aku juga bayangin minho mesem2 gitu loh pas bales2an email sama si hyerim kkk dasar pedofil xD

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s