Anamnesis

Title : Anamnesis

Author : yongie_jjong

Main Cast : Lee Taemin (tentu!)

Support Cast : Han Sokyung (just mention), the rest of SHINee members

Length : Vignette

Genre : Romance (gagal), Sad (gagal), Songfic

Rating : General

Summary : Di negara yang kukunjungi sekarang ini, aku masih mengingat liburan terakhir kita. Di saat kita melihat salju yang berjatuhan bersama-sama.

Hi readersdeul!!! Aku yang tidak diinginkan ini muncul lagi *plak*. Aku cuma iseng aja nulis ff ga jelas ini. Cuma nemu idenya aja, ya udh langsung buat. Dan kalau emang dilihat-lihat ceritaku emang abal dan aneh. Jadi jangan protes. Ya. Makasih (?)

Cuap-cuap dikit nih, aku terinspirasi dari ost anime. Wakakak. Pernah nonton Another? Ending themenya itu loh nyesek banget. Judulnya Anamnesis, bahasa Yunani (liat aja dibawah ._.) yang artinya “mengenang”. Mwahaha seketika langsung dapat inspirasi #plak.

Ehem, sebenarnya ini buat ultah Taem. Tapi berhubung ga punya waktu buat nulis, sekarang baru jadi dan akhirnya gitu deh T_T #ABAIKAN

Oh iya, all Taemin’s POV. Enjoy! ^^

Backsound : Anamnesis by Annabel (OST anime Another)

Anamnesis

Menusuknya udara dingin Swiss membuatku menggigil dalam sekejap saat turun dari pesawat. Aku turun bersama dengan managerku juga para kru yang bertugas merekam segala kegiatanku saat berlibur di Swiss kali ini. Syal tebal menyelimuti leherku, ditambah jaket tebal berwarna hitam yang membungkus tubuhku tidak berpengaruh apapun. Ditambah lagi ini musim dingin—membuat udaranya semakin menusuk.

Aku menghela nafasku setelah masuk ke dalam bandara, membentuk uap putih yang keluar dari mulutku. Sudah kubilang berapa kali, udara musim dingin di Swiss sangat menusuk. Aku benar-benar bodoh memilih negara ini sebagai tujuan utamaku untuk liburan empat hari yang diberikan oleh pihak SM. Mungkin saat pulang ke Korea aku langsung dimarahi oleh staff karena terkena flu.

Aku memang harus menjaga suaraku. Sebagai salah satu vokalis di boygroup SHINee, aku harus menghindari segala macam penyakit yang bisa mengacaukan suaraku—salah satunya flu. Apalagi di album ketiga SHINee yang sebentar lagi akan keluar, aku harus mengambil suara tinggi untuk lagu utama Dream Girl. Aku juga tidak mengerti—mungkin mereka sudah bosan dengan suara tinggi Jonghyun hyung dan Onew hyung. Atau mereka bosan selalu melihatku hanya menari di atas panggung.

Aku memasuki bandara dengan canggung. Semua petunjuk dalam bandara itu tertulis dalam bahasa Inggris. Aku bisa mengerti, meskipun hanya sedikit. Bahasa Inggrisku tidak sebaik Key hyung, sangat minimalis.

Aku tertawa sesaat, menyembunyikan perasaanku yang sebenarnya kualami belakangan ini. Menatap kamera dengan wajah riang yang penuh kepalsuan. Sang cameraman hanya terus merekam gerak-gerikku yang mungkin bisa membuat orang lain tertawa. Tersesat di bandara ini seperti anak hilang yang terpisah dari orang tuanya—setidaknya masih ditemani para kru dan beberapa juru kamera.

Untuk beberapa saat aku harus beristirahat dari kamera yang dari tadi terus merekam kegiatanku. Dengan ini juga aku bisa mengekspresikan perasaanku yang sesungguhnya—yang tidak diketahui siapapun, termasuk member SHINee yang lain. Para kru hanya diam melihatku yang hanya terus diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

Aku meneruskan langkahku ke arah pintu keluar bandara, tentunya dengan ekspresi yang masih datar dengan tatapan yang kosong dan menyedihkan. Udara dingin kembali menusuk tubuhku, membuatku ingin membeku saat ini juga.

~~~*

Aku menatap nanar area pegunungan bersalju Swiss—dimana aku menginjakkan kakiku sekarang. Udara hari ini lebih menusuk dibanding kemarin. Salju tebal menyelimuti seluruh pegunungan itu.

Seorang kru mengajakku mencoba skydiving. Sebuah olahraga ekstrim yang bisa membuatmu cedera, mungkin—jika kau tidak berhati-hati dan tidak memakai pengaman, atau tidak ditemani oleh seorang profesional. Aku ingin menolaknya, tapi tak ada salahnya mencoba. Mungkin bisa mengobati hatiku yang sedang bersedih ini.

Setelah memakai beberapa pengaman yang cukup banyak, sekarang aku bisa memulainya. Kupandangi daratan yang terselimuti salju tebal yang ada di bawahku sekarang. Dengan bantuan seorang profesional yang meyakinkanku bahwa aku akan selamat, aku tersenyum miris dan bersiap-siap.

Hana.

Dul.

Set.

Aku berhasil terjun! Kini aku sedang dalam proses untuk mencapai daratan. Dan kuakui, ini cukup menyenangkan.

~~~*

Aku dan para kru sedang berjalan-jalan dengan santai di atas sebuah jembatan. Sambil memandangi indahnya pegunungan ini, aku menatap kamera dengan senyum palsuku—masih dengan perasaan yang tidak menentu di hatiku. Sepertinya olahraga ekstrim itu tidak cukup membuatku tersenyum kembali.

Perasaan sakit hatiku yang tidak kunjung sembuh ini membuatku memikirkan suatu hal yang tidak pernah kupikirkan sebelumnya. Aku menatap jembatan ini dan daratan yang ada di bawah jembatan ini, lalu tersenyum miris tanpa menatap kamera. Air mataku kembali menetes, lalu membeku bersama dengan salju tebal yang melapisi dataran Swiss. Aku mengusap sisa-sisa air mataku yang berjatuhan, lalu kembali menatap kamera dengan tersenyum lebar dan tertawa tidak jelas, lalu mulai menaiki pagar pembatas jembatan.

Aku ingin mengakhiri penderitaanku. Itulah alasanku melakukan ini.

Aku bersiap untuk berdiri di atas pagar pembatas tersebut, siap untuk mengakhiri semuanya. Aku siap diberitakan dan dicela oleh para fans dan juga netizen, mungkin juga siap dimarahi oleh Tuhan di akhirat nanti.

Selamat tinggal, semuanya. Aku mencintaimu…

Iroaseteku firumu no you ni

[Seperti film yang perlahan menghilang]

Tashika na ima mo izure kasunde

[hari ini yang pasti, akhirnya akan tumbuh tak jelas]

Nande mo naku waraiatta

[Aku tertawa remeh]

Setsuna no jikan to hikari

[Dalam sejenak waktu dan cahaya]

Ya! Taemin-ah! Turunlah dari situ!”

Tsunagatte yuku kioku no zokoni

[Di dasar memori-memori itu]

Dareka ni sukui wo motometeiru

[Untuk menemukanmu]

Sial. Usahaku gagal. Sepertinya memang Tuhan tidak mengizinkan semua umat-Nya melakukan ini. Semua kru terlihat panik, lalu memegangi tanganku dengan erat. Takut jika aku melakukannya untuk kedua kalinya dan berakhir ‘sukses’.

“Itu berbahaya, Taemin-ah! Kalau kau sampai masuk ke rumah sakit, bagaimana?”

Cih, itu semua yang sedang kucari. Aku ingin mengakhiri hidupku sekarang, tapi kalian mencegahnya. Tapi baiklah, gomapda. Kalian sudah menyelamatkanku, hyungdeul. Dan sebagai gantinya, aku akan terus mendengarkan omelan para kru di belakang kamera yang hanya akan membuatku semakin stress.

~~~*

Cuaca memang sangat dingin. Malam ini, salju kembali turun—membuat udara bertambah dingin. Benar dugaanku—aku mulai terkena flu. Satu gelas besar alkohol yang biasanya bisa menghangatkan tubuhku dalam sekejap di Korea sekarang tak mampu membuat tubuhku hangat. Sekarang hidungku mulai memerah.

Sepanjang jalan kutatap salju yang turun semakin deras, lalu kutatap salju tebal yang menumpuk di jalan kecil itu. Aku kembali menatap kamera dengan keceriaan palsuku, memasukkan salju itu ke dalam mulutku. Kuakui, di negara ini saljunya cukup bersih dan enak. Tapi tetap saja tidak bisa menyembuhkan luka hatiku yang sudah setahun belum kunjung sembuh…

Kimi no koe boku wa tsukamu

[Suaramu mempengaruhiku]

Sudah setahun kau pergi, Han Sokyung. Di negara yang kukunjungi sekarang ini, aku masih mengingat liburan terakhir kita. Di saat kita melihat salju yang berjatuhan bersama-sama. Penyakit bodoh itu memang keterlaluan, merenggut nyawamu di saat kita bersenang-senang bersama…

Chiisakute mo kikoenakute mo

[bahkan meskipun kecil, atau tak bisa didengar]

Itulah alasan mengapa aku kembali ke negara ini. Hari itu, kau meninggalkanku untuk selamanya. Hari ini, genap satu tahun sudah kau meninggalkanku. Senyuman terakhirmu yang terukir di saat-saat terakhirmu, bersamaan dengan air mata terakhirmu yang kau jatuhkan menjelang kematianmu, membeku bersama dengan salju yang jatuh ke bumi.

Kimi no tame sukui ageru kara

[Aku mendengarnya, demi kau]

Tahun lalu—di gereja ini, sakramen kematianmu dilaksanakan. Aku masih bisa mengingat wajah mungilmu yang pucat dari dalam sebuah kotak kayu—tersenyum bahagia setelah menjalani kehidupan yang keras. Sekarang, aku memasuki gereja ini untuk kembali mengingatmu—mendoakanmu agar tenang bersama Tuhan di Surga.

Meguriai mata toozakaru hibi

[Di saat kita bertemu lagi, pada hari-hari yang lalu]

Ima mo azayakata na hikari tomosu

[Bahkan sekarang, cahaya terang masih bercahaya]

Sekarang aku duduk di salah satu bangku gereja, berdoa dengan sungguh-sungguh untukmu. Tak lupa sebelumnya aku meminta sang juru kamera untuk berhenti mengambil gambar, karena kali ini aku akan memperlihatkan perasaanku yang sesungguhnya selama ini. Perasaan yang tak kunjung hilang setelah satu tahun kehilanganmu.

Tuhan, tolong biarkan Sokyung bahagia di sisi-Mu. Mungkin aku tak bisa bertemu dengannya lagi, tapi aku mohon, aku ingin ia selalu bahagia. Dan aku ingin setelah doa ini selesai, aku ingin kembali bahagia dan menjalani kehidupanku yang baru tanpa Sokyung…

Nani mo kamo nakushita yoru mo

[Di malam hari dimana aku akan kehilangan sesuatu]

Bokura dakke ga shiru ano basho e

[Aku akan selalu kembali]

Itsudatte kaerou

[Ke tempat yang hanya aku mengetahuinya]

Sokyung-ah, memori kita kembali.

Memori kita kembali terputar di otakku, seperti film lama yang diputar kembali dan terus menghilang, bersamaan dengan air mataku yang terus berjatuhan selagi berdoa.

Aku tidak peduli apa reaksi para kru saat melihatku menangis sesenggukan seperti ini. Aku hanya ingin kau bahagia di sisi Tuhan. Aku yakin kau akan bahagia.

Dan setelah ini, aku telah meminta pada-Nya agar aku bisa melupakan kesedihanku. Aku yakin, jika aku bahagia, maka kau akan bahagia. Aku juga tak bisa melihatmu sedih hanya karena tangisanku yang benar-benar tak penting ini. Aku berharap dapat bertemu denganmu lagi suatu hari. Ya, suatu hari nanti aku percaya kita pasti akan bertemu, dan mengulang memori cinta kita.

Dan aku akan selalu mengenangmu. Cinta pertamaku.

Han Sokyung, saranghae.

~~~*

Hyung! Berhenti memakan semuanya!”

Kudengar teriakan Minho hyung yang kesal karena jatahnya diambil oleh Onew hyung. Kami berada di ­backstage untuk persiapan comeback stage Dream Girl sekarang. Key hyung dan Jonghyun hyung sedang bercerita dengan sedikit lelucon yang cukup membuatku tertawa keras saat mendengarnya.

Aku tidak tampil dengan senyum palsu lagi saat ini—kebahagiaanku telah kembali, dengan keempat hyung yang selalu bersamaku saat ini—yang selalu menghiburku setiap saat. Aku senang bisa mengenal mereka. Aku tidak perlu bersedih lagi sekarang, dan tentunya aku bersyukur karena Tuhan mendengarkan doaku saat itu…

Ya, Taemin-ah. Jangan melamun. Sebentar lagi giliran kita,” Minho hyung menepuk pundakku dengan kuat hingga aku mengerang kesakitan.

Hyung! Sakit!”

“Hei, apa image manly tidak merubah sikapmu? Sepertinya kau tetap maknae kami yang gwiyeopda~”

“Key-hyung, hentikan!!”

Aku berusaha melepaskan tangan Key hyung yang mencubit pipiku gemas, dengan aegyonya yang dibuat-buat. Ugh, menyebalkan sekali…

“Hei, sudahlah. Kasihan Taemin,” Onew hyung dan Jonghyun hyung membantuku melepaskan cubitan Key hyung yang membuat pipiku merah seperti kepiting rebus, disusul tawa seisi ruangan itu yang tentu saja membuatku kesal.

Hyungdeul, hentika—“

“Sekarang giliran kalian. Berhenti bermain-main!”

Seorang manager menghentikan seruanku, disusul dengan hyungdeul yang menyeretku ke panggung.

Kajja, Taemin-ah~”

END

Gimana? Aneh ya? Ini pertama kalinya aku buat ff sesuai fakta sih, wkwk. Need ur comment, all~ Gomapda!

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

21 thoughts on “Anamnesis

  1. pertama pas baca Annabel langsung inget boneka menyeramkan di Conjuring. kekeke
    oh jadi itu alasan Taemin naik2 ke pagar? mau bunuh diri? ckckck ampe bikin semua orang khawatir. Dan itu juga alasan Taemin kenapa memilih liburan ke Swiss, karena mau mengenang masalalu bersama kekasihnya yang dulu. sedihhh~
    keep writing ya ^^

    1. Hehe, ga kok cma fanfic. Faktanya cma bagian Taem liburan ke swiss ama naik pagar, sisanya fiki :p

      haha, bukan annabel yg itu… Ini penyanyi jepang😉

      Makasih ya udh baca comment🙂

  2. ceritanya memang cukup sedih, tp saya kok bacanya malah senyum ya.. 0_o

    mungkin karena yg saya bayangin waktu Taemin-nya kelihatan seneng banget liburan ke Swiss..

    dari beberapa cerita dengan latar belakang liburan mereka, sptnya baru ini yang temanya sad..

    ditunggu karya lainnya Sesil..🙂

  3. Lama tidak berkunjung. Dan saat kembali lagi, liat FFmu langsung ‘klik’.

    Jiah… cinta pertama Taem bukan aku yah? Dasar! #sebel….hehehe
    Sama kayak Lydiaeonni, mau sedih tapimalam jadi senyum2 bayangin bagaimana gilanya Taemin.Heuh…bunuh diri kok setengah-setengah ^^

    Overall bagus banget. Sayang kemarin gag ikut event-nya yah?

    1. Bukan, tapi aku #eh #narsismodeon #ditariktaemints #dikepungjjong
      ._.v

      Haha emang kayaknya kalau ngebayangin taem kayak apa di wonderful day emang g cocok feelnya, wkwk😛

      iya, aku ga ikut eventnya kemarin, soalnya waktu itu baru masuk sekolah malah dibanjiri tugas sama guruny -_-

      Makasih ya udh baca n comment🙂

  4. Bagusss😀 aaaa neomu joahaeeeeeee..kekeke..awal.a emg nyesek2 tp ending.a bner2 sweet~krna ada mmber SHINee yg ikutan eksis .wkwk

  5. Bagian part TaeMin membuat para kru khawatir itu keren banget dan lucu
    TaeMin full healing
    Tapi sekarang TaeMin bukan lagi TaeMin, tapi TaeMan ◦”̮◦нαнα◦”̮◦нαнα◦”̮◦‎​​
    Another yg d maksud itu yg 1per1 mati? Gadis berkornea berbeda warna yg bsa melihat warna kematian bukan?

    1. Hha betul… Sekarang bukan Taemin tapi TaeMAN😄

      apalagi waktu teaser everybody keluar kemarin :3 yg waktu dia make jas merah itu #kokmalahfangirling ._.v

      Yapp~~ betul sekali… Another yang itu…

      Makasih ya udh baca n comment ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s