More Than 100days – Part 1

More Than 100days – [1]

Title                 : More Than 100days

Author             : adinary

Main Cast        : Han Jinie – Lee Taemin

Support Cast    : Sulli f(x)

Length             : Sequel

Genre              : Fantasy – Romance

Rating              : General

Summary         : Peri kecil, Jinie yang belum menjadi peri sesungguhnya harus turun ke bumi untuk membantu memperbaiki nasib seorang manusia. Namja tampan, Lee Taemin. Bukan siswa yang di idolakan oleh banyak yeoja seperti di drama-drama. Dengan nasibnya yang bisa dibilang buruk, ia menyukai seorang wanita seangkatannya yang terlihat sempurna di matanya, Sulli.

A.N                  : Annyeonghaseyo^^ aku reader baru yang coba-coba bikin sequel dan ngirim kesini 😛 sebenernya ini bukan fanfic pertama aku. Tapi ini jadi yang pertama di post di sini. Mianhae ya kalau ceritanya gaje, aneh dan gak masuk akal (?) untuk tanggal-tanggal yang ada di ff ini sebagian ada yang ngarang. Kalo umur, aku pake umur international buakn korea. Mianhae juga ya kalo banyak typo J enjoy!!^^

~~~

Author pov

Makhluk-makhluk mungil itu beterbangan kesana kemari dengan sayap-sayap yang menghasilkan butiran-butiran bercahaya. Baju mungil, sayap mungil yang indah, cantik dan tampan. Mungkin bisa tebak mereka mak hluk apa ? *readers: nyamuk?-_- | author: bukanlah-_-* Ya, mereka peri-peri kecil ^^ para peri ini bertugas membantu manusia untuk mengubah nasibnya yang buruk.

Diusia 15 tahun, mereka harus melewati 1 tes untuk menjadi peri sesungguhnya. Yaitu, praktek lapangan atas apa yang sudah mereka pelajari selama 15thn.

“Jinie-ya, kapan kau akan turun ke bumi ? Kau kan sudah 15thn. Lihat, teman-temanmu sudah turun ke bumi.” Ucap seorang laki-laki berumur yang tak lain ada ayah dari peri Jinie.

Jinie menghampiri ayahnya dengan malas, “Aish, appa. Aku malas. Tak bisakan aku menjadi peri sesungguhnya tanpa melalui tes mengubah nasib manusia itu ?”

Ayah Jinie menggerakan jari telunjuk tangannya yang artinya, ‘tidak-bisa’. “Kau harus tetap turun ke bumi. Kau mau mempermalukan ayahmu ini, huh ? kau kan tau ayah menteri di dunia peri ini.”

“Ne, aku tau appa, tapi-“

“Kalau kau menolak, kau tau sendiri akibatnya. Kau mau ?”

“Enggg…ani appa, tapi aku tidak tau apa yang harus ku lakukan.” Keluh Jinie. Terlihat jelas bahwa ayah Jinie sudah mulai kesal.

“YA! Lalu apa maumu anak manja ? apa saja yang kau pelajari selama 15thn ini, huh ?! kau tak lihat oppa dan eonni mu yang sekarang sudah menjadi peri yang sebenarnya ??? mereka mendapat banyak fasilitas dari leluhur karena prestasinya!” Kesal ayah Jinie lalu ia hendak menjitak anak bungsunya yang manja itu. untung Jinie sempat menghindar. “Bukankah selama ini apa yang kau inginkan selalu appa berikan ?”

Wajah Jinie berubah sebal, “Appa selalu membandingkanku dengan oppa dan eonni!!!! Aku benci itu !!!!” Jinie berbalik badan dan mengepakan sayapnya keras-keras.

“YA! Kau mau kemana ???” teriak ayahnya.

“AKU MAU KE BUMI !!!! MENCARI MANUSIA YANG SIAL DI DUNIANYA !!!” teriak Jinie kesal. Ia pun terbang ke arah gerbang negeri peri dan turun ke bumi.

“WAKTUMU 100HARI DARI BESOK!!” teriak appa JInie.

~~~

Taemin pov

HARUS SAMPAI KAPAN NILAI UJIAN MATEMATIKAKU 5 ? BAHKAN SASTRA KOREA PUN HANYA 6 ! sungguh buruk kau Lee Taemin!!!

Tak ada satu pun hasil ujianku yang berada di atas 7. Buruk! Sangat buruk! Sekeras apapun aku belajar hasilnya tetap nihil. Kenapa nasibku begini ?!

Aku terus berjalan menuju rumahku. Ya, rumahku memang dekat dengan  sekolah. Aku melihat begitu banyak orang yang sedang tertawa riang, sedangkan aku ???!! aku kadang berpikir,  mereka tertawa seperti itu, apa nasib mereka semua bagus ? kurasa, iya.

“Babo..” lirihku sambil berjalan dan menunduk.

Brukkk!!!

Aish, sial! Apa yang ku tabrak.

“Ya, anak muda. Kalau jalan jangan menunduk. Lihat semua belanjaanku berantakan! Haaaa, telur-telurku pecah semua.” Ahjumma itu terus mengeluh.

“Jeoseonghamnida, saya tidak melihat jalan tadi. Biar ku bantu.” Aku pun berlutut dan memunguti belanjaannya.

“Kau harus ganti telur-telurku! Harga telur sedang mahal sekarang, dasar anak muda sekarang. Jalan mengandalkan mata kaki, mana terlihat jalannya.” Omel ahjumma itu. ish, berisik sekali.

“Baiklah akan ku ganti, berapa semuanya ?”

“3000won!”

Aku pun mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetku, “Ini. Sekali lagi, jeoseonghamnida ahjumma. Berhati-hatilah.” Ucapku membungkuk berusaha sopan pada ahjumma itu. tapi ia malah membuang muka dan berjalan cepat. aiiihh!!!

“What’s next ? di sekolah tadi aku terpeleset di toilet, ujianku jelek, 3000won ku melayang!” aku pun menendang kaleng yang ada di depan kakiku, tanpa basa=basi aku pun menendang kaleng itu.

AWWW!!

Eh ? apalagi sekarang ? kulihat seorang ahjussi mengelus kepalanya tanda kesakitan. Aish, ahjussi itu menyeramkan sekali seperti preman. Tanpa pikir panjang aku pun segera berlari dari tempatku berdiri, berusaha menghindari ahjussi tadi.

Aku pun sampai di rumah, seperti biasa rumahku sepi. Hanya ada bibi Jung. Orang tua ku selalu sibuk. Ada dimana mereka sekarang ?

Aku pun segera naik ke atas menuju kamarku, sbelum membuk apintu aku menemukan secarik kertas tertempel di pintu.

“Taeminie~ Anak tunggal kami tersayang, appa dan eomma pergi dulu untuk 5hari, ya ?^^ kami ada urusan di Inggris. Jangan lupa makan dan jaga kesehatanmu. Eomma membelikan banyak banana milk, semuanya ada di kulkas. Minumlah^^ annyeong.”

“Cih, Luar negeri lagi.” Dengusku kesal lalu membuang kertas itu sembarang dan masuk kamar.

“Ahh!! Nyaman!!” ucapku saat tubuhku menyentuh kenyamanan kasurku ini. Lebih baik aku tidur.

Jinie pov

Aku terbang seenak hatiku di tengah-tengah kawasan manusia ini. Peduli apa aku kalau mereka menganggapku lalat, nyamuk atau binatang-binatang kecil lainnya. Aku bahkan tak peduli kalau tiba-tiba ada manusia yang memukulku seperti nyamuk dan aku mati. Ah, ani! Aku masih 15thn, masih ingin hidup.

“Ish, jinjja! Manusia seperti apa yang harus ku bantu!” omelku sambil terus beterbangan. Tak lama mataku tertuju pada seorang namja yang mengenakan seragam. Wajahnya tampan tapi kusut. Tidak menarik. Tapi, menurut buku peri yang ku baca cirri-ciri manusia bernasib buruk itu ya yang wajahnya kusut-kusut seperti namja itu, lalu ciri-ciri lainnya…..ah molla aku lupa!! Aku jarang belajar.

“Ku ikuti saja dia,” gumamku sambil tersenyum penuh arti. Aku pun menghampirinya dan terbang di dekat pundaknya, semoga ia tak menyadariku.

Waah, namja ini kacau sekali. Ia menabrak seorang ahjumma, lalu mengomel tentang sekolahnya, mungkin ? tak lama dari itu ia menendang kaleng dan mengenai seorang ahjussi menyeramkan. Sungguh buruk nasib namja ini.

Ku ikuti dia, sesampainya ia di kamar, saat di pintu kamar tadi ia kesal pada orang tuanya. Apa ada masalah dengan orangtuanya ? Malang sekali. Padahal, kurasa dia orang jaya.

“Saatnya menampakkan diri, hahaha!! Hhh, jamkkaman! Aku lupa teknik merubah diri menjadi manusia. Aish!!! Jinie pabo!!!” gerutuku sambil terus memutar otak.

“Akan kucoba!” lanjutku lalu perlahan memutra-mutar jari telunjukku di udara dan berpijak diatas selimut tebal Taemin.

Author pov

Saat Jinie mencoba untuk merubah diri, tiba-tiba Taemin membuka matanya lagi karena ia merasa lapar. Ia pun duduk dan…..

*bwusss*

“AAAAA!!!” teriak Taemin sambil mundur ke belakang saat ia melihat seekor kucing di kasurnya.

*bwusss*

“AAAAAAAA!!!!!!!” syok Taemin saat melihat beruang itu berubah menjadi beruang besar.

*bwusss*

“AAAAA EOMMAAAAA!!!” Taemin makin histeris saat sosok itu berubah menjadi ular piton.

*bwusss* *jadi kelinci*

*bwusss* *jadi lalat*

*bwusss* *jadi kupu-kupu*

“Yaaaa, mwoya ige ? jangan-jangan aku mimpi..” ucap Taemin menepuk-nepuk pipinya sedangkan sosok it uterus berubah menjadi sosok-sosok binatang lainnya.

“aww!” ternyata Taemin tidak bermimpi. Tangannay sakit saat ia mencubitnya. “Enggg.. aku tidak bermimpi, lalu-“

*bwusss*

Kata-kata Taemin terpotong saat ia melihat makhluk yang berubah-ubah bentuk tadi menjadi seorang wanita yang cantik. Dress putih selutut dengan bahan yang ringan. Rambut sepinggang dan sedikt bergelombang dengan poni lurus ke depan menutupi keningnya.

“WOAH!!!1 aku berhasil!! Hahaha, melelahkan. Dasar peri bodoh kau, Jinie!” ucap Jinie itu girang saat melihat dirinya berhasil mengubah wujudnya. Lalu Jinie pun menoleh ke arah Taemin yang masih menganga dan terkejut. Taemin tak berkedip.

“Annyeong!” sapa Jinie ceria.

“WAAAAAA!!!!” teriak Taemin dan seketika ia melompat dari kasur dan mengacungkan gulingnya ke arah Jinie, “YA! Makhluk apa kau ??? berubah wujud semaumu!!! Cepat jawab!!!!”

“Ya! Kau tak pernah melihat wanita secantik aku ?” (plakkk) Ucap Jinie santai. Namun Taemin tak merespon. Ia hanya menatap heran pada Jinie. Tatapannya penuh tanda tanya.

“Arrasso, arrasso.. aku akan menjelaskan semuanya.” Ucap Jinie. Jinie menatap Taemin untuk menunggu Taemin duduk disebelahnya. “Wae? Duduklah. Aku takkan menyakitimu.”

Dengan ragu Taemin pun duduk disamping Jinie tapi tetap menjaga jarak.

“Ceritakan.” Perintah Taemin.

“Ne. Jinie imnida. Aku peri. Kau percaya ? hm? Aaah aku yakin kau tidak akan percaya. Tapi apa yang ku katakana itu benar. Aku seorang peri. Mianhae tadi sempat membuatmu takut. Itu bukan pertemuan pertama yang bagus.” Jelas Jinie.

“Jangan banyak berbasa-basi atau ku lempar kau keluar!”

“Aish! Galak sekali. Arrasso, aku to the point. Aku berasal dari negeri peri yang mempunyai tugas merubah nasib orang-orang menyedihkan sepertimu, a-“

“MWO ? orang menyedihkan ?!!” marah Taemin.

“Ne. kau menyedihkan, untuk itulah aku mengikutimu sedari tadi. Sebenarnya aku dalam tahap ujian karena untuk menjadi peri sesungguhnya aku harus membantu seorang manusia untuk mengubah nasibnya. Aku tau kemampuanku tidak bagus, tapi setidaknya aku punya niat untuk berusaha membantumu. Jelas ?”

Taemin mendengus dan tertawa tak percaya, “Lelucon macam apa itu. peri ? mengubah nasib ? ku rasa kau gila wanita kecil. Berapa usiamu ?! 10thn? Huh?! Khayalanmu sungguh…hhh entahlah. Sekarang keluar dari kamarku!” Taemin beranjak berdiri dan hendak menarik ujung lengan dress Jinie.

Jinie memandang Taemin dengan tatapan kesal, ‘rupanya dia meremehkanku’ batin JInie. Jinie pun menggerakan telunjuknya ke arah buku cetak yang terletak di atas meja belajar Taemin dan mengarahkannya ke kepala Taemin.

Taemin terlihat semakin kesal karena Jinie tak bergerak, “YA! Cepat keluar atau- AAW!!!” jerit Taemin saat buku tadi menghantam kepalanya. Taemin segera memegang kepalanya dan terduduk di kasur. “YA! Kau ingin membunuhku, HAH ?!”

Jinie tersenyum, “Itu hukumannya kalau kau meremehkanku dasar namja bernasib buruk!! Usiaku 15thn!! Bukan 10thn!!”

Mereka terdiam sejenak. Sampai Jinie bersuara, “Dengar. Aku kesini untuk merubah nasibmu. Tepatnya membantumu untuk merubah nasibmu sendiri. Aku juga memohon bantuanmu karena jika aku tidak bisa menyelesaikan ujian ini, appa ku akan memasukkanku ke sekolah brandal yang mengerikan. Tempat para peri yang gagal merubah manusia dan aku harus mengulang semuanya dari awal. Jadi, ku mohon kerja samanya.” Jinie pun membungkuk dan menatap Taemin lagi, “Kau masih bingung?”

Taemin menghela nafasnya dan merebahkan tubuhnya, “Biarkan aku tenang sebentar. Biarkan aku menerima kenyataan aneh ini. Ini gila.”

“Baiklah.” Ucap Jinie

Secara tiba-tiba Taemin beranjak duduk dan mendekat ke arah Jinie. Ia menyentuh pipi JInie dengan jari telunjuk tangannya.

“Daebak~ kau nyata~”

“Tentu saja aku nyata, dasar pabo!”

“Lalu kau akan tinggal dimana selama membantuku?” Tanya Taemin.

“Tentu saja disini. Di kamarmu.”

“MWO ?!!”

“Waeyo??”

Taemin menggaruk kepalanya yang tak gatal, ia bingung. “Tapi-“

“Aku bisa tidur dimana saja. Aku bisa melakukan semuanya sendiri. Aku bisa merubah wujudku jadi apapun yang ku mau dengan mudah. Jadi tak usah khawatir.”

“Mudah? Mudah kau bilang? Tadi saja kau berubah menjadi binatang-binatang dulu sebelum jadi manusia.”

Menyadari bahwa skill nya memang kurang bagus, ia pun berusaha membela diri, “Ya.. itu karena aku masih tahap pembelajaran.”

Taemin pun memutar bola matanya, “Sekarang apa yang harus ku lakukan ? kau berwujud manusia tapi kau kan bukan manusia.”

“Lee Taemin-“

“Panggil namaku dengan sopan!”

“Ne..ne.. Lee Taemin-ssi-“

“Oppa!”

“AISH! Lee Taemin oppa!!! Kau hanya perlu menjalani hari-harimu seperti biasanya seperti sebelum aku datang. Biarkan aku melihat nasibmu, jadi aku bisa memperbaikinya. Kau juga bisa meminta tolong apapun padaku selama aku bisa memenuhinya.” Jelas JInie.

“Apapun?”

“Ne. apapun.” Tegas Jinie.

Taemin pun menyeringai, “Kerjakan PR sejarahku.”

“Enak saja! Bukan meminta tolong seperti itu. Coba dulu kau kerjakan! Kalau kesulitan baru ku bantu!”

“Kau bilang ‘apapun’..” Cibir Taemin.

Jinie pov

Tak terasa hari sudah berubah gelap. Sekarang pukul 11 malam di bumi, tepatnya Korea Selatan. Taemin sudah tertidur pulas sedangkan Jinie sama sekali belum mengantuk. Ia memandang keluar jendela. Ternyata melihat bulan dari bumi itu indah. Bintang bertebaran dimana-mana.

“100 hari bukan waktu yang lama menurutku. Entahlah, aku bisa atau tidak membuat namja ini mengubah nasibnya sendiri.”

Bosan melihat keluar jendela, aku memutuskan untuk melihat ke sekeliling kamar Taemin. Aku menemukan sebuah figura foto yang di balik di meja kecil samping tempat tidurnya. Aku pun melihatnya dan……itu foto orang tuanya ? disana ada kedua orang tua Taemin dan Taemin sendiri di tengah. Tapi kenapa ia membalik foto ini ?

Aku menyimpan kembali foto itu ke posisi semula tanpa mengubahnya. Aku melihat ke sekeliling lagi. Kamarnya luas. Aku melihat bola basket di pojok kamar ini dan aku baru sadar di dekat jendela tadi ada piano berukuran sedang. Cocok untuk disimpan di kamar. Gitar juga ada. Namja ini memiliki jiwa seni ternyata, hahaha.

Kini mataku terarah ke arah meja belajarnya. Buku-buku berserakan disana. Aku melihatnya satu per satu dan ternyata itu adalah hasil dari semua ulangannya.

“Hasilnya mengerikan..” lirihku.

Nilainya yang paling tinggi adalah biologi, 75. Yang lainnya di bawah 70. Sungguh mengerikan sekali. Menurut apa yang aku pelajari, nilai-nilai sekolah manusia yang bagus itu ya 80 ke atas. Yang paling buruk adalah nilai matematikanya, 50.

Aku pun membereskan meja belajarnya dan melihat ke arah kalender. Ia melingkari banyak tanggal. Ada ulangan harian, event-event tertentu, lomba-lomba dan lainnya di bulan juli. Ia juga melingkari tanggal 18, ‘My Birthday’. Aku pun tersenyum melihatnya, ulang tahunnya 10hari setelah ulang tahunku.

“Aku akan berusaha merubah nasib nilai sekolahnya…”

Terakhir, aku membuka bulan Oktober dan melingkari tanggal 8. Itu tanggal dimana aku harus kembali, “100 hari ? cukupkah? Hhh molla~”

Aku pun memutuskan untuk membereskan kamar Taemin. Kamarnya saja berantakan seperti ini, bagaimana nasibnya mau bagus. Dasar.

Author pov

Kriiiiiiinggggggg

“Oooh jadi ini yang namanya alarm. Seperti jam dinding biasa tapi lebih kecil.” ucap Jinie yang ternyata sudah bangun daritadi. Ia terus memperhatikan jam alarm tersebut lalu menoleh ke arah Taemin. “Kenapa dia tidak bangun ?”

“Ya! Lee Taemin! Ireona! Bukankah kau harus ke sekolah ?” ucap Jinie sambil menusuk-nusuk bahu Taemin dengan jari telunjuk tangannya.

Dengan mata setengah terbuka, Taemin segera bangun dan masuk ke kamar mandi. Setelah 15m ia pun keluar dari kamar mandi dengan mata yang terbuka sempurna, wajahnya sudah segar kembali. Taemin melihat ke sekeliling dan melihat Jinie sedang duduk di kasurnya sambil melihat-lihat album foto miliknya.

“Siapa yang membereskan kamarku ?” Tanya Taemin sambil memasang dasi sekolahnya dan duduk di samping Jinie.

“Aku. Waeyo ?” Jawab Jinie tanpa menoleh ke arah Taemin.

“Bagus.”

“Sekarang aku akan pergi sekolah. Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang ?” Lanjut Taemin sambil memasukan buku-bukunya ke dalam tas.

Jinie menyimpan kembali album foto tersebut, “Tentu saja mengikuti kemana pun kau pergi. Tenang saja, aku akan kembali ke wujud asliku jika sedang mengikutimu. Jadi tak ada orang yang tau.”

Taemin menyipitkan matanya dan berhenti beraktivitas, “Kemana pun ? Untuk apa ? Aku bukan anak kecil.”

“Bagaimana aku bisa membantu merubah nasibmu kalau aku tak tau keseharianmu, huh ?” Ucap Jinie. Ia pun segera merubah wujudnya menjadi peri lagi.

Taemin pun memandang Jinie yang lebih terlihat seperti nyamuk besar dengan pandangan datar. “Kajja!” Ia pun membuka pintu kamarnya lalu menutupnya lagi dengan cepat hingga Jinie belum sempat keluar.

DUKK

“AAW!!! Hati-hati saat menutup pintunya, pabo!!!” teriak Jinie kencang. Walau tubuhnya kecil tapi suaranya tetap nyaring.

Taemin yang mendengar teriakan itu terkekeh lalu membuka pintu kamarnya lagi dengan pelan. “Mianhae..”

“Jangan senyum sok imut seperti itu!!” Jinie pun keluar dari kamar dan terbang tepat di samping wajah Taemin sambil memegangi keningnya.

“Apa sakit ?” Tanya Taemin sambil tertawa kecil.

Jinie mendelik, “Tentu saja!!”

Taemin pun sarapan sendirian di meja makan ditemani Jinie yang duduk tepat di atas kepala Taemin. Selesai sarapan ia pun segera berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki. Sepanjang perjalanan JInie banyak bertanya mengenai Taemin. Dari hal penting sampai yang tak penting sama sekali. Taemin hanya menjawabnya dengan malas.

“Berapa usiamu ?”

“17”

“Apa kau tak punya saudara kandung ?”

“Tidak”

“Bagaimana dengan orangtuamu ?”

“Begitulah”

“ Apa kau selalu berjalan kaki ke sekolah ? bukankah kau orang kaya ?”

“Ne. untuk apa pakai mobil kalau sekolahku dekat ?”

“Apa kau punya banyak teman ?”

“Tentu”

“Pelajaran apa yang kau suka dan kau tak suka ?”

“Aku suka biologi dan tak suka matematika”

“Kenapa wajahmu mulus sekali ?”

“Entah”

“Rambutmu halus, apa kau suka ke salon ?”

“Tidak”

“Kau bisa bermain basket ?”

“…..”

“Ada guru yang tak kau suka ? siapa ?”

“…….”

“Ah, iya. Kalau begitu apa kau punya pacar ? atau kau sedang menyukai seseorang ?”

“Yaaa… berhenti bertanya! Ini sudah di sekolah. Aku bisa disangka gila jika terlihat seperti berbicara sendiri.” Ucap Taemin sinis dengan tatapannya yang tajam. Tapi ia tetap menjaga volume suaranya.

Seketika Jinie pun menutup mulutnya dan menunduk. Ia tak ingin melihat tatapan Taemin yang cukup mengerikan itu. tanpa pikir panjang, Jinie pun masuk ke dalam saku kemeja sekolah Taemin. Sekilas ia melihat nama sekolah Taemin, Chungdam High  School.

Jinie pov

Omo.. tatapannya itu mengerikan. Sebaiknya aku diam dan masuk ke dalam sakunya. Aku akan diam saja disana sambil mengamati Taemin.

Taemin pun memasuki sebuah ruangan bertuliskan ‘2 B’ apa ini kelasnya ?

Saat masuk ia menyapa beberapa teman-teman namjanya. Teman-temannya terlihat baik. Kurasa mereka tak berpengaruh buruk, mungkin.

Bel masuk pun berbunyi dan tak lama seorang guru pun masuk. Aku melihat Taemin menghela nafas dnegan wajah yang malas. Apa ini guru matematika ? tadi dia bilang kalau ia tak suka matematika.

Bukannya memperhatikan guru namja ini malah mencoret-coret buku tulisnya dengan gambar-gambar tak jelas. Ia juga menguap beberapa kali. Bagaimana materi mau masuk kalau ia seperti itu ?!

Aku pun mengendap ke dekat telinga Taemin dan berkata sesuatu, “YA! Perhatikan guru di depan! Atau aku akan turun ke bawah dan mencabut bulu kakimu satu persatu sekarang juga!”

Tapi Taemin malah mengacuhkanku! Oh! Dia menganggap ancamanku main-main rupanya! Aku pun segera turun ke bawah dan mengangkat sedikit ujung celana sekolahnya.

“Rasakan ini!”

“AWW!!” Ia menjerit tertahan sampai lututnya terbentur bawah meja karena dengan sekali tarikan, aku pun mencabut 1helai rambut di kakinya.

“Taemin-ah ? ada masalah denganmu ?” Tanya guru itu.

“Oh, aniyo seongsaenim.” Ucap Taemin dengan senyum dipaksakan.

Ia pun melihatku yang ada di dekat kakinya. Dia sepertinya kesal, tapi aku hanya tersenyum lebar.

Sepanjang hari aku diam di dalam saku kemejanya dan memperhatikan kesehariannya di sekolah. Benar-benar bukan seperti siswa yang baik. Di kelas ia sama sekali tak memperhatikan guru dan terus bercanda dengan temannya. Di kantin ia banyak mengerjai orang dan membuang-buang makanan, terkesan seperti anak nakal. Benar-benar namja ini.

Sekarang sudah waktunya pulang tapi aku tetap tak diijinkan untuk keluar dari saku kemeja ini.

“Kau sedang menunggu siapa ?” tanyaku pada Taemin. Aku heran dia hanya berdiam diri di gerbang depan gerbang sekolah.

“Menunggu seseorang.”

“Nuguseyo ?”

“Ah kau! Mau tau saja! Pulang sana!”

“Aish kau galak sekali. Aku tak tau jalan pulang.”

“Kalau begitu jangan banyak tanya!” gerutu Taemin.

Taemin pov

“Banyak tanya sekali peri aneh ini!” batinku.

Ah, Sulli mana ya ? bukankah seharusnya ia sudah keluar kelas? Aku pun mengedarkan pandanganku. Itu dia!!!

“Sulli-ah!!” panggilku sambil melambaikan tangan padanya. Ia membalas lambaian tanganku sambil tersenyum dan berlari kecil menghampiriku.

“Ini bukumu. Gomawo sudah meminjamkannya padaku.” Aku tersenyum semanis mungkin di depannya.

“Oh ne.. sama-sama. Kau boleh meminjam bukuku kapanpun kau mau, Taemin-ah.” Ucapnya. Aigoo, manis sekali. Tuhaaan, aku jatuh cinta padanya. “Ah, aku hampir lupa. Aku ada les sekarang. Aku pergi dulu ya.. annyeong!”

“Hati-hati~” Ucapku. Dia merespon dengan tersenyum. Ah, sayang sekali. Padahal aku ingin mengajaknya makan siang.

“Eonni tadi kekasihmu ?”

Aish! Si peri ini bertanya hal-hal tak penting lagi. “Calon kekasihku.”

“Woo jinjjayo ? eonni yang tadi kelihatannya wanita yang baik. Cantik pula.” Komentar Jinie.

“Tentu saja! Dia sempurna di mataku.” Ucapku sambil tersenyum lebar dan mulai berjalan menuju rumah.

~~~

“malam ini kau tidak belajar ?” Tanya Jinie sambil terus berusaha menggunakan keahliannya mengubah-ngubah barang.

“Malas.” Jawabku.

Plakkk!!!

Tiba-tiba peri aneh itu melemparku dengan sebuah pensil yang ia rubah menjadi buku tepat di kepalaku hingga PSPku terjatuh. Mengganggu saja!!!

“YA!! Berhenti memukul kepalaku!!! Kau mau aku bodoh, huh ?!” gerutuku sambil mengambil kembali PSPku.

“Kau tidak akan bodoh, tapi kau pemalas, itu yang menyebabkan kau menjadi bodoh! Simpan mainanmu itu dan baca buku pelajaranmu!!!”

Menyebalkan sekali bocah ini, siapa dia menyuruhku ?! “Tapi kan besok tak ada ulangan apapun!”

“Itulah penyebabnya nilai ulanganmu selalu kecil! Kau mengaku suka biologi tapi lihat! Ulangan biologimu hanya 75.” Ucap Jinie sambil –entah darimana- mengacungkan kertas hasil ulangan biologiku.

Aku pun merebut kertas itu, “Kembalikan!!”

“Baca buku pelajaranmu atau ku cabuti bulu kakimu!!”

“Cih, ancaman itu lagi.” Ancaman konyol macam apa itu.

“Taemin-ssi. Dengar, aku disini bertugas membantumu untuk merubah setiap nasib burukmu. Aku tau tak semua nasibmu buruk, tapi apa salahnya kalau kau memperbaiki nasib nilai-nilai sekolahmu ? orang tuamu pasti senang kalau anaknya berprestasi.” Ucapnya panjang lebar.

“Apa peduli orang tuaku, huh?”

Jinie pov

“Apa peduli orangtuaku, huh ?” Ucap Taemin oppa. Ia pun kembali mengambil mainannya dan berbaring di kasur. Raut wajahnya berubah.

Ada apa dengannya ? apa ada masalah dengan orang tuanya ? Ah, sial! Kemampuanku membaca hidup seseorang belum benar-benar sempurna. Jinie pabo! Tapi, setidaknya aku mendapat sedikit gambaran tentang masalahnya.

“Taemin-ah… karena kemampuanku membaca hidup seseorang masih bernilai C-, jadi aku masih menebak-nebak. Apa orang tuamu jarang memperhatikanmu setelah mereka mendapat kesibukan kerja yang lebih padat dan lebih menguntungkan ?” ucapku. “Sejak kau berumur 10thn ?” lanjutku.

“Simpan tebakanmu itu.” ucapnya dingin dan menutup dirinya dengan selimut. Ia tidur.

“Aku tau kau belum tidur. Tapi tidur atau tidak aku akan terus berbicara.” Tak ada respon dari Taemin.

“Kau anak tunggal dari keluarga yang kaya raya. Dulu kau penuh dengan perhatian orang tuamu, tapi semenjak orang tuamu terlalu sibuk berbisnis, kau kesepian dan kehilangan semangatmu. Kau merasa terabaikan sedangkan orang tuamu menuntutmu untuk menjadi anak pintar. Tapi kau berpikiran, untuk apa menjadi pintar demi orang tuamu tapi perhatian orang tuamu semakin berkurang. Iya kan ?” Aku menghela nafas. Taemin masih tidak merespon.

“Kau adalah anak tunggal yang manja yang tiba-tiba kehilangan perhatian. Kau berpikiran pendek dan menjalani hari semaumu. Kau mengandalkan uang orang tuamu untuk masuk ke sekolah, iya kan ?” aku berdiri dari dudukku dan mendekat ke arah jendela. Membuka sedikit tirainya. “Hari itu, saat aku datang padamu sebenarnya aku sudah membaca hidupmu. Tapi aku tak yakin karna nilai membaca hidupku buruk. Oleh karena itu aku tak yakin dengan apa yang aku baca. Kau tau ? aku juga bukan siswi pintar di negeriku. Nilaiku buruk, aku turun ke bumi karena desakkan ayahku. Sebenarnya aku tak mau, tapi aku harus melewati tahap ini untuk menjadi peri yang sesungguhnya.”

“Jadi, intinya tujuanku kesini adalah membantumu merubah nasibmu. Aku sudah mengatakan itu, bukan ? kalau kau berhasil merubah nasibmu menjadi lebih baik, berarti kau juga membantuku menyelesaikan ujianku ini. Waktuku hanya 100hari. Itu batas max yang sudah ditentukan. Tapi aku tak yakin 100 hari itu cukup. Kalau pun lebih, tak masalah sih sebenarnya. Hanya saja nilaiku takkan sempurna.” Lanjutku panjang lebar. “Aish, kau benar-benar tak mendengarkanku.”

Cih, dia tak bergerak sama sekali. Ah, sudahlah lebih baik aku juga tidur. Aku pun merubah diriku kembali ke wujud asli dan tidur di meja belajar Taemin.

Author pov

Perlahan Taemin membuka selimutnya dan duduk. Ia melihat ke arah meja belajarnya, melihat Jinie yang tertidur pulas. Ia pun beranjak dari kasur dan membuka lemari untuk mengambil sebuah sapu tangan. Taemin pun mendekat ke arah Jinie yang tertidur di atas meja belajarnya lalu menyelimuti Jinie dengan sapu tangannya.

“Kau salah. Aku mendengar semua penjelasanmu, Jinie-ya.” Bisik Taemin. Ia pun menghela nafas dan kembali ke kasurnya lalu tidur.

~To Be Continued~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

45 thoughts on “More Than 100days – Part 1”

  1. KYAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!! *ditimpuk Author
    Keren! aku suka suka suka suka suka suka! XD
    aku yakin nanti si Jinnie sama Taem saling suka, ihirw~ ❤ *plak
    lanjut thor! kalo perlu detik ini juga(?)
    Semangat ne bikin lanjutannya?^^
    Hwaiting! Keep writing~

        1. maaf ya ini terusannya bakal lamaaaaaaa T_T
          jalan cerita di part 2 dan seterusnya bakal di rombak soalnya, author jg lagi numpuk tugas bangettttttt. maapin T_T

  2. Jin? Jinnie.. Kekekeke
    Taemin suka ma sulli? Terus entar jinnie’a ma sapa? Akan bersatukah mereka? Mereka kan dr dunia yang berbeda.. Ampek berapa part nih thor? 🙂

  3. KYAAA~ *lebe
    Ah daebak eonn aku suka.. apalgi yang bagian ini

    Perlahan Taemin membuka selimutnya dan duduk. Ia melihat ke arah meja belajarnya, melihat Jinie yang tertidur pulas. Ia pun beranjak dari kasur dan membuka lemari untuk mengambil sebuah sapu tangan. Taemin pun mendekat ke arah Jinie yang tertidur di atas meja belajarnya lalu menyelimuti Jinie dengan sapu tangannya.

    “Kau salah. Aku mendengar semua penjelasanmu, Jinie-ya.” Bisik Taemin. Ia pun menghela nafas dan kembali ke kasurnya lalu tidur. #apabanget

    Nice FF like always thor, Next part ditunggu~

  4. KYAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!! XDDD~ suka bangaetttttt!!! daebak author adinary-ssi!! ^^b…
    aku suka cara nulismu 😀 singkat, padat, & jelas.
    cepetan nulis lanjutannya ya???

  5. Lanjut yaaa….
    Crtnya mnarik…bikin penasaran…mampukah jini ngebantu taem ngerubah nasibnya dgn kmampuan peri yg msh amatiran….hehe…moga aja…
    Taem sih pemalasnya kebangetan….jini,smangat!!!aku dukung….cabutin aja bulu kaki nya taem klo ga mau nurut…hehe..

  6. Waaahhhhh… Jinie-ny slebor juga… Taeminnya apalagi.. Aku suka cerita fairytale beginiiiiii… Apalagi pas adegan si Jinie masuk saku Taemin… Inget sama manga Jepang dehhhhh,,,,,,

    buakakakak,, si Jinie lucu,,, pertemuan sama Taeminnya sungguh mengesankan… Sebelum berubah jadi sosok manusia masa hrs salah mantra jadi hewan2 dulu,,

    Nasib Taemin mengenaskan sekali yak,,,hahhaha

    suka ceritanya,, gx sabar sama lanjutannya!!! Ahhhhh,,,, suka,, suka,, suka….

  7. hha jeng wkwk banyak juga yah yg suka FF kmu ^^ emang bagus sih aku akui itu FF km yg lainnya juga bagus kok wkwk
    owh iyah aku baru pertama kali coment wkwk selama ini aku jadi silent reader *naon sih

    wkwk 3 bulan yg akan datanG? smoga lbih cpet yah di terbitin lanjutannya

    mie akup mana nihh ha merayakan *terbitnya FF ajeng #naonsih wkwk

  8. ini bahasanya ringan banget jadi aku sukaaa XD
    aku juga suka banget paragraf yang terakhir itu .. somehow aku ngerasa Taemin mulai ‘mikir’ ..

    oh iya, Limau imnida ^^ (siapa yang nanya? -_- )
    Lanjutkan 😀

  9. KYAAAAA!!! bagian akhirnya so sweet banget!!!
    ceritanya juga lucu dan seru ^0^ oh ya..crita ini jga mudah di pahami,,trus g ada jg kata” yg tdk d mngerti oleh ku ^^
    aku ingin part selanjutnya itu lebih mengejutkan dan “woow” 🙂

    thor lanjutkan!!!
    😀

  10. lucu bangeeeet ceritanya xD
    semoga aja si jinnie juga bisa mendekatkan taemin dengan sulli hehe

    ditunggu kelanjutannya thor! 😉

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s