Scream

SCREAM

 

Author         : Meg

Main Cast     : Key Shinee, Han Sora

Genre          : Life, Romance

Rating          : PG – 15

A.N              : Kesamaan nama tokoh tidak disengaja, nama tersebut digunakan karena saya mendapat ilham begitu saja (halah bahasaku). Cerita ini sangat tidak jelas menurut saya. Tapi cerita ini terinspirasi waktu saya melihat laut lalu berteriak tapi rasanya aneh, suara saya terdengar lebih kecil dari yang saya kira.

 

Dan inilah hasilnya.

Happy reading guys ^_^

Bau asin air laut menyeruak ke hidungku sambil menikmati deburan ombak yang mengisi kekosonganku. Sesekali menghela napas berat dan mengeluarkannya dengan lelah. Aku lelah dengan kerjaanku yang dari dua minggu ini menangis dan terkurung di kamar rumah sakit. Sakit di dada kiriku ini mulai sering kumat dan sesering itu juga suntikan penghilang sakit menjadi solusinya. Tapi, tak jarang aku membiarkan diriku merasakannya sampai sakitnya hilang dengan sendirinya. Aku sudah putus asa rasanya menunggu donor  jantung, menerima tangisan hyung dan dongsaengku di Shinee, menahan gejolak untuk menari dan menyanyi bersama mereka. Menjahili Onew hyung, mengomeli Taemin, membalas surat fans dengan Jonghyun hyung, membereskan dorm dengan Minho. Aku merindukan saat – saat itu, Tuhan apa kesalahanku terlalu besar dan banyak? Sampai – sampai  kau mau ambil jantungku, hidupku secepat ini??

 

“ARRRKHHHHH” sebuah teriakkan membuyarkan pikiranku. Aku melirik ke arah kananku melihat seorang wanita yang menatap laut dengan lelah setelah berteriak melengking khas wanita. Aku menggulir roda kursiku ke arahnya

“ARRRRGHHH,” teriakku di jarak 2 meter darinya. Aku hanya ingin merasakan apa yang sedang ia lakukan itu bermanfaat atau tidak, sebelum aku memarahinya karena teriakkannya itu. Aku meliriknya dengan wajah innocent dan dia menatapku bingung yang membuatku akhirnya menyeringai. Pertama, karena rasanya berteriak di pantai itu memberikan sensasi yang berbeda bagiku ntah apa itu, aku seperti diciutkan, ntahlah aku tak tahu. Dan kedua, karena dia begitu terlihat lucu dengan wajah bingungnya itu. Aku tersenyum kecil

“Maaf nona, aku hanya ingin tahu rasanya berteriak seperti yang kau lakukan, dan rasanya aku seperti… diciutkan,” kataku ragu di akhir kalimat. Dia melengus dan kembali menatap laut.

“Key Shinee, apa kabarmu?” tanyanya sedikit mengagetkanku. Dia tahu aku? Aku kira abg saja yang tahu aku dan dia menanyakan kondisiku?? Aku tertawa miris.

“Ternyata berita sakitku menyebar dengan cepat ya?” tanyaku sedikit begurau. Dia tersenyum sangsi.

“ Apa pun itu, mereka akan berjalan cepat lebih dari yang kita kira,” katanya tak ku mengerti.

“Ada apa denganmu nona…”

“Han Sora namaku Sora,” sambungnya cepat.

“Ya, ada apa sehingga kau berteriak seperti tadi itu?” tanyaku polos. Dia mendengus dan menyunggingkan senyum tipis lagi.

“Hanya tentang masalah hidup,” jawabnya santai dan tak acuh, seperti meremehkan.

“Apa aku boleh tahu?” tanyaku hati – hati.

“Apa seorang artis yang sedang sakit bisa membantu menyelesaikan masalahku?” tanyanya ntah meniyindir atau meremehkan profesi dan keadaanku.

“Kurasa berbagi cerita itu lebih baik dibandingkan berteriak dan menganggu ketenangan orang lain,” jawabku mendelik dan menyindir. Aku dan dia tersenyum bersamaan.

“Adikku akan mati beberapa hari lagi,” jawabnya tenang tapi bisa aku rasakan bahwa dia hancur. Karena aku tau rasanya melihat orang yang kita sayangi menangis karena kita.

“Lalu dengan berteriak kau dapat menunda kepergian adikmu?” tanyaku berusaha menguatkannya, ntah itu bisa dibilang kata – kata yang bisa menguatkan. Dia lagi – lagi melengus.

“Aku berharap iya, tapi itu mustahil, itu bukan kuasa manusia, dan aku berteriak hanya untuk menyadarkan diriku bahwa setakut apapun, semarah apapun, dan sebenci apapun aku pada keadaanku sekarang, itu tak sebanding dengan kasih sayang yang Tuhan pernah berikan padaku,” katanya panjang. Aku  menangkap irama putus asa, kepasrahan,dan lelah dari nada suaranya.

“Maksudmu menyadarkan bagaimana?” tanyaku tak mengerti. Dia tertawa megejek kali ini. Aku hanya menatapnya bingung.

“Kau tadi bilang kalau kau merasa diciutkan kan setelah berteriak tadi?” aku mengangguk.

“Kata – katamu persis seperti yang adikku katakan ketika dia mengajakku ke pantai saat hatiku sedang kacau, dia bilang berteriak sekeras apapun kita ke arah laut, teriakkan itu tidak akan pernah terdengar keras seperti yang kita kira, dan adikku bilang, itu adalah cara laut memberi pelajaran, sebesar apapun masalah, sebesar apapun keinginan kita, masih banyak yang punya masalah dibandingkan diri kita, masih banyak yang memiliki harapan lebih besar dari  kita, jadi jangan pernah kita menganggap diri kita punya masalah yang paling pelik di dunia ini, karena di atas langit masih ada langit,” dia menoleh ke arahku yang memperhatikannya intens.

“Jadi perasanku yang yang terasa diciutkan  tadi adalah peringatan dari laut untuk tidak merasa kesal dan marah, atas apapun itu?” tanyaku menyimpulkan.

“Ya, tapi aku rasa, kalau yang kau rasakan itu berbeda,” katanya seperti menggantung menunggu responku.

“Maksudmu?”

“Laut marah dan tidak suka mendengar suara lengkinganmu yang bisa merusak habitat laut,” katanya membuatku kesal,

“Eittss jangan marah Ki Bum, aku bercanda,” tawanya puas, aku memberengut. Tapi aku senang, ternyata di saat aku sakit begini hidupku masih menjadi hal yang menghibur bagi orang lain. Dan akhirnya aku tertawa juga melihatnya yang kehilangan matanya saat tertawa seperti Onew hyung.

***

Gimana gaje banget kan???

Atau kalau aku tambah yang dibawah ini tambah gaje lagi gak??

Hehe

***

“Terima kasih Sora,” aku masuk tanpa permisi ke ruangannya.

“Kibum?” dia melepaskan pandangan dari MacPro-nya. Dan segera berdiri.

“Silahkan duduk,” sambutnya sopan.

“Terima kasih, kau sibuk?” tanyaku berbasa basi.

“Ya sedikit,” jawabnya ramah.

“Apa kau yang meminta adikmu mendonorkan jantungnya untukku?” tanyaku ingin mendengar langsung darinya.

“Tidak, dia yang menginginkannya Kibum, bahkan aku awalnya hanya menceritakan, bahwa aku bertemu seseorang yang kata – katanya mirip dengan dia, lalu dia ingin tahu siapa orang itu, saat aku menyebut namamu, dia ingat kalau kau terkena penyakit jantung, dan besoknya, di kritis dan meminta jantungnya untuk didonorkan padamu,” jelas Sora tenang.

“Terimakasih sekali lagi,” aku membungkuk rendah.

“Ya, bagaimana kabarmu? baik?” tanyanya tersenyum manis,

“Baik tapi jantungku ini ada sedikit masalah,” jawabku pura – pura sakit.

“Ada apa?” tanyanya berubah khawatir. Hahaha lucu sekali kau Sora.

“Dia selalu ingin berada di dekatmu, jadi maukan kau menjadi pacarku supaya dia tidak merasa sakit lagi?” tanyaku dengan senyum semanisss mungkin.

“SECURITY, TOLONG BAWA ARTIS GILA INI KELUAR!!!” teriak Sora keluar dari balik mejanya dan memanggil satpam, aku bergerak mendekatinya menarik tangan kanannya dan meletakkannya di dada kiriku,

“Sora aku serius, maukan?” tanyaku lebih serius dan tanpa senyum tapi aku yakin dia akan luluh dengan sikapku yang keren ini, Lockets saja mengakui.

“SO HEE, TELEPON RUMAH SAKIT JIWA SEKARANG !!!”

0.0

Dia sangat hobi berteriak ternyata =_=

END

Maafkan saya atas kegajean ini, kritik saran yang membangun sangat diharapkan, tapi bashing jangan ya, karena saya udah tahu kok ini ff gak banget. Bow ampe sujud.

 

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

18 thoughts on “Scream”

  1. Key gombal. Key ternyata hobi ngegombal *plak

    Aku suka banget sama pilihan katanya. Sederhana, tapi terkesan bagus di mataku *halah* Mungkin gara-gara penempatannya kali ya? Hahaha.

    Udah bagus, cuma jangan dikasih author note di tengah-tengah kayak gitu, kesannya nggantung, mengganggu pula *diceburin ke laut*. Pesan moralnya juga dapet banget. Keren ^^b

    Keep writing 😀

  2. “Laut marah dan tidak suka mendengar suara lengkinganmu yang bisa merusak habitat laut,” —- huahahahaha ngakak… laut pun ikut bergoncang karena suara key yg dahsyat…

    keren thor..
    singkat, padat, n bermakna… tsaaahh
    tp 1 yg disygkn nih… knp tiba2 ada author note di tengah cerita? T.T
    lain kali jgn naruh itu di tengah cerita… ntr bisa ganggu konsentrasi reader yg baca yg udh masuk ke cerita… eh jd buyar malah karena author note itu..

    klopun mau.. taruh author note sebelum cerita dimulai atau sesudah cerita selesai aja ya..

    keep writing

  3. AAAAAAAAAAAAAAAAA*ikutan teriak/abaikan*
    tpi bner deh kata mimi dan zakey eon,,itu author notenya mengganggu.Rasanya kaya lagi seru2nya nontor,eh mati lampu*ganyam*

    jdi adenya sora mati ya?gpapa deh,asal kibum tetep idup*bltak*
    Nice ff.

  4. keren thor!! awalnya aku kira bakal sad ending, ternyata enggak ^^v

    sama kyk komen diatas, kekurangannya cuma ada author note… tapi gk terlalu dipermasalahkan menurutku.
    Aku baru tau kl teriak dilaut, teriakannya gk kencang. Ntar aku coba di Ancol ah! hehe

    aku ketawa pas bagian ending. Haha key gombal! keke. Tapi endingnya gantung, sora terima gk ya? bikin sequelnya dong thor..

  5. aaaaaaaa
    ff aku dipublish!
    norak nya kumat nih.

    thank you admin*bow

    maksih yg udh koment, soal note emg ganggu tuh.
    bsok gak bakal diulangi lagi deh.

    thank you banyak2.

  6. Wkwkwk baru sekali baca Key bisa ngegombal begitu-__-tapi luculucuu
    Singkat, padat, dapet banget maknanya eaaa kkk
    Tapi pas ada author note itu agak ngeganggu.__.soalnya dikirain udh selesai dengan akhir menggantung gituuu hehehe pissss:p

  7. KEREN !!!
    Kiraiin sad loh .. Hebat .. Suka ma penggambarannya ..
    Udh lama gk ngubek2 SFFS ,, mlh ketemu ff yg keren2 kyk gni ..
    Terus berkarya ..
    LIKE IT deh pkk nya ..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s