Midnight Call

Midnight Call

midnightcallmh2 copy

Author             : Faciikan

Main Cast        : Minho dan Sohee Wonder Girls

Support Cast   : -none-

Length             : -ficlet-

Genre               : Song fiction (Wonder Girls’ “Girlfriend” and Taylor Swift’s “I Almost Do”; Romance; Angst

Rating            : General

Summary         : Dan selama malam itu berlangsung, mereka berdua membuat sungai-sungai air mata.

A.N                             : *Awkward* Ini terinspirasi dari cerita Ye-eun Wonder Girls. Aku campur dengan pasangan imajinariku—Minho dan Sohee walaupun aku nggak yakin ada yang suka pasangan itu selain aku. And, ini pertama kali aku nyoba publish openly fic berbahasa Indonesiaku, jadi segala typo dan grammar miss please do understand—I don’t have any editor or beta! Poor me…

9 December 2012—22.50

Untuk Minho,

Aku menyesalinya.

Kamu pasti puas kalau mendengarnya langsung. Dua kata itu pasti kalimat yang paling ingin kau dengar sekarang. Aku tahu. Tapi aku tidak akan mengatakannya.

Aku pastinya adalah mahluk terbodoh di dunia karena aku melepasmu dari genggamanku. Kau dulunya—dan masih—orang yang paling berharga  untukku, dan aku melepasmu begitu saja.

Aku tahu aku bodoh. Aku tahu semua itu. Aku tidak peka, itu adalah alasan mengapa kita bertengkar. Aku terus berpikir itu salahmu, karena cangkang yang kau pakai sempurna. Kau adalah ‘pria itu’ yang akan mengutamakan partnernya dan mengsampingkan egomu. Kau melakukannya dengan sangat baik dan itu yang membuatku tidak memikirkan apapun tentangmu. Itu membuatku egois, maka aku sama sekali tidak memedulikanmu. Pemikiran seperti itu yang kusimpulkan. Tapi kau bukan ‘Pria itu’. Ke-‘pria’-an mu memang hanya cangkang, di dalam kau adalah bocah yang membutuhkan kasih sayang dari orang yang kau cintai. Akhirnya aku sadar, itu semua salahku dan aku dengan tulus mengakuinya.

Malam ini, aku menuang segelas Pinot Noir. Aku hanya ingin segelas tapi tiap kali namamu masuk ke dalam kepalaku, aku merasa ingin seteguk lagi.

Setelah menulis ini, aku ingin duduk di bak beredam kering dan mencoba membuat panggilan. Aku tidak percaya diri kau akan mengangkat panggilan itu, tapi setidaknya aku mencoba. Aku tidak bermaksud untuk rujuk denganmu atau apapun itu. Aku akan menelepon karena aku merindukan suaramu yang merdu.

Dengan tulus,

Sohee

9 December 2012—23.00

Dear Sohee,

Apa yang sedang kau lakukan? Aku menebak kau sedang duduk dekat jendela, dengan segelas teh Russian Caravan yang sangat kau sukai dan menikmati pemandangan kota, atau; kau mungkin sedang bermimpi, tidur seperti janin di atas kasurmu.

Dari sejam yang lalu, aku memandangi teleponku, menunggu setidaknya sebuah pesan singkat. Hampir semua orang yang tahu nomorku mengirim pesan selamat ulang tahun. Banyak sekali, bahkan orang-orang yang aku tidak tahu keberadaannya memberiku hadiah hari ini. Banyak sekali, tapi tidak satu pun darimu.

Aku bertanya apakah kau sudah melupakanku. Sudah, pastinya. Menimbang kedinginanmu dan tingkat kepekaanmu, aku bisa menyimpulkan kau sudah melupakanku. Aku ingin menangis karena pemikiran itu. Tapi aku bahagia kalau memang kau sudah melupakanku. Ironisnya, aku berharap kau belum melakukannya, aku pria aneh.

Malam itu ketika kita bertengkar, tiap kata yang kau katakan tersimpan dengan baik di memoriku. Bagaimana kau mengatakan, “di mana pengertianmu?” terus menghancurkanku tiap kali aku teringat tentangnya. Aku berpikir bagian mana yang tidak kumengerti. Aku mengerti kau dari ujung kepala sampai kaki. Tapi aku memang tidak mengerti dirimu. Sekarang aku sadar bahwa aku tidak mengerti kau sama sekali.

Beberapa minggu ini, aku telah hidup dengan perjuangan; perjuangan untuk tidak merindukanmu. Aku mencoba sebaik mungkin tapi aku memang tidak bisa. Tiap detik kulewatkan dengan merindukanmu. Aku tidak bisa tidak melihat teleponku; aku tidak bisa tidak mencari kontakmu hanya untuk melihatnya dan berakhir dengan egoku di puncaknya. Aku ingin menelepon tapi egoku tidak membiarkanku. Aku minta maaf karena menjadi manusia, bukan malaikat seperti yang kau mau.

Jika malam ini berakhir tanpa kabar darimu, aku mungkin akan ada dalam perjuangan lagi. Sekarang jam sebelas lebih tiga puluh menit, dan bagaimana menyedihkannya aku masih menunggu sesuatu darimu.

Dengan kekuatan terakhir yang aku miliki,

Minho

Sohee duduk di dalam bak. Pipinya bekas air mata dan matanya yang bengkak tidak berhasil membuat kecantikannya redup. Ia sudah menatapi layar ponselnya selama setidaknya dua puluh menit. Layar itu menunjukkan sebuah nama dan nomor. Nama dan nomor itu milik Choi Minho. Batinnnya bergejolak, bingung memutuskan untuk menelepon atau tidak menelepon pria yang sangat ia rindukan. Ada banyak “jika” lintas lalu di pikirannya. Yang paling ia khawatirkan adalah: bagaimana jika Minho membeciku?

Akhirnya, dengan jemari yang bergetar ia menyentuh tombol hijau, menandakan ia benar-benar melakukan panggilan ke Minho. Ia tidak harus mendengar suara penyanyi kawakan Yoo Young-jin—yang dijadikan ringtone oleh Minho—karena pria itu langsung menjawab panggilan itu.

“Halo?” Ia tidak yakin.

Aku mendengarkan.” Minho menjawab panggilannya.

Sohee menghela nafas lebih banyak dari biasanya, “oke.”

Diam datang dan keadaan menjadi canggung. Sohee mengumpulkan keberaniannya dan berkata, “Kita belum putus baik-baik.”

Minho bingung. Ia mengharapkan Sohee hanya akan mengatakan selamat ulang tahun secara professional seperti penyanyi-ke-penyanyi tapi—apa yang ia baru saja bilang—melebihi pengharapannya yang paling liar sekalipun. “Aku mendengarkan,” katanya setelah beberapa saat.

“Jadi,” Sohee berhenti sejenak, menenangkan sesenggukan, “Aku hanya mau mengatakan, ayo kita putus dan menjalani hidup kita masing-masing. Apapun yang akan terjadi, aku dengan tulus berharap kau akan menjalaninya dengan baik.”

Minho menangis dalam diam—benar menangis. Ia membiarkan air matanya yang seindah berlian membasahi wajah malaikatnya. Tidak ada dari mereka memutuskan sambungan dan entah bagaimana kesunyian yang terjadi tidak begitu buruk. Baik Minho maupun Sohee menangis, mereka menyesal dan mereka ingin memeluk satu sama lain.

Akhirnya Minho sadar. Ia hampir menghancurkan ponselnya untuk pelepasan sentimennya, “Sou, kau masih di sana?”

Jantung Sohee berdegup kencang. Minho memanggilnya dengan nama sayang yang pria itu berikan. Ajaibnya, Sohee masih bisa berbisik “ya” pada Minho.

Aku dengan tulus berharap demikian. Tapi aku tidak bisa meneruskan pembicaraan ini. Ada wanita yang sedang dekat denganku, dia meneleponku jadi,”

Sohee menyela, “Oh, ya. Aku tutup sekarang. Selamat malam, Minho-ssi.” Dan ia benar menutup panggilan tersebut, meninggalkan mereka kehabisan nafas, tercekik oleh rasa sakit.

Minho berbohong. Tidak ada wanita lain, tidak ada panggilan. Itu semua tipu muslihatnya. Dan itu meninggalkannya rasa sakit. Kebenaran bahwa ia menyakiti Sohee adalah rasa sakit itu. Sohee pasti merasa terhina dengan kata-katanya.

Dan selama malam itu berlangsung, mereka berdua membuat sungai-sungai air mata.

P.S.                  : Jadi di Strong Heart Ye-eun cerita kalau dia nulis lagu Girlfriend dari pengalamannya sendiri dan itu nyentuh banget. Ceritanya hampir sama, mereka nggak putus baik-baik terus  Ye-eun telpon mantannya. Tapi mantannya bilang udah punya cewek lagi dan Ye-eun mikir, “cepet amat?” soalnya baru beberapa minggu sejak mereka putus.

-End-

P.P.S.              : “I Almost Do” ada semacam emotional bond antara aku sama lagu itu, ujung-ujungnya jadi insiprasi buat “keadaannya” Minho. And waaw! Akhirnya aku bikin sesuatu yang angsty—walaupun ini crappy *face palm*

P.P.P.S.           : Aku selesai UN! Dan berharap, sincerely, bisa nulis fict Indonesian lebih banyak lagi—it’s freaking hard. Anyway—sorry karena P.Ss—happy reading and comments are loves.

P.P.P.S.           : Ini ada dua versi, Indonesian and English. Englishnya bisa dibaca di personal blog-ku [kurofluid(dot)wordpress(dot)com]. You may find the poster was pretty awful, yes, itu emang bencana photoshop. Dan penulis nggak punya malu ini tetep ngirim itu-_-V.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

Advertisements

30 thoughts on “Midnight Call”

  1. Feelnya dapet banget lhoo… gk nyangka ye eun punya kisah sama mantan yg nyesek buat di kenang nah sekarang dibuat cerita dg cast minho – sohee, jujur sih..di WG aku emng ngefans berat sama sohee ckckckk XD, girlfriend ya… oh itu rupanya makna dr lagu itu, dn baru tau klu ye eun yg ciptain ><

    Sangat menyentuh,ngena banget di hati dan aku bisa merasakan gmna sakitnya (?) lain kali buat yg ky gini lagi yah thor..aku suka yg simple,pendek namun feelnya tetep kerasa (?)

    btw ini ff aku kasih 2 jempol, kaki juga boleh juga XD
    Keep writing, and fighting !

  2. Wah.. Kalo menurut aku dua2nya kasian, dua2nya sama sama belom bisa ngelepas cinta mrka satu sama lain, tapi mrka juga ga bisa ngungkapain cinta itu dan akhirnya malah egois dua2nya..
    Waaah.. Daebak..
    Ditunggu karya selajutnya, thanks author^^

  3. ini kenapa ini ? ahaaaa minho oppa ga usah bohong dapet telpon dari aku deh,di getok onew baru nyaho deh *plak hahahaha

    keren ceritanyaaaaa wah fotonya minho keceih aku sukaaaaa

  4. Keren sangaaatttt XDXD

    plis, ini nyentuh banget. Kata2nya juga rapi banget. Kereeennn XD

    Walah ga nyangka Yeeun punya kisah nyesek kyk gitu. #eh

    feelnya dapet. Aku suka 🙂

  5. Ini bener2 ngena banget di hati hlo thor, salut deh sama authornya.
    Feelnya dapet banget, romantis .
    Di tunggu karya yang lain 😀

  6. Cerita singkat yg sukses bikin aku berlinang air mata…
    Lanjutin doong jadi sequel. Sayang lohh ceritanya bagus :”)
    Klo cuma segini ceritanya jadi nanggung dan bikin mati penasaran :”)

    Good story!♥

  7. Gawd, ini per-fect-ion. Ngomong-ngomong, Faciikan ini orang Indonesia bukan? Soalnya kamu bilang nulis FF Bahasa Indonesia itu agak susah ._.

    Aku suka, FF Indonesia sama FF luar negeri itu ‘kan emang agak beda dari segi penjelasan (menurutku), tapi kamu menggabungkannya dengan baik, jadinya ‘wow’~ fantastic, baby!~ ;3

    I likey likey like it~ keep writing! ❤ *xoxo*

  8. Idih, sedih gini ceritanya. Manusia memang egois, jadinya Minho sama Sohee kaya sama2 berusaha menyelamatkan satu sama lain. Pdahal sih kalo bilang aja ya masih ga bisa buat pisah gitu.hhe. *plaakkk*
    oKEY deh, aku nantikan karya bahasa Indonesia-mu yang lainnya yaa 🙂
    Nice ff b^^d

  9. ceritanya terbilang realitas hidup banget. haha… aku suka…

    tapi aku bingungnya tuh pesan awalnya hanya berupa tulisan yang terpendam aja, y? *rada oon*
    that’s good, different, but fantastic!
    Keep writing~~

  10. call~!! like this yooo :mrgreen:
    aku baru nemu juga nih couple ini, cocok sih menurutku. ffnya faciikan-ssi gloomy banget ya, tapi keren! feelnya dapet. karya lainnya ditunggu ^^

  11. aaah, daebakk.. author org mana emgnya?? bisa bilingual gitu bahasanya. hehe 😀 suka bget sma ff ini, feel nya dapeeet bget. di tggu ff mu selanjutnyaa.. bhasanya bgus 😀

  12. Akhirnya, AKHIRNYA AKU NANGIS!!!! HYAAHHHH T^T
    Yasudahlah, nanti aku akan datang mengobati luka yang Minho alami #EARGH #diinjek
    Post aja yang bahasa Inggrisnya xD Atau bikin lagi juga gak papa #EEH
    Bagus, aku suka xD keep writing ya 😀

  13. woy, aku kenapa? #acak-acak rambut.
    nggak pernah peka sama romance, walau pun … #jangan bahas.
    well, aku tuh mikir facikaan. yang ff apa ya? eh, inget! yang buat ff english dan masuk sepuluh besar ff party kemarin, kan? #naneun pabo
    belum terbiasa makanya ada beberapa kata yang aneh. contoh: mengsampingkan, ect.
    kadang aku juga suka baca ff bahasa ingris, terus aku translate deh #saya kan nggak pinter bahasa inggris.
    gayanya emang ke inggrisan gtu walau pake indo. ditunggu karya lainnya!

  14. Lagi asik baca tiba” liat tulisan ‘P.S.’ langsung bete. Kenapa pendek sekaliii?! Padahal asli feelnya dapet bgt ituuu…. huwweeee~
    Post ffnya lagi tapi jangan sependek ini! Harus sampai selesai! *reader nuntut*
    Asli jd suka couple ini abis baca ffnya~ Keren!

  15. .
    woaaa~ ini ff pairing minho-sohee yg pertama kali aku baca (dan ga nyangka, ternyata ngefeel ama pairingnya)
    aku sering bgt dengerin lagu girlfriend, tapi ga pernah cari2 artinya-aku emang pemalas-_-
    baru tau kalo ternyata kisahnya kaya gitu ._. *pukpuk yeeun unnie

    ceritanya uhh… gimana ya ngomongnya, pokoknya sukses buat aku nyesek-nyesek-gemes pengen ngurungin minho-sohee berdua, biar mereka bicara baik2 trus balikan(?)
    duh, ngena di hati~~

  16. Huaaaaa, bagus lohhh, terlepas dari beberapa kata yang kurang tepat, ini bagus sekali!

    Terus berkarya dan membuat fic Indonesia ya supaya reader yang tidak paham bahasa Inggris bisa menikmati tulisanmu. Ditunggu karya berikutnya lohh 😀

  17. aaaaaaaaaa miwek saaya :/ pemilihan bahasanya aku suka.. biasanya aku mudah bosen baca ff, tapi ini bener2 buat saya baca sampe akhir 😀

  18. I never know there’s a Minho-Soohee pairing, haha. On second thought, this is a good story. I mean, there must be a reason why i (always) willing to read your story, must be something 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s