Between Two Different Prince – [2] Is There Something Wrong With Me

Between Two Different Prince-Is There Something Wrong With Me

Title : Between Two Different Prince (Part 2)

Author (*): Cherry Jo

Main Cast (*): SHINee, Park Yoona a.k.a. Yuna Damien (OCs)

Other Cast (*): Lee Hwa-In (OCs), Jung Hyuna (OCs), the other still unknown

Length (*): Sequel

Genre (*): Friendship, Romance

Rating (*): General

Summary : Yuna Damien yang baru saja menjadikan cafenya terkenal sudah disuruh mencari jodoh oleh orang tuanya dan yang paling tidak dia suka adalah orang tuanya menjodohkan dia dengan pilihan mereka sendiri yaitu Mr. Arrogant n Mr. Seducer. Apakah yang akan terjadi ?

A/N : ^^ Annyeong ini FF pertamaku nih jadi kalo jelek Mian banget. Aku tertarik masukin ke blog ini dari dulu cuman takut masukinnya jadi kalo bisa di comment ya J

***

                “Ouuuuchhhcchhhh. Could you be more carefull. You know it’s killing me” ucap sih Mr. Arrogant yang sedang aku obati gara-gara aku nggak sengaja mukul dia pake tasku yang isinya 2 buku resep super tebel yang baru aku beli.

                “Makanya kalo mau melamun itu pake lampu dan jangan pake baju putih-putih begini kan kirain hantu” ucapku gak mau kalah sambil tetap membersihkan luka yang ada di kepalanya dengan hati-hati.

                “Neo Micheoso? apa sih yang ada di tasmu itu bom ya?”

                “Ani.. isinya 2 buku resep around the world well emang sih agak tebal” ucapku sambil mengambil buku-buku itu dari tasku

                “Ya! you know if you trying to kill me just kill me right the way. You don’t have to using those books”

                “Sudah gue bilang, gue nggak bermaksud membunuh loe”

                “Bisa nggak sih loe ngomong ke gue lebih sopan gue lebih tua daripada loe”

                “Maksud loe?”

                “Yah maksud gue kalo ngomong yang sopan kayak ehhhmm begini… oppa sakit ya mianhae oppa saya tidak bermaksud terus oppa lapar mau aku buatkan makanan. Gitu coba”

                “Sayang gue bukan tipe girly-girl kayak begituan ogah!”

                “Yah setidaknya loe nggak usah pake omongan loe-gue-loe-guean kayak anak kecil aja”

                “Jadi maksud oppa saya ini anak kecil gitu!”

                “Nah tuh lebih bagus dari cara loe ngomong ‘saya’ dan ‘oppa’ itu udah melambangkan loe hormat ama yang lebih tua and plus keliatan jelas kok kalo loe kurang suka pake loe-gue-loe-guean”

                “Whatever”

                “C’mon you know you will be more nice when you call me oppa and not using some children’s words”

                “Yah right I don’t really care about it. OPPA!” ucapku setelah selesai mengobati lukanya lalu beranjak ke kamarku untuk mengganti baju.

***

                “Sir, is there any problem with my report?” ucapku saat masuk ruangan Mr. Park

                “Nothing I just want to know how’s your condition with the new home”

                “Well just as usual nothing special”

                “Ohh I see” ucap Mr. Park sambil memberikan file-file dalam diam

                “Sir Are you alright? Are you in some of trouble or something?” ucapku karena melihat guratan di kening Mr. Park

                “Ehhmm actually I know it’s not your job but, I want you to protect my daughter” ucapnya sambil memegang kepalanya

                “What happened sir? It’s there anyteror or something?” ucapku mulai gelisah

                “Well I just found out yesterday went I was driving back home I saw a box that belongs to my Yoona” ucap Mr. Park sambil menghela napas lalu melanjutkan pembicaraan “In the first time I though it might be some of Yoona’s things but when I opened it”

                “What is it, sir?”

                “Ehhh, it’s Yoona’s pororo doll with blood cover it. And the note say that my daughter already been warn but she wasn’t listen, you know my daughter right too much brave and strong but that what I was afraid of” ucap Mr. Park dengan menekan setiap kata terakhirnya

                “Well sir, I’ll do my best to protect her but it will be more safe if she was guard by a bodyguard”

                “I know but you know her right, she always runaway from her bodyguard the last time I gave her a bodyguard, that bodyguard already want retired three days after I hired him” ucap Mr. Park frustasi

                Aku hanya bingung apa sih yang dilakukan Yoona sampai-sampai bodyguardnya sendiri tidak tahan akan dirinya.

***

                Hari ini pekerjaan banyak sekali akupun akhirnya sampai larut malam baru pulang.

                “Hey Ho, where are you going ?” ucap Yonghwa saat aku sudah menuju tempat parkir. “Ofcourse I’m going home where I’m suppose to go than going home and sleep ?” ucapku sebel

                “Aniyo I’m just asking, sorry” ucap Yonghwa sebel mengangkat tangan kanan tanda menyesal lalu pergi

                Derung mobilku pun mengusik kesunyian kota Seoul, dengan kecepatan yang sangat di atas rata-rata aku melajukan mobilku. Aku ingin sekali cepat pulang dan tidur ditempat tidurku yang baru saja seminggu aku tempati.

                Rasanya memang berbeda dengan saat aku tinggal dirumah Kim, walaupun aku sudah tinggal di sana sejak aku kelas 3 smp tapi tetap saja aku merasa ada yang hilang, tetapi sejak aku tinggal di apartement ini aku merasa kekosongan dalam hatiku terisi entah mengapa.

                Aku pun sampai di halaman parkir apartement Yoona. Aku benar-benar capek hampir 16 jam nonstop aku duduk di belakang meja kantorku hanya untuk mengurus pabrik di Jepang yang terbakar itu, entah bagaimana ceritanya tiba-tiba ada saja masalah.

                Akupun sudah tidak melihat jam lagi saat sampai diapartement Yoona yang aku harus lakukan hanyalah masuk kamarku dan tidur.

                Akupun melewati ruang tv dan melihat Yoona sedang tidur di sofa dengan buku di bawah tangannya. Akupun memandangnya sebentar, melihat setiap lekuk wajahnya. Aku baru tau dia mempunyai mata yang kecil, hidung yang mancung, bulu mata yang lentik, dan bibir yang… well Smooth.

                “Ahh apa yang kupikirkan ?” ucapku dalam hati. bagaimana bisa aku memikirkannya sekarang. Akupun mendengar adanya pergerakkan dari tubuhnya. Akupun segera pergi menjauh tetapi tetap memandangnya.

***

                Ahh aku menggeliat didalam tidurku, akupun terbangun di atas tempat tidurku, aku tidak ingat aku berpindah tempat dari ruang tv ke kamarku.

                “Could it be ?” ucapku pada diriku sendiri. Apakah si Mr. Arrogant itu yang memindahkan aku.

                Akupun cepat-cepat bangkit dari tempat tidurku dan langsung keluar dari kamarku mengintip ke kamar si Mr. Arrogant dan dia ternyata masih tidur diranjangnya. Akupun masuk ke kamarnya dengan mengendap-endap. Pakaiannya berserakkan di mana-mana dan laptop pun masih menyala disebelah ranjangnya.

                Entah apa yang kulakukan, akupun membersihkan kamarnya itu. mula-mula aku ambil semua pakaiannya dengan memisahkan yang akan dilaundry dan yang tidak, lalu aku save semua kerjanya dan mematikan laptopnya dan memindahkannya. Lalu membereskan kertas-kertas yang berserakkan dilantai lalu membuka gorden dan balkonnya supaya udara bisa masuk. Akupun melihat dia menggeliat didalam tidurnya, akupun nggak sengaja dan tanpa sadar mendekat ke arahnya.

                Entah apa yang aku rasakan aku seperti pernah melihat si Mr. Arrogant ini dari arah sedekat ini. Akupun tetap memandangnya sekitar 3 menit dan beranjak pergi, tetapi tanganku ditarik seseorang tepatnya si Mr. Arrogant itu.

                Karena aku tidak bisa menyeimbangin tubuhku akhirnya aku jatuh di atasnya. Sedikit miris tetapi aku merasa sedang dipeluk dengan erat. Akupun membuka mataku yang kututup dari tadi dan melihat wajahnya sangat dekat denganku membuatku merasa… ngeh yah gitu deh, bergairah.

                Entah apa yang mendorongku untuk melihat bibirnya lagi. “Aduh sampai kapan aku akan memikirkan ini terus” ucapku dalam hati. akupun beranjak merenggangkan pelukannya tapi tak berhasil dia malah mendorongku kesebelahnya dan mendekatku padanya hingga aku bisa mencium bau badannya yang harum walaupun dia belum mandi.

                Akupun terus mencoba melepaskan diri darinya tapi tetap saja dia tidak mau melepaskanku. Akupun mulai merasa bahwa dia sudah bangun dari tadi akhirnya aku membuktikkannya dengan menggelitiknya tapi tidak ada reaksi darinya. Akupun mencoba mendengar derum napasnya tapi tetap tenang seperti orang tidur. Akhitnya hanya dengan satu cara lagi yaitu memakai kekerasan

                Akupun mencubitnya dengan sangat keras hingga akhirnya dia menjerit kesakitan akhirnya aku bisa melepaskan diri darinya dan mendudukan diriku.

                “Ya ! that’s hurt you know ?” ucapnya sambil mengusap lengannya yang kucubit

                “That’s your fault don’t even try to touch me again” ucapku sambil beranjak turun dari tempat tidurnya itu, tapi lagi-lagi tanganku ditariknya hingga aku tertidur lagi dan dia ada di atasku.

                “What you gonna do if I do this” ucapnya sambil memajukan wajahnya ke wajahku aku mulai takut dan tidak sengaja aku reflek memukul matanya dengan tanganku.

                “Oooouch !!!! Ya it’s that necessary ” ucapnya setelah aku berhasil sampai pintu kamarnya. “Sorry reflect” ucapku sambil mengangkat kedua tanganku tanda tidak tahu.

***

                Aku tidak menyangka aku bisa melakukan itu padanya, kalo Mr. Park tahu aku begitu ke anaknya bagaimana nasibku.

                “WHAT YOU JUST DID WHAT ! YOU ALMOST MAKE MY BEAUTIFUL DAUGHTER SUFFER BECAUSE OF YOU. YOU FIRED !!!!”

                Akupun terhenyak pada lamunanku. “Apakah Mr. Park akan berkata begitu ya ?” ucapku dalam hati.

                Akupun bangun dari ranjangku dan segera masuk ke kamar mandi. setelah selesai mandi aku merasakan badanku pegal dan sakit di mana-mana.

                Akupun keluar untuk makan rasanya emang lapar karena kemaren aku tidak sempat makan malam. Di saat aku keluar dari kamarku aku melihat Yoona yang sedang memasak membelakangiku bagaimana aku tahu dia sedang masak karena dia sedang berada di dapur dengan memakai celemek makanya aku tau.

                Aku pun mengendap-endap ke dapur dan memeluknya dari belakang. Dia sedikit tersentak saat aku memeluknya. Sambil mengeratkan pelukanku aku menciumi bahunya dan lehernya.

                “Oppa geli, aku sedang masak” ucapnya tapi pura-pura tidak kudengarkan. Akupun membalikkan badannya untuk menghadapku dan mematikan kompornya.

                “Oppa sudah, ini sudah siang” ucapnya lagi tapi tetap aku tidak mau mendengarkannya akhirnya aku membungkamnya dengan ciumanku, melumat bibirnya dengan lembut.

                “hmmmppphh.. opp..pa… st..op..it” ucapnya disela-sela ciuman kami. Lalu tiba-tiba aku merasakan dingin, dan kasar. Saat aku membuka mataku ternyata aku dari tadi mencium dinding.

                “Ya apa yang kau lakukan ?” ucap Yoona di meja makan sudah tidak memakai celemeknya lagi dan memperlihatkan tubuhnya yang hanya dibalut kaos putih lengan panjang yang digulung setengah lengan dengan short pants warna senada.

                “A…ku hanya… mencium(ottokhe apa yang harus kubilang ?) BAU! Iya bau tadi ada bau jadi kuperiksa saja dari dinding ke dinding” ucapku lega untung saja otakku berfungsi dengan baik

                “Ohh mungkin oppa kali yang makai sabunnya salah” ucapnya enteng rasanya seperti mau kutonjok saja. Gila bisa-bisanya tadi aku memimpikannya seperti itu. boy.., I have to stop Yonghwa to borrow me that dics before it’s too late.

                Kami hanya makan dalam hening dia ada diujung meja makan sebelah kiriku dan aku mengambil tempat yang berlawanan.

***

                Hari sudah semakin siang tadi aku meminta izin Mr. Park untuk tidak datang ke kantor karena tubuhku semua sakit dan aku tidak bisa mengendarai mobil untuk sementara waktu. Entah mengapa aku jadi tidak bisa bergerak sama sekali dari ranjangku.

                “Yoona…Yoona” ucapku tak sadar hanya dialah satu-satunya yang bisa menolongku sekarang.

                “Waeyo oppa ?” ucapnya sambil duduk ditepi ranjangku dan meletakkan tangannya ke keningku. Setelah beberapa detik meletakkan tangannya dikeningku dia berlari keluar dan balik lagi dengan membawa baskom berisi air es dan handuk.

                “Oppa you’re having a fever. The high one. How it could be ?” ucapnya sambil mengusapkan handuk yang sudah dibenamkan dibaskom dan memerasnya di keningku, pipiku, dan leherku lalu mengopresku.

                “Molla… I didn’t do much yesterday” ucapku lemas. Lagi-lagi dia berlari keluar dari kamarku dan beberapa menit kemudian balik lagi dengan membawa thermometer. Yoona mengukur berapa derajat panasku dan menyuruhku tidur karena aku lelah akupun tertidur.

***

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

14 thoughts on “Between Two Different Prince – [2] Is There Something Wrong With Me”

  1. emm, aku sempet bingung, karna ga ada povnya,,
    tpi critanya keren,,,
    itu yg nyium dinding siapa,??
    lanjuuutttt….

  2. ahahah… aku kaget pas si onew nyium yoona, perasaan tadi si yoona nge hajar onew… ngak kapok gituu… taunya bener, cuman khayalan… ahahah
    ayo… makin hari… makin lucu …. ^^
    lanjuuttt

  3. hahaha 😀 bang onyu sampe nyium dinding segala. wkwk
    kocak kocak kocak..
    asik makin geregetan liat onew ma yoona bareng terus. jonghyunnya juga belum muncul…
    ditunggu lanjutannya^^

  4. Aih,masih rada bingung,soal.a namanya pada gg disebutin,jadi susah ngebayanginnya,hehe..
    Trus si yoona tu sebenernya tinggal ma spa ajj sih??aq penasaran :3
    critanya dah bgs kq,aq suka 🙂
    aq tgu next part.a 😉

  5. Kekekeke si onew lucu sekali dirimu… 😀
    next part cepetan ya thor trus kalo pergantian pov di tulis biar gag bingung bacanya 🙂

  6. Eeh aku lupa kalo Mr. Arrogant itu onew. Aku bayanginnya minho hehe ._.v
    Bagus thor, cuma bingung gada POVnya ^^v

  7. critanya lucu, keren.
    Onew jadi arrogant pertama kali nih Onew jaim. keren”
    kutunggu part slanjutnya 🙂

  8. Mian baru komen di part ini, skalian komen part sebelumnya ne
    Aku awalnya ngira Mr. Arrogant itu Minho, soalnya karakternya kan cool gitu, gak kebayang kalo yang jadi malah Onew Leader Sangtae, Jonghyun di tunggu ya keluarnya….
    Lucu banget pas part Onew nyium dinding, gak kebayang aja gimana mukanya kekeke
    lanjut thor

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s