Barbie Girl – Part 3

Barbie Girl

 

Author            : Han Sangra

 

Genre  : Fantasy (maybe)

 

Rating : G \(^o^)/

 

Main Cast       : Jung Sooyeon (U-Know, she is Jessica Jung)

 

                          Kim Kibum (Key *.*)

 

Cameo            : Han Yuri, Lee Taemin, Kim Jonghyun

 

Summary        :I’m the Barbie Girl, in the Earth World, like Fantastic! You can brush my hair, undress me every where! Imagination!

“But, you my doll,” “uh?”

“Ya! kau membuatku kaget,” seru Key memegangi dadanya dan menatap Taemin yang terkekeh di depan pintu,

“Huuu.. hyung sih pikirannya macem macem, sini aku saja yang menggantikan bajunya,” ucap Taemin mendekat kearah Key, Key tidak bisa berkata kata, ia hanya diam Barbienya di ambil oleh sang magnae.

“Uh, jangan ah. Biar aku saja,” Key segera menarik Barbie kembali dari tangannya. Taemin menatap Key dengan berkerut kening.

“Sudah sana sana, carilah Barbiemu sendiri,” seru Key mengusir Taemin, Taemin menghela nafas dan berjalan gontai keluar kembali,

“Eits tunggu hyung, kalau udah buka baju Barbienya jangan nafsu yah,” Taemin berbalik dan berucap, tanpa menunggu jawaban Key ia langsung ngacir lagi keluar.

“Ya! anak ini yah, ck” Key berdecak sesaat, ia kembali memandangi Barbie yang berada di genggamannya sesaat,

“Apa aku tidak usah mengganti bajumu?” gumam Key,

“Uhm, mianhe… jeongmal mianhe,” lirih Jessica dalam batinya,

“But, arghh! This just doll,” tanpa gegabah lagi, Key membuka dress pink yang di kenakan Jessica dengan cepat, ia lalu memasangkan kembali baju Barbie yang ia beli tadi, lalu sekalian ia juga memasangkan roknya, dan melepas gulungan rollnya,

“Ups, Mianhe nuna mianhe kalau ini benar benar kau, aku tidak melihat tubuhmu kok,” Key merasa sangat bersalah, sedangkan Jessica yang berada di dalam tubuh boneka itu was was, nafasnya tersengal sengal seperti ia baru saja di kejar anjing rabies yang hampir mengigitnya. Ia kembali menatap tubuhnya, rasanya ia mau pingsan.

“Nuna mianhe…” kini suara Key meninggi, ia benar benar merasa bersalah. Walau ia belum tahu pasti apakah Barbienya ini Jessica atau hanya sebuah boneka biasa.

“Kibum!!! Kemari sebentar!” panggil Onew memecah rasa bersalah Key, dengan lemas Key menaruh Barbienya kembali di tempat tidur bersama semua barang yang ia beli. Lalu keluar kamar untuk menghampiri sang pemilik suara yang memanggilnya.

“Ugh, jantungku,” Jessica mengelus ngelus dadanya, ia belum bisa mengstabilkan perasaan dan nafasnya yang berderu deru. Matanya membulat,

Kresek! Kresek!- kepala Jessica menengadah mencari sumber suara itu, tampak tas kecil yang di bawa Key tadi bergerak gerak ke sana kemari. Jessica menelan air liurnya tau tau kalau itu sarangga besar bagaimana, apa lagi ukurannya sangat kecil sekarang.

Bruk– kantong tanpa tutup itu terjatuh tepat di depan Jessica, tampak seorang. Bukan, sesosok boneka dengan posisi merangkak di dalam tas itu, wajahnya menunduk, Jessica hanya menebak nebak boneka itu siapa, tapi ia kenal dengan gaya dan rambut boneka lelaki itu

“Kibum,” suara Jessica keluar sejalan keceplosan ia berbicara, boneka lelaki itu mendongkakkan kepalanya, wajahnya tampak begitu jelas di mata Jessica, ia yakin ini Kibum.

“Kau… tapi tadi… kau ikut jadi boneka?” Jessica tampak bingung, sekilas boneka yang menyerupai Key itu tersenyum sekilas dan berjalan menghampiri Jesssica,

“Nuna?” sapanya,

“Ha? uhm.. annyeong,” balas Jessica gelagapan, wajahnya memerah memandang duplikat Key yang berada di depannya, apa lagi ia mengingat bagaimana Key yang -besar- tadi menggantikan bajunya, wajahnya menjadi merah, semerah cabe segar yang baru di petik.

“Gwencana?” tanya boneka lelaki itu panik,

“Ne… ne… gwencanayo,” balas Jessica tergagap.

“Uhm, Kibum, kau ikut ikutan menjadi boneka?” tanya Jessica kemudian, yeah… kita sebut saja boneka namja itu Kibum.

Kibum tersenyum tipis dan mengacak ngacak rambut Jessica yang sudah berwarna pirang sekarang.

“Ani, aku memang boneka nuna,” balas Kibum tersenyum manis, Jessica tidak berani menatap sosok duplikat Key yang terus menatapnya lekat lekat,

“Ha? bagaimana kau bisa bergerak?” Jessica masih belum bisa percaya,

“Mungkin aku dikirim untuk menemanimu nuna, yeah… selama kau menjadi boneka,” ucap Kibum datar, berbeda dengan Key ekspresinya yang hangat jarang sekali terlihat, ia lebih terlihat dingin dan pendiam.

“Uhm, selama aku jadi boneka, jadi? Aku bisa kembali?” Jessica menatap mata bulat Kibum senang, ia tidak percaya ia akan kembali.

“Tapi tidak semudah itu nuna, ada syarat kecil,” potong Kibum memecah kesenangan yang sudah di tunggu tunggu Jessica,

“Apa syaratnya?” Jessica berharap harap cemas,

“Molla, it’s a secret. Yang aku tahu pasti, nuna menjadi seperti ini karena Key. Dan yang bisa merubah nuna kembali hanya Key sendiri, aku tida…” suara Kibum berhenti, ia tiba tiba mematung dengan sendirinya, matanya menatap Jessica yang bingung sambil mengarahkan mata ekornya kepada sesuatu yang mendekat.

Seketika itu juga Jessica ikut ikutan mematung,

“Wah! Key hyung sudah mengganti pakaianmu,” seru suara yang kini dekat dengan mereka (Kibum dan Jessica).

“Apa ini, hyung sedang bermain toh,” seru Taemin lagi si pemilik suara menatap senang posisi Kibum dan Jessica seperti sedang bercakap ria.

“Ttaaadddaaaa!!!” ucap Taemin, ia mengeluarkan sesosok boneka dari tangannya,

“Aku pikir Barbie ini membutuhkan seorang teman perempuan,” Taemin menaruh boneka perempuan lain dengan dress merah nya serta rambut panjang hitam tanpa poni.

“Ku harap kau senang ku beri teman nuna, setelah kupikir pikir Alien bukan yang mengambil nuna, pasti alien lebih memilihku karena aku lebih punya daya tarik,” Taemin terkekeh atas ucapan menyombongkan diri ke arah yang salah -___-

“So, playing with theme…. Siapa namamu yah? Han Yuri,” Taemin tersenyum puas, lalu meletakan bonekanya di samping boneka Kibum, ia turun dari anak tangga tempat tidur Key lalu berlalu keluar.

Ujung ekor mata Kibum melirik sosok boneka lain yang berada di sampingnya, sedangkan Jessica dengan leluasa menatap sosok yang sama percis dengannya,

“Yuri?” sapa Jessica setelah Taemin benar benar pergi, ia jadi ingat Kwon Yuri dongsaeng yang sekarang menjadi romancenya itu, ia benar benar rindu akan sosok Yul yang sabar akan kekurangan dirinya, yeah… walau kadang Yul akan menyerah kalau dirinya sudah kelewat batas.

“huh!” keluh boneka yang di beri nama Han Yuri itu, ia menatap Jessica sangat sinis dan tajam. Mungkin mata boneka itu di buat memang seperti itu, tapi ia benar benar menatap Jessica dengan tajam.

“You can move?” Jessica dengan wajah senang, merasa tidak percaya ada boneka lain yang bisa bergerak.

“Cih! Kita memang bisa bergerak, manusia bodoh,” balas Yuri begitu dingin dan tidak berperikemanusiaan. Ia menatap Jessica dengan tertawa mengejek.

“Apa yang kau katakan? Kau menyakiti perasaanya,” seru Kibum pada Yuri di sampingnya, Yuri mengembungkan pipinya lalu bersikap manja kepada Kibum,

“Kibum-ah, mengapa kau membelanya, mengapa tidak kau bela tunanganmu sendiri,” Jessica tercekat mendengar ucapan Yuri,

‘tunangan?’ batin Jessica, ia menatap cincin yang sama melingkar di jari Kibum dan Yuri, ia menelan salivanya merasa tidak percaya.

“Kalian saling mengenal?” tanya Jessica, Yuri menatapnya sinis, seperti pengganggu yang merusak momentnya bersama Kibum.

“Huh! Manusia tidak tahu apa apa, sudah tahu kita bertunangan, kami di takdirkan menjadi boneka yang hidup bersama sehidup semati, jadi kau jangan berharap hati Kibum menjadi milikmu, karena isi hatinya hanya untukku,” jawab Yuri ketus, ia memandang remeh dengan sosok Jessica yang berada di depannya ini.

“Maaf,” lirih Jessica, entah kata ini kenapa bisa keluar dari bibir mungil cherrynya itu.

“Ne, arraso. Kau kan tidak tahu apa-apa,” balas Kibum lembut, Yuri tambah menatap sinis kepada Kibum,

“Tidak tahu apa-apa gimana, argh! Kau selalu saja membelanya, kau tidak pernah memikirkan diriku!” seru Yuri ia mengacak ngacak rambutnya kesal lalu berlari meninggalkan mereka ke ujung kasur.

“Yuri,” Kibum menyusul Yuri dengan berlari kecil, yeah… sikap Kibum ini terlalu mengalah, berbeda dengan Key , menurut Jessica. Ia hanya bisa terdiam menatap pertengkaran tunangan tersebut dari jauh, ia menghela nafasnya panjang dan duduk sambil menekuk kedua kakinya,

“Kau hanya sepeti beban,” gumamnya merutuki dirinya sendiri,

***

“Barbie?” Key sudah berada di depan Jessica yang menenggelamkan wajahnya di kedua lututnya itu. posisi Jessica membeku karena ia kembali menjadi boneka, sedangkan Key menatap heran dengan dua boneka yang berada di ujung tempat tidurnya, posisinya seperti namja yang tengah memohon agar yeojanya tidak marah akan sesuatu.

“Mengapa ‘aku’ bisa disini, dan ini siapa?” Key mengangkat boneka Yuri asal, ia membolak balikan boneka itu. ia yakin ia tidak membeli boneka ini,

“Hyung? bonekaku bagus tidak, aku yang beli,” seru Taemin dari belakang,

“Uh?”

“Untuk nemenin Jessica nuna yang kesepian ckckck,” Taemin terkekeh di akhir kalimat, membuat Key mengerucut bibir tipisnya itu.

“Kau juga ikut ikutan menganggap boneka ini Jessica, bukan di culik ‘Alien’ lagi?” tanya Key dengan mengutip kata alien dengan tangannya,

“Tidak, aku lebih berpikir. Mengapa Jessica nuna tidak bergerak saja kalau ia benar benar menjadi boneka?” Taemin memukul mukul bibirnya dengan telunjuk tangan kananya. Wajahnya berpikir serius, Key tidak menanggapinya lagi, ia berbalik dan merapihkan boneka bonekanya.

“I know, mungkin seperti Barbie and the Nutracker (author gak bisa nulisnya), hanya bangun saat semua orang tidur. Ini benar benar keren! Hati hati hyung, nanti Jessica nuna di culik tikus lagi,” Taemin kembali ber-argument. Key hanya geleng geleng kepala menanggapi imaginasinya itu,

***

“Sica?” Sica menggeliat dan kembali tidur.

“Sica-ssi, ireona,” Sica menggelengkan kepalanya dalam tidur. Matanya ia paksa untuk terpejam.

“Sica,” suara itu masih terus memanggil Jessica.

“Siapa?” dengan mata masih terpejam Jessica bertanya pada suara itu. Suara yang desahan nafasnya sudah menerpa tengkuk lehernya. Dengan pelan tangannya merambat menutupi tengkuk lehernya yang muali merinding menjalari tubuhnya.

“Sica, Ireona!” panggil suara itu keras. Dengan perlahan dan takut-takut Jessica membuka matanya.

Dihadapannya ada Yuri yang sedang berkacak pinggang dengan wajah masam. Ia meniup-niup rambutnyayang tidak berponi itu.

“Yuri! Kwon Yuri!” seru Jessica sumringah. Ia loncat dari tempat tidurnya dan memeluk Yuri erat. Yuri yang di peluk merasa kebingungan.

“Ya! ada apa denganmu Sleeping Beauty?” tanya Yuuri pelan. Jessica tidak membalas dan terus memeluk Yuri erat.

“Otteo-”

“Taengoo!!!” teriak Jessica saat melihat seseorang yang masuk. Taeyeon tersentak mendengar teriakan Jessica yang memekik. Yuri menutup telinganya dan mencari kembali kedamaian setelah sebuah teriakkan memekakkan telinganya.

“Taengoo!!! Aku merindukanmu!!!” seru Jessica memeluk Taeyeon erat. Ia mengusap-usap puncak kepala Taeyeon. Dan memeluknya lagi.

“Unnie, ada apa ini?” tanya Yoona yang masuk setelah mendengar teriakkan teriakkan memekik.

“Oh, Yoona…” lirih Jessica sambil berjalan dan mendarat kan badannya untuk memeluk dongsaengnya ini. Ia menitihkan air mata. Betapa rindunya ia kepada keluarag kecil yang sudah lebih dari 3 tahun lebih menemani hidupnya.

“Unnie, ada apa denganmu? Mengapa kau menangis?” tanya Yoona yang merasa pundaknya sudah mulai basah. Yoona menatap Yuri dan Taeyeon bergantian. Meminta sedikit penjelasan atas pertanyaan yang berkelabatan di otaknya itu. Tapi Taeyeon dan Yuri hanya mengidikkan bahu.

“Siapa yang mau sarapan?!!!!” teriak Hyoyeon dari dapur. Suaranya yang khas membuat Jessica menjadi sumringah. Ia melepaskan pelukkan dan berlari kearah dapur.

“Hyo-” ia terdiam di tengah ruangan. Ia tidak mendapati siapa-siapa diluar. Ia kembali masuk lagi ke kamar dan Yoona, Taeng dan Yuri sudah tidak berada lagi disana. Ia kembali keluar dan mencari ke dapur, tapi nihil.

“Jessica,” Jessica berbalik mendengar suara yang ia kenal memanggilnya.

“Unnie… Sica unnie belum di temukan juga?” suara Seohyun yang sudah sangat kawatir dan bergetar itu bertanya kepada Tiffany yang tengah menatap ponselnya sedari tadi.

“Entahlah Hyun,” balasnya. Ia mengusap pelan puncak kepala Seohyun dan menatap ponselnya kembali.

Drrrt… drrttt… ponsel yang berada di atas meja iitu bergetar. Tiffany segera mengambilnya.

“Ketemu?” tanya Tiffany antusias. Wajah Seohyun yang lesu langsung kembali senang.

Tak lama Sooyoung dan Sunny pulang dengan sosok gadis yang mereka bawa.

Jessica terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa,

“Sica unnie!!!” seru Seohyun berdiri dari tempat duduknya. Ia berlari dan memeluk gadis tersebut. Tiffany pun mendekat dan ikut memeluk. Sooyoung dan Sunny hanya memperhatikan mereka dengan menghela nafas lega.

“Unnie!!” Yoona berjalan dengan senang dari sisi Jessica terdiam. Yoona pun mengikuti Seohyun dan Tiffany yang memeluk erat gadis tersebut.

Dan beberapa member lain berdatangan dari belakang tubuh Jessica. Wajah mereka begitu bahagia mendapati sosok gadis yang sudah selama ini mereka rindukan.

“Kau kemana aja?” seru Yuri dengan wajah kesal. Gadis itu tertawa.

“Bodoh! Kau membuat diriku cemas!” seru Taeng yang menjitak puncak kepala gadis itu.

Jessica menatap hal itu dengan menggeleng kuat-kuat.

“Tidak!!!” teriaknya. Ia menggeleng dan mundur perlahan kebelakang. Dilihatnya Taeng yang bercanda ria dengan gadis itu.

“Taeng…” lirih Jessica yang terduduk lemas. Kakinya tak bisa di topang untuk berdiri kembali. Ia menggeleng kuat dan mengacak-ngacak rambutnya.

“Bukan!!!!!!!!! Taeng dia bukan diriku!!!! Taeng!!! Aku disini!!!!!!!!” teriak Jessica dengan segenap suara yang ia milik. Tapi Taeng masih saja bercanda ria dengan gadis itu.

“Yoona! Unnie disini!” teriak Jessica. Tetapi tidak mengalihkan pandangan Yoona kepada sosok gadis yang tengah bercanda dengan Taeng.

“Dia bukan diriku!!! Dia Han Yuri!!! Dia bukan diriku!!! Taeng!! Yoona!!! Yuri!!! Lihat kemari,” Jessica sudah tidak kuat melihat pemandangan menakutkan ini lagi. Ia menundukkan kepalanya, mengigit bibir kuat-kuat menahan sakit hati yang ia derita.

“Jessica unnie,” panggil suara yang berada di belakang Jessica. Jessica terdiam dan mencoba membalikkan kepalanya.

“Boo!”

“Aaaa!!” pekik Jessica. Ia terhentak dan terbangun dari mimpi buruknya. Ia mengigit bibir kuat-kuat dan memegangi dadanya yang sesak. Keringat sudah mengucur dan membasahi punggungnya.

“Nuna, gwencana?” tanya Kibum datang. Diikuti Han Yuri yang menatap sinis kepada Jessica.

Jessica mendongkakkan kepalanya. Mata mungilnya yang mendapati sosok Han Yuri di belakang Kibum menjadi tajam. Ia menatap Yuri dengan tatapan yang mematikan.

“Mengapa kau melihatku seperti itu?” tanya Yuri sinis. Jessica bangkit.

“Kembalikan semuanya!” teriak Jessica. Kibum terdiam dan menunduk mendengar itu. Yuri tertawa miris.

“Kembalikan apa heh manusia?!” tanya Yuri ketus. Jessica mendekat dan mendorong tubuh Yuri kuat.

“Kau merebut semuanya dariku!!” umpat Jessica sambil menatap Yuri tajam. Yuri kembali tertawa miris.

“Slow down baby. Memang apa yang telah ku perbuat?”

Jessica menatap Yuri dengan tidak percaya. Bagaimana ia bisa bertemu dengan sosok makhluk yang seperti ini.

“Nuna, sabarlah…” dengan cepat Kibum menarik tubuh Jessica dan menundukkan kembali. Ia mengelus-ngelus punggung Jessica pelan.

“Lepaskan aku!” seru Jessica sambil menepis tangan Kibum.

“Tinggalkan aku sendiri!” lanjutnya. Ia membalikkan badannya dan memunggungi Kibum. Ia memeluk lututnya dan terdiam.

Kibum menghela nafas pelan. Ia tidak bisa berbuat apa-apa.

“Ayo pergi,” ucap Kibum sambil menarik tangan Yuri.

***

“Jonghyun! Jangan tidur terus… nanti rapihkan kamar dan masakkan sesuatu makanan kecil, kami pergi dulu!” seru empat member yang lain.

Hanya Jonghyun lah yang tidak memiliki jadwal hari ini.

“Huh! Bisanya memerintah saja,” keluh Jonghyun mendengar ucapan Key sebelum pergi.

Jonghyun kembali kekamar dan menarik selimutnya. Ia terdiam sebentar menatap langit-langit.

“Bosan,” gumamnya. Ia memiringkan badannya dalam posisi tidur menghadap tempat tidur Key yang sederetan denganya.

“Barbie? Tiga?” ucapnya tidak percaya. Ia turun dari tempat tidurnya dan menghampiri boneka yang berada di tempat tidur Key.

“Hei,” sapanya seperti orang idiot. Ia menatap satu Barbie yang memeluk lutut di depanya itu.

“Mengapa Key memposisikan tubuhmu seperti ini,” ucap Jonghyun. Jari Jonghyun mendekat dan menyentuh tubuh Barbie itu.

“Bergetar,” ia menarik jarinya kembali. Ia menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Ia menjauh dari tempat tidur Key. Tapi sayup sayup terdengar suara isakkan tangis.

“Taeng… Yuri…” suara itu terdengar jelas di telinga Jonghyun sekarang. Jonghyun menelan ludahnya yang tercekat sesaat tadi. Ia kembali mendekati tempat tidur Key.

“Kau bisa bicara?” tanya Jonghyun sambil menyentuh lengan Barbie itu.

Jessica mendongkakkan wajahnya menatap Jonghyun yang kini tercengang atas perbuatannya itu.

“Jjong…” lirih Jessica. Ia menghapus air matanya. Dan mencoba tersenyum di depan Jonghyun.

“Nuna?!” dengan mata membulat Jonghyun menatap Jessica tidak percaya.

“Ini benar dirimu?” lanjutnya lagi. Jessica hanya tersenyum miris mendengar itu.

“Tolong kembalikan dia,” Jonghyun kembali tercengang melihat sosok Barbie laki-laki yang berada di sebelah Jessica.

“Key?!” tanya Jonghyun tidak percaya. Kibum hanya tersenyum miris mendengar ucapan Jonghyun.

“Tolong… kembalikkan dia, dia terlalu tersiksa menjadi seperti ini,” ucap Kibum.

Jonghyun menundukkan kepalanya dan terdiam. Ia tidak menemukan kata-kata untuk menjawab pertanyaan boneka yang berada di depannya ini.

“Hyung! apa yang kau lakukan di dekat kasurku?” seru seseorang dari belakang.

“Key! Dia Jessica!” teriak Jonghyun sambil mengambil Jessica dengan tangannya dan membawanya kearah Key yang masih berdiri di ambang pintu.

Tapi-

“Argh,” Jonghyun tersandung dan melepaskan tubuh Jessica yang berada di tanganya. Jessica terjatuh dan tanganya kirinya patah.

“Hyung!” pekik Key.

TBC

Hehehe… mengapa bonekanya ku namain Yuri? Biar terasa berbalik sifatnya dengan Kwon Yuri, romatesnya Jessica.

 

Gimana-gimana? Apakah ada yang membingungkan? Ask me in comment^^

 

Aku harap tidak ada typo^^, maaf kalau FF ini selalu terlambat…*bow*

©2011 SF3SI, Freelance Author.

Officially written by ME, claimed with MY signature. Registered and protected.

This FF/Post legally claim to be owned by SF3SI, licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License. Permissions beyond the scope of this license may be available at SHINee World Fiction

Please keep support our blog, and please read the page on top to know more about this blog. JJANG!

11 thoughts on “Barbie Girl – Part 3”

  1. lama nian ni ff baru muncul…
    emg agk2 membngungkan sih awalx,aplg pas muncul boneka ”kibum”,kirain key jg beneran jd boneka…
    tp untngx jjong nyadar klo i2 beneran sica,tp gmn lnjutanx nih,gr2 jjong tangan sica patah…??
    d tnggu next part…

  2. Daebak keren bgt ! Lanjut thor .
    Key malu² waktu ngegantiin barbie baju . Wah key dalam bentuk boneka gimana rupanya iya ? Pasti lucu .
    Jangan lama² iya thor lanjutannya . Ceritanya

  3. Aigoo-yaaaa~ Kerennnnnn ^o^
    Next Partnya cepet ya thor~ aku udah lama gak on disini… kesini cuma nyari FF ini malah baru terbit sekarang u,u
    Hwaiting~

  4. omo!!! tangan sica patah, eottokkhae? gmana cranya dia balik jd manusia? aigo penasaran bgt, dtunggu next partnya

  5. Aduh untung aku masih ingat part yg kemarin, lama bgt sih thor.. *digebuk*
    Aduhh knpa jadi deg2an pas baca mimpi’x jessica.. Han yuri jahat bgt sih emang beda ma kwon yuri sifat’x..
    Trus itu gmna dong kalo lengan jesica patah?? Ahh pnasaran ma klanjutan’x..

  6. Thoor lamanya ffnya aku nungguin dari taon 2 nih-__-
    Haha seru ffnya! Nest part aku tunggu dengan sangat ne? Keep fighting!

  7. omoooo…..~
    tangan sica patah???
    ottokhe…
    bw ke tukang pijat ja thor krn kl ke dokter bakalan di amputasy kan kasian…:-(

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s