I must kill you….but, I LOVE You – Part 7

I must kill you….but, I LOVE You

Author : Arisachan97

Cast : Arisa—-Kim Ri Sa

Choi Minho

Support : SHINee, SMEnt.

Genre : Romance, Action

Rating : PG-15

a/n : Banyak yang bilang yang part sebelumnya kependekan… kalo gitu part ini kubikin panjang deh…. Semoga semua suka^^ selamat membaca~ ohiya, maaf kalau disini ada sedikit tindakan kekerasan.. jangan ditiru ya!

Part 7

Minho POV

Aku tertegun melihat pemandangan didepanku. Kulihat Taemin sedang memeluk Ri Sa. Tanpa sadar aku memukul dinding disebelahku. Ya, aku cemburu. Aku cemburu melihat Ri Sa bersama orang lain. Mungkin aku memang jatuh cinta dengannya….

“Apa yang kalian berdua lakukan?” kataku akhirnya, tak tahan melihat mereka berdua berpelukan lebih lama.

“Eh?…Huaa… mianhe Ri Sa-ah…. Aku tidak sengaja!!” kata Taemin. Sepertinya ia tidak sadar dia memeluk Ri Sa….

“Gwenchana oppa….. kalau ada masalah bilang saja ya….” Jawab Ri Sa.Dia segera meninggalkan kami berdua. Ada apa dengannya? Dia tidak mau menatapku? Kenapa?  Segera saja terlintas sebuah pikiran di kepalaku, ‘Aku harus mengejarnya!’.

“Key, Jonghyun-hyung…. Kau lihat tadi Ri Sa kemana?” tanyaku saat melewati dapur.

“Tadi sih dia langsung keluar dari dorm….” Kata Jonghyun-hyung.

“Aku memanggilnya tapi dia tetap pergi… ada apa dengannya?” sambung Key.

“Aissh….” Aku mengacak rambutku. Segera saja aku berlari keluar dorm.

“Hey! Minho-yah!! Hey!”  Tak kupedulikan panggilan 2 hyungku  itu.

*********

“Ada apa dengan mereka berdua?” tanya Key bingung.

“Entahlah…. Hey! Taeminnie….. mereka berdua kenapa?” tanya Jonghyun.

“Tidak tau hyung….” Jawab yang ditanya.

“Sudahlah biarkan saja mereka…” kata Key  akhirnya.

************

Ri Sa POV

“Nona, sepertinya kau tidak tau kalau tidak baik seorang gadis berjalan sendirian…. Apalagi gadis cantik sepertimu…”  orang itu mengulangi kata-katanya tadi.

Tanpa sadar, aku mundur beberapa langkah. Berusaha menjaga jarak.

“Ada apa Nona? Kau takut denganku?” orang itu berkata lagi. Aku bisa mencium bau alcohol dari badannya, dan kulihat dia juga membawa kaleng bir di saku celananya.

“Kuperingatkan kau, jangan macam-macam padaku!” aku berkata sinis.

Aku benci dengan namja pemabuk. Dalam pikiran mereka kalau sedang mabuk adalah hal-hal yang membuat banyak yeoja menderita. Dan, aku tidak main-main dalam urusan berkelahi. Aku benar-benar bisa membuatnya masuk rumah sakit hanya dengan sekali pukul. Mungkin juga mati..

“Hah! Memangnya yeoja sepertimu bisa apa? Hanya menghabiskan waktu didepan cermin saja bangga!” dia mulai berjalan semakin mendekatiku. Aku kembali mundur.

*DUK!* Sial, aku terjepit, dibelakangku ada tembok dan didepanku namja itu menghadangku. Aku tak bisa lari. Kami ada digang kecil dan buntu, dan sekarang aku terjebak.

“Kau tidak bisa lari Nona…” dia kembali menyeringai. Dia mendorong tubuhku pelan hingga benar-benar menyentuh dinding dan mulai menghimpitku. Aku mendorongnya, tapi dengan cepat ia mengunci tanganku.

‘Hmmph, kau pikir jika tanganku terkunci aku tidak bisa melawan? Aku masih punya kaki, kepala dan gigi untuk menyerangmu’ batinku dalam hati. Saat aku bersiap-siap untuk menendang, tiba-tiba…

*DUAK!!* ada seseorang yang memukul namja pemabuk itu hingga jatuh tersungkur. Orang itu…Minho-oppa!

“Ri Sa, gwenchanayo?” tanyanya lembut.

“Gwencha… oppa! Belakang!” namja itu berusaha memukul Minho dari belakang dengan sebuah kayu balok. Tapi, dengan sigap Minho-oppa menangkisnya. Ia menonjok namja itu tepat diperutnya. Namja itu langsung jatuh tersungkur kembali.

“Kau bodoh kalau masih mencoba untuk melawan…” kata Minho-oppa sambil membersihkan bajunya yang kotor, terkena debu.

“Huh, jangan harap kau bisa lari!” namja itu tiba-tiba bersiul. Apa dia memanggil kawan-kawannya?

“Oppa! Dia memanggil teman-temannya! Ayo pergi, oppa!” aku berseru sambil menarik lengannya.

Terlambat. Jalan masuk ke gang ini sekarang ditutupi sekitar 4-5 orang preman jalanan.

“Ri Sa, tetap dibelakangku!” seru Minho-oppa tegas. Aku tidak membantah. Sebisa mungkin sebaiknya aku menutupi kemampuan bertarungku. Agar tidak ada yang mnecurigaiku.

Preman-preman itu mengelilingi Minho-oppa. Ada yang mambawa tongkat besi dan pemukul kayu. Curang!

“Jangan harap kau bisa lari!” salah satu dari mereka maju. Mencoba memukul Minho-oppa. Tapi, dengan sigap Minho-oppa menangkisnya. Orang itu lengah, dengan segera Minho-oppa meninju perutnya.

“AKH!” orang itu mengerang dan tumbang. Melihat temannya tumbang, salah seorang yang membawa tongkat besi berusaha memukul kepala Minho-oppa. Minho-oppa berhasil mengelak tapi, pemukul itu sedikit mengenai tangannya.

“Akh!” Minho-oppa mengerang kesakitan.

“Oppa!!” aku berteriak panic. Aku maju. Mencoba mendekati dan melihat keadaannya.

“Ri Sa! Tetap disana!” teriaknya tegas, mencegahku untuk mendekatinya.

Orang yang memukul Minho-oppa tadi tersenyum. Ia mengayunkan tongkat besinya kearah kepala Minho-oppa.

“Rasakan ini!” serunya. *DUAK!!*

Minho-oppa berhasil menghindar. Pukulan orang itu malah mengenai rekannya sendiri, dan tentu saja rekannya itu langsung pingsan. Orang itu terpaku. Minho-oppa memanfaatkannya dan langsung memukul leher orang itu. Orang itu akhirnya tumbang. Sudah 4 orang Minho-oppa kalahkan. Tinggal 2 lagi.

Minho-oppa menatap sisa 2 orang. Orang yang membawa pemukul kayu menjatuhkan pemukulnya dan langsung bersujud minta ampun bersama sisa temannya.

“Tolong ampuni kami!!!” ratap mereka berdua.

Minho-oppa menghela nafas. Dan berkata,

“Baiklah, sekarang bawa teman-teman kalian dan segera pergi! Awas kalau kalian berani mengganggunya lagi!”

2 orang itu mengangguk. Mereka segera berusaha menggotong salah seorang yang pingsan terkena pukulan tongkat besi. Kami segera pergi meninggalkan mereka. Minho-oppa menggenggam tanganku erat. Aku bisa merasakan kehangatan dari tangannya. ‘Kehangatan ini…. Seperti saat aku bersama Ren, Umma, dan juga Appa….’ Batinku dalam hati.

“Ri Sa, gwenchanayo?” tanya Minho-oppa tiba-tiba sambil menatapku dalam.

DEG! Aku merasakan jantungku berdetak lebih cepat, seperti waktu itu. Aku merasakan wajahku ikut memanas karenanya. Segera saja kupalingkan wajahku. ‘Perasaan apa ini?’ tanyaku dalam hati.

“Gwe..Gwenchana op..oppa..” jawabku tersendat.

“Syukurlah… ayo pulang! Yang lain pasti khawatir!” serunya sambil tersenyum lembut. Aku mengangguk dan balas menggenggam tangannya. Tiba-tiba, ia merintih kesakitan. Aku tertegun. Segera saja kuangkat tangannya dan membuka lengan baju panjangnya.

“Oppa! Tanganmu… memar! Ayo cepat pulang! Harus segera diobati!” seruku kaget.

“Tidak apa-apa, Ri Sa… tidak usah khawatir..”  serunya sambil melepaskan tangannya dari peganganku.

“Tidak bisa oppa! Ayo!” aku menarik lengannya dan segera berjalan pulang. Ia mengikutiku tanpa membantah.

*****

Sesampainya di dorm SHINee….

Minho POV

Ia menyeretku kedalam kamarnya tanpa mempedulikan tatapan bertanya anggota SHINee lainnya. Aku hanya diam tak membantah. Dia lalu menyuruhku duduk dipinggir tempat tidurnya. Aku patuh dan segera duduk. Ia membuka lemari dan mengambil sesuatu yang aku yakin kotak P3K. Ia menaruh kotak itu dimeja kecil disamping tempat tidur dan membukanya. Ia mengambil kapas dan melumurinya dengan obat antiseptic.

“Oppa, tanganmu!” katanya sambil duduk disampingku.

Segera saja kuberikan tanganku. Ia langsung mengobati tanganku. Aku mengerang kecil saat kapas dengan obat antiseptic itu menyentuh kulitku. Perih!

“Mianhe, oppa… gara-gara aku oppa jadi seperti ini…” katanya sedikit terisak sambil membalut tanganku dengan perban.

“Gwenchana…lagipula kau sudah mengobatinya kan?” jawabku. Ia mengangguk dan langsung fokus membalut tanganku.

“Nah, sekarang tak akan infeksi…” serunya sambil tersenyum setelah selesai membalut tanganku dengan perban.

Ia beranjak dari duduknya dan membereskan obat yang tadi dipakainya mengobatiku. Tanpa sadar, aku menarik tangannya pelan. Aku berdiri dan mendekatkan wajahku kearah wajahnya. Ingin rasanya aku menciumnya tapi… kuurungkan. Aku takut ia akan membenciku.

“Op..oppa?” serunya terkejut dengan perlakuanku.

Aku segera tersadar. “Gomawo…” bisikku.

Ia terdiam beberapa saat dan tersenyum.

“Ne, tidak masalah..” katanya lembut.

Dia berjalan keluar kamar. Aku mengikutinya. Saat membuka pintu kamar kami berdua terkejut saat melihat Jonghyun-hyung, Onew-hyung, Key, dan Taemin jatuh saling menimpa.

“Yak! Apa yang kalian semua lakukan???” teriakku.

“Ehehehehehe… kami penasaran dengan apa yang kalian berdua lakukan… jadi kami menguping..” jawab Jonghyun-hyung tanpa rasa bersalah.

“Aigoo oppa…. Aku hanya mengobati tangan Minho-oppa yang terluka!” seru Ri Sa dengan muka memerah.

“Mwo? Minho terluka?? Mana? Coba kulihat!” seru Key yang tiba-tiba langsung menarik tanganku.

“Aissh..sakit tau! Pelan sedikit kenapa sih??” gerutuku.

“Minho-hyung… kenapa bisa seperti ini?” tanya Taemin penasaran.

“Aku….” Aku menjelaskan apa yang terjadi tadi. Mereka semua mendengarkan dengan serius. Ri Sa menundukan kepalanya. Ia terlihat mau menangis. Taemin yang ada disampingnya mengusap pelan punggungnya. Ia tersenyum sambil menatap Taemin. Aku cemburu melihatnya.

“Omo… Ri Sa… lain kali jangan jalan-jalan sendirian lagi ya! Kalau kau ingin keluar dari dorm, mintalah salah satu dari kami menemanimu! Jangan sampai kejadian ini terulang lagi!” seru Key setelah aku menyelesaikan ceritaku.

“Mianhe oppa… aku janji lain kali akan berhati-hati…” Ri Sa membungkuk kearah kami semua.

“Sudahlah.. tidak apa-apa… ayo kita makan sekarang! Perutku lapar!” seru Onew-hyung sambil merangkul Ri Sa.

“Ne, AYO~~~” seru Taemin sambil ikut merangkul Ri Sa.

“Ah, oppa! Berat!” seru Ri Sa sambil mencoba melepaskan rangkulan Onew-hyung dan Taemin.

“Hei kalian! Jangan lupa untuk mencuci tangan kalian!” seru Key mengingatkan.

Aku memandang Ri Sa dan Taemin yang sedang bercanda berdua bersama dengan Onew-hyung juga. Aku cemburu melihatnya dekat dengan laki-laki lain…. Astaga…. Aku benar-benar telah jatuh cinta dengannya…

******

Sementara itu ditempat yang tidak jauh dari dorm SHINee…

“Kali ini kau kumaafkan Choi Minho… karena kau telah menolongnya tapi, kau tak akan kuampuni kalau kau macam-macam dengannya!” seru seseorang sambil meletakkan teropongnya.

“Sekarang waktunya menghukum orang-orang yang sudah mencoba berbuat macam-macam ke Ri Sa-ku tersayang…” gumamnya pelan sambil mengasah sebuah pisau.

******

Di sebuah gang kecil, terlihat beberapa namja sedang bercakap-cakap sambil mabuk-mabukan.

“Aissh!! Sialan!!! Kurang ajar!! Akan kubalas namja yang tadi siang itu suatu saat!!!” seru salah satu namja sambil meneguk kembali soju-nya.

“Aku ikut denganmu Bos! Perutku sakit sekali gara-gara pukulannya!” timpal salah satu anak buahnya.

“Setuju! Leherku masih sakit sampai sekarang karena pukulan namja itu!!” timpal namja lainnya.

“Dan… yeoja tadi… sangat manis… akan kubuat yeoja itu menjadi milikku!” seru si Bos sambil meneguk soju-nya kembali.

Mereka tidak sadar dari tadi seseorang memperhatikan mereka dari jauh. Orang yang memperhatikan mereka berjalan mendekati kerumunan mereka. Salah seorang dari kerumunan itu melihat orang itu datang.

“Hei siapa kau??” serunya.

Orang itu hanya tersenyum dan berkata,

“Aku malaikat pencabut nyawa kalian…”

Mereka tertegun. Kebingungan.

“Apa maksudmu???”

“Karena kalian telah berani menyentuh yeoja kesayanganku, aku akan membunuh kalian…” orang itu berkata lagi sambil mengeluarkan sebuah pisau dari saku jaketnya.

Secepat kilat, ia menyerang semua orang yang ada disitu. Menusuk organ-organ vital mereka hingga mereka mati kekurangan darah. Orang yang diserang tak bisa membalas. Mereka bahkan tidak bisa berteriak kesakitan saking cepatnya orang yang menyerang mereka.

“Cobalah memikirkan rasa sakitnya diakhirat…” gumam orang itu sambil menjilat pisaunya yang berlumuran darah.

****

Keesokan harinya di dorm SHINee….

“Hei kalian semua!!!!! Ayo bangun!!!!!” teriak Key saat melihat semua member SHINee(minus dirinya) masih tertidur pulas. Padahal, jam sudah menunjukan pukul 7.30 pagi.

“Ri Sa… bantu aku membangunkan mereka… kau coba bangunkan Minho dan Taemin!” seru Key kearah Ri Sa yang baru selesai mandi dan sedang menyisir rambutnya.

“Ne,oppa..” Ri Sa segera berjalan menuju ranjang Taemin. Dilihatnya si Magnae SHINee sedang tertidur pulas seperti bayi. Ri Sa tersenyum kecil melihatnya. ‘Oppa… kau itu imut sekali sih!!’ batinnya.

“Oppa!! Ireona… sudah pagi!! Harus sekolah!!” seru Ri Sa berusaha membangunkannya.

“Ah..andwe… masih ngantuk..” jawab Taemin sambil membalikan badannya.

“Oppa kalau kau tidak bangun sekarang aku tak akan mau membantumu lagi!” ancam Ri Sa. Segera saja Taemin langsung membuka matanya.

“Yaaa… jangan, jangan! Baiklah.. aku bangun sekarang!!” gerutu Taemin.

“Baguslah kalau begitu…” Ri Sa berjalan menuju ranjang Minho.

“Oppa!! Ireona…sudah pagi!!” seru Ri Sa sambil mengguncang-guncangkan badan Minho. Tapi Minho tak kunjung bangun. Dia masih tidur lelap layaknya orang mati.

“Oppa!!! Ireona!!” seru Ri Sa lagi.

“Percuma… dia tak akan bangun hanya dengan seperti itu… yang bisa membuatnya bangun hanya Yoogeun…” seru Jonghyun yang melihat Ri Sa berusaha membangunkan Minho.

“Yoogeun? Siapa?” tanya Ri Sa bingung.

“Anaknya…” jawab Jonghyun.

“MWO?? Minho-oppa sudah menikah dan punya anak???” seru Ri Sa terkejut.

“Bukan..bukan… tapi anak yang kami asuh di acara Hello Baby…” jelas Jonghyun.

“Oh… hei, bagaimana cara Yoogeun membangunkannya?” tanya Ri Sa penasaran.

“Menciumnya…. Ohiya! Bagaimana kalau kau menciumnya?? Mungkin dia akan bangun…” jawab Jonghyun sambil bercanda.

Muka Ri Sa memerah.

“Apa ia benar-benar akan bangun jika aku menciumnya?” tanya Ri Sa polos.

“Mungkin saja…” Jonghyun berusaha menahan tawanya. Ia tidak menyadari bahwa Ri Sa menganggap candaannya dengan serius.

“Baiklah…” Ri Sa mendekatkan wajahnya ke wajah Minho. Jantungnya berdetak tak karuan saat melihat wajah Minho dari dekat. ‘Aigoo~ tampan sekali dia!!’ batinnya dalam hati. Ri Sa merasa ragu. Ia merasa sangat malu untuk menciumnya. ‘Ayolah.. kalau tidak nanti dia tidak bangun-bangun… Ri Sa! Kau harus melakukannya!’ seru suara hatinya.

~CHUP~ Ri Sa mengecup pipi Minho pelan. Jonghyun terbelalak melihatnya begitu pula member SHINee yang lain. Bahkan Onew yang tadi masih setengah sadar membuka mata lebar-lebar. Minho yang kaget segera bagun dan terduduk ditempat tidur.

“Akhirnya oppa bangun juga! Jonghyun-oppa memang benar!” sorak Ri Sa tanpa memperhatikan tatapan para member SHINee.

“Kim Jonghyun!!! Apa yang kau katakan ke Ri Sa hah?!?” teriak Key.

“Dia bertanya bagaimana cara Yoogeun membangunkan Minho.. lalu kujawab saja menciumnya.. aku hanya bercanda menyuruhnya mencium Minho…” jawab Jonghyun. Ia tidak menyangka Ri Sa benar-benar serius melakukannya.

“Aissh..HYUNG!!!!” Minho bangkit dari tempat tidur dan segera mengejar Jonghyun. Jonghyun yang sadar akan berbahaya baginya jika ia tidak kabur segera lari. Terjadilah aksi kejar-kejaran antara Minho dan Jonghyun. Member yang lain hanya memperhatikan mereka sambil tertawa.

“Harusnya aku tidak bangun saja biar dibangunkan dengan ciuman Ri Sa… seperti Sleeping Beauty…” gumam Taemin pelan.

Onew yang mendengarnya langsung menjitak kepala Taemin. “Yak! Kau masih kecil pikirannya sudah…”

“Aissh…sakit hyung!!” gerutu Taemin lalu segera keluar kamar menuju kamar mandi agar tidak rebutan dengan member lainnya.

“Oppa! Kalian tidak mandi? Jonghyun-oppa! Kau harus kuliah jam 9 nanti! Minho-oppa! Syuting Dream Team jam 10 nanti! Onew-oppa! Ada syuting drama musical jam 11 nanti!” Ri Sa berusaha menghentikan Jonghyun dan Minho yang masih kejar-kejaran.

“Oh iya!!!” seru mereka serempak. Mereka segera berlari kekamar mandi.

“Yak! Taemin!!! Cepat mandinya!!!!” seru mereka serempak.

“Sabarlah hyung!! Salah sendiri lama bangunnya!!” balas Taemin sambil sibuk membersihkan diri.

“YAK! MAGNAE!!!!”

Key dan Ri Sa hanya geleng-geleng kepala melihat mereka.

“Aigoo~ Mereka seperti anak kecil saja…” guam Ri Sa sambil tertawa pelan.

“Ne, mereka memang kekanak-kanakan!” timpal Key. “Ohya! Lain kali jangan terlalu percaya ucapan Jonghyun-hyung ya! Dia sesat!” tambahnya.

“Baiklah oppa…”

*******

Ditempat lain..

“Ri Sa! Kenapa kau mencium namja itu???? Kenapa Ri Sa???” teriak seseorang penuh emosi. Gelas kopi yang sedang dipegangnya sampai retak saking kencangnya orang itu menggenggamnya.

*******

Minho POV

‘Astaga!!! Aku tidak percaya hal ini terjadi!! Apa ini mimpi???’ batinku dalam hati. Tidak. Ini bukan mimpi. Ini kenyataan. Ri Sa menCIUM pipiku!!!! Ingin rasanya aku berteriak sekencang-kencangnya. Seperti saat shawol melihat kami tampil dipanggung. Aku mengamati wajahku. Dia menciumku tepat disini. Aku mengusap pipi kananku. Aku masih ingat saat bibir mungilnya yang hangat menyentuh pipiku.

“Aissh..Kim Ri Sa!! Kau membuatku gila!!” gumamku pelan.

“HEI!! CHOI MINHO!!!! Jangan lama-lama mandinya!!!!!! Aku bisa telat nih!!!!” seru Onew-hyung sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi.

“Ne hyung!! Sebentar lagi!” jawabku. Secepat kilat aku segera memakai celana panjangku dan memakai kemejaku tanpa mengancingkannya agar Onew-hyung bisa cepat mandi.

“Nih hyung..” kataku saat keluar dari kamar mandi.

“Huh.. lama sekali kau ini!! Jangan memikirkan Ri Sa terus makanya!!!” serunya sebelum menutup pintu kamar mandi.

MWO? Bagaimana dia bisa tau??

Aku berjalan kearah meja makan. Kulihat Taemin sedang sarapan sambil mengerjakan PR-nya yang belum selesai, Jonghyun-hyung berusaha membantu Taemin sambil memakan sarapannya. Key sedang menyiapkan piringku dan Onew-hyung. Tapi dimana Ri Sa?

“Loh? Mana Ri Sa?” tanyaku pada Key.

“Dia menonton berita pagi di ruang TV… baru pertama kali kulihat ada yeoja seperti dia… menonton berita… biasanya yeoja kan selalu menonton gossip…” jawab Key.

“Ooh…” aku memakan sarapanku pagi ini. Tiba-tiba dari ruang TV terdengar teriakan.

“MINHO-OPPA!!!Cepat kesini!!”

Aku segera ke ruang TV diikuti dengan yang lainnya. Ri Sa menunjuk layar TV mengisyaratkanku untuk menontonnya.

“Ditemukan mayat 6 orang namja disebuah gang kecil. Diperkirakan kejadian ini adalah pembunuhan dilihat dari cara kematian ke-6 namja tersebut. Yaitu ditusuk dengan senjata tajam. Pelaku saat ini sedang diburu oleh kepolisian Seoul. Polisi mengatakan pembunuhnya sangat lihai karena tidak meninggalkan jejak dan sidik jari. Sekian berita pagi yang dapat kami sampaikan..”

Ri Sa menatap TV itu. Begitupula denganku. Dia menoleh dan menatapku.

“Oppa, mereka…. Namja yang mengangguku dan kau hajar kemarin kan? Kau ingat kan oppa?” serunya sambil sedikit terisak. Aku segera menghampirinya dan langsung memeluknya. Ia menangis.

*******

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

Advertisements

21 thoughts on “I must kill you….but, I LOVE You – Part 7”

  1. WAAAA SERUUUU!!
    Hmm minho cemburu sama taemin hahahaha
    Woaaaw, kukira risanya ikutan berantem, ternyata enggak haha ._.
    Dan itu jonghyun, plis deh jago banget bercandanya haha ‎​¬.¬ /plak

    Seruseruseruuu, lanjutin ya author~ 😀

  2. Keren author…..
    Author siapa sih yg suka mengamati ri sa??
    Jadi penasaran dia jg ngebunuh’a hebat bngt….
    Ri sa enk bngt bs nyium minho meski di boongin jjong…..
    Lanjut ya author jgn lama”

  3. author atau admin .. aku mau nanya…. boleh gx nih .. boleh ya ???
    part 1 – 6 nya dimna?
    aku cari kok gx da ???
    apa aku ajah ya yang dodol ??

    ffnya keren tuh … wiss tuh pembunuhnya.. ckckckck siapa sih tuh org ???

  4. Akhirnya muncul juga ini ff….
    makin seruuu…
    itu siapa sih yang ngaku2 kalo risa yeojanya??
    kapan di kasih tahunya thoor????
    lanjut thor ga mau tahu thorr.. *ngancem* hahaha

  5. Yaaampunn
    Risa nyium minhoo
    Mau aja dikerjain jonghyun
    Hahahahaa
    Itu serem banget deh matinya
    Kayanya dia udah benci banget ama minho

  6. Nice FF Thor! Good Job! Makin ke sini makin romatis & menegangkan…! Minho sama Ri Sa makin dekat aja. Semoga Minho Oppa lebih kuat dari Ri Sa kalo soal berkelahi, kan ga asyik tuh kalo ceweknya lebih trampil berkelahi, -.-‘ jadinya Minho Oppa ga berguna deh! Haha!
    Mian baru komen di Part ini, aq baru liat pas di part 6 soalnya, Mianhae….

  7. FF ini termasuk dari beberapa ff favorit aku lho ^^. aku suka banget ceritanya. tapi aku mw nanya. setahu aku, risa itu termasuk dari agen2 rahasia atau apalah itu namanya. tapi di sini dia terkesan lemah dan nggak bisa apa-apa. sori, tp menurut aku, kalo emang dy nggak mau berantem supaya nggak ketahuan, sebaiknya di bagian risa POV dijelasin.
    tapi over all, cerita ini menarik kok. aku suka scene-scenenya.
    iiiihhh…aku penasaran sama namja yang mengintai itu. siapa siapa siapa? keren nggak? hehe.
    lanjutannya jangan lama ya ^^

    1. tapiiiii…aku tetep sukaaaaaaaaaaaa…banget deh sama cerita ini! aku suka pasangan minho-risa di sini. ih authornya siapaaa? arisa jugakah? sini aku kiss. hehe.
      sekali lagi, lanjutannya jangan lama ya, arisa ^^

  8. Yaaaaaaaawwww!
    Arisa nyium Minho .x3
    Omo!
    Wkwkkaa.
    Jjong jail amattt!
    Wkwkka.

    Aigooo.
    Ngapa hrus TBC !
    Pdhl penasaran !
    Lanjuuuuuutttttt !!

  9. aku mau ng’kiss minho jugaa 🙂
    PLAK
    *digampar flames**

    daebakk ceritanyaa author~ favorit saya nii, soalnya ada babang minho sayangg
    hahahaha
    ayooo lanjutannya di percepat ya

    plis plis plis *jurus** pupileyes
    hehehehe

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s